KESELAMATAN BAGI BANGSA LAIN by Pdt. Victor Sumlang (Ibadah Raya 2 – Minggu, 28 Feb 2016)

Pendahuluan

Yesaya adalah salah satu nabi besar dalam kitab perjanjian lama. Ia hidup 680 tahun sebelum Kristus. Yesaya hidup dalam periode 4 raja Yehuda yaitu raja Usia, raja Yotam, raja Ahas dan raja Hizkia. Nama Yesaya artinya Tuhan adalah keselamatanku. Salah satu berita utama dalam kitab Yesaya adalah nubuat tentang kedatangan Tuhan Yesus pertama kali sebagai manusia dan kedatangan Tuhan Yesus kedua kali.

Pada kesempatan ini, secara khusus kita akan membahas Yesaya pasal 18. Yesaya pasal 18 adalah berbicara tentang nubuat penghukuman kepada bangsa Etiopia. Mari kita melihat pasal 18 ini dari ayat per ayat.

Ayat 1-2

“Wahai! Negeri dengingan sayap di seberang sungai-sungai Etiopia, yang mengirim duta-duta melalui laut dalam perahu-perahu pandan mengarungi permukaan air! Pergilah, hai utusan-utusan yang tangkas, kepada bangsa yang jangkung dan berkulit mengkilap, kepada kaum yang ditakuti dekat dan jauh, yakni bangsa yang berkekuatan ulet dan lalim, yang negerinya dilintasi sungai-sungai!”

Pasal 18 dibuka dengan sebuah seruan keras kepada bangsa Etiopia: “Wahai!” Kata “wahai” artinya celaka. Mengapa ada celaka atas bangsa Etiopia?  Siapakah bangsa Etiopia? Mereka mengirim duta-duta melalui laut dalam perahu-perahu pandan mengarungi permukaan air. Rupanya bangsa Etiopia adalah bangsa yang suka melakukan ekspansi atau perluasan kekuasaan dengan kekerasan dan kelaliman. Hal ini disebabkan karena bangsa Etiopia memiliki penduduk yang tangkas, jangkung dan berkulit mengkilap. Akibat tindakan ini membuat bangsa Etiopia menjadi bangsa yang ditakuti oleh bangsa-bangsa yang dekat maupun bangsa yang jauh.

Salah satu contoh yang dilakukan bangsa Etiopia dicatat dalam 2 Tawarikh 14:9 – Zerah, orang Etiopia itu, maju berperang melawan mereka dengan tentara sebanyak sejuta orang dan tiga ratus kereta. Ia sampai ke Maresa. Jadi orang Etiopia menyerang bangsa Yehuda yang saat itu dipimpin oleh raja Asa tetapi pada akhirnya bangsa Yehuda-lah yang memenangkan peperangan ( 2 Tawarikh 14:12-15).

Ayat 2b

Pergilah, hai utusan-utusan yang tangkas, kepada bangsa yang jangkung dan berkulit mengkilap, kepada kaum yang ditakuti dekat dan jauh, yakni bangsa yang berkekuatan ulet dan lalim, yang negerinya dilintasi sungai-sungai!”

Siapakah utusan-utusan yang tangkas? Mereka adalah para pemberita injil yang diperintahkan Tuhan untuk pergi memberitakan kabar baik kepada bangsa yang jangkung dan berkulit mengkilap, tidak lain adalah bangsa Etiopia. Suatu bangsa yang tidak mengenal firman dan keselamatan, dan perintah inipun adalah perintah yang Tuhan berikan kepada orang percaya untuk pergi memberitakan kabar kesalamatan kepada bangsa-bangsa yang belum mengenal Tuhan.

Ayat 3-4

Hai semua penduduk dunia, hai orang-orang yang mendiami bumi! Apabila panji-panji dinaikkan di gunung-gunung, lihatlah; apabila sangkakala ditiup, dengarlah!  Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku: “Aku akan menjenguk dari tempat kediaman-Ku dengan tidak bergerak, seperti hawa panas yang mendidih waktu panas terik, seperti kabut embun di panas musim menuai.”  

