DAMPAK PERTOBATAN, KEJUJURAN DAN KESAKSIAN YUNUS by Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 1 Mei 2016)

Yunus 1:15-17

“Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga  hari tiga malam  lamanya.”

PENDAHULUAN

Pengakuan dosa dan kejujuran Yunus, memberi dampak positif bukan hanya kepada Yunus. Tetapi bagi semua orang yang ada di dalam kapal, yaitu orang-orang  yang tidak mengenal Allah. Pada saat Yunus ditanya awak kapal tentang jati diri dan tujuan Yunus, maka dengan terbuka Yunus mengakui kesalahannya. Perhatikan jawaban Yunus dalam Yunus 1:9 “Sahutnya kepada mereka:“Aku seorang Ibrani; aku takut akan Tuhan Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan.” Dengan jujur Yunus mengakui identitas diri dan kesalahan yang ia buat. Bahwa ia adalah :

  • Seorang nabi Allah
  • Ia berdosa kepada Allah
  • Melawan kehendak Allah
  • Lari, menjauh dari Allah dengan pergi ke arah barat.

Kesaksian Yunus

Pengakuan Yunus secara jujur menjadi saksi tentang TUHAN yang Yunus sembah tidak sama dengan allah/ilah/dewa/dewi yang mereka sembah. Allah yang Yunus sembah bukanlah Allah yang mati. Buktinya, ketika Yunus lari dari Allah, Allah kejar Yunus dan mendatangkan badai atas kapal yang Yunus tumpangi. Hal ini terbukti dalam Yunus 1:15 “Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk.” Ketika Yunus dilempar ke laut,  laut berubah jadi tenang sebab Allah Yunus sembah adalah Allah yang hidup.

Semua orang dalam kapal merasa aman sebab badai telah berhenti menyerang dan membinasakan mereka. Peristiwa tersebut membuat semua orang dalam kapal menjadi takut dalam rasa hormat kepada TUHAN. Maka mereka mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN. Dan mereka pun mengikrarkan nazar kepada Tuhan.

DAMPAK PENGAKUAN YUNUS

  1. Bagi Orang Lain

     Pengakuan dosa; pertobatan dan kejujuran Yunus, bukan hanya menguntungkan Yunus. Tetapi, sikap Yunus terhadap dosa membuat penumpang kapal percaya kepada TUHAN, yaitu Jehova. Bila kita hidup dalam pertobatan dan lahir baru, akan banyak orang yang datang kepada Tuhan.

Kesimpulan

Tuhan bisa membalikkan keadaan yang buruk menjadi berkat, bila kita sungguh-sungguh mengaku, bertobat dan dipulihkan Tuhan. Allah bisa mengubah Kesempitan; kesesakan; bahkan lembah bayang-bayang maut jadi kesempatan bagi Allah untuk melakukan mujizat-Nya.

  1. Bagi Yunus

Dampak pengakuan Yunus bukan hanya berdampak bagi orang lain, tetapi juga pengakuan dosa; pertobatan dan kejujuran Yunus, berdampak bagi dirinya:

a. Meluputkan Yunus dari badai

b. Meluputkan Yunus dari maut.

c. Tuhan utus seekor ikan besar untuk menyelamatkan Yunus dari badai besar.

d. Yunus mendapat kesempatan untuk memperbaiki hidupnya agar tidak terus berjalan di jalan yang salah menuju Tarsis tapi kembali ke jalan Tuhan.

e. Tuhan ingin memakai Yunus jadi saksi Tuhan yang sukses di Niniwe.

Catatan: Banyak theolog yang meragukan kebenaran kisah Yunus sebagai kisah nyata, bahkan ada yang menyebutnya sebagai mitos. Tetapi kita yakin bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang ajaib. Allah dapat melakukan segala perkara, Keraguan para theolog didasarkan oleh logika dan hukum alam yang mereka gunakan. Sebab tidak mungkin seseorang dapat hidup dalam lambung ikan tanpa oksigen, tetapi Tuhan sanggup melakukan segala perkara. Jangan lupa jalan Tuhan adalah ajaib, kalau tidak ajaib itu bukan jalan Tuhan. Seperti kata orang “Kalau mujizat terjadi, bukan berarti hukum alam tidak berlaku. Melainkan karena hukum Allah lebih tinggi, lebih mulia dan lebih dahsyat dibanding dengan hukum alam.” Allah mengendalikan semuanya.

MUJIZAT NABI YUNUS SEBAGAI RUJUKAN

Dalam Injil Matius, dua kali Yesus diminta oleh orang Farisi dan Saduki agar mendemonstrasikan mujizat, untuk meyakinkan mereka bahwa Yesus benar-benar Mesias, sehingga mereka percaya dan menjadi pengikut Yesus.

Catatan: Orang Farisi dan Saduki adalah dua sekte yang saling bertentangan di antara keduanya. Tetapi mereka bersatu, datang kepada Yesus untuk meminta agar Yesus menunjukkan kepada mereka tanda mujizat yang dahsyat untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias. Tetapi Yesus tidak mengikuti keinginan mereka untuk mendemonstrasikan mujizat yang spektakuler agar mereka percaya dan mau menjadi pengikut.

Sebaliknya Yesus berkata Matius 12:39 “Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” Begitu pula dalam Matius 16:4 “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi.

Mengapa Yesus jadikan mujizat nabi Yunus sebagai rujukan tentang keselamatan? Sehingga Yesus berkata: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut tanda Nabi Yunus. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.”

Hal ini memberi pengertian bahwa siapa pun, tidak akan selamat dan masuk ke dalam sorga bila orang tersebut tidak percaya mujizat Yunus dan tidak mengalami apa yang nabi Yunus alami.

PERCAYA

Secara logika, Yunus harus mati dalam perut ikan selama tiga hari, tiga malam. Oleh mujizat dan kuasa Allah, Yunus dipelihara dan tetap hidup, lalu ikan memuntahkan Yunus ke darat. Begitu juga dengan Yesus, kita percaya walaupun Yesus disalib, ditikam dan mati, lalu di kubur di dalam perut bumi selama 3 hari; 3 malam. Kemudian Yesus bangkit dari kematian dan hidup selama-lamanya karena Yesus adalah Tuhan. Kubur tidak dapat menahan Yesus di perut bumi.

DIBENARKAN DAN DISELAMATKAN

Sebab itu, satu-satunya cara bagi orang yang ingin diselamatkan dan dibenarkan di hadapan Bapa di sorga, orang itu harus melakukan pengakuan iman/syahadat kristiani:

  • Roma 10:9 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”
  • Roma 10:10 – “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”

Kematian Yesus di salib dan kebangkitan-Nya dari kematian membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan.

Mengapa kita mengadakan Perjamuan Suci?

Karena kita percaya bahwa Yesus sudah mati dan bangkit dari kematian, karena Yesus Juruselamat kita.

HARUS DIBUKTIKAN

Iman dan Pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan, sebab Allah bangkitkan Yesus dari kematian tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan dalam diri kita seperti pengalaman Yunus, ada di perut ikan selama tiga hari, tiga malam.

Setelah Yunus dikubur dalam perut ikan 3 hari, 3 malam dan dimuntahkan ke darat, Yunus tidak berjalan menurut jalan lama, yaitu berjalan menuju Tarsis melainkan Yunus berjalan di jalan yang baru yaitu berjalan menurut jalan Tuhan.

Demikian juga pengikut Yesus yang diselamatkan. Cara hidup dan jalan yang lama sudah mati dan dikubur sehingga tidak kelihatan lagi cara hidup lama. Kita hidup dalam cara hidup dan jalan yang baru yang kelihatan, 2 Korintus 5:17.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s