PANJANG SABAR ALLAH – Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya-Minggu, 6 Maret 2016)

Yunus 1:1,2

Datanglah firman Tuhan kepada Yunus bin Amitai, demikian: Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka karena kejahatannya telah sampai kepada-KU.

PENDAHULUAN

Nabi Yunus terkenal karena ia adalah nabi yang menolak perintah Tuhan dan pergi ke Tarsis sehingga Tuhan ijinkan Yunus ada di dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam.

FIRMAN TUHAN KEPADA YUNUS

Perhatikan dalam kalimat pertama Yunus 1:1 “Datanglah firman Tuhan kepada Yunus.”  Dalam ayat tersebut tertulis “Tuhan berfiman”, hal ini tidak berarti bahwa Tuhan datang dan memperlihatkan Diri-Nya kepada Yunus seperti seorang yang bertatap muka. Sebab jika Allah bertatap muka dengan manusia maka manusia akan mati melihat kemuliaan Allah. Hal ini dapat terlihat berulang kali, ketika Allah bicara kepada Musa. Tetapi Musa tak pernah lihat wujud Allah, sampai Musa minta  agar Allah perlihatkan Diri-Nya sebab Musa hanya mendengar suaraNya tetapi tidak melihat rupa Allah. Allah pun jawab keinginan Musa, namun Allah hanya perlihatkan bagian belakang jubah-Nya di celah bukit, dan Musa hanya lihat sekilas. Sebab jika Allah menampakkan wajahNya kepada Musa, maka Musa akan mati – Keluaran 33:19-23. Allah dapat menutup mata Musa serta berjalan di depan Musa, inilah kemaha-hadiran Allah (omnipresent). Tidak seperti manusia yang tidak dapat hadir di tempat berbeda dengan waktu yang sama.

SUARA FIRMAN

Di zaman dahulu Tuhan berbicara dalam berbagai cara antara lain:

  • Berbicara/Bersuara Langsung, tetapi Allah tidak menampakkan diriNya.

Contohnya:

– Ulangan 4:12 – Di Padang Gurun saat Allah bersuara kepada Musa. Hanya ada suara yang terdengar tetapi tidak menampakkan diri.

– Lukas 3:22 – Saat Yesus dibaptis di Sungai Yordan. Allah menyatakan Yesus dengan bersuara. Dari langit terdengar suara, inilah anakKu yang kukasihi kepadaNya aku berkenan.

– Kisah Para Rasul 9:7 – Saat Saulus berada di jalan lurus menuju Damsyik sekarang bernama S Dalam perjalanan Allah menyatakan diri lewat suara kepada Saulus.

  • BICARA LEWAT MIMPI

Selain bersuara, Tuhan juga berbicara dalam batin manusia dan lewat mimpi. Bilangan 12:6, Allah bicara kepada nabi lewat mimpi untuk diteruskan kepada umat. Lukas 2:12, Allah bicara kepada orang Majus lewat mimpi agar mereka tidak kembali ke Herodes. Demikian juga Allah berbicara kepada Yusuf.

  • Allah Bicara Lewat Utusan

Tuhan pun memakai seorang lewat utusan Tuhan, yaitu malaikat Tuhan.

-Kejadian 18:1,2 – Allah menampakkan diri kepada Abraham dalam wujud 3 orang. Inilah gambaran Bapa, Anak dan Roh Kudus. Secara khusus mereka menemui Abraham untuk sampaikan pesan Allah.

-Lukas 1:11 – Zakharia, Allah berbicara ketika ia berada dalam pelayanan. Allah berbicara tentang anak yang akan dilahirkan Istrinya Elisabeth yang disebut mandul.

-Lukas 1:27 – Maria, mendapat pesan dari Malaikat Gabriel bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus serta melahirkan Yesus.

Namun di zaman sekarang pun, Tuhan berbicara dalam berbagai cara antara lain:

  • Dalam ibadah

Tuhan berbicara melalui hamba-hamba Tuhan. Siapapun hamba Tuhan yang sampaikan firman. Kecuali hamba Tuhan yang tidak sampaikan kebenaran Firman Tuhan.

  • Baca Alkitab

Alkitab adalah firman Allah, saat kita membacanya dan membuka hati, ayat-ayat tersebut seperti hidup serta memberi peringatan. Pada saat itulah Allah berbicara.

