MENJADI MURID TUHAN by Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2-Minggu,20 Maret 2016)

MATIUS 28:19-20

“ Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarilah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah Aku menyertaimu sampai kepada akhir jaman.”

 

Pendahuluan :

Ada satu hal yang penting yang sering dilupakan gereja Tuhan pada amanat AgungNya yaitu Perintah Tuhan “jadikanlah seluruh bangsa muridKu”. Jadikan Murid artinya bukan sekedar dibawa pada pertobatan dan dibaptis, tetapi dimuridkan. Tuhan tidak perintahkan jadikan semua bangsa percaya padaKu, tetapi jadikan semua bangsa muridKu.

MURID ATAU PENGIKUT

PENGIKUT  :  Pengikut hanya sekedar mengikuti, tidak mengenal  secara utuh  pribadi yang diikuti. Tipe pengikut adalah tipe orang kristen yang hanya sekedar tahu tentang Yesus, tetapi tidak mengenal secara benar.  Hal yang sering dilakukan oleh gereja Tuhan adalah membawa orang untuk bertobat percaya Yesus, tanpa ditindak-lanjuti untuk diajar menjadi murid Tuhan. Akibatnya , Gereja dipenuhi dengan bayi rohani , hal ini menimbulkan masalah  bagi gereja karena semua mintanya dilayani dan diperhatikan.

Perintah Tuhan jelas. Matius 28:20-“…dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamuMereka harus diajar untuk jadi murid Tuhan, bukan sekedar pengikut Tuhan.

MURID  :  Seorang murid, ia akan menjadi sama dengan gurunya. Mat.10:25a  “Cukuplah bagi seorang murid jika menjadi sama seperti gurunya ….”

Inilah yang diinginkan Tuhan, bahwa setiap orang percaya menjadi murid Tuhan, artinya : Mengenal Yesus dengan benar; memiliki kualitas hati dan karakter yang diubahkan menjadi seperti Yesus (Dewasa rohani ). Untuk mencapai hal ini, orang yang bertobat/percaya harus mendapat pengajaran atau bimbingan dari Firman Tuhan. Tugas memberi bimbingan bukan cuma gembala dan para hamba Tuhan/staf, tetapi semua orang percaya yang sudah menerima pengajaran Firman.

Matius 28:20  “ ..dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu….”

Kalimat “Yang telah K perintahkan kepadamu  berarti : Segala sesuatu yang lebih dulu diajarkan kepada kita.  Sebelum kita mengajar/membimbing kita harus tahu dulu apa yang sudah Tuhan ajarkan kepada kita.  Karena tidak ada pengajaran lain diluar Yesus yang membawa keselamatan.

Wujud Pertumbuhan Kualitas Jemaat sebagai murid Tuhan dalam II Petrus 1:5-8 :

“ Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada IMANmu KEBAJIKAN, dan kepada Kebajikan PENGETAHUAN, dan kepada Pengetahuan PENGUASAAN DIRI, dan kepada Pengusaan diri KETEKUNAN, dan kepada Ketekunan KESALEHAN, dan kepada Kesalehan KASIH AKAN SAUDARA-SAUDARA, dan kepada kasih akan saudara-saudara KASIH AKAN SEMUA ORANG. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.”

Jadi secara berurutan dimulai dari IMAN  bertumbuh kepada > KEBAJIKAN > PENGETAHUAN  > PENGUASAAN DIRI > KETEKUNAN > KESALEHAN > KASIH AKAN SAUDARA-SAUDARA > puncaknya sampai kepada KASIH AKAN SEMUA ORANG ( AGAPE ).

Mari kita lihat penjabarannya, bagaimana proses kita menjadi murid Tuhan, untuk selanjutnya kita dapat memuridkan orang lain.

 

IMANAdalah dasar kerohanian kita, dan iman yang benar adalah iman kepada Yesus Kristus.

Galatia 3:26  “ Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.

 

IMAN meningkat kepada > KEBAJIKAN

KEBAJIKAN  :  Adalah bukti seorang yang beriman dengan adanya :

  1. Perubahan hidup.

2 Korintus 5:17  “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru; yang lama    sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Bukti yang dapat dilihat oleh dunia adalah adanya perubahan hidup dari orang yang bertobat percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat, selanjutnya….

  1. Perbuatan baik ( Berbuat Kebajikan )

Perbuatan baik bagi orang percaya adalah bukti bahwa mereka sudah hidup dalam keselamatan Tuhan, hidupnya sudah diubahkan. Berbeda dengan orang dunia, mereka berbuat baik agar mendapat keselamatan. Orang percaya melakukan kebajikan/perbuatan baik sebagai tanda keselamatan dan perubahan hidup yang dialaminya. Keselamatan tidak dapat digantikan dengan perbuatan baik manapun, dan tidak ada perbuatan baik yang benar dan tulus  selain dilakukan oleh orang-orang yang sudah dibebaskan dan diselamatkan dari dosa. Jadi orang yang mengaku beriman kepada Kristus Yesus ia pasti melakukan kebajikan.

KEBAJIKAN meningkat kepada > PENGETAHUAN

Pengetahuan disini adalah pengetahuan firman Tuhan yang benar. Tujuannya :

  • Untuk membimbing orang pada kebenaran.
  • Tidak mudah disesatkan oleh pengajaran lain diluar Injil
  • Sanggup membedakan mana kebenaran Allah dan hal yang duniawi .

