“APAKAH YANG KAMU CARI ?” by Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 2 – Minggu, 19 Juni 2016)

Yohanes 1 : 35-38

Pendahuluan

Pasal ini mengisahkan tentang kedua murid Yohanes yang mengikuti Yesus ketika mereka mendengar bahwa Yohanes menyebut Yesus adalah Domba Allah. Yesuspun berpaling dan menoleh kepada kedua murid Yohanes dan menguji dengan sebuah pertanyaan “apakah yang kamau cari?” Tujuannya untuk mengetahui:

  1. Motivasi pengiringan murid Yohanes kepada Yesus

Setiap orang memiliki motivasi yang berbeda dalam mengikut Yesus. Ada motivasi yang benar dan motivasi yang salah. Contoh Yohanes 6, Yesus menegur orang banyak yang mengikut DIA, sebab mereka mengiring karena makanan bukan karena pribadi Yesus. Jangan sampai kita mengiring Yesus hanya karena makanan atau kekayaan, tetapi atas dasar kasih – 1 Korintus 16:14. Bukan kita yang mengasihi Tuhan, tetapi Tuhan yang dahulu mengasihi kita sehingga kita sanggup mengasihi. Semua yang dimotivasi oleh KASIH akan menyenangkan hati Tuhan.  Dengan KASIH, kita menjadi pribadi yang rendah hati bukan sombong dan segala pekerjaan kita akan berhasil karena 1 Korintus 13:1-3, tanpa KASIH semuanya sia-sia.

  1. Komitmen

Selain memiliki motivasi kasih, komitmen adalah hal yang penting untuk dimiliki setiap orang percaya. Lukas 9:23, Orang Kristen harus menyangkal diri dan memikul salib maka harus punya komitmen. Motivasi dan Komitmen kita akan diuji.

  1. Tujuan

Tujuan sangat dibutuhkan dalam mengiring Yesus. Apa tujuan hidup kita? Untuk apa kita dilahirkan? Tujuan Tuhan yang sudah dikandung dalam kita sebelum kita dilahirkan, itulah yang harus kita kerjakan.

Manusia mengejar  5P

  1. POWER – (Kekuasaan)
  2. POSITION – (Kedudukan)
  3. PLEASURE – (Kesenangan)
  4. PRESTIGE – (Kewibawaan)
  5. PROSPERITY – (Kekayaan/Kemakmuran)

Kelima hal inilah yang dikejar oleh manusia dan sebagain besar umur kita dihabiskan untuk mengejar kelima hal tersebut. Jika seseorang sudah berhasil mencapai 5P, mereka akan dikatakan sukses atau berhasil. Ukuran SUKSES bagi manusia adalah kelima hal di atas ini. Namun seseorang bisa sukses tapi belum tentu seseorang telah mencapai tujuan hidup.

Apakah TUJUAN HIDUP kita ?

Semua tenaga, waktu, talenta dan potensi dikuras untuk mengejar 5P tapi sebenarnya merupakan tujuan yang membawa kita dalam kesesatan. Kolose 1:16 – Segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Pengejaran tujuan yang hanya didasarkan pada materi membuat manusia tersesat. Kita harus mengerti bahwa manusia diciptakan bukan untuk tujuan kita sendiri tapi untuk maksud dan tujuan Allah. Tidak sedikit orang percaya yang tersesat sebab hidup mereka beralih dari kerajaan Allah kepada kerajaan Dunia. Jadi sekarang  bagaimana dengan waktu yang kita  miliki, apakah dihabiskan untuk mencari 5P ataukah benar-benar kita gunakan untuk Tuhan? Bila kita diciptakan oleh Tuhan maka apakah yang akan kita cari?

A. Carilah Perkenanan TUHAN

Jangan memaksakan diri untuk memberi apa yang tidak diinginkan Tuhan. Galatia 1: 10 – Kita bukanlah Hamba Kristus kalau hanya mencari perkenanan manusia. Setiap orang akan mempertanggung-jawabkan segala yang diperbuatnya di hadapan Allah. Jadi manakah yang kita cari? Perkenanan Manusia ataukah perkenanan Tuhan. Contoh: Saulus mencari perkenanan manusia dengan menganiaya jemaat Tuhan, tetapi saat ia berjumpa Tuhan hidupnya berubah dan namanya adalah Paulus. Ia berkata mengenal Tuhan itu jauh lebih penting dari pada yang lain. Meskipun ia harus dibenci dan ditolak oleh orang Yahudi lainnya.