  • Dalam percakapan

Allahpun bekerja dalam percakapan kita, melalui firman yang disampaikan dan firman tersebut menegur atau menasihati. Pada saat itulah Tuhan berbicara untuk mengubah karakter.

  • Rhema

Mengingatkan firman Allah yang pernah kita baca atau dengarkan melalui hati kita. Dalam situasi susah atau senang Allah dapat berbicara lewat firman yang diingatkan didalam hati kita.  Hal ini bisa terjadi kapan dan di mana saja kita berada.

 

ADA TUJUAN TUHAN

Bila Tuhan bicara lewat firman-Nya, pasti punya tujuan dan tujuanNya adalah baik. Sebab itu kita harus hormati Tuhan saat kita dengar firman Tuhan, sebab bukan manusia yang bicara tapi Tuhan. Jadi selama firman disampaikan jangan kita sibuk dengan hal yang mengalihkan fokus kita seperti handphone, tab dan berbicara selama khotbah disampaikan. Disiplin diri selama firman disampaikan, karena kita menghormati Tuhan bukan hanya hamba Tuhan yang sampaikan firman Tuhan. Jika tidak menanggapi firman Tuhan, akan terima konsekwensi.

Amsal 13:13 “Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.”

Dalam terjemahan lain kalimatMenanggung akibatnya” ditulis denganshall be destroyed. Artinya mereka akan dibinasakan. Tetapi siapa yang taat kepada firman dan tidak meremehkan, akan menerima balasan. Bukan hanya menerima keselamatan, tetapi pahala kemuliaan di sorga dan bumi.

 

BENTUK PERINTAH TUHAN

Bentuk perintah Firman Tuhan kepada Yunus ialah: “Bangun, pergi dan berseru kepada penduduk kota Niniwe.”

Lima Fakta Buruk Tentang Niniwe:

  • Niniwe kota besar yang dibangun oleh raja Asyur. Bangsa Israel pernah mengalami kebejatan orang Niniwe. Oleh karena itu, Yunus menolak untuk datang dan menyampaikan firman.
  • Niniwe adalah kota yang jahat dan kejam sebab itu Niniwe disebut kota darah. Dalam kasus apapun, orang Niniwe membunuh.
  • Dalam berperang, Niniwe juga terkenal kejam dan biadab.
  • Orang Niniwe terkenal suka berdusta, merampok dan suka menumpahkan darah.
  • Orang Niniwe menyukai ilmu sihir; suka melacur dan memperdagangkan

(Nahum 1:11; 2:12-13; 3:1,4,16,19)

PANJANG SABAR ALLAH

Kepada siapa Yunus diutus untuk: Bangun; Pergi dan Berseru memberi peringatan? Yaitu kepada bangsa Niniwe. Suatu bangsa yang Jahat, keji, bengis, suka sihir, suka melacur dan tidak percaya Tuhan. Jadi disimpulkan bahwa Allah panjang sabar, tersirat dari ucapan Allah di ayat 2 yang mengatakan: “…karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku”. Kalimat ini memberi pengertian bahwa, Allah tidak langsung hukum orang berdosa.

Namun tidak berarti Allah membiarkan orang yang seenaknya berbuat dosa. Inilah bentuk panjang sabar Allah yang memberi kesempatan kepada semua orang itu untuk sadar dan bertobat, Nehemia 9:17. Tetapi jangan disalah-artikan, sifat Allah yang panjang sabar dan jangan disalah-gunakan sebagai kesempatan bagi kita untuk hidup dalam dosa. Karena Allah yang panjang sabar dan penuh kasih sayang itu punya batas kesabaran.

Hal ini jelas tersirat dalam ucapan: “…karena kejahatannya (yaitu kejahatan kota Niniwe) telah sampai kepada-Ku.Allah belum menghukum Niniwe, bukan karena Allah mentolerir dosa dan kejahatan Niniwe. Tetapi karena dosa itu belum sampai batas kesabaran Allah. Namun akan tiba saatnya di mana Allah akan bertindak.

Contoh, Kejadian 15:16 “Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap.”

Tuhan beri tahu kepada Abraham tentang keturunannya, yaitu bangsa Israel akan diam di Mesir sebagai budak sampai generasi keempat. Inilah panjang sabar Allah yang belum menghukum orang Amori, sebab dosa orang Amori belum mencapai batas kesabaran Allah. Oleh sebab itu, keturunan Abraham harus menanti empat generasi sampai waktu dimana Allah hukum orang Amori. Pada saat itu satu generasi dihitung 100 tahun, 4 generasi berarti 400 tahun. Israel harus bersabar sampai pembalasan Tuhan dinyatakan 400 tahun. Allah punya ukuran waktu untuk menghukum orang Amori. Demikianpun kepada orang yang terus hidup dalam dosa, ada waktu Allah untuk menghukum.

