AYEKA (“DI MANAKAH ENGKAU?”) by Pdp. Debbie Naibaho – Ibadah Raya 1 (Minggu, 17 April 2016)

Kejadian 3:9

Sebelum Adam dan Hawa memakan buah pohon pengetahuan, mereka telanjang (Kej 2:25), tapi tidak malu. Namun segalanya berubah begitu cepat; setelah mereka melanggar perintah Tuhan (Kej 3:10), timbul rasa malu, takut dan bersembunyi dari Tuhan. Hal seperti inilah yang sering kita rasakan ketika kita berbuat dosa, kita berusaha sembunyi dan lari menjauh dari Tuhan.

Pertanyaan Tuhan yang pertama kepada manusia dicatat dalam kitab Taurat : “DI MANAKAH ENGKAU?” (Ibr: AYEKA).  

Pertanyaan yang sangat pendek, namun sangat dalam!! Bukan saja diajukan Tuhan kepada Adam dan Hawa, tapi juga setiap kita! Secara nalar terasa aneh. Bukankah ALLAH MAHA TAHU? Apa sesungguhya maksud Tuhan bertanya kepada Adam dan Hawa?

  1. MENYADARKAN

Allah bertanya BUKAN karena tidak tahu… Allah menyadarkan Adam dan Hawa akan keberadaannya saat itu, bahwa mereka sudah berada di luar kehendak Tuhan.

Saat anak melakukan kesalahan, orangtua yang baik tidak akan langsung menghajar. Ortu akan memanggil si anak dengan sebutan yang agak berbeda, sehingga dengan “tanda” itu, anak langsung tahu bahwa “ada sesuatu yang salah”. Panggilan tersebut akan segera menyadarkan si anak. Anak yang lekas tanggap akan mengerti dan segera datang lalu mengakui kesalahannya serta minta ampun. TUHAN sebenarnya tidak perlu bertanya, karena Tuhan tahu betul apa yang kita lakukan. Kitalah yang perlu ditanya.

Menurut tradisi Yahudi, High Holy Days adalah saat melakukan introspeksi diri, saat Tuhan menanyai keberadaan kita (AYEKA). Bukan karir, aset, gelar yang kita sandang yang akan ditanyakan oleh Tuhan. “AYEKA?” Dengan pertanyaan ini, Tuhan ingin kita introspeksi diri, sejauh mana level kekristenan kita. Jangan merasa puas menjadi orang Kristen atau sekedar terdaftar anggota Gereja. Pastikan bahwa kerohanian Saudara sedang berjalan maju, menuju kepada sasaran yang ditetapkan Allah sejak semula, yaitu sampai kepada kemuliaanNya.

1 Tesalonika 2:12 – “…dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.”

 

Pertanyaan AYEKA adalah kompas kehidupan. Kapal yang berjalan di samudera tidak akan pernah bisa sampai ke tujuan, jika tidak ada kompas!

Tuhan tahu keberadaan kita, namun pertanyaan Tuhan MENYADARKAN kita supaya kita segera BERBENAH DIRI. Amsal 4:18

  1. MEMBERI KESEMPATAN – Kej 2:16-17 ; 3:6-7

Allah sangat mengasihi manusia yang diciptakanNya serupa dan segambar dengan DiriNya. Itu sebabnya, Allah masih menanyai Adam dan Hawa dan tidak langsung menghukum/membinasakan mereka. Allah memberi kesempatan kepada manusia untuk segera berbalik kepadaNya, mengakui pelanggaran, memohon ampun agar dipulihkan. Dosa yang diampuni adalah dosa yang diakui.

1 Yohanes 1:9 – “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

TIPU MUSLIHAT IBLIS

Iblis akan terus berusaha menggoda kita untuk jatuh di dalam dosa. Namun setelah kita berdosa, iblis akan berbalik menuding dan menipu kita bahwa tidak ada penyelesaian dosa, hidup kita sudah berakhir. Hal ini membuat kita lari seperti Adam dan Hawa, sembunyi di balik pohon ara (kebenaran diri sendiri). Dengan demikian, manusia membangun penjara dalam pikiran yang membuat kita tidak bisa bergerak leluasa mencapai potensi maksimal yang Tuhan tetapkan.

Dosa membuat kita KEHILANGAN status sebagai anak Allah – posisi sebagai pewaris Kerajaan Allah – potensi untuk menjadi serupa dengan Kristus. Gambar kemuliaan Allah hilang dari hidup manusia!

Ketika Tuhan bertanya, Tuhan tidak sedang menghakimi manusia, namun Tuhan berlaku seperti seorang ayah yang ingin anaknya kembali ke pangkuannya. Tidak ada dosa yang tidak dapat diselesaikan oleh Yesus. Yesaya 1:18

JUJUR DI HADAPAN ALLAH

Manusia diciptakan memiliki kehendak bebas, manusia bisa menjawab pertanyaan Allah sebagaimana yang ia pandang baik. Adam menjawab pertanyaan Allah dengan cara yang salah. Ia membenarkan diri di hadapan Allah dan sebaliknya ia malah menyalahkan Hawa sebagai penyebabnya dan juga menyalahkan Allah yang telah menempatkan Hawa di sisinya!!!

Dosa yang diampuni adalah dosa yang diakui. Allah menghendaki kita sadar akan kesalahan kita. Sama halnya seorang dokter tidak akan dapat melakukan tindakan medis, jika si pasien tidak mau mengakui sakit yang dialaminya. Pasien yang sakit parah, tapi ngotot bahwa dia sehat-sehat saja – ia tidak mau diperiksa dokter, tidak mau minum obat, perlahan tapi pasti penyakitnya itu akan menggerogotinya sampai mati!

HATI NURANI

Alkitab adalah buku yang jujur. Alkitab mencatat kisah kehidupan manusia apa adanya. Ada tokoh-tokoh Alkitab yang mendengar panggilan Allah secara pribadi yang sama nilainya seperti “AYEKA”. Abraham, Musa, Yosua, Saulus dll.  Allah juga ingin berurusan secara pribadi dengan masing-masing kita. Karena tidak ada manusia yang tidak berdosa. Roma 3:23

Allah menggunakan hati nurani manusia sebagai wadah untuk komunikasi dengan Tuhan – Mazmur 16:7-11

1 Tim 1:19 – Menolak hati nurani yang murni, kandas iman

 

APA JAWABMU?

HINEINI (Ini aku Tuhan, apa adanya…)

Ketika Tuhan bertanya kepada kita, jangan lari bersembunyi atau berdalih dari kesalahan kita, apalagi menyalahkan Tuhan! Jawablah : “Ini keberadaanku Tuhan, apa adanya..” Berbaliklah kepada Tuhan dalam penyesalan. Penyesalan adalah mesin penggerak moral yang memberi kita kekuatan untuk bangkit dan segera memperbaiki diri dan alami pemulihan. Maz 51:19

 

Bapa selalu mencari yang hilang.

II Petrus  3:9 – “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”

Bapa menyediakan Yesus, anakNya yang tunggal sebagai tebusan bagi dosa seisi dunia, Kejadian 3:21.

Di manapun posisi Saudara saat ini, kalau sampai saat ini Saudara masih hidup… itu adalah kesempatan untuk menerima kasih karunia. Alami pemulihan dari Tuhan dan teruslah melangkah sampai pada kemuliaan yang disediakan bagi kita, 1 Tesalonika 2:12.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s