“Apakah yang kamu cari?” seri 2 by Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3 – Minggu, 26 Juni 2016)

Yohanes 1:38

Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat,

bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka:

“Apakah yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya: “

Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?”

 

Pendahuluan

Saat dua orang murid Yohanes mengikutiNya dari belakang, Yesus menoleh dan berkata: “Apakah yang kamu cari?”  Makna pertanyaan ini telah kita pelajari pada pertemuan yang lalu, yaitu:

  1. MOTIVASI

Tuhan Yesus ingin menguji motivasi pengiringan dua orang murid Yohanes. Apakah mereka memiliki motivasi yang benar atau ada motivasi yang tersembunyi dibalik pengiringannya kepada Yesus.

Motivasi yang benar dalam pengiringan kita kepada Tuhan Yesus adalah kasih.

1Korintus 16 : 14

Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!

Kasih harus menjadi dasar/landasan pengiringan dan pelayanan kita kepada Tuhan, sebab tanpa kasih semua adalah sia-sia. (1Korintus 13 : 1-3)

 

  1. KOMITMEN

Makna kedua dari pertanyaan Tuhan Yesus adalah tentang “komitmen.” Apakah murid-murid Yohanes berkomitmen untuk selalu mengikutNYA? Untuk mengetahui komitmen mereka Tuhan Yesus bertanya ‘apakah yang kamu cari?’ Mengapa Tuhan Yesus menanyakan komitmen dua orang murid Yohanes? Sebab mengikut Yesus ada harga yang harus dibayar yaitu menyangkal diri dan memikul salib.

Lukas 9:23

Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”

Pada kesempatan kali ini, kita akan belajar tentang makna yang ketiga dari pertanyaan Tuhan Yesus yaitu:

  1. TUJUAN

Apakah yang kamu cari? Dengan lain kata Tuhan Yesus bertanya: apa tujuan kalian mengikuti-Ku? Kalau mereka memiliki motivasi benar, maka tujuan mereka juga akan benar. Tetapi kalau motivasinya salah tujuannya pun menjadi salah.

Sekarang marilah kita merefleksikan pertanyaan Tuhan Yesus ini kepada diri kita. Apakah yang kamu cari? Apakah tujuan hidup kita? Pernahkah kita merenungkan untuk apa kita dilahirkan? Tahukah saudara bahwa tujuan Tuhan dalam hidup kita itu, sudah ada sejak kita dilahirkan bahkan sebelum kita dilahirkan. Namun sayang tidak banyak manusia yang mengerti tujuan hidupnya.

Pengejaran Manusia

Apakah yang sesungguhnya menjadi tujuan hidup manusia ketika ia diciptakan oleh Tuhan? Saya memperhatikan kebanyakan manusia mengejar apa yang saya sebut 5P. Apakah isi 5P itu?

 

  1. Power – Kekuasaan

Power atau kekuasan menjadi pengejaran utama manusia. Naluri alamiah manusia selalu ingin berkuasa dan menguasi yang lain. Itulah sebabnya semua potensi, kekuatan, gairah dan tenaga dihabiskan untuk mendapatkan kekuasaan. Dimana-mana manusia haus akan kekuasaan. Dunia menilai siapa yang paling berkuasa dialah yang terhebat.

  1. Position – Kedudukan

Seiring dengan pengejaran kekuasaan, manusia juga sedang mengejar kedudukan. Kedudukan akan menentukan kekuasaan. Semakin tinggi kedudukan seseorang, maka semakin besar pula kekuasaan yang dimilikinya. Untuk itulah manusia berlomba-lomba mengejar kedudukan sekalipun dengan cara-cara yang tidak benar.

  1. Pleasure – Kesenangan

Manusia mengukur kehidupan berdasarkan kesenangan dunia yang dapat dinikmati. Manusia berkerja keras tak kenal lelah dengan tujuan untuk menikmati hidup senang. Sejak kecil para orang tua menasehati dan mendidik anak-anaknya; “belajar yang rajin nak agar kelak jadi orang, hidupmu senang. Jadi anak jangan malas, kalau tidak ingin hidup susah.” Dan masih banyak lagi nasehat yang sejenis. Semuanya itu dilakukan orang tua dengan harapan kelak anak-anaknya dapat hidup senang.

  1. Prestige – Kewibawaan

Semua orang senang dihargai dan dihormati. Mengejar kedudukan dan kekuasaan ujungnya adalah untuk mendapatkan kehormatan/kewibawaan.

  1. Prosperity – Kekayaan

Kekayaan adalah induk dari semua tujuan dan pengejaran manusia. Dunia mengukur kehormatan, kedudukan, harga diri dan kesenangan dari kekayaan. Orang yang memiliki banyak kekayaan dialah yang berkuasa. Orang yang senang adalah yang kaya dan yang dihormati adalