DIPANGGIL UNTUK MENJADI BERKAT by Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 10 April 2016)

Yunus 1:8-12

PENDAHULUAN

Dua bahasan khotbah yang lalu, kita dapat menyimpulkan bahwa Yunus adalah seorang yang memiiki jiwa nasionalisme tinggi kepada bangsanya yaitu Israel. Ketika Allah memerintahkan Yunus ke Niniwe untuk mengingatkan orang Niniwe agar bertobat dari kejahatannya, ia memilih lari jauh dari hadapan Tuhan dan pergi ke Tarsis. Dia tidak ingin bangsa Niniwe bertobat dan diselamatkan. Baginya lebih baik bangsa Asyur, tempat orang Niniwe tinggal, dibinasakan oleh Tuhan karena kejahatannya. Tindakan Yunus didasarkan oleh nubuatan tentang Asyur, yang akan menyerang Isarel dan menawan 10 suku bangsa Israel.

PEMBERONTAKAN

Meski demikian, apapun alasan Yunus, itu merupakan bentuk pemberontakan Yunus kepada Tuhan. Karena perbuatan Yunus tidak sesuai dengan panggilan dan pilihan Tuhan sebagai utusan Allah.

Sikap Yunus kiranya menjadi bahan introspeksi diri. Karena sebagai pengikut Yesus seharusnya kita taat kepada perintah Tuhan bukan memberontak. Karena asal mula kata Kristen adalah Kristianos artinya taat kepada Kristus. Jadi seharusnya orang percaya taat kepada perintah dan panggilan Tuhan. Contohnya, Abraham yang disebut Bapa orang percaya. Ia taat kepada Tuhan saat Tuhan perintahkan ia untuk mempersembahkan Ishak, anak tunggal yang dinantinya selama 25 tahun, dan lahir pada masa tuanya. Abraham mencintai Ishak, namun ia lebih taat kepada Tuhan bukan memberontak seperti Yunus. Abraham yakin perintah Tuhan tidak pernah salah. Ibrani 11:17-19, Abraham percaya Allah sanggup membangkitkan Ishak.

PANGGILAN ABRAHAM

Tuhan memilih kita untuk menjadi berkat secara jasmani, jiwani dan rohani. Kejadian 12:1,2 ”Berfirmanlah Tuhan kepada Abram. ”Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yg akan Kutun-jukkan kepadamu: Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yg besar dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur, dan engkau akan menjadi berkat.”

Allah memanggil dan memilih Abraham untuk memberkatinya dan menjadikan Abraham berkat bagi semua bangsa di dunia. Galatia 3:7, ketika kita percaya kepada Yesus mendapat maka kita mendapat gelar sebagai anak-anak Abraham atau keturunan. Sebab kita hidup oleh iman dalam Yesus. Ini memberi pengertian, ketika Abraham dipanggil untuk menjadi berkat bagi semua bangsa maka setiap orang yang percaya kepada Yesus pun akan menjadi anak Abraham. Dengan demikian kita harus menjadi berkat bagi semua orang seperti Abraham.

YUNUS TIDAK MENJADI BERKAT

Alkitab tidak hanya menceritakan yang baik tentang keturunan Abraham, tetapi Alkitab juga memberi pengajaran kepada kita tentang keturunan Abraham yang tidak menjadi berkat yaitu Yunus. Alkitab menjelaskan kisah perjalanan hidup Yunus yang melawan perintah Tuhan. Kehadiran Yunus menjadi penyebab badai atau bencana bagi orang banyak yang akan berlayar ke Tarsis dan Yunus pun menjadi  menjadi penyebab orang di dalam kapal mengalami kerugian materi sebab barang-barang dalam kapal dibuang. Yunus juga menjadi penyebab jiwa orang banyak terancam kebinasaan.

KESIMPULAN

Ketika Yunus keluar dari tujuan Allah serta pilihan Allah, maka Yunus yang seharusnya membawa damai justru membawa kecelakaan, bukan membawa keuntungan justru membawa kerugian, bukan keselamatan justru membawa kebinasaan.

Tujuan Tuhan dalam hidup orang percaya adalah menjadi berkat, sehingga semua orang selamat. Bukan sebaliknya membawa bencana, kerugian dan kebinasaan.

MENGAPA TIDAK JADI BERKAT?

Yunus tidak menjadi berkat dapat terlihat dari pertanyaan orang-orang kepada Yunus, antara lain:

  1. Beritahukanlah kepada kami, karena siapa kita ditimpa malapetaka ini? Yunus 1:8a

Tuhan

Jika Yunus menjawab Tuhanlah yang mendatangkan malapetaka maka Yunus sedang mempersalahkan Tuhan. Betapa jahatnya seseorang yang mempersalahkan Tuhan. Contoh dalam siaran-siaran televisi, ada beberapa orang menyatakan bahwa segala sesuatu yang buruk dalam hidupnya adalah kehendak Tuhan. Tidak dapat diubah sebab Tuhan sudah menggariskan demikian.

Kesalahan besar bila orang percaya berani mengucapkan perkataan-perkataan yang mempersalahkan Tuhan, sebab Tuhan tidak pernah memiliki rancangan yang jahat kepada manusia. Yeremia 29:11, rancangan Tuhan bukan rancangan kecelakaan, melainkan rancangan damai sejahtera. Karena dari awal penciptaan, Tuhan sudah menyusun rancangan yang baik bagi manusia. Neraka buka nasib tetapi pilihan.

Iblis

Seringkali kita juga mempersalahkan orang lain termasuk Iblis. Padahal bencana terjadi karena Yunus yang tidak patuh melakukan perintah Tuhan.

Seharusnya Yunus harus menjawab bahwa malapetaka ini terjadi karena kesalahan Yunus sendiri bukan karena Tuhan atau yang lain.

