Gereja yang Bertumbuh by Pdm. Melky Mokodongan (Ibadah Raya 1 – Minggu, 29 Mei 2016)

Kisah Para Rasul 2:41-47

 

Pendahuluan

Gereja Tuhan yaitu orang percaya harus bertumbuh sehingga kita dapat menjadi gereja yang kuat serta menghasilkan buah. Dari buahlah kita dapat mengerti proses pertumbuhan yang dilewati dan berbuah. Buah dapat menunjukkan bahwa pertumbuhannya sehat atau tidak.

Jemaat mula-mula yang tercatat dalam Kisah Para Rasul 2, mengalami pertumbuhan yang sehat. Hal tersebut nampak dari keadaan jemaat yang semakin kuat serta bertambahnya jumlah jemaat dengan sangat pesat. Inilah kerinduan gembala agar jemaat Mahanaim bertumbuh sehat secara rohani sehingga menghasilkan buah-buah berkualitas.

Bagaimana dapat bertumbuh?

Ada beberapa hal yang membuat pertumbuhan kekristenan kita semakin berkualitas, yaitu melalui:

  1. Firman dan Roh Allah – Kisah Para Rasul 2:37, 41

Firman Allah dan Roh Kudus tidak dapat dipisahkan dari hidup orang percaya karena Firman dan Roh Kudus yang akan membentuk atau memproses hidup kita.

Manfaat firman Allah, 2 Timotius 3:16:

  • Firman Allah yang Mengajar
  • Firman Allah yang Menyatakan Kesalahan
  • Firman Allah yang Memperbaiki kelakuan
  • Firman Allah yang Mendidik dalam Kebenaran

Mengapa harus Firman dan Roh? Paulus berkata jika ia punya keyakinan yang kuat bahwa;

  • Injil atau Firman Allah adalah kekuatan Allah, Roma 1:16,17
  • Firman Allah adalah Kebenaran, Yohanes 17:17
  • Firman Allah adalah Pelita, Mazmur 119:105
  • Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, Yohanes 14:17

Roh Kudus yang memimpin dan menyertai perjalanan kekristenan kita agar berjalan dalam kebenaran Firman Allah. Roh Kudus akan menolong dalam kelemahan setiap kelemahan agar kita  mampu melewati berbagai pergumulan serta semakin kuat dalam iman. Roma 8:26 – Roh yang membantu kita menyampaikan isi hati kepada Allah ditengah pergumulan. Inilah dasar utama bagi gereja untuk bertumbuh yaitu mereka yang memiliki Firman dan Roh Kudus.

SIKAP

Jadi betapa pentingnya Firman serta Roh Kudus dalam proses kekristenan. Maka sikap kita terhadap Firman Allah dan Roh Kudus adalah:

  • Mendengar, artinya memberi perhatian atau memperh
  • Menerima, artinya menyambut dan membuka pintu hati kita untuk firman dan Roh Kudus memenuhi hidup kita.
  • Memberi diri, artinya langkah iman untuk mempercayakan hidup kita kepada Allah.

Ketika kita sudah memiliki Firman dan Roh Kudus, maka selanjutnya kita harus siap dengan prosesnya. Dalam proses itulah kita membutuhkan ketekunan.

  1. Bertekun dalam Firman Allah – Kisah Para Rasul 2:42

Penting sekali untuk bertekun dalam pengajaran atau Firman Allah sebab disinilah kita belajar melakukan kehendak Allah dan taat Firman Allah yaitu perintah-perintah Tuhan. Matius 28:20 “…ajarlah mereka melakukan…..”

Orang yang tekun nyata dari:

  • Taat melakukan Firman. Matius 7:24 mereka seumpama orang yang memiliki pondasi rumah yang kuat. Saat badai datang, rumah tidak rusak atau roboh.
  • Hidup di dalam firman Allah. Lukas 8:15, orang yang bertekun juga memiliki tanah hati yang baik sehingga hidupnya mengeluarkan buah.

Jadi hendaklah kita sebagai orang percaya atau gereja Tuhan, tekun kepada Firman Allah dan hidup sesuai kehendak-Nya, maka Firman Allah-lah yang akan menjauhkan kita dari hidup yang tidak berkenan. Mazmur 119:9.

  1. Persekutuan yang Kuat, Kisah 2:42-46

Persekutuan yang kuat ditunjukkan dengan cara;

  • Berkumpul (42), di bait Allah, melakukan Ibadah, berdoa
  • Bersatu, Saling menolong (44-45), saling memperhatikan, menaruh kasih satu dengan yang lain.
  • dan makan bersama (46),terbangun hubungan yang indah dan yang kuat.
  • Mereka lakukan semua ini dengan gembira, tulus hati, dan sambil memuji Allah (46)

Tanpa persekutuan yang kuat, gereja tidak dapat mengalami pertumbuhan sebab di dalam persekutuan kita dapat saling, membangun, memberi dan menerima satu dengan yang lain dalam kasih dan perhatian.  Jangan biarkan sakit hati masuk dan menguasai persekutuan, jika terjadi maka itu dapat menghancurkan persekutuan. Jadi jika ada kekecewaan, maka diantara kita harus merendahkan hati dan mengampuni. Jika terjadi permusuhan atau pertikaian dalam persekuatuan, hendaklah berdamai. Jangan biarkan hal tersebut menghancurkan hidup persekutuan kita. Jadilah jemaat yang kuat dalam membangun persekutuan.

  1. Mereka Menjadi Dampak, Kisah Para Rasul 2:47

Jemaat mula-mula juga menjadi contoh atau teladan bagi banyak orang di sekitar mereka. Mereka disukai semua orang dan Tuhan menambahkan mereka dengan jiwa-jiwa yang diselamatkan.

Berdampak juga berbicara tentang, menjadi Teladan ( Contoh atau Panutan )

1 Tim 4:12, teladan dalam :

  • Teladan dalam Perkataanmu
  • Tingkah lakumu
  • Dalam kasihmu
  • Kesetiaan dan kesucianmu

Oleh sebab itu, sebagai jemaat Mahanaim kita perlu  menjadi dampak bagi kota Tegal. Seperti visi gembala di tahun 2016, menjadi saksi dengan menggunakan kesempatan-kesempatan untuk memberikan dampak positif.

Kesimpulan

2 Petrus 3:17,18, Teruslah menjadi Gereja yang bertumbuh di dalam Tuhan, dengan terus berada dalam kasih karunia-Nya dan pengenalan akan Dia lebih sungguh-sungguh, karena bagi Dialah segala kemuliaan sampai selamanya. amin

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s