Mati Bersama dengan Yesus by Pdt. JS. Minandar (Jumat Agung – 25 Maret 2016)

Yohanes 12:20-36

PENDAHULUAN

Dalam Yohanes 12, Yesus menjelaskan Kematian-Nya yang akan Dia alami, dan yang juga harus dialami oleh setiap pengikut Yesus. Dalam pasal inipun ada orang Yunani yang ingin berjumpa dengan Yesus.

ORANG YUNANI MENCARI YESUS

Yohanes 12:20,21, peristiwa ini terjadi ketika mereka akan merayakan paskah. Pada umumnya orang Israel merayakan 3 hari raya, yaitu:

  1. Paskah
  2. Pentakosta
  3. pondok daun-daunan

Dalam perayaan paskah kali ini, ada orang Yunani yang turut hadir. Mengapa bisa terjadi? Sedang orang Yunani adalah penyembah berhala dan dewi-dewi. Ternyata beberapa orang Yunani sudah mengimani hukum taurat, itu sebabnya mereka datang untuk paskah seperti orang Israel. Setibanya di kota Yerusalem, orang-orang Yunani tersebut menemui seorang murid Yesus yang bernama Filipus dan menyampaikan niatnya untuk bertemu Yesus. Ketika Filipus menyampaikan keinginan orang-orang Yunani ini kepada Yesus. Maka reaksi Yesus, Lukas 12:23 “Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.” Yang dimaksud Yesus Saat Anak Manusia dimuliakan, adalah saat Yesus mati disalib. Yesus menjelaskan dampak apabila IA disalibkan.

HASIL KEMATIAN YESUS DISALIB

Dampak Yesus disalibkan, Yohanes 12:24 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”

Artinya kematian Yesus seperti biji gandum, Yesus harus mati di salib, seperti benih gandum, ditanam dan mati. Sebab jika benih gandum ditanam dan mati, ia hasilkan banyak buah. Oleh sebab itu, bila Yesus (benih gandum) tidak jatuh ke tanah dan mati maka tidak akan ada orang yang sekualitas dengan Yesus. Seperti gandum menghasilkan kualitas gadum yang sama dari benihnya, demikianlah Yesus ingin kita sama seperti Dia yang adalah sumber dari segalanya. Dengan demikian, oleh kematian Yesus di salib, dunia akan dipenuhi orang percaya yang hidupnya sekualitas dengan Yesus. Kaya atau miskin, berpendidikan atau tidak, memiliki jabatan atau rakyat biasa, kita menjadi sekualitas dengan Yesus.

Bila kita ingin melihat lebih banyak jiwa-jiwa baru dihasilkan di Mahanaim apakah Yesus harus disalib dan mati berulang-ulang? Alkitab menuliskan bahwa Yesus mati hanya satu kali untuk menghapus semua dosa manusia. Lalu bagaimana agar banyak biji gadum di dunia ini? Jawabannya setiap anggota jemaat Mahanaim, sebagai pengikut Yesus, harus menjadi biji gandum yang mati, agar kita bisa menghasilkan lebih banyak biji gandum.

menabur benih

Satu biji gandum adalah Yesus, ketika biji tersebut mati dan ia akan bertumbuh dan muncul kecamba, berakar sehingga keluar bertumbuh menjadi tumbuhan baru.

benih tumbuh kecamba

Oleh sebab itu kita harus mati, tetapi bukan harus mati di salib, sama seperti Yesus. Melainkan harus menjadi pengikut Yesus yang benar-benar ada ada di dalam Yesus. Dengan demikian kita akan menghasilkan pohon yang berbuah lebat.

pohon berbuah lebat

Seperti apakah orang yang benar-benar ada di dalam Yesus? II Korintus 5:17 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Jadi orang yang benar-benar ada di dalam Yesus, adalah orang yang menjadi ciptaan yang baru, mereka inilah yang disebut Kristen Sejati. Seorang Kristen sejati yang telah menjadi ciptaan baru telah mematikan hidup lama mereka, artinya sudah tidak kelihatan lagi atau dilahirkan kembali dan hidup yang baru sudah datang.

Cara hidup yang baru bukan seperti cara hidup sebelum kita mengenal Yesus. Tetapi Karakter dan sifatnya berubah menjadi baik, menjadi berkat, dan menjadi contoh. Seharusnya ini telah tercipta di dalam diri setiap orang Kristen.

KEGAGALAN GEREJA

Tidak sedikit orang Kristen, sudah 40-50 tahun menjadi Kristen namun mereka tetap sebiji gandum. Tidak bertambah dan bertumbuh sehingga tidak ada jiwa baru yang dimenangkan lewat cara hidup mereka. Sebab hidupnya tidak alami perubahan total, yaitu mati dari hidup lama dan alami hidup baru. Seperti biji gandum atau benih, apabila tidak ditanam dan mati, benih tersebut selain hanya sebiji, modelnya jelek/tidak menarik. Tetapi apabila benih itu ditanam ia akan berubah menjadi bentuk yang baru, indah dan mulia serta menghasilkan banyak buah yang baru. Hal tersebut nampak dari perubahan hidup kita.

CONTOH

Sebuah contoh dalam Yohanes 12:9, tentang Lazarus. Lazarus awalnya sudah mati secara fisik, tetapi Yesus membangkitkannya. Perihal kebangkitan Lazarus tersiar, oleh sebab itulah orang Yahudi datang mencari Yesus dan Lazarus. Mereka datang untuk melihat Lazarus yang telah mati dan bangkit, seperti biji gandum yang mati dan hidup menjadi baru. Kisah ini merupakan gambaran hidup kita, yang mati dari cara hidup lama dan bangkit menjadi ciptaan baru sehingga orang tertarik melihat cara hidup kita. Hasilnya, Yohanes 12:11 banyak orang-orang meninggalkan iman yang sia-sia dan beralih percaya kepada Yesus. Kebangkitan Lazarus menghasikan banyak buah/orang percaya kepada Yesus. Demikianpun kita bersaksi tentang Yesus yang sudah bekerja didalam kita sehingga kita menghasilkan banyak buah.

JANJI YESUS

Apabila kita jadi pengikut Yesus yang benar-benar alami kelahiran baru, seperti benih yang ditanam dan mati, kemudian menghasilkan banyak buah, Yohanes 12:24, maka janji Yesus:

  • Yohanes 12:26a “Barang siapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada.” Jika hidup Kristen kita produktif maka kita berada bersama Yesus yaitu di sebelah kanan Bapa, di sanalah kita akan berada, bersama- sama dengan Yesus. Seperti Yesus berada di sebelah kanan Bapa. Pelayanan yang dimaksud bukan hanya melayani di mimbar dan mengikuti sekolah Alkitab, tetapi cara hidup yang menghasilkan buah.

  • Yohanes 12:26b “Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.” Bapa meninggikan Yesus dan mengaruniakan nama di atas segala Nama.

Filipi 2:9 “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengarunia-kan kepada-Nya nama di atas segala nama.” Sebagaimana Bapa menghormati Yesus, karena Yesus telah menjadi benih yang mati dan menghasilkan banyak buah.  Demikian juga setiap pengikut Yesus yang menjadi seperti benih kemudian mati, sehingga tidak akan tetap sebiji, tetapi akan menghasilkan banyak buah. Maka Bapa akan meninggikan orang tersebut, sama seperti Bapa sudah meninggikan Yesus,  Lukas 22:29,30 “Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku, bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.”

Tuhan akan menentukan kemuliaan bagi setiap kita,kerjakan saja apa yang harus kita kerjakan dan hasilkan banyak buah sehingga nama Tuhan dipermuliakan.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s