GENERATION ATTACK/SERANGAN GENERASI by Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3- Minggu, 13 Maret 2016)

1 Petrus 5:8

Sadarlah dan berjaga-jagalah!

 Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling

sama seperti singa yang mengaum-aum

dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Pendahuluan

Generasi akhir zaman sedang diserbu oleh sebuah kekuatan yang kasat mata. Yaitu sebuah kekuatan yang lahir dari kuasa kegelapan. Tidak seorangpun yang tahu dimana mulainya tetapi kuasanya terus merangsek kedalam, menekan dan mendorong kehidupan sampai batas kejahatan. Hari ini, kita melihat didepan mata kita, di sekitar kita, kejahatan sedang merajalela. Kejadian-kejadian yang dulu belum pernah terjadi sekarang mucul dimana-mana, bagai cendawan di musim penghujan. Sasarannya tidak hanya kepada kelompok tua, tetapi semua kelompok dan golongan. Dari anak-anak hingga orang dewasa, dari orang miskin sampai yang kaya, orang merdeka ataupun tahanan, di segala profesi, jabatan dan kedudukan. Kekuatan musuh sedang disatukan untuk menghancurkan genarasi akhir zaman dan menghantarkan mereka kepada penghukuman kekal.

Serangan Generasi

a.Ajaran Sesat

Penyesatan akan menjadi alat iblis untuk menghancurkan generasi akhir zaman. Penyesatan akan selalu ada di setiap generasi dan akan mencapai puncaknya hingga datangnya Antikristus. Penyesatan yang sedang marak hari-hari ini adalah ajaran Saksi Yehuwah/Jehova. Kelompok ini sedang giat menarik orang Kristen untuk mengikuti ajaran mereka yang sesat. Untuk itu, gereja/orang percaya harus hidup dalam kebenaran, sehingga tidak mudah diseret dalam penyesatan.

b. Media

Kita tentu bangga dengan kemajuan teknologi informasi di akhir zaman ini. Tetapi apakah kita sadar bahwa kemajuan teknologi informasi juga digunakan Iblis untuk menghancurkan generasi akhir zaman? Lihat apa yang terjadi pada generasi sekarang ini! Hampir semua orang bergantung kepada teknologi. Contoh yang sederhana adalah HP. Orang Kristen tidak bingung kalau ke gereja ketinggalan Alkitab, tetapi bingung kalau ketinggalan HP. Waspadalah, sebab jika orang tua gagal mengembalakan anak-anak, maka mereka digembalakan oleh media.

c. Kelompok Radikal

Kehadiran kelompok-kelompok radikal yang menentang kekristenan adalah bentuk musuh yang lain atas generasi ini. Tujuan tetap sama yaitu membunuh iman setiap orang Kristen.

d. Penyimpangan Seksual oleh Kelompok LGBT

Musuh yang keempat yang ingin kita pelajari bersama pada saat ini adalah penyimpangan seksual yang dilakukan oleh kelompok LGBT.

Untuk mempelajari hal tersebut marilah kita memulai dari nubuatan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus.

Lukas 17:28-30

Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.

Tanda-tanda KedatanganNYA

Salah satu tanda kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali adalah terulangnya peristiwa yang terjadi pada zaman Lot. Apa yang terjadi pada zaman Lot? Mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Jika ini yang mereka lakukan mengapa Tuhan menghukum orang Sodom dan Gomora?

Penyebab TUHAN murka terhadap kota Sodom?

Yudas 1:7

Sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.

 

Dosa Sodom dan Gomora:

Inilah yang menyebabkan Tuhan murka terhadap kota Sodom dan Gomora yaitu melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar. Kepuasan yang tak wajar ini adalah penyimpangan seksual dimana laki-laki menyukai laki-laki dan wanita menyukai wanita. Kondisi ini kembali muncul dengan nama baru yaitu LGBT.

Apakah LGBT?

L adalah singkatan dari Lesbian, yaitu perempuan yang memiliki ketertarikan kepada sesama perempuan. G adalah singkatan dari Gay, yaitu laki-laki yang memiliki ketertarikan kepada sesama laki-laki. B singkatan dari Biseksual yaitu seseorang yang tertarik kepada laki-laki dan perempuan. Dan T adalah singkatan dari transgender yaitu seseorang yang mengganti jenis kelamin dari laki-laki menjadi perempuan atau sebaliknya dari perempuan menjadi laki-laki.

LGBT di Indonesia

Sejak Mahkhamah Agung Amerika Serikat memutuskan atau mensahkan secara legal pernikahan sejenis pada tanggal 26 Juni 2015, maka kaum LGBT mulai bermunculan dimana-mana. Lalu bagiamana yang terjadi di Indonesia? Menurut Liputan 6.com, pada tanggal 18 Februari 2016, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak – Ibu Yohana S. Yembesi di kantor wakil Presiden mengatakan:  Ada 3.000 an anak-anak remaja masuk dalam jaringan LGBT.

