MENENTANG PERINTAH TUHAN by Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 3 April 2016)

PENDAHULUAN

Beberapa waktu yang lalu, kita telah membahas Yunus 1:1-3. Dalam ayat tersebut Tuhan berbicara kepada Yunus untuk sampaikan kabar baik kepada penduduk Niniwe yang jahat di  hadapan Allah. Tetapi Yunus menolak perintah Tuhan sehingga Tuhan menghukumnya. Dari pembahasan tersebut ada beberapa hal yang dapat kita ambil sebagai pelajaran, yaitu:

  • Menghargai firman Allah

Jika kita tidak hargai maka Tuhan akan menghukum untuk mengajar kita.

  • Batas kesabaran Allah

Meskipun orang Niniwe memiliki sikap yang jahat di mata Tuhan, tetapi Tuhan tidak langsung menghukum orang Niniwe sebab Allah memiliki batas kesabaran. Tuhan pun mengutus Yunus untuk memberitakan pertobatan kepada Niniwe. Hasilnya orang Niniwe bertobat, mereka mengadakan puasa dari Raja sampai kepada Hewan-hewan.  Salah satu contoh batas kesabaran Allah, yaitu kepada orang Amori. Allah tidak langsung menghukum orang Amori, tetapi Allah beri kesempatan kepada orang Amori sampai generasi ke 4 bangsa Israel. Jika sudah sampai batas kesabaran Allah, bangsa Amori dihukum. Jadi bila kita masih hidup sampai sekarang dan terus berbuat dosa, bukan berarti bahwa Tuhan tidak menghukum. Tetapi Allah memiliki batas kesabaran.

 YUNUS MENOLAK FIRMAN TUHAN

Yunus 1:3-7, mengingatkan agar setiap orang Kristen untuk tidak menentang perintah Tuhan, acuh dan mengabaikan firman Tuhan, serta berontak atau melawan firman Allah seperti yang dilakukan oleh Yunus. Sebagaimana Yunus menolak firman Tuhan dengan pergi ke Tarsis bukan ke Niniwe sehingga Allah mendatangkan badai dan mengijinkan Yunus ada di perut ikan selama 3 hari/malam.

DASAR PENOLAKAN YUNUS

Sikap penolakan Yunus terhadap perintah Tuhan, bukan karena dia tidak sanggup untuk melakukannya. Tetapi karena:

  1. Yunus tidak mau melakukannya, melainkan menganggap remeh firman Tuhan.

PETA

peta

Perhatikan peta perjalanan Yunus. Allah menghendaki Yunus untuk Niniwe, sedang Yunus pergi ke Tarsis. Wilayah Niniwe terletak di sebelah timur sedang Tarsis sebelah barat. Niniwe adalah bagian dari Asyur musuh Israel. Sedang Tarsis letaknya di pantai Spanyol, dekat dengan muara sungai. Tarsis berada di ujung paling barat, yang merupakan wilayah kekuasaan Babel.

Dasar dan motivasi Yunus terhadap penolakkan perintah Tuhan tampak jelas dari tindakannya pergi ke Tarsis. Bukan hanya secara rohani Yunus jauh, tetapi jauh dari maksud dan kehendak Tuhan untuk pergi ke Niniwe sehingga dituliskan Yunus jauh dari hadapan Tuhan. Yunus tidak pergi ke Niniwe bukan karena ia tidak sanggup untuk ke Niniwe, tetapi Yunus tidak mau melakukannya.

Sebagai orang percaya, ada begitu banyak perintah Tuhan yang kita sudah dengar saat beribadah atau membaca alkitab tetapi tidak dilaksanakan. Bukan karena kita tidak sanggup untuk melaksanakan melainkan kita tidak mau untuk melakukannya. Amsal 13:13 ”Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.” Menanggung akibatnya ditulis dengan “shall be destroyed”. Mengandung arti, orang yang meremehkan firman akan dibinasakan. Tetapi siapa yang taat kepada firman dan tidak meremehkan, akan menerima balasan. Bukan hanya menerima keselamatan, tetapi pahala kemuliaan di sorga dan bumi.

  1. Kemanusiaan Yunus

Dasar penolakkan Yunus yang kedua adalah karena sifat dan kemanusiaan Yunus berperan sangat kuat dalam diri Yunus untuk tidak lakukan perintah firman Tuhan. Hal tersebut nampak dari doa Yunus. Yunus 4:2 ” Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya. “

Sikap penolakkan Yunus juga bukan hanya karena Yunus tidak bisa melakukan firman Tuhan melainkan karena:

A. Tidak Ada Kasih Dalam Yunus

Dalam Yunus 4:2, terungkap isi hati Yunus bahwa ia tidak senang jika orang Niniwe bertobat. Yunus justru berharap agar orang Niniwe dihukum, karena Yunus tahu jika ada pertobatan Tuhan Allah pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta akan menyesal dengan malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.

