KUASA PENGAMPUNAN DAN PEMULIHAN by Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 12 Juni 2016)

Yunus 3: 1- 3

PENDAHULUAN

Mengawali pembahasan kitab Yunus pasal yang ke-3 ini, marilah kita perhatikan secara khusus ayat 1 dan 2 :

Datanglah firman Tuhan kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian: “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu dan sampaikanlah kepadanya, seruan yang Ku-firmankan kepadamu.”

Setelah membaca dan memperhatikan ayat ini, kesan apakah yang Saudara dapatkan? Adakah rhema khusus yang Tuhan berikan kepada Saduara? Secara pribadi, saya mendapatkan rhema dari ayat ini. Rhema inilah yang ingin saya bagikan kepada saudara sekalian.

KEMURAHAN ALLAH

Dari ayat 1 dan 2, memberi kesan kepada kita bahwa Allah yang kita sembah di dalam Tuhan Yesus Kristus adalah Allah yang panjang sabar; murah hati; penuh kebaikan; penuh pengampunan, bahkan berlimpah kasih setia. Mengapa saya katakan demilian? Mari kita kembali memperhatikan siapakah Yunus, sehingga ia mendapat kepercayaan jadi utusan Allah untuk memberitakan khabar keselamatan bagi penduduk kota Niniwe untuk kedua kalinya. Apakah yang telah ia lakukan terhadap perintah Tuhan?

Yunus adalah orang yang telah “memberontak” kepada Allah. Tuhan mengutus Yunus pergi ke Niniwe, ke arah timur dari Yerusalem, tetapi Yunus menolaknya. Yunus memberontak kepada Allah dengan pergi ke Tarsis ke arah barat jauh dari hadapan Tuhan. Memberontak kepada Allah bukan hanya berlawanan arah denganNya, sekalipun kita satu arah dengan perintahNya tetapi kalau kita menyimpang dari tujuan Tuhan, itu adalah sebuah pemberontakan. Ketaatan kepada perintah Tuhan membutuhkan ketepatan pada kehendakNya.

Dosa Pemberontakan

Seperti apa dan seberat apakah dosa pemberontakan kepada Allah?

Yesaya 1:28

“Tetapi orang-orang yang memberontak dan orang-orang berdosa akan dihancurkan bersama dan orang-orang yang meninggalkan Tuhan akan habis lenyap.”

Dihadapan Tuhan, dosa pemberontakan adalah dosa yang sangat serius. Bagi Tuhan orang yang memberontak harus dihancurkan. Dengan kata lain orang yang memberontak tidak boleh diberi kesempatan hidup. Artinya orang yang memberontak kepada Tuhan harus dihabisi atau dilenyapkan.  Sebaliknya jika kita taat, tunduk dan menghormati Tuhan, pasti Tuhan akan menyertai kita, Dia akan berjalan bersama kita. Saat lemah, Allah topang kita sehingga kita tetap kuat. Ketika musuh datang, Allah membela, Dia yang akan berperang ganti kita. Bahkan ketika kita sakit, Allah akan menyembuhkan kita dengan bilur-bilurNya.

Ketaatkan kepada perintah Tuhan selalu mendatangkan kebaikan dan berkat-berkatNya. Dalam kitab Yesaya 46:4 Allah berjanji akan tetap menggendong kita sampai putih rambut kita. Demikian juga dalam Matius 28:20 “Allah berjanji akan menyertai sampai akhir zaman.”

 

Jadi, jika Yunus memberontak kepada Tuhan, itu berarti Yunus:

  • Menolak penyertaan Allah. Yunus merasa mampu melakukan tugasnya tanpa Tuhan.
  • Menolak berjalan bersama Allah. Yunus pikir dia dapat berjalan sendirian tanpa Tuhan yang menyertainya.
  • Menolak untuk ditopang Allah. Disini Yunus merasa dirinya kuat. Tidak membutuhkan topangan Tuhan.
  • Menolak pembelaan Allah.

Yang paling fatal dari “memberontak” adalah sama dengan mengangkat senjata untuk menyerang Allah. Hati Allah sangat sedih, ketika Dia melihat kita tidak mau tunduk dan taat kepada-Nya. Sebab itu Yesus begitu bersedih atau berdukacita ketika melihat Israel (Yerusalem) menolak/berontak kepada lawatan Yesus.

Matius 23:37

“Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Mengapa Allah Tidak Hukum Yunus ?

Melihat sikap dan pemberontakan Yunus, sebenarnya Allah punya cukup alasan untuk membinasakan Yunus. Tetapi karena Yunus mengakui dan menyesali semua dosa yang telah ia lakukan, maka Allah yang kaya dengan rakhmat itu:

  • Allah mengampuni dosa dan kejahatan Yunus.
  • Allah memulihkan panggilan-Nya kepada Yunus. Dan…
  • Allah kembali mengutus Yunus untuk melayani ke Niniwe

 

Kuasa Pengampunan dan Pemulihan

Berikut ini beberapa istilah yang dipakai firman Allah dalam menjelaskan pengampunan yang Allah berikan kepada orang yang menyesal; bertobat dan mengakui dosa:

  1. Dijauhkan Tuhan

Mazmur 103:12

“Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.”

Saat kita bertobat, dosa kita dipisahkan dengan jarak antara timur dari barat. Apakah artinya dipisahkan sejauh timur dari barat? Artinya bahwa Allah memisahkan dosa dan kesalahan kita dengan jarak yang tidak terhingga, sehingga tidak dapat dijangkau kembali.

  1. Dihapus

Yesaya 43:25a

“Aku, akulah dia yang menghapus dosa pemberontakanmu…”

Pengampunan Kristus, membuat dosa kita dihapus dari hadapanNya. Artinya seperti catatan buruk yang dihapus, sehingga Tuhan sendiri tidak akan melihat; membaca dan tidak bisa mengetahuinya lagi. Dihapus ini bukan seperti sebuah buku yang jatuh ke lumpur lalu kita bersihkan, sehingga masih kelihatan bekas-bekas lumpur yang tersisa. Dihapus itu artinya benar-benar bersih, tidak sedikitpun nampak sisa kotorannya. Rasul Paulus menyebutnya sebagai ciptaan baru. (2Kor 5:17)

  1. Dilupakan Tuhan

Yesaya 43:25b

“…oleh karena Aku sendiri, dan  Aku tidak mengingat-ingat dosamu”.

Ketika Tuhan mengampuni dosa kita, Tuhan tidak akan pernah mengingat-ingat dosa lagi.  Semua dosa dan pelanggaran yang pernah kita perbuat dilupakan Tuhan untuk selamanya. Sekalipun Iblis terus menuduh untuk mengingatkan dosa-dosa kita dihadapan Tuhan, namun Tuhan tidak mengingatnya lagi sebab semua telah dibayar lunas oleh korban Yesus di atas kayu salib. Tuhan benar-benar melupakan segala dosa kita dan menerima kita sebagai anak-anakNya.

  1. Tidak Menyebut-nyebutnya Lagi

Ayub 11:6b

“Maka engkau akan mengetahui, bahwa Allah tidak memperhitungkan bagimu sebagian dari pada kesalahanmu.”

Kata “memperhitungkan” artinya: tidak dipermasalahkan lagi (tidak akan ungkit-ungkit lagi). Wooow…. Tuhan kita luar bisa! Tuhan bukan saja menjauhkan, menghapus dan melupakan segala dosa yang pernah kita lakukan, Tuhan juga tidak pernah mengingatnya lagi akan segala dosa dan kesalahan kita. Bahkan Dia tidak pernah mempermasalahkan akan kesalahan kita.

Penutup

Saat Allah berhadapan dengan Yunus dan mengutus Yunus untuk kedua kalinya ke Niniwe pada episode: Yunus 3:1-3, Allah memandang Yunus dalam keadaan baru. Allah memandang Yunus seperti orang yang tidak pernah memberontak dan bersalah kepada Allah. Allah telah: menjauhkan; menghapuskan; melupakan dan tidak akan pernah mengungkit-ungkit lagi dosa yang telah dilakukan Yunus. Bagaimana dengan kita?

Kita tidak lebih baik dari Yunus. Kita semua adalah pemberontak-pemberontak Allah melalui perbuatan dosa yang kita lakukan. Tetapi syukur kepada Tuhan, sebab melalui korban Yesus di atas kayu salib Allah telah: menjauhkan; menghapuskan; melupakan dan tidak akan pernah mengungkit-ungkit lagi dosa-dosa kita. Melalui kelahiran baru kita diterimaNya sebagai ciptaan baru. Kalau Tuhan sudah mengampuni segala dosa dan pelanggaran kita maka kita harus memiliki ruang di hati kita untuk mengampuni orang lain. Tuhan memberkati!!

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s