IMAN (Dasar Pengharapan dan Bukti tak Terlihat) by Pdt. Hani Paulus – Ibadah Raya 1 (Minggu, 13 Maret 2016)

Semua transaksi jual beli menggunakan uang sebagai nilai tukar yang sah. Kerajaan Allahpun demikian, ada sistem untuk transaksi yang terjadi dalam setiap kehidupan orang yang percaya dan mata uangnya ialah iman. Tanpa iman, tak seorangpun berkenan kepada Allah. IBRANI 11:6, dalam iman kita menemukan pengharapan adalah suatu hal yang pasti.

IMAN dan HARAPAN

Dalam Ibrani 11:1 tertulis bahwa iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan. Hal yang utama dibutuhkan untuk kita berharap adalah Iman. Jangan bermimpi untuk mencapai apapun dalam perkenanan Tuhan tanpa iman. Dalam iman terkandung keyakinan dan kepastian.

Iman juga adalah bukti. Kita “harus” dapat melihat apa yang kita HARAPkan -> bukan dengan mata jasmani melainkan dengan IMAN. Ibrani 11:1”…dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

KESIMPULAN :
Pengharapan yang semakin jelas dapat di lihat dengan iman, makin pasti kita meraihnya. IMAN, menolong kita untuk dapat merasakan, melihat, memegang pengharapan itu sampai jadi kenyataan.

Artinya, keyakinan kita dalam mengharapkan sesuatu tidak pasif tetapi mulai melangkah dan yakin bahwa kita sudah menerimanya.

iman pengharapan kenyataan

Perhatikan gambar:

Dari iman sampai kepada kenyataan ada sebuah jarak yang memisahkan. Jarak itu adalah pengharapan. Dalam pengharapan, kita terus berjalan dalam perkataan iman, yaitu aku yakin dan aku percaya. Semakin kita melangkah dalam pengharapan tersebut semakin kita percaya bahwa Allah sanggup dan semakin kita percaya diri  untuk terus melangkah dalam iman.

  1. Jangan takut untuk memiliki p

Rom 8:24  Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?

Pengharapanlah yang menyelamatkan diri kita dari keputusasaan, kekecewaan yang mendalam, kepahitan yang dapat membuat kita hancur. Pengharapan memberi kekuatan kepada kita untuk bertahan dan menjadikan kita tetap hidup, menantikan jawaban dari apa yang kita harapkan.

  1. Pengharapan memberikan ketekunan

Pengharapan memberikan kepada kita ketekunan, Roma 8:25, Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

Ketekunan menjadikan seseorang semakin hebat. Apa yang kita kerjakan dengan tekun akan memberikan hasil yang maksimal kepada diri kita. Ketekunan mempersiapkan diri kita menjadi seorang yang berkarakter.  Ketika iman menjadi kenyataan, harapan menjadi kepastian, kita menjadi orang yang dewasa yang sudah dapat dipercaya untuk mengelola semuanya.

Jika kita belum melihat kenyataan dari iman kita pada masa ini, maka generasi yang akan datang pasti mengalaminya. Contohnya dalam Ibrani 11:13,39,40.

Contoh : Apa yang kita dapatkan sekarang, percaya atau tidak hal tersebut sebagian besar merupakan iman dari orang tua kita. Orang tua kita tidak mengalaminya, kita yang mengalaminya.

Ayat 39,40

Iman merupkan sebuah perjalanan mencapai kesempurnaan. Sebab itu jangan kecewa bila apa yang kita harapkan belum tercapai. Keturunan kitalah yang akan menerimanya.

  1. Pengharapan Terus Dinyalakan oleh Api Roh Kudus

Pengharapan kita jangan sampai padam, tetapi biarlah terus dinyalakan oleh Roh Kudus dalam doa, sampai jadi kenyataan, Roma 8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

 

  1. Makin kita TEKUN, makin kita YAKIN & PERCAYA, Roma 1:16, Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

Rom 1:17  Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

 

Dalam ayat ini dijelaskan Paulus memiliki keyakinan yang kokoh dalam Injil, sebab injil adalah kekuatan Allah. Ketekunannya dalam Injil membuat Paulus semakin memiliki keyakinan yang kokoh terhadap Injil itu. Itu sebabnya ia mampu meyakinkan orang akan Injil itu.  Kisah Para Rasul 19:8.

Banyak orang tidak yakin dengan injil atau Firman Allah. Bagaimana bisa yakin akan Injil jika tidak punya banyak pengalaman dengan Firman Tuhan. Kita tidak dapat menjangkau jiwa bila kita sendiri tidak memiliki keyakinan yang kokoh tentang Injil.

Milikilah Iman, Berharaplah dalam Ketekunan, Majulah dalam Keyakinan, Terimalah dengan Kepastian, Impian jadi Kenyataan. _

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s