Betapa mengerikan bila Gereja, yaitu orang kristen, mengalami krisis Kasih sehingga potensi untuk lakukan firman Tuhan ada dalam diri kita terhambat. Sebab tanpa kasih, seseorang tidak akan bisa melakukan Firman Tuhan, seperti yang Tuhan inginkan.

Contoh:

Lukas 10:25-37, sebuah perumpamaan tentang orang Samaria yang murah hati. Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang yang dirampok, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah itu ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: “Rawatlah dia dan jika kau belanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.”

Imam dan seorang Lewi dapat melakukan hal yang sama seperti orang Samaria. Namun mereka tidak melakukannya, bukan karena mereka tidak bisa melakukannya, tetapi karena tidak ada kasih didalam diri Imam dan orang Lewi.

Orang Samaria yang baik hati, adalah gambaran Yesus. Sedang seorang Imam dan Lewi menurut, 1 petrus 2:9, adalah orang percaya, para Imam dan Lewi, imamat yang rajani. Bila kita tidak bisa menyatakan kasih kepada sesama dan musuh, sebenarnya kita bukan pengikut Yesus sejati. Pengikut Yesus sejati adalah Orang yang melakukan seperti apa yang Yesus lakukan.

B. Menyimpan Dendam

Orang Niniwe merupakan musuh besar Israel serta penyebab kehancuran dunia. Firman Allah menubuatkan Niniwe ibu kota kerajaan Asyur akan:

  • Menghancurkan Yerusalem
  • Merobohkan Bait Allah
  • Merampas kekayaan Israel

Nubuatan tersebut membuat Yunus dendam terhadap Niniwe sehingga ketika Allah memerintahkan Yunus pergi ke Niniwe dan menyerukan pertobatan, hati Yunus tidak berbelas kasihan.

Yunus 1:3c ”lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan.” Yunus pergi jauh dari hadapan Tuhan bersama mereka, yaitu orang-orang yang tidak kenal Allah, ayat 5. Wilayah yang mereka tuju adalah daerah Babel. Mereka adalah bangsa yang tidak menyembah Allah Yehova.

Roh kebencian, kecewa, kemarahan; tidak ada kasih, mendorong Yunus untuk pergi sekapal dengan orang Babel yang tidak mengenal Tuhan. Dengan kata lain Yunus sepakat dengan mereka. Yunus melakukan keinginan sendiri bukan keinginan Tuhan.

AKIBAT KESALAHAN YUNUS

Kesalahan yang Yunus buat, berdampak kepada dirinya dan orang lain.

  1. Terjadi Badai Besar

Tidak semua badai karena murka Tuhan kepada umat manusia. Tapi Tuhan bisa menyatakan murka-Nya lewat angin badai. Mazmur 135:7 ”Ia menaikkan kabut dari ujung bumi, Ia membuat kilat mengikuti hujan, Ia mengeluarkan angin dari dalam perbendaharaan-Nya.”

Kapal adalah Gambaran. Tuhan pilih dan panggil Yunus untuk diberkati dan menjadi berkat. Tetapi pemberontakan Yunus kepada Tuhan berdampak negatif kepada diri sendiri, isteri dan keluarga anak-anak bahkan masyarakat di sekitar kita yang tidak tahu menahu masalahnya. Tuhan mendatangkan badai besar sehingga seisi kapal merasakan akibatnya.

  1. Kerugian Materi

Pemberontakkan Yunus pun menyebabkan kerugian secara materi terhadap seisi kapal. Untuk menyelamatkan kapal, agar tidak tenggelam dan nyawa mereka  selamat, semua orang di kapal membuang semua barang bawaan mereka ke laut.

  1. Yunus Tidak Menjadi Berkat

Dalam keadaan yang darurat, Yunus turun dan sembunyi untuk tidur. Orang kapal membangunkan serta menegur dan menyuruh Yunus berdoa. Mereka pun melakukan undi untuk menemukan penyebab masalah dan Yunuslah yang ditemukan bersalah. Sebagai orang percaya, seharusnya kita menjadi solusi yang baik bagi orang dunia. Bukan sebaliknya, menjadi penyebab masalah bagi orang lain sehingga semua orang yang berada di sekitar kita harus menanggung akibat kesalahan yang kita perbuat.

Selama masih ada kesempatan, tunduk dan taatlah kepada firman Tuhan yang membawa kita kepada kehidupan. Jika meremehkan maka tangan Tuhan sendiri yang akan menegur. Akibatnya sangat fatal, yaitu dibinasakan. Dampaknya bukan hanya bagi diri kita sendiri, dampaknya juga dirasakan oleh orang terdekat.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s