MENJADI SAKSI KRISTUS by Pdp. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 3– Minggu, 29 Mei 2016)

WAHYU 1:1-2

Inilah wahyu Yesus Kristus yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hambaNya apa yang harus segera terjadi.Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakan kepada hamba-Nya Yohanes. Yohanes telah bersaksi tentang Firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus,yaitu segala sesuatu yang dilihat-Nya.

Dalam ayat ini Rasul Yohanes memberikan kesaksian tentang apa yang dia alami selama berada di pulau yang bernama Patmos. Dalam Wahyu 2, kata “memberi kesaksian” mengunakan kata MARTUREO, artinya memberi kesaksian dari apa yang ia sudah lihat, dengarkan, rasakan dan alami selama bersama dengan Yesus saat di pulau Patmos.

Apa yang Rasul Yohanes lihat, dengar dan terima?

Wahyu 1:1-2 “Wahyu Yesus Kristus”

Wahyu dalam terjemahan asli ditulis APOKALUPSIS, artinya pembukaan atau pernyataan. Jadi sesuatu yang tadinya tertutup sekarang sudah dibukakan dan diterima oleh Yohanes untuk dapat disaksikan. Dari siapa wahyu firman Allah dinyatakan? Firman atau pewahyuan pertama kalinya dari Yesus, saat Yohanes melihat sendiri hal-hal yang dilakukan Yesus dalam pelayananNya berama Roh Kudus.

Wahyu 1:9-10 “aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala”

Ditulis bahwa Yohanes dapat mendengar, melihat dan memaham apa yang ia dengar karena ada Roh Allah yang menaungi Yohanes. Jadi Yohanes hanya dapat memahami Firman pemberian dari Allah dari Yesus dan Roh Kudus ketika Roh Allah menaunginya. Roh Kudus akan menolong seseorang untuk memahani firman yang mereka dengarkan. 2 Timotius 3:16 menuliskan bahwa segala tulisan dalam Alkitab diilhamkan atau dinafasi oleh Allah. Artinya keseluruhan Alkitab yaitu Firman Allah diilhamkan oleh Allah sendiri. Hanya oleh Roh Kuduslah Yohanes dapat memahami apa yang Tuhan wahyukan kepadanya. Demikianpun orang percaya, kita membutuhkan Roh Kudus untuk memahami kebenaran firmanTuhan. Kita dapat tersesat bila menerjemahkan dengan pikiran atau pengetahuan kita sendiri.

Selain Roh Kudus membukakan rahasia firman Tuhan, Roh Kudus juga akan mengajar serta membawa kita untuk mengerti isi kitab wahyu/Firman Allah, Yohanes 14:26.

SelainYohanes, pada siapa Wahyu atau firman Allah ini diberikan ?

Wahyu 1:1 “Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepadaNya, supaya ditunjukkanNya kepada Hamba-hambaNya”

Ayat ini menjelaskan bahwa selain kepada Yohanes, Tuhanpun membukakan rahasia firman kepada hamba-hambaNya.

Amos 3:7 “Sungguh Tuhan Allah tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusanNya kepada hamba-hambaNya, para nabi.” Menyatakan berarti dibuka atau diberi tahu, sedangkan keputusan dalam bahasa aslinya ditulis dengan kata “RAHASIA atau SECRET”. Dapat disimpulkan, bila Allah hendak melakukan sesuatu Allah akan memberitahukannya terlebih dahulu kepada para hambanNya.  Kata hamba-hambaNya bukan hanya ditujukan kepada hamba Tuhan sepenuh waktu/full timer atau gembala jemaat. Tetapi hamba yang dimaksud adalah seluruh orang percaya.

Tujuannya agar seluruh umat Tuhan mengetahui rahasia-rahasia kebenaran yang akan terjadi kedepan melalui Roh Kudus. Sebab kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa yang akan datang tetapi melalui Roh Kudus, firman yang kita dengar dan baca pasti disingkapkan. Mazmur 119:105 “FirmanMu  pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

FIRMAN TUHAN

Seseorang yang memiliki firman akan:

  1. Lebih bijaksana – Mazmur 119:98,99,100
  2. PerintahMu membuat aku lebih bijaksana – Mazmur 199:99
  3. PerintahMu membuat aku lebih berakal budi – Mazmur 199:100
  4. Aku lebih mengerti

Efesus 5:15-16, mengajarkan kepada kita untuk hidup arif dan bijaksana dalam memahami serta mengerti akan akhir zaman. Sebab dunia semakin jahat dan dengan firman Allah yang ada didalam kita, kita akan bijaksana, mengerti dan memahami keadaan dunia ini agar tidak terseret didalam dosa melainkan menjadi saksi Kristus.

BERSAKSI

Sebagaimana Yohanes menyaksikan apa yang dia lihat, dengar, rasakan dan terima, kita sebagai orang percaya, juga harus hidup dalam firman serta menjadi saksi. Mengapa harus menjadi Saksi?

  • bersaksi adalah kewajiban

Saat Yesus naik ke Surga, IA memberi amanat agung kepada para murid untuk bersaksi dan memberitakan injil. Matius 10:8 “Pergilah beritakanlah: Kerajaan sorga sudah dekat. Sebenarnya kerajaan sorga sudah kita terima dengan cuma-cuma yaitu saat kita percaya dan mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruslamat. Karena kita menerima dengan Cuma-Cuma, maka kita pun wajib memberitakan injil dan bersaksi dengan Cuma-Cuma atau tanpa mengharapkan sesuatu hal.

  • bersaksi adalah Perintah Allah.

Matius 28:19 “Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa Anak dan Roh Kudus.” Perintah pergilah adalah perintah untuk setiap orang percaya, aktif dalam melakukan perintah Tuhan untuk bersaksi, memberitakan injil kebenaran. Tidak mudah untuk melaksanakannya, tetapi jika kita mau maka Tuhan akan menolong kita. Jangan merasa puas hanya dengan menjadi Kristen dan sudah selamat. Milikilah hati yang terbeban untuk pergi memberitakan injil.

  • Bersaksi dengan tidak malu

2 Timotius 1:6-8, Paulus mengingatkan kepada Timotius untuk berani bertindak dengan kasih dalam meneugur, menasihat, serta mengingatkan jemaat meskipun usinya masih muda. Kesimpulannya, setiap orang dapat bersaksi sekalipun usianya masih terbilang muda.

  • Bersaksi setiap waktu

Bersaksi tidak ditentukan waktunya, seperti jam kerja kantor atau jam makan kita. Bersaksi harus dilakukan setiap waktu, kapanpun dan dimanapun kita ada. Sebab 1Petrus 3:15, setiap waktu kita harus memberi jawaban kepada orang-orang yang belum memahami tentang keselamatan dan pengharapan didalam Yesus.

CARA BERSAKSI

  • Digerakkan oleh Firman dan Roh Kudus

Yeremia 20:7-9, Yeremia sebagai hamba Tuhan pernah mengalami tekanan saat dia menyampaikan pesan atau bersaksi atas nama Tuhan sehingga Yeremia dicela, dicemooh. Tetapi semakin ia menahannya, semakin ia tidak inginbersaksi. Yeremia 20:9 “Seperti api yang menyala-nyala terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya tetapi aku tidak sanggup.”

Yeremia berusaha untuk berhenti bersaksi tetapi Fiman dan Roh didalam Yeremia terus menyala-nyala sehingga Yeremia tidak sanggup untuk berdiam.

BERSAKSI

Wahyu 1:2, segala yang disaksikan oleh Yohanes saat di pulau Patmos, bukanlah rekayasa dari  pemikirannya, melainkan semua yang Yohanes saksikan dan ceritakan adalah benar dan nyata. Mazmur 66:16 “Marilah dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukanNya terhadap diriku”.  Hidup adalah proses, hanya saja setiap orang memiliki proses yang berbeda. Dalam proses itulah Tuhan menyatakan kuasa sertapertolonganNya sehingga kita dapat bersaksi kepada orang lain tentang perbuatan tangan Tuhan, sehingga mereka yang lemah dapat dikuatkan dan yang belum percaya dapat diselamatkan oleh kesaksian kita.

Tetapi hal itu dapat terjadi jika ada pertobatan dari cara hidup, sehingga bila kita bersaksi maka kesaksian kita diterima. 1 Korintus 9:27…Melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Contoh: Wanita samaria, dalam Yohanes 4:39 berkata  “…Dia (Yesus) mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telahku perbuat.” Jadi wanita samaria telah lebih dahulu mengalami perubahan. Hal tersebut nampak dari ucapanya bahwa perkataan Yesus mengubah hidupnya. Hasilnya ketika ia bersaksi orang-orang di Samaria menjadi percaya Yesus Kristus, sebab wanita tersebut sudah membuktikanya. Oleh sebab itu, alami perubahan lebih dahulu sehingga kesaksian kita dapat diterima banyak orang.

PERTOBATAN 

Lukas3 : 3 “Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.”

Kata berobat -> METANOIA yang berarti mengalami perubahan dimulai dari perubahan pikiran dan hati kita, segala tindakan dan sikap yang dilakukan dari dalam hati dan pikiran kita. Jadi jika pikiran dan hati jahat maka jahat juga yang ia lakukan. Oleh sebab itu, pertobatan diawali dari pembaharuan hati dan pikiran.

Kata dibaptis ->dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus ini adalah Persekutuan

Setelah alami pembaharuan pikiran dan hati, maka tindakkan selanjutnya adalah hidup dalam persekutuan dalam Tuhan. Dalam persekutuan kita dapat bertumbuh, menjadi kuat dan dapat memahami kehendak Tuhan.

Persekuatuan dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. Bersekutu bersama dengan Tuhan

Artinya ada hubungan dekat dengan Tuhan, seperti Yohanes dapat memahami isi hati Tuhan sehingga ia dipercayakan Firman dan menjadi saksi.

  1. Bersekutu dalam saudara seiman.

Persekutan ini dapat membawa kita lebih dewasa dalam pengetahuan akan Firman dan dewasa dalam kekristenan.

Kesimpulan

Jadilah saksi Kristus yang berani menyaksikan tentang  apa yang kita lihat, dengar, terima dan rasakan. Serta milikilah Roh Kudus sehingga kita berani memberitakan injil tanpa takut. Tetapi kita juga perlu memiliki cara hidup yang benar sehingga apa yang akan kita saksikan tidak ditolak melainkan diterima baik oleh orang lain.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s