MEMBINASAKAN (MERUGIKAN) DIRI SENDIRI by Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 5 Juni 2016 )

Lukas 9:22-27

PENMinandarDAHULUAN

Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikut Dia merupakan judul perikop dalam Lukas 9:22-27, yang diberikan oleh Lembaga Alkitab. Berdasarkan ayat-ayat tersebut kita belajar apa yang akan merugikan/membinasakan diri sendiri jika kita melakukannya. Perhatikan Lukas 9:25. Kata Yesus: “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?”

TIDAK ADA YANG INGIN RUGI

Tidak ada seorang pun yang menginginkan kerugian apalagi binasa. Semua orang pasti ingin mendapat keuntungan atau selamat. Namun tanpa disadari, banyak orang yang karena dunia, mereka membinasakan atau merugikan diri sendiri. Sebab itu Yesus ingatkan, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi membinasakan atau merugikan dirinya?”

Dengan cara apa orang “membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?” Yaitu dengan cara:

  1. MENOLAK YESUS

Lukas 9:22 “Dan Yesus berkata: Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

Kedatangan Yesus bertujuan untuk menyelamatkan namun banyak orang yang menolak Yesus. Mereka yang menolak Yesus, terbagi dalam beberapa golongan, antara lain:

a. Orang yang belum kenal Yesus

Mereka menolak karena sama sekali tidak tahu dan mengerti siapakah Yesus. Jadi mereka menolak Yesus karena ketidak-tahuan. Mereka berdiri dengan fanatisme dan sudah bersumpah untuk tidak akan pernah percaya kepada Yesus, apa pun yang terjadi. Contohnya Lukas 9:22, para tua-tua Yahudi; imam-imam kepala dan ahli Taurat. Mereka berani membunuh orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, seperti Saulus sebelum ia bertobat. Saulus begitu giat menganiaya jemaat Tuhan dan tidak sedikit yang ia bunuh. Yesus berkata: Orang seperti ini sama dengan membinasakan atau merugikan dirinya sendiri.

b. Orang yang sudah dengar berita tentang Yesus

Orang yang termasuk gologan ini, cenderung sudah mendengar Injil Keselamatan, bahwa Yesus satu-satunya jalan keselamatan. Berita keselamatan ini didengar lewat surat kabar, televisi, radio dan media sosial. Tetapi daya tarik dunia, yaitu kekayaan, kedudukan, popularitas dan kesenangan dunia, mempesona mereka sehingga mereka memilih untuk menolak Yesus.

Contohnya:

  • Pilatus memilih bebaskan Barabas dan menyalibkan Yesus karena ingin memuaskan orang Yahudi. Sebab laporan orang Yahudi kepada Kaisar, sangat menentukan kedudukan Pilatus di masa-masa berikutnya.
  • Kisah para rasul 26:28, raja Agripa memilih menolak Yesus yang diberitakan Paulus dari pada kehilangan kedudukan dan popularitasnya.
  • Lukas 18:23, seorang anak muda yang kaya, memilih tinggalkan Yesus dari pada kehilangan kekayaannya.

Menolak Yesus dengan alasan apapun, sama dengan membinasakan diri atau merugikan diri sendiri.

c. Orang yang sudah dalam Yesus

Golongan ini bila menolak Yesus mereka akan memberikan konsekuensi paling fatal sebab mereka orang yang sudah percaya Yesus. Tetapi karena dunia yaitu harta, posisi/ kedudukan dan popularitas mereka menolak Yesus. Orang tersebut sama dengan membinasakan atau merugikan diri sendiri. Ibrani 6:4-8 “ …Bila ada orang yang sudah mencicipi kasih, rahmat, dan keselamatan, lalu murtad…” Orang  itu sudah dekat dengan kutuk/neraka. Hal ini tidak menutup kemungkinan dapat terjadi kepada kita di kemudian hari, yaitu dengan menolak dan menyangkal Yesus.

ALASAN MEREKA MENOLAK YESUS

  1. Kristen Formalistik (Kristen KTP) – Lukas 9:23

Pengikut Yesus Sejati telah menyangkal dirinya apabila ia tidak tunduk atau mengikuti keinginan dagingnya. Apakah yang dimaksud dengan keinginan diri (daging)?

Galatia 5:19-21 mencatat perbuatan-perbuatan daging, yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan,roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Orang Kristen formalistik (Kristen KTP), aktif pergi ke gereja dan melayani, tetapi dalam kesehariannya, tidak menyangkal diri atau dagingnya, melainkan mengikuti hawa nafsu dan keinginan dagingnya. Kata Yesus: orang kristen seperti ini sama dengan membinasakan atau merugikan dirinya!

  1. Takut Kehilangan Nyawa – Lukas 9:24

Dalam ayat ini ada 4 kata “nyawa” yang disebut oleh Yesus.

Terjemahan alkitab bahasa Indonesia  kata nyawa, ditulis dengan kata yang sama yaitu “Nyawa”. Sedangkan terjemahan bahasa Yunani kata “Nyawa” menggunakan 2 kata yaitu, PSUCHE dan ZOE.

Seperti ini penulisannya dalam Lukas 9:24  “Karena barangsiapa mau menyelamatkan psuche-nya,ia akan kehilangan psuche-nya; tetapi barangsiapa kehilangan psuche-nya karena Aku, ia akan menyelamatkan zoe-nya (menyelamatkan hidup kekal yang dimilikinya).”

PSUCHE

Sering diterjemahkan dengan kata  “jiwa” yang berkaitan dengan

nyawa (nafas) kehidupan. Psuche juga berkaitan dengan penopang nyawa (hajat hidup sehari-hari) yang kita butuhkan agar kita hidup, yaitu sandang, pangan dan papan. Namun Psuche juga bisa diartikan perasaan, keinginan dan kehormatan.

ZOE

Hidup kekal, keselamatan; hidup bersama Yesus di dalam sorga.

Banyak orang yang lebih menyelamatkan psuche dan kehilangan zoenya sebab mereka:

  • Takut

Apabila ada orang yang sudah percaya Yesus, lalu tinggalkan Yesus karena takut dianiaya dan takut kehilangan hajat hidup (sandang, pangan dan papan), berarti ia berani melepaskan Zoe (hidup kekal yang ia sudah terima), ia sama dengan membinasakan diri.

  • Malu Mengaku Yesus

Lukas 9:26 “Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.”

Ada orang kristen yang demikian. Mereka mengikut Yesus, sudah percaya; lahir baru; pelayan Tuhan; aktifis, tetapi malu atau gengsi dan ia tidak segan menyangkal Yesus. Yesus berkata: Orang seperti itu sama dengan membinasakan dirinya-merugikan dirinya sendiri.

Pengakuan Iman

Mengapa kita harus mengaku Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat? Sebab keselamatan tidak hanya berkaitan dengan hati kita, tetapi berbanding lurus dengan ucapan dan pengakuan tentang Tuhan Yesus Kristus. Sebab Iman dan Pengakuan kita         kepada Yesus, menentukan keselamatan seseorang, Roma 10:9-10.

Penutup

Di akhir zaman, akan terjadi arus pemurtadan besar-besaran. Pengikut Yesus sejati, bukan hanya berani mengaku Yesus adalah Tuhan. Tetapi bersedia menyerahkan PSUCHE-nya demi mempertahankan ZOE dengan konsekwensi apa pun.

“Sekali Yesus…. Tetap Yesus!”

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s