Setiap orang percaya harus bertumbuh dalam pengetahuan firman yang benar, itulah sebabnya perlunya setia kepada penggembalaan di geraja lokal yang Alkitabiah, yang mengajarkan Injil sepenuh dan murni tanpa direkayasa apapun, dan Gereja Pantekosta di Indonesia jemaat  Mahanaim adalah wadah penggembalaan yang tepat, karena didalamnya hanya firman Tuhan yang murni yang diajarkan kepada jemaat Tuhan. Jemaat akan memiliki pengetahuan firman yang benar, sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh pengajaran yang aneh dan menyesatkan yang akhir-akhir ini sedang marak berkembang.

PENGETAHUAN meningkat kepada > PENGUASAAN DIRI

Penguasaan diri adalah :  Suatu tahapan dimana karakter Ilahi menjadi gaya hidup orang percaya, yaitu :

Kemampuan atau kesanggupan untuk menahan sesuatu yang melawan kehendak Tuhan  misalnya :

  •  Menahan  diri dari kesombongan.
  •  Menahan amarah yang irasional.
  •  Menahan diri dari segala macam ketamakan.

Pada fase inilah pengalaman dipenuhi Roh Kudus harus terjadi dalam kehidupan setiap orang  yang percaya, karena Roh Kuduslah yang akan memenuhi orang percaya untuk memimipin dan mengendalikan seluruh kehidupan orang pecaya, memiliki karakter Illahi.

PENGUASAAN DIRI meningkat kepada > KETEKUNAN

Ketekunan disini bukan hanya tekun dalam iman, tetapi menitik-beratkan kepada:  TEKUN DALAM KEHIDUPAN DOANYA.

  • Cara hidup orang percaya yang kuat dalam doanya adalah ciri dari kehidupan rohani yang tekun, Lukas 18:1-8.
  • Ketahanan dan kekuatan iman seseorang dilihat dari kehidupan doanya.

Seseorang yang kuat dalam menghadapi tantangan iman, penderitaan dalam pikul salib Tuhan dan teruji ketekunannya adalah orang-orang yang kuat dan tekun dalam doanya. Ketekunan dalam ibadah dan hal-hal yang lain hanya merupakan dampak dari orang yang tekun dalam berdoa. Ada istilah yang mengatakan orang yang berdiri tegak akan mudah dijatuhkan, tetapi orang yang senantiasa menekuk lututnya (berdoa) tidak mudah digeser apalagi dijatuhkan.

KETEKUNAN meningkat kepada >  KESALEHAN

Bentuk dari Kesalehan disini adalah Melayani . Ada dua jenis pelayanan :

  • Kepada Tuhan – dalam bentuk pujian dan penyembahan pribadi kepada Tuhan
  • Kepada sesama – dalam bentuk pelayanan jemaat: Pimpin pujian, music, penyambutan dll. Kepada masyarakat : Aksi sosial, pelayanan rumah sakit, ke penjara dll.

Orang yang Saleh adalah orang yang dengan rendah hati menjadi pelayan, bukan lagi dilayani. Inilah salah satu ciri dari jemaat yang bertumbuh dewasa, tidak lagi seperti bayi yang maunya dilayani, tetapi melayani dengan tulus tanpa pamrih, semua bagi kemuliaan Tuhan.

 KESALEHAN meningkat kepada >  KASIH PHILIA

Philia adalah kasih persaudaraan :  Tidak lagi pandang ras, golongan , Status, Kedudukan . Semua yang ada dalam satu kasih tebusan darah Yesus  adalah saudara bersaudara dalam Kristus.

KASIH PHILIA meningkat kepada KASIH KEPADA SEMUA ORANG ( KASIH AGAPE )

Agape adalah kasih Ilahi, kasih tertinggi yang diberikan tanpa syarat : Didalamnya mutlak kasih Tuhan yang sepenuhnya, sehingga setiap orang yang percaya benar-benar masuk dalam fase kehidupan iman yang sempurna, dimana setiap orang percaya melakukan :

  • Penyerahan Hak sepenuhnya : Hak untuk membalas, hak untuk menuntut dan banyak hak yang dulu kita tuntut dalam hidup kedagingan semua ditundukkan dibawah kaki Tuhan, dan sepenuhnya cara Tuhanlah yang kita hidupi .
  • Kemampuan melepas pengampunan tanpa syarat .

Hal ini tidak mungkin jika seseorang belum dikuasai sepenuhnya oleh firman dan Roh Kudus dalam hidupnya.

Sampai tahap manakah hidup kerohanian kita berada? Berikanlah bimbingan kepada saudara seiman yang ada dibawah kita, ajarkan tentang iman kepada jiwa-jiwa yang baru percaya tentang bagaimana iman yang benar dalam Tuhan. Jika kita memang baru tumbuh dalam tahap iman, ajarlah tentang kebajikan kepada mereka. Jika kita memang baru bertumbuh kepada kebajikan, bagikan saksikan dan ajarkan sesuai dengan kadar pertumbuhan iman yang kita kuasai sambil terus kita juga membangun kerohanian kita sampai tingkat kasih Agape supaya kita jangan jadi batu sandungan bagi orang yang kita bimbing. Jika ada hal-hal yang sekiranya tidak saudara kuasai, bawalah kepada pembimbing yang lain sambil kitapun belajar. Jadilah murid Tuhan yang memuridkan orang lain sesuai dengan kapasitas masing-masing dan teruslah bertumbuh dalam Tuhan.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s