GAMBAR

gelas penuh dosa

Gelas gambaran hidup manusia dan air itu adalah dosa yang terus diisi dalam hidup. Awalnya sedikit air yang masuk dalam gelas tetapi lama kelamaan jika air terus diisi maka gelas itupun akan terisi penuh. Demikianlah hidup kita, bila terus hidup dalam dosa dan tidak ada pertobatan maka akan tiba batasnya Allah menghukum itu akan penuh sampai hukuman Allah dinyatakan.

Tanggung Jawab Setiap Orang

Kalau Tuhan belum menghukum, bukan Allah tidak bertindak terhadap dosa. Allah masih menyatakan panjang sabar dan kemurahan-Nya kepada orang berdosa seperti orang-orang Niniwe.

Dimana panjang sabar Allah terlihat? Panjang sabar Allah diperlihatkan dengan perintahNya kepada Yunus: BANGUN.

Yunus diperintahkan Tuhan untuk: bangun, pergi dan berseru mengingatkan orang Niniwe tentang dosa-dosa dan kejahatan mereka. Hal ini memberi pengertian kita juga harus bangun; pergi dan berseru kepada semua orang  yang hidup di akhir zaman.

Kita ingatkan mereka dengan…

  • Cara Hidup Kita, yang berjalan sesuai dengan firman Tuhan.

2 Korintus 2:14-16 “Seperti bunga yang harum, yang menyadarkan tentang kebinasaan...”

Contoh tentara Romawi yang pulang dari peperangan. Mereka disambut dengan taburan bunga. Aroma bunga menyadarkan mereka tentang upah yang akan mereka terima ketika berjumpa dengan kaisar. Sedangkan para tahanan mencium aroma bunga sebagai aroma kematian. Jadi bila hidup kita menjadi contoh, kehadiran kita hendaknya membawa keharuman Kristus sehingga Tuhan dipermuliakan dan mereka diselamatkan.

  • Kesetiaan, Kesungguhan dan Kerajinan Ibadah Kita.

Rajinkan diri kita beribadah, maka orang di sekitar akan melihat dan sadar. Tidak sedikit kesaksian, orang bertobat karena penasaran melihat sikap mereka beribadah. 2 Korintus 2:14-16 “Sehingga cara hidup kita bagaikan bayang-bayang panjang yang memberi kesejukan dan perteduhan bagi banyak orang.”

Pesan kepada Yunus yaitu BANGUN, juga bagi kita sebagai bahan untuk Introspeksi diri. Sebagai orang-orang yang sudah alami keselamatan, kita seharusnya jadi ALARM bagi dunia ini agar mereka bertobat dari dosa mereka dan diselamatkan karena percaya kepada Yesus. Jika tidak apakah yang akan terjadi?

APA YANG TERJADI?

Zefanya 1:12

Yerusalem yang dimaksud ayat ini bukanlah Yerusalem jasmani tetapi orang Kristen. Dalam ayat ke 12, orang Kristen yang hidup dalam dosa seperti anggur di atas endapannya  yang mengental.

Akibatnya Zefanya1:13-18:

  1. Maka harta kekayaannya akan dirampas dan rumah-rumahnya akan menjadi sunyi sepi. Apabila mereka mendirikan rumah, mereka tidak akan mendiaminya; apabila mereka membuat kebun anggur, mereka tidak akan minum anggurnya.”
  2. Aku akan menyusahkan manusia, sehingga mereka berjalan seperti orang buta, sebab mereka telah berdosa kepada TUHAN.
  3. Darah mereka akan tercurah seperti debu dan usus mereka seperti tahi.
  4. Mereka tidak dapat diselamatkan oleh perak atau emas mereka pada hari kegemasan TUHAN, dan seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Nya.

Sampai dimana batas air gelas hidup kita? Oleh sebab itu, jika diantara kita sadar bahwa banyak kesalahan dan dosa hendaklah kita bertobat. Jangan bermain-main lagi dengan dosa dan hargai setiap firman yang kita terima dan dengar. Tuhan menolong kita semua.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s