Ketika kita tidak berjalan sesuai perintah Tuhan, sebenarnya kita sudah keluar dari tujuan dan panggilan Allah sehingga hidup kita tidak menjadi berkat bagi dunia, justru membawa bencana bagi dunia.

Contoh: Kejadian 34:30,31

Dikisahkan saat itu Yakub sekeluarga tinggal di Sikhem, negeri orang Filistin. Disinilah Dina, anak Yakub, diperkosa oleh Sikhem anak Hemor orang Hewi. Mendengar peristiwa itu Simeon dan Lewi kakak Dina menjadi marah dan ingin membunuh Sikhem. Beberapa waktu kemudian Sikhem jatuh cinta kepada Dina dan berniat untuk mengambil Dina sebagai Istrinya. Kakak Dina mulai menyusun rencana untuk membunuh Sikhem dengan  memberi syarat agar semua pria dari anak muda sampai tua harus disunat. Tetapi pada hari ketiga setelah sunat sudah dilaksanakan, Simeon dan Lewi menyerang mereka. Karena sakitnya, mereka tidak dapat menyerang Simoen dan Lewi. Keberanian Simeon dan Lewi dapat mencelakakan umat Israel yang minoritas. Sebagai orang percaya kita adalah minoritas di Indonesia. Meskipun demikian, kita harus jadi berkat bukan mendatangkan celaka seperti Simeon dan Lewi.

  1. Dari mana engkau datang?

Orang- orang kapal bertanya tentang asal Yunus. Jika dihubungkan pertanyaan mereka kepada kita, apakah yang akan kita jawab? Filipi 3;20 “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat.”

Sebagai orang Kristen kita alami 2 kelahiran:

a. Kelahiran Jasmani

Kelahiran lewat orang tua

b. Kelahiran Rohani

Kelahiran rohani adalah kelahiran baru, artinya lahir dari atas.

Dengan demikian setiap pengikut Yesus harus berkelakuan dan berkebudayaan Kerajaan Sorga sebab kita sudah lahir baru. Galatia 5:22,23 “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”

Budaya dunia dapat salah, namun budaya sorga tidak ada yang menentang dimanupun kita berada. Jika dibandingkan dengan Yunus, kehadiran Yunus bukan menampilkan kelakuan dan budaya sorga tapi sebaliknya.

  1. Apa pekerjaanmu?

Bila pertanyaan ini ditanyakan kepada kita, mungkin kita akan menjawab bahwa kita adalah pengusaha, direktur, pejabat dan sebagainya. Jawaban tersebut tidak menghargai panggilan dan pilihan Tuhan bagi kita. Sebab kematian Yesus di salib bukan untuk memanggil dan memilih kita jadi pengusaha; Direktur; Pejabat tetapi saksi-saksi Yesus. Contohnya gadis kecil yang ditawan Naaman. Ia bersaksi tentang perbuatan tangan Tuhan atas Israel sehingga Naaman percaya dan sembuh.

Kisah para rasul 1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Setiap pengikut Yesus pekerjaannya adalah sebagai saksi-saksi Yesus:

  • Di Yerusalem, di tengah keluarga dan saudara seiman di jemaat Mahanaim. Kita harus membangun, menolong dan menguatkan, tidak saling mengecewakan.
  • Di Yudea, di antara tetangga dan lingkungan kita.
  • Di Samaria, di antara orang-orang sekitar kita yang benci pengikut Yesus.
  • Menjadi saksi Kristus sampai ke ujung bumi, yaitu bagi orang-orang yang terbuang. Mereka yang tidak diperhatikan oleh orang-orang.

  1. Apa negerimu dan dari manakah engkau?

Yunus mendapat pertanyaan yang sulit dari orang-orang yang sedang dilanda ketakutan. Bila Yunus diam, maka seluruh orang dalam kapal akan mati ditelan badai. Tetapi bila Yunus mengaku, maka ia akan menjadi sasaran kemarahan orang satu kapal. Oleh sebab itu, ia pun menjawab dalam kelemahan dan ketakutan, dengan memberanikan diri Yunus bersaksi. Perhatikan Yunus 1:9 ”Aku seorang Ibrani; aku takut akan Tuhan Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan.”

Tiga Pengakuan Yunus

  • Aku seorang Ibrani.

Dalam kelemahannya, ia menyatakan bahwa ia adalah umat Allah. Kalau kita tidak malu mengaku Yesus, Yesus akan akui kita di depan Bapa. Bila kita menyangkal Yesus, Yesus akan menyangkal kita di depan Bapa, Matius 10:32,33; Wahyu 3:5.

  • Aku takut akan Tuhan

    Yunus berterus terang bahwa ia adalah seorang nabi yang takut akan Tuhan. Lewat kesalahan yang Yunus buat, melawan firman Tuhan, Yunus bersaksi bahwa Allah yang Yunus sembah adalah Allah yang hidup, tidak seperti dewa yang mati. Yunus bersaksi bahwa tidak ada yang bisa main-main dengan Allah yang Yunus sembah. Allah yang telah menciptakan alam semesta.  Tetapi ia juga Allah yang berkuasa mendatangkan badai untuk menegur orang yang dikasihi-Nya, Mazmur 107:25-30.

TAKUT DAN GENTAR AKAN TUHAN

Pengakuan dan kesaksian Yunus membuat penumpang dan awak kapal takut dan gentar kepada Allahnya Yunus. Mereka sadar, Tuhan yang Yunus sembah berkuasa menyelamatkan orang yang taat dan membinasakan orang yang tidak taat kepada-Nya.

PENUTUP

Taatilah firman/perintah Tuhan. Di tangan-Nya ada berkat, tetapi juga ada badai.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s