 

B. Carilah Kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya

Matius 6:33, tujuan kedua yang harus kita cari adalah kerajaan Allah dan kebenarannya. 5P bukanlah jawaban yang cukup untuk menjawab kebutuhan manusia yang sesungguhnya. Kekosongan hati dan jiwa manusia tidak dapat terpenuhi dengan sempurna oleh 5P.

SUKSES VS TUJUAN HIDUP

Ada banyak contoh orang yang berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan pengejaran terhadap 5P dan mereka sukses, tetapi hanya bertahan beberapa tahun saja. Hingga pada akhirnya pengejaran tersebut tidak memenuhi kebutuhan terhadap kekosongan hati dan jiwa mereka. Hidup mereka gagal, hancur dan binasa. Yesus mengetahui bahwa 5P yang ditawarkan oleh dunia tidak dapat menjadi jawaban yang tepat, maka Yesus menawarkan kerajaan Allah dan kebenaran-Nya”.

KERAJAAN adalah pengaruh seorang raja yang memerintah, menjalankan kehendak, tujuan, dan maksudnya serta menghasilkan suatu budaya. Jadi, kerajaan Allah adalah Pengaruh Allah atas bumi dengan kehendak, tujuan dan maksudnya untuk menghasilkan suatu budaya dan standar moral bagi warga Negara yang dipimpinnya yaitu Umat Manusia.

Kesalahan prioritas dan tujuan hidup yaitu dengan cara memenuhi kebutuhan yang ditawarkan dunia (5P) membuat kehidupan terasa begitu berat dan menyakitkan. Inilah yang menjadi tujuan Penebusan supaya kehadiran Kerajaan ALLAH nyata di bumi. Pengaruhnya meresap sampai ke bumi sehingga manusia memiliki standar moral yang benar. Seperti yang terdapat dalam Doa yang Yesus ajarkan  dalam Matius 6:10 – “..di bumi seperti di sorga..” Suasana sorga dapat mempengaruhi dunia melalui warga Kerajaan Allah yaitu kita anak-anak-Nya. Oleh sebab itu, hendaklah kita hidup dalam tujuan Tuhan dan mengikuti panggilan Allah yang adalah tujuan tertinggi.

Roma 8:29, kita dipilih dan ditentukan menjadi warga Kerajaan ALLAH untuk menjadi serupa dengan KRISTUS.

SALAH PRIORITAS MEMBAWA DALAM KESULITAN DAN KEBINASAAN

Kerajaan ALLAH harus menjadi prioritas utama dalam hidup kita dengan menerapkan prinsip-prinsip serta nilai-nilai Kerajaan ALLAH dalam hidup, relasi, pekerjaan dan keseluruhan hidup kita.

Dalam Mat 6: 33, ada 2 Hal Pengejaran, yaitu:

  1. Kerajaan Allah
  2. Kebenaran

Jadikan kerajaan ALLAH dan Kebenaran-Nya sebagai PRIORITAS maka “Semuanya itu” (Mat 6:25 – Makan, Minum, Pakai, termasuk hal-hal jasmani yang bukan prioritas) akan menjadi bagian kita. Jadi saat kita mendapatkan Raja dan Kerajaan-Nya maka semua akan menjadi milik kita.

Matius 6:31,32 – Jangan kuatir, karena semua itu dicari orang-orang yang tidak mengenal Allah. Jadi bila kita terlalu memusingkan hal-hal itu kita akan menjadi sama dengan mereka. Contoh: Ester 5:1-6, Ester mendapatkan hati Sang Raja, maka Raja berkata akan memenuhi keinginannya, setengah kerajaan sekalipun akan diberikannya. Kejarlah Raja yang adalah sumber segala sesuatu. Dapatkan hatinya Tuhan maka berkatNya akan menjadi bagian kita. Tetapi kadangkala kita sibuk mencari 5P, yaitu makanan, kebutuhan dan keinginan-keinginan. Inilah sebabnya hidup kita menjadi berat karena salah prioritas. Carilah Rajanya bukan hasil yang diperoleh sehingga kita mendapat semuanya. Pemazmur katakan bahwa berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak ada gunanya.

Sebelum kita memulai segala sesuatu, carilah Rajanya yaitu Tuhan Yesus Kristus maka semuanya akan ditambahkan kepada kita. JADILAH PENGANTIN YANG MENDAPATKAN HATI RAJA-NYA, BERKAT TUHAN AKAN MENJADI BAGIAN SAUDARA.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s