Ketika injil diberitakan maka Tuhan akan bergerak dan menaikan panji-panji, tetapi bangsa Etiopia sombong dan menolak keselamatan sehingga ketika Tuhan menjenguk dari kediamanNya, ada kemarahan besar karena menolak kebenaran. Digambarkan dalam Yesaya 18:4:

  1. Amarah Tuhan seperi hawa panas yang mendidih di waktu panas
  2. Seperti kabut embun di panas musim menuai.

Ayat 5-6

Sebab sebelum musim buah, apabila waktu berbunga sudah berakhir, dan gugusan putik menjadi buah anggur yang hendak masak, maka TUHAN akan mengerat ranting-rantingnya dengan pisau pemangkas, dan menyisihkan carang-carangnya dengan memancungnya. Semuanya itu akan ditinggalkan bertumpuk-tumpuk bagi burung-burung buas di pegunungan, dan bagi binatang-binatang di hutan. Pada musim panas burung-burung buas akan bermukim di situ dan segala binatang hutan pada musim dingin.”

Menjelaskan tentang dinamika perjalanan hidup yang akan kita hadapi selama ada di dunia.  Ada musim kering, hujan, angin dan kemarau di tengah keadaan dunia yang tidak menentu seperti kapal di tengah laut. Memang ada badai dan gelombang namun kita tetap tenang sebab ada yang sanggup meredakan badai yaitu Tuhan Yesus Kristus. Ada musim lain sebelum musim buah, ada musim kesusahan dan pergumulan tetapi ada musim buah. Demikian halnya saat kita beritakan injil, awalnya seperti tidak ada hasil. Tetapi bila kita setia maka Tuhan akan menolong kita. Asal kita mau pergi membawa kabar baik. Sekalipun mereka menolak seperti bangsa Etiopia namun Tuhan akan bergerak membela kita.

Ayat 7

Pada waktu itu juga persembahan akan disampaikan kepada TUHAN semesta alam dari kaum yang jangkung dan berkulit mengkilap, dan dari kaum yang ditakuti dekat dan jauh, yakni bangsa yang berkekuatan ulet dan lalim, yang negerinya dilintasi sungai-sungai, ke tempat nama TUHAN semesta alam, yaitu gunung Sion. “

 

“Pada waktu itu juga persembahan akan disampaikan kepada TUHAN semesta alam…”  Etiopia mempunyai salah satu sejarah terlengkap sebagai negara merdeka di benua tersebut. Merupakan negara tertua di dunia, kawasan Etiopia juga merupakan salah satu tempat peradaban yang terawal di dunia. Pemerintahan Etiopia pertama dibentuk sekitar tahun 980 SM dan menerima agama Kristen pada abad ke-4 M. Inilah penggenapan Yesaya 18:7, saat Etiopia bertobat bandingkan dengan Kisah para rasul 8:27-38. Mengisahkan tentang Filipus dalam pelayanan. Ketika di perjalanan, Tuhan berbicara kepada Filipus untuk menemui sida-sida Etiopia. Maka Roh Allah membawa Filipus kepada sida-sida Etiopia. Merekapun berdialog tentang nubuatan Yesaya, maka Tuhan bekerja dan memberi pengertian kepada sida-sida Etiopia sehingga mereka percaya dan memberi diri dibaptis. Sida-sida itupun kembali ke Etiopia, mereka memberitakan injil di tempat mereka berada. Banyak orang bertobat sehingga Etiopia menjadi daerah Kristen oleh pertolongan Tuhan lewat pemberitaan Filipus. Inilah penggenapan dari Yesaya 18:7, keselamatan bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan.

Betapa ajaib cara Tuhan dan semua rencananya berhasil. Jika IA bekerja tidak ada yang dapat menghalangi. Oleh sebab itu, sebagai orang percaya, inilah tugas dan tanggung jawab kita, yaitu pergi memberitakan injil. Jangan takut sebab Tuhan punya cara dalam setiap pemberitaan injil, asal kita mau. Yakin dan percaya bahwa Tuhan menyertai, meskipun ada musim hujan, badai atau kemarau tetapi akan ada waktu untuk menuai semua hasil pekerjaan, asal tidak menjadi lemah. Selamat bekerja memebritakan injil, Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s