KEADILAN ALLAH by Sdr. Jeff Minandar (Ibadah Raya 2 – Minggu, 13 Maret 2016)

Dalam hidup kita selalu mendengar mengenai kata ini: “Keadilan”. Anda bisa menemukan itu di sila ke-5 Pancasila, “keadilan sosial”. Anda juga menemukan istilah mengenai “keadilan hukum” atau juga istilah “menuntut keadilan”. Jadi bagaimana sebenarnya konsep keadilan dalam Alkita?.

Pemazmur dalam Mazmur 7:10 berkata bahwa Allah adalah “hakim yang adil” dan di dalam keadilan Allah, IA akan mengakhiri kejahatan orang fasik dan meneguhkan orang benar. Yesaya berkata keadilan Allah ditunjukkan dengan mengasihi bangsa pilihanNYA yang IA tinggalkan untuk sementara waktu dalam pembuangan. Yesaya 30:18. Menarik sekali Yesus memberikan sebuah kisah mengenai Keadilan Allah. Mari kita sama-sama buka Matius 20:1-16.

Ini adalah kisah yang sangat menarik perhatian saya karena kisah ini menggoncangkan cara berpikir kita mengenai keadilan. Apakah Anda pernah berpikir mengenai ini? Bahwa mereka yang bekerja dari pagi mendapat upah mereka yang sama dengan mereka yang baru saja bekerja di sore hari. Jika Anda jadi bos dan memiliki karyawan yang bekerja dari pagi lalu menggaji mereka sama dengan yang baru bekerja, bukankah ini suatu ketidakadilan?

Sebelum Anda berpikir lebih jauh mengenai cara pikir Allah. Saya ingin bertanya kepada Anda. Menurut Anda apakah Israel layak untuk diselamatkan Allah dengan segala keras kepala, tegar tengkuk, pemberontakan dan kejahatan mereka? Mari kembali dan cermati baik-baik Yesaya 30:18. Sekarang apa yang membuat Anda layak diselamatkan Allah? Bisakah Anda tuliskan dalam satu hari Minggu saja apa saja yang Anda pikirkan? Aduh kesiangan nanti saja Ibadahnya, aduh nggak ada uang kecil buat persembahan, aduh itu yang duduk disana cakep banget, aduh ada sms/telpon/bbm kerjaan/orderan, aduh Tuhan nggak sempat doa. Dan apa yang Tuhan lakukan, DIA tetap mengasihi Anda, apakah ini menurut Anda adil? Banyak sekali kita mengeluhkan ketidakadilan Allah ketika kita membandingkan diri kita dengan orang lain.

Sebentar lagi Paskah dan biasanya kita akan mengenang kembali kisah-kisah mengenai Yesus di taman Getsemani. Bagaimana kalau kita lihat kisahnya terlebih dahulu di Matius 26:37-45. Saya yakin orangtua adalah mereka yang mengasihi anak-anaknya. Saya ingat cerita ayah saya di mimbar ini beberapa tahun lalu tentang bagaimana suatu hari Roy, kakak saya, terjatuh dari tempat tidur atau sesuatu yang lain yang membuat dia menangis, Ayah saya yang sedang belajar, dan ibu saya yang sedang menggoreng tempe segera berlari mencari, menggendong, dan menenangkan. Anda mungkin juga pernah menemani anak Anda yang sakit, setiap kali dia merintih ada sesuatu dalam diri Anda yang menangis bukan? Sekarang kembali kepada kisah di Getsemani yang seringkali kita baca selintas lalu. Menurut Anda apakah adil ketika Bapa berkata, “Anakku kamu harus menanggung dosa seluruh manusia.”

Inilah keadilan Allah yang dimaksud Matius 20:1-16, saya akan jelaskan melalui apa yang dituliskan dalam 2Petrus 1:1 (TB). Lalu kita bandingkan dengan 2Peter 1:1 (AV) Simon Peter, a servant and an apostle of Jesus Christ, to them that have obtained like precious faith with us through the righteousness of God and our Saviour Jesus Christ:

Apa yang Anda lihat dalam TB dituliskan “iman oleh karena keadilan Allah” dalam terjemahan AV disebut “like precious faith“. Kemudian jika kita bandingkan dengan terjemahan Yunani dipakai kata: isotimov (dibaca isotimos). Berarti sama berharganya, atau sama nilainya.

Melalui ayat ini kita diingatkan mengenai posisi kita dihadapan Kristus. Kita memiliki nilai yang sama! Petrus berkata kepada jemaat, meskipun aku pernah berjalan bersama Yesus, meskipun aku menyaksikan semua mujizatNYA, dan melihat bagaimana IA naik ke surga. Meskipun aku berkhotbah dan 3000 orang memberi diri percaya dan dibaptis dalam nama Kristus. Meskipun aku mengadakan mujizat-mujizat di depan banyak orang. Nilaiku, di hadapan Kristus, SAMA DENGAN semua orang percaya!

Inilah keadilan Allah sehingga kita bisa melihat. Mereka yang dipanggil pagi-pagi: Adam, Nuh, Abraham. Atau di siang hari para rasul. Atau di sore hari kita dan generasi orang percaya sesudah kita, adalah sama bernilai di hadapanNYA.

Untuk menutup, saya rasa kita harus memahami bahwa konsep keadilan manusia ini sangat sempit dan terbatas. Keadilan Allah adalah konsep yang tak bisa dicerna oleh manusia. Apa yang kita bisa lakukan adalah tiga hal: tetap rendah hati, selalu bersyukur, dan melakukan segala sesuatu yang baik berdasar pada karyaNYA. 2Petrus 1:5.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s