KUASA KEBANGKITAN YESUS by Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya Paskah-Minggu, 27 Maret 2016)

Roma 8:11

“Dan jika Roh Dia yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh Nya yang diam di dalam kamu.”

PENDAHULUAN

Beberapa hari yang lalu kita telah memperingati kematian Yesus di kayu salib. Kita membahas tentang berkat kematian Yesus di salib. Dalam Yohanes 12:24, Yesus mengumpamakan diriNya seperti benih gandum yang jatuh ke tanah, mati, tumbuh dan menjadi pohon yang berbuah banyak. Sebab jika Yesus tidak mati, maka benih tersebut tidak akan menghasilkan banyak benih. Tetapi dengan kematian Yesus, maka lahirlah benih-benih baru yang sekualitas dengan Yesus. Demikian juga setiap pengikut Yesus yang sejati, harus mati dari hidup yang lama dan menghasilkan buah atau jiwa-jiwa bagi Yesus dengan cara hidup yang sesuai dengan firman Allah.

KEBANGKITAN YESUS HARUS JADI PENGALAMAN

Sebagaimana Yesus bangkit dari kuasa maut dan kematian, demikian juga pengikut Yesus yang sejati, harus bangkit setiap hari sehingga kuasa kebangkitan dapat kita alami setiap hari.

DUA MACAM KEBANGKITAN

Roma 8:11 menjelaskan kepada kita bahwa setiap orang percaya harus mengalami dua macam kebangkitan, yaitu:

  1. KEBANGKITAN ROHANI

Setiap orang percaya harus mengalami kebangkitan rohani dalam kehidupannya sehari-hari. Apabila tidak, kita bukanlah pengikut Yesus yang sejati. Sebab tubuh kita ini fana. Dimaksud “tubuh kita fana”, bukan hanya terbatas bahwa tubuh kita ini akan mati dengan usia berkisar 70-80 tahun, Mazmur 90:10. Tetapi tubuh fana yang dimaksudkan oleh Yesus adalah keinginan daging yang lemah dan mudah jatuh dalam dosa sehingga kita tidak sanggup hidup dalam kehendak Allah.

Matius 26:41 “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Maksud ayat ini ialah tubuh fana adalah tubuh yang tak berdaya dan menyerah kepada segala macam kelemahan; dosa; godaan dan cobaan Iblis dan dunia ini. Ketika Tuhan hembuskan nafas pada Adam, sesungguhnya roh manusia yaitu roh dalam diri kita adalah pribadi yang ideal; baik dan penurut. Roh itu pun memiliki keinginan untuk melakukan firman Allah dan yang benar. Tetapi roh manusia yang ideal, baik dan penurut ini berada (terkurung) dalam tubuh yang lemah dan fana. Contoh sedehana untuk mempermudah pengertian kita, yaitu Petrus.

P E T R U S

Petrus adalah murid Yesus yang paling benci terhadap penyangkalan dan pengkhianatan. Suatu ketika terjadi percakapan antara Yesus dan para murid. Matius 26:31 “Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai berai…” Yesus mengatakan di depan kedua belas muridNya. Yesus terus terang mengatakan bahwa murid-murid akan terguncang dan meninggalkan Yesus. Apa reaksi Petrus? Matius 26:33 “Petrus menjawab-Nya “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak!” Jawaban Petrus bukan arogan atau sombong, tetapi karena roh di dalam Petrus adalah roh yang  ideal, baik dan penurut. Yesus berkata kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”

Yesus adalah Allah yang maha tahu, Yesus bernubuat tentang apa yang Petrus akan perbuat. Tetapi kata Petrus kepada Yesus “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Semua murid yang lain pun berkata demikian juga.

TIDAK CUKUP ROH YANG IDEAL

Simon Petrus khususnya dan murid-murid Yesus pada umumnya belum mengerti bahwa untuk menjadi pengikut Yesus yang sejati tidak cukup kita bermodal roh ideal. Tetapi kita butuh ROH yang telah membangkitan Yesus, agar hadir dalam hidup kita. Kita perlu Roh yang membangkitkan Yesus. Apakah yang dimaksud dengan Roh Yang Membangkitkan Yesus?

Rasul Paulus sedang berbicara topik: “Hidup Oleh Roh” dan Roh yang dimaksud Rasul Paulus adalah Roh Kudus. Sebab dalam Kisah 2:24; Galatia 1:1,Yesus bangkit dari kematian oleh karena kuasa Bapa yang telah membangkitkan Yesus.

Matius 27:63, Yesus bangkit dari kematian, oleh karena kuasa Yesus, karena Yesus adalah Allah.

Roma 8:11, Yesus bangkit dari kematian, oleh kuasa Roh Kudus yang membangkitkan Yesus dari kematian.

Kesimpulan

Untuk menjadi pengikut Yesus yang menang atas tubuh fana, kita butuh Roh Kudus yaitu Roh yang membangkitkan Yesus.

TANTANGAN DI AKHIR ZAMAN

Tantangan di akhir zaman, bukan cuma tantangan fisik/aniaya dsb. Kita juga hadapi tantangan.

Galatia 5:19,20,21

“Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu.Penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecahan,Kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semua-nya itu kuperingatkan kamu seperti yang telah kubuat dahulu bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

Ayat ini menjelaskan bahwa tubuh kita yang fana cenderung ingin melakukan perbuatan-perbuatan yang didaftarkan dalam Galatia 5:19-21. Apabila kita tidak bisa kalahkan keinginan-keinginan tubuh/daging yang fana dan mengikutinya, Firman Allah berkata kita tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

  1. KEBANGKITAN TUBUH

Selama kita hidup di dunia (walaupun sudah kristen) tapi kita tidak bisa kalahkan keinginan tubuh yang fana, sebaliknya ingin melakukan perbuatan-perbuatan seperti di Galatia 5:19-21, maka kita tidak alami kebangkitan tubuh, yaitu kebangkitan yang akan terjadi saat  kedatangan Yesus kedua kali. Kebangkitan orang percaya untuk menyongsong Yesus di angkasa, 1 Tesalonika 4:16,17. Orang yang tidak dibangkitkan saat Yesus kedua kali akan masuk neraka.

Yohanes 5:28-29 “Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik, akan keluar dan dibangkitkan untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat, akan bangkit untuk dihukum.”

Perbuatan baik adalah perbuatan yang dilakukan orang Kristen yang alami kuasa kebangkitan didalam dirinya. Sehingga ia dapat mengalahkan daftar dosa yang tercatat dalam surat Galatia dan mengerjakan perbuatan-perbuatan baik.

Untuk mempermudah pemahaman kita, perhatikan gambar.

yesus datang

Jarak antara kebangkitan Rohani dan tubuh sangat jauh. Perjalanan hidup orang percaya dari salib (pertobatan) sampai kedatangan Yesus kedua kali. Tanda panah adalah saat Yesus datang di angkasa, itulah kebangkitan pertama bagi orang percaya yang hidup benar dan berbuat baik. Setelah itu mereka akan memerintah bersama Yesus dalam kerajaan 1000 tahun. Melewati kerajaan 1000 tahun yang perintahannya di bumi, barulah masuk masa kekekalan dan disanalah terjadi kebangkitan kedua untuk orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus serta hidup berbuat jahat dengan sikap hidup yang memberontak kepada Allah. Pilihan di tangan Anda, berbuat baik atau tidak? Kebangkitan pertama ataukah kebangkitan kedua?

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s