KEMBALI KEPADA KEHENDAK ALLAH by Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 22 Mei 2016)

Yunus 2:1-10

PENDAHULUAN

Beberapa minggu yang lalu, kita telah mempelajari bahwa ketidak-taatan kepada firman dan kehendak Tuhan akan membawa dampak buruk bagi diri kita sendiri dan orang yang ada di sekitar kita. Contoh Yunus saat memberontak kepada kehendak Tuhan dengar pergi ke tempat yang ia inginkan bukan yang Tuhan inginkan. Alhasil kapal yang ia tumpangi dilanda badai serta gelombang sehingga Yunus dan seisi kapal menjadi takut. Mereka mengalami ancaman secara roh, jiwa dan tubuh. Bahkan mereka mengalami kerugian secara materi sebab semua muatan kapal dibuang untuk meringankan beban kapal. Tetapi usaha mereka tidak membawa hasil.

Secara jiwani, keselamatan seisi kapal terancam oleh pemberontakkan Yunus. Angin dan badai membuat kapal bergoncang begitu rupa, membuat mereka ketakutan. Demikianlah dampak yang disebabkan Yunus bagi orang-orang yang berada di sekitarnya.

Jadi apapun yang kita lakukan, positif atau negatif, akan berdampak pada sekitar dan kepada diri kita sendiri.

YUNUS

Ketidak-taatan Yunus bukan hanya dirasakan oleh orang di sekitarnya. Ia sendiri pun menanggung akibatnya, yaitu:

  • Yunus masuk perut ikan, Yunus 2:1.
  • Yunus harus dilemparkan ke dalam laut. Maka ikan besarpun datang menelan Yunus.
  • Di dalam perut ikan, Yunus masuk ke pusat lautan, Yunus 2:3.

Keberadaan Yunus dalam perut ikan adalah pengalaman yang benar-benar terjadi, bukan mitos. Tetapi ucapan Yunus saat ia  di perut ikan, dengan berkata “lalu dibawa ke pusat lautan” merupakan perkataan kiasan atau gambaran neraka, Yunus 2:2. Artinya, setiap orang, yang berjalan menurut kehendak diri sendiri dan tidak taat firman Allah, hidup orang tersebut akan berakhir di dalam neraka/kebinasaan. Oleh sebab itu, kita yang sekarang masih hidup dalam dunia orang hidup, pergunakan kesempatan untuk taat kepada firman Tuhan maka kita tidak akan berakhir di pusat lautan yaitu Neraka.

DALAM PERUT IKAN

Ketika Yunus masuk ke dalam perut ikan, Yunus sadar 100%. Ia merasakan suasana yang mengerikan di dalam perut selama 3 hari. Demikian halnya mereka yang masuk ke dalam neraka. Mereka sadar 100% saat di dalam neraka. Bukan hanya roh yang merasakan, tetapi roh, jiwa dan tubuh akan merasakan penderitaan dalam neraka. Karena orang yang masuk ke dalam Neraka juga mengalami kebangkitan tubuh kekal tetapi untuk dihukum.

Yunus 2:3, “telah Kau lempar aku…”

Tidak ada pengalaman yang paling menakutkan selain dibuang dari hadirat Tuhan. Selama di dunia, jika kita dibuang dari lingkungan masyarakat, kita dapat lari ke komunitas lain. Tetapi jika Tuhan yang melemparkan ke dalam Neraka, tidak ada tempat lain untuk kita berlari.

DI LEMPAR KE NERAKA

Orang yang dilempar ke dalam neraka, terpisah dari Tuhan selamanya. Mazmur 88:6 “Aku harus tinggal di antara orang-orang mati, seperti orang-orang yang mati dibunuh, terbaring dalam kubur, yang tidak Kau ingat lagi, sebab mereka terputus dari kuasa-Mu.”

Orang yang masuk dalam Neraka terputus hubungannya dengan Tuhan. Contoh Lukas 16:25,26 orang kaya yang masuk neraka dan Lazarus. Ia meminta Lazarus untuk mencelupkan jarinya ke dalam air dan meneteskan air itu di mulutnya, tetapi tidak mungkin terjadi sebab neraka dan surga ada jarak yang memisahkan.  Menurut Mazmur 88:12,13 orang yang dilempar ke neraka tidak bisa diinjili atau didoakan agar merubah keadaannya menjadi lebih baik.

Yunus 2:4-6

“Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?. Segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku; samudera raya merangkum aku; lumut lautan membelit kepalaku di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintu terpalang di belakangku untuk selama-lamanya

Yunus menjelaskan keadaannya bahwa pintu seolah terpalang di belakangnya sehingga ia tidak mungkin akan selamat dari perut ikan. Orang yang dipenjara, masih punya harapan keluar. Tetapi, orang yang masuk neraka, tidak punya harapan apa-apa. Sebab bila pintu terpalang, maka akan tertutup selama-lamanya.

PELAJARAN DARI KITAB YUNUS

Dalam kitab nabi Yunus, tidak ada pesan firman Allah yang keluar dari mulut Yunus, seperti nabi-nabi lainnya, baik seperti Elia, Elisa dan Yesaya. Tetapi pengalaman Yunus tiga hari-tiga malam dalam perut ikan, adalah berita penting bagi Yunus dan bagi semua orang. Kisah Yunus dapat menjadi pelajaran bagi kita, yaitu bila kita memberontak kepada Tuhan akan ada akibatnya.

