MANA YANG KAU PILIH by Bp. Bunyamin Wijanarko (Ibadah Raya 3-Minggu, 20 Maret 2016)

Hidup selalu diperhadapkan kepada pilihan, itu sebabnya hati-hati dalam bertindak sebab jika sudah melenceng, semakin lama semakin besar kesalahannya.

Efesus 1 : 13 “Di dalam Dia   kamu juga – karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimateraikan dengan Roh Kudus  , yang dijanjikan-Nya itu”

Diberi tanda dengan Roh Kudus sebagai materai hidup, bahwa kita adalah milikNya, kita milik Allah sendiri/kita mempunyai gambar Allah yang ditandai oleh materai itu. Yang dijanjikan-Nya berarti Allah merencanakan menurut kerelaan-Nya untuk memateraikan kita dengan Roh-Nya.

Perbuatan apa saja butuh pilihan : Apabila Roh Kudus memenuhi hidup kita, maka kita tidak akan tergelincir. Misalnya kita harus memilih apa yang hendak kita:

  • Makan/nikmati
  • Sekolah/pendidikan
  • Pekerjaan
  • Pernikahan
  • Dan sebagainya

Dari semua poin di atas, bagi Allah yang terutama adalah pernikahan. Bagi saudara yang mencari calon mempelai, hendaknya memilih dengan teliti. Seperti bibit, bebet dan bobotnya. Jika tidak maka kita tidak dapat mengulangnya. Hukum pernikahan tercatat dalam Kejadian 2:24 “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya”.

Matius 19:5  “dan ibunya dan bersatu dengan istrinya sehingga..“

Efesus 5:31 -barulah keduanya menjadi satu daging.

Inilah ketetapan Allah menurut ekonomiNya.

Persiapan menikah :

a. Meninggalkan ayah dan ibu :

       – Punya pekerjaan untuk menopang keluarga

       – Punya rumah (relatif)

b. Menjadi satu daging :

       – Memelihara janji kepada Tuhan

       – Tidak bisa dipisahkan

       – Jangan ada ketimpangan

Dan bagi kita yang sudah menikah, apakah yang dikehendaki Allah dalam kesatuan suami dengan istri. Terdapat 3 frasa, perhatikan Maleakhi 2:15, “Apa yang dikehendaki kesatuan itu?”

  1. Benih Ilahi

Maksudnya adalah supaya menghasilkan benih/keturunan Illahi. Benih ilahi adalah anak-anak yang beribadah.

  1. Jagalah dirimu
  2. Janganlah tidak setia terhadap istri masa muda

Sukacita Keluarga

Pilihan orang yang beribadah dan tidak beribadah.

Kejadian 4:1-16 tentang Kain dan Habel. Dalam Kejadian 4:1 “kata Hawa :”aku telah mendapatkan seorang laki-laki dengan pertolongan Tuhan.” Ini adalah kata-kata sukacita mendapat buah pertama manusia. Buah itu bernama Kain, Hawa mengatakan “aku telah  mendapatkannya dengan kasih yang khusus dari Allah.” Ucapan Hawa merupakan syukur kepada Tuhan. Dari keturunan Hawa kuasa Iblis Yaitu maut akan dikalahkan, kejadian 3:16. Keturunan Hawa – Kejadian 3:15, keturunan Hawa adalah Yesus Kristus. Oleh “salib”, kepala ular dihancurkan oleh keturunan perempuan, Ibr 2:14, Lukas 24:0, Mazmur 22:1. Siapa keturunan ular yang diremukkan? Yaitu, semua orang yang menuruti hasutan iblis  si ular tua – Wahyu 12:9.

Pilihan Kain dan Habel

Hubungan Allah dan Keluarga Adam-Hawa begitu baik, sampai mereka jatuh dalam dosa, kemudian masing-masing dihukum dan diusir dari taman eden supaya mengusahakan tanah. Kejadian 4:3,4 Kesaksian yang intens dari Adam dan Hawa bahwa harus ada darah dalam korban, akhirnya membuahkan hasil dengan Kain mempersembahkan korban persembahan kepada Tuhan. Sehingga Habel mempersembahkan korban sulung dari kambing dombanya sehingga persembahan Habel diterima, sedangkan Kain tidak diterima. Oleh sebab itu, ia membunuh Habel adiknya.

Dalam Ibrani 11: 4a, karena imanlah persembahan Habel diterima. Habel yakin dan taat pada apa yang orang tuanya sampaikan tentang korban. Sedang Kain tidak taat dan tidak percaya, ia justru mempersembahkan apa yang menurut anggapannya baik.

Sebelum Kain membunuh Habel, dalam kejadian 4 Allah sudah memberi peringatan:

  • ayat 5-6, Allah memberi kesempatan Kain untuk bertobat
  • ayat 7, Allah sekali lagi memberi Kain kesempatan
  • ayat 8, Kain lebih mendengar hasutan iblis
  • ayat 9, Kain tidak bertobat, 1 Yoh 3:8-9, 12

Dalam kisah kejadian, Adam dan Hawa telah mengajarkan kebenaran tetapi yang satu menerima dan yang satu tidak menerimanya.

Dalam perjanjian baru, ada beberapa contoh tentang pilihan. Salah satunya adalah Yudas:

  • Yohanes 13:2 à Iblis berbisik pada Yudas
  • Yohanes 13:26 à Yesus memberi kesempatan
  • Yohanes 13:27 à Yudas kerasukan iblis
  • Yohanes 13:30 à Yudas pergi menjual Yesus

Injil yang baik telah didengar Yudas dan murid-murid lain. Yesus sendiri yang mengajar kepada murid-muridNya. Akan tetapi Yudas tidak menerima Injil Kerajaan melainkan lebih menerima pikiran setan daripada Firman Allah. Hasilnya ia menjual Yesus serta mengantung dirinya bukan bertobat.

  • Kesimpulan Matius 13

Tidak seorangpun, termasuk orang-orang kudus yang telah dipilih Allah, dikecualikan dari sasaran setan untuk ditabur benih yang palsu. Kita harus berjaga-jaga (Amsal 4:23)

  • Kesimpulan Kain & Habel, Kejadian 3

Kain mengawali hidupnya dengan : PERGI DARI HADAPAN TUHAN. Keturunannya tidak ada yang menyembah Tuhan, semua mencari popularitas diri :

    – Henokh  anak Kain   : Pendiri kota

    – Yabal                     : Bapa Peternak

    – Yubal                     : Bapa Musisi

    – Tubal                     : Bapa Pandai besi

  • Kesimpulan Kain & Habel (Kejadian 3)

Arti nama Kain adalah ternama – banyak harta àhidup penuh dosa. Tahun umur Kain tidak dicatat dalam alkitab, meskipun di dunia mereka ternama, tetapi jauh dari Tuhan. Inilah pilihan hidup Kain dan keturunannya.

Pilihan hidup Set pengganti Habel

  • Kejadian 5:3 à rupa dan gambar Adam
  • Kejadian 1:26 à rupa dan gambar Allah Tri Tunggal
  • Kej 4:26 à Zaman Enos, orang mulai memanggil nama Tuhan

Garis keturunan Set yang diselamatkan, semua menyembah Tuhan. Secara jasmani kita bukan keturunan Set, bukan bangsa pilihan. Tetapi Efesus 1:13 “kita mempunyai gambar Allah dan kita juga menjadi anak-anak Allah dengan cap meterai itu.” Kolose 3 : 10 “dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.”

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s