Lebih tragis lagi yang dilaporkan Aceh, Tribum, pada tanggal 12 Februari 2016; 3.000 remaja di Batam menyukai sesama jenis. Belum sampai setahun sejak AS melegalisasi pernikahan sejenis, pengaruh kelompok LGBT telah mendunia. Apa yang Gereja lakukan untuk membendung gerakan ini?

Apakah Penyebab LGBT?

a. Faktor Genetik

Sampai saat ini para ahli menyatakan ada faktor genetik yang menyebabkan seseorang mengalami kecenderungan seksual. Menurut Magnus Hirscheld, Michael Bailey, Richard Pillard, Dean Hamer : Kromosom Xq-28 dalam diri seseorang menyebabkan seseorang cenderung homoseks. Pada tahun 1998 Prof. George Rice, dan Prof. Alan Sanders (melakukan penelitian secara terpisah di tahun yang sama) mengadakan penelitian kepada 54 pasang kakak beradik yang salah satunya homoseksual dan hasilnya adalah: mereka tidak memiliki kecenderungan orientasi seksual yang sama.

Th. 2014 – para peneliti Modern, meneliti semua orang gay. Dari hasil penelitian mereka menyimpulkan: Kromoson Xq-28 terdapat pada semua homoseks, tetapi tidak semua orang yang memiliki kromosom Xq-28 menjadi homoseks, Ini membuktikan bahwa bawaan genetik hanya mempengaruhi 5%, 95% adalah penyebab lainnya. (kompasiana.com)

Kesimpulan

Dari hasil penelitian para ahli, saya mengambil kesimpulan dari sudut pandang teologi:

  1. Tuhan tidak pernah salah menciptakan manusia.

Kita percaya bahwa Allah tidak pernah melakukan kesalahan dalam bentuk apapun termasuk ketika Allah menciptakan manusia dalam rahim seorang perempuan.

Pemazmur dalam Mazmur 139:13-16 menceritakan cara Allah menciptakan manusia dalam kandungan ibunya. Semua dibentuk secara sempurna dan khusus, proses-proses diperhatikan Tuhan secara detail, sehingga tidak mungkin mengalami kesalahan.

Ulangan 32:4

Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia.

  1. Manusia diciptakan menurut rupa dan gambarNYA

Kejadian 1:27  “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; …”

Ketika Tuhan menciptakan manusia, Ia mengambil diriNya sendiri sebagai contoh/pola. Bagaimana mungkin terjadi kesalahan atau penyimpangan kalau pola yang digunakan adalah Allah sendiri. Mustahil adalah kesalahan sebab rupa dan gambarNya sendiri adalah pola penciptaan manusia.

  1. Tuhan HANYA menciptakan PRIA DAN WANITA

Kejadian 1:27

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Sangat jelas bahwa Allah hanya menciptakan 2 jenis kelamin manusia yaitu laki-laki dan perempuan. Tidak ada gender lain diluar laki-laki dan perempuan. Jika ada gender baru adalah penyimpangan dan kesesatan.

b. Faktor Psikologis

Faktor Psikologis adalah pengalaman-pengalaman traumatis yang dialami seseorang sehingga menyebabkan terjadinya penyimpangan seksual.

  • Kekerasan seksual pada masa kanak-kanak.

Seseorang yang mengalami kekerasan/pelecehan seksual pada masa kanak-kanak, memiliki kecenderungan untuk melakukan hal yang sama kepada orang lain. Inilah yang memicu seseorang menjadi gay atau lesbian. Para pakar menyebutkan: “Pelaku sodomi, pernah mengalami  sodomi pada masa lalu atau masa kecilnya.”

  • Pola asuh yang salah.

Pola asuh akan menentukan jati diri seseorang. Anak memahami dirinya dengan cara bagaimana ia diperlakukan oleh orang tuanya. Contohnya demikian: Sebuah keluarga memiliki seorang anak laki-laki, karena orang tuanya menginginkan anak perempuan, maka anak laki-laki ini diperlakukan seperti anak perempuan. Ia didandani layaknya anak perempuan dan diberi pakaian perempuan. Akibatnya anak ini akan bertumbuh bukan sebagai laki-laki tetapi menjadi mirip anak perempuan. Saat ia dewasa karena merasa dirinya cocok sebagai wanita, kecenderungan seksualnya menjadi menyukai laki-laki. Demikian juga sebaliknya dengan anak perempuan yang diperlakukan seperti laki-laki.

  • Hilangnya “Gender Role”

Kecenderungan penyimpangan seksual juga terjadi karena dalam keluarga anak-anak tidak memiliki “gender role”. Tidak ada panutan, contoh dan keteladanan yang jelas antara pria dan wanita. Hal ini terjadi karena hilangnya fungsi dan peran orang tua dalam keluarga. Ayah tidak menunjukan jati dirinya sebagai laki-laki yang tegas dan bertanggung jawab, sedangkan ibu juga tidak dapat menjadi seorang wanita yang lembut dan penuh kasih. Ketiadaan gender role dalam keluarga menyebabkan anak-anak bertumbuh dalam kecenderungan seksual yang menyimpang.

  • Pergaulan yang salah

Pergaulan memiliki andil yang besar dalam perilaku penyimpangan seksual. Orang yang terjebak masuk dalam lingkungan gay dan lesbian, maka tidak lama 1Korintus 15:33 – “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”

 c. DOSA, Roma 1 : 25 – 27

Ayat 25 – Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.

ayat 26 – Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.

ayat 27 – Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

Perhatikan ayat 25: mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya. Jadi manusia telah meninggalkan Penciptanya dan beralih kepada dusta manusia. Akibatnya ayat 26-27 terjadi penyimpangan dosa seksual. Dosa selalu diawali saat manusia mulai meninggalkan pencipta dan mempercayai dusta.

Apa kata Alkitab tentang LGBT?

 

  1. LGBT adalah DOSA

Imamat 18 : 22

Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian.

Imamat  20 : 13

Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.

Jelas dan tegas firman Tuhan mengatakan bahwa penyimpangan seksual oleh kelompok LGBT adalah dosa dan kekejian bagi Tuhan. Jadi bukan kesalahan semata dalam penciptaan tetapi DOSA. Kalau ada orang menyimpang dalam perilaku seksualnya karena mereka menyerahkan diri kepada dosa.

  1. Akibatnya, tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah

1Kor. 6 : 9, 10

Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Banci dalam bahasa Yunani adalah MALAKOS. Artinya laki-laki yang menyerahkan tubuhnya untuk kemesuman yang tidak wajar kepada prostitusi. Pemburit dalam bahasa Yunani adalah ARSENOKOITES, artinya melakukan perbuatan yang memalukan terhadap sesama jenis. Orang-orang yang demikian tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah atau dengan kata lain kaum LGBT tidak masuk sorga, kecuali mereka bertobat dan kembali kepada kebenaran Firman Allah.

  1. Menanggung siksaan api kekal

Yudas 1:7

Sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.

Sekali lagi firman Tuhan menegaskan bahwa kaum LGBT jika tidak bertobat pada akhirnya mereka akan menerima siksaan kekal dalam api neraka seperti yang dialami kota Sodom dan Gomora.

  1. Mereka menerima balasan yang setimpal dalam diri mereka

Roma 1 : 27

Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

Balasan yang setimpal dalam diri mereka adalah hukuman atas jiwa dan fisik mereka selama orang tersebut hidup di dunia. Hukuman ini dapat berupa sakit penyakit atau penderitaan fisik lainnya. Hukum atas jiwa mereka adalah penolakan, kekerasan, hinaan, atau perlakuan tidak adil dari masyarakat.

MELINDUNGI DIRI/KELUARGA  DARI PENYIMPANGAN SEKSUAL

A. Jaga dan Lindungi Keluarga dalam DOA, Mazmur 91 : 1- 6

Musuh yang kita hadapi tidak kasat mata karena mereka datang dari dunia kegelapan. Iblislah penyebab utama seseorang melakukan penyimpangan seksual. Untuk itu tidak ada kuasa atau kekuatan apapun di dunia ini yang dapat menangkal serangannya selain kuasa Tuhan. Untuk mengaktifkan kuasa Tuhan dalam diri atau keluarga kita hanya melalui doa. Doa yang sungguh-sungguh kepada Tuhan akan menjaga dan melindungi keluarga kita dari serangan kuasa setan.

B. Jadilah Orang Tua Teladan

Yohanes 13:15

sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Jadilah orang tua teladan bagi anak-anak kita, karena apa yang mereka lihat dari orang tuanya akan menentukan cara hidup mereka. Sebab itu, sebagai orang tua kita harus menunjukan cara hidup yang benar sebagai pria atau wanita yang dikehendaki Tuhan. Sadarilah bahwa tanggung jawab orang tua bukanlah menjadikan anak-anak berohani, tetapi memastikan bahwa anak-anak memiliki orang tua yang berohani. Jadilah teladan iman bagi anak-anak.

C. Jauhi Percabulan

Hidarilah semua bentuk percabulan, baik melalui gambar, perkataan kotor, tontonan, candaan dll. Ingatlah bahwa kita diciptakan Tuhan bukan untuk berbuat cabul tetapi untuk memuliakan Tuhan.

1Korintus 6:18

Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

1Korintus 6:13

Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

Kolose 3:5

Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala.

 

D. Bertobat dan terimalah pengampunan TUHAN -1 Yohanes 1 : 9; Yesaya 1 : 18

Tuhan adalah Allah yang maha kasih dan pengampun. Ia mengasihi semua orang. Yesus mati bagi semua orang termasuk kaum LGBT. Bagi kita yang tidak terseret dalam kesesatan kaum LGBT tetaplah tinggal dalam kebenaranNya. Jaga hidup kita agar selalu kudus dan berkenan kepada Tuhan. Tetapi kalau ada di antara kita yang sudah masuk kelompok LGBT, sadarlah bahwa apa yang kita lakukan adalah dosa. Berbaliknya kepada Tuhan, bertobatlah maka Dia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Di dalam Yesus Anda menjadi ciptaan baru.

2 Korintus 5 : 17

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Tuhan memberkati. KJP!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s