Doa dan Ucapan Syukur

Meskipun kisah Yunus tidak ada pesan firman yang disampaikan. Yunus 2:1-10, sepenuhnya berisi mazmur, doa, dan ucapan syukur Yunus kepada Tuhan. Doa dan ucapan syukur Yunus harus jadi masukan bagi kita. Sebab:

  • DE FACTO – Fakta

manusia yang hidup sekarang di dunia bukan hidup dalam neraka. Tetapi secara…

  • DE JURE – Tercatat

Manusia hidup di dalam kandungan maut. Artinya, secara fakta kita hidup dalam dunia dengan senang-senang tetapi secara tercatat kita hidup dalam kandungan maut.

Perhatikan Mazmur 51:7 “Sesungguhnya,  dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.”

Menurut urutan, seharusnya kita di kandungan ibu lebih dahulu, barulah diperanakkan. Apakah maksud ayat ini? Manusia pertama yaitu, Adam dan Hawa saat jatuh ke dalam dosa, keturunannya juga berdosa. Ketika kita dilahirkan, maka kita keluar kandungan ibu dan masuk ke dalam kandungan dosa yaitu dunia yang berdosa. Jika dosa tidak diselesaikan, Roma 6:23a, upah dosa ialah maut/neraka.

Kesimpulan

Pemazmur sangat jelas menuliskan, bahwa manusia di dalam dunia, berada dalam kandungan dosa. Dalam kesalahan diperanakkan sebab dosa keturunan dan lahir dalam dunia yang berdosa.Manusia di dunia, sebenarnya sedang menunggu waktu dimuntahkan dari kandungan  dosa (dunia) ke dalam maut atau neraka.

CARA DISELAMATKAN

Lalu bagaimana cara agar luput dari maut (neraka)? Sehingga bila saatnya tiba, kita dimuntahkan dari kandungan dunia atau meninggal, kita tidak dikeluarkan/ dimuntahkan ke dalam maut/neraka, tetapi ke dalam keselamatan/surga.

Yunus 2:1-10

Ayat 1-6 – BERTOBAT

Pengakuan Yunus akan semua dosa yang telah ia lakukan, menunjukkan penyesalan dan pertobatan Yunus kepada Tuhan. Inilah langkah pertama yang dialami oleh orang yang diselamatkan, yaitu pertobatan.

Bertobat, secara harafiah artinya sembuh dari gila. Artinya mereka yang belum bertobat berjalan diarah yang salah, dan ketika mereka bertobat mereka berbalik 180o.

Yunus 2:7 mencatat “Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku…” Yunus menjelsakan bahwa ia tidak dapat keluar dari perut ikan dengan kekuatannya sendiri, sebab pintu sudah terpalang. Jika Yunus berusaha keluar, ia seperti mereka yang mengupayakan keselamatan dengan beramal, berbuat kebaikan, ibadah, dan sebagainya. Hal itu tidak berbeda seperti Yunus yang berusaha keluar dari perut ikan dengan usaha dan kekuatannya.

Yunus 2:7 “…teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku kepadaMu…” Yunus sadar, satu-satunya yang bisa menyelamatkannya ialah TUHAN – Jehovah. Allah Jehova memperkenalkan diri dalam pribadi YESUS.

Yunus 2:8 “Mereka yang berpegang teguh pada berhala kesia-siaan, merekalah yang meninggalkan Dia, yang mengasihi mereka dengan setia.” Yunus mengingatkan, kalau ada orang yang sudah percaya Yesus tapi masih percaya berhala, maka orang tersebut sama dengan meninggalkan Yesus dan mereka pasti binasa. Sebab itu kita harus menjadi Kristen yang murni tanpa campuran. Biarlah kita tetap murni.

Komitmen Yunus, Yunus 2:9 “Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu: apa yang kunazarkan akan kubayar, Keselamatan adalah dari TUHAN.”

Banyak orang yang meninggalkan Yesus, tetapi Yunus sebaliknya. Sebagai ucapan syukur atas keselamatan yang Yunus terima, Yunus akan mempersembahkan korban kepada Tuhan.

Apakah korban yang kudus dan berkenan kepada Tuhan?

Roma 12:1 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah, itu adalah ibadahmu yang sejati.”

Ibadah yang sejati bukan hanya 2 jam di gereja, tetapi ibadah yang mempersembahkan tubuh. Bukan mempersembahkan tubuh dengan membakar seperti korban atau harus menjadi hamba Tuhan full timer. Tetapi mempersembahkan tubuh berarti, memberikan hidup dengan sikap hidup yang menyenangkan Tuhan dan berjalan dalam kehendakNya.

Yunus 2:10 “Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.”

Darat

Memiliki beberapa pengertian :

  1. Keselamatan

Hanya di dalam Yesus kita  memiliki kepastian selamat. Dan hidup dalam kehendak Tuhan, maka kita masuk dalam kekekalan.

  1. Tempat pemulihan

Saat Yunus naik kapal, adalah awal Yunus membuat kesalahan. Saat ikan memuntahkan Yunus ke darat, adalah saat Tuhan mengembalikan Yunus kepada kehendak Allah.

Pertanyaan:

“Di mana posisi Saudara sekarang?” Apakah di perut ikan? Apakah sedang menunggu waktu untuk alami kebinasaan? Tetapi kita harus pastikan kita ada pada di jalan kehendak Tuhan serta melakukan kehendak Tuhan. Dan berada pada posisi untuk menerima keselamatan yang kekal di dalam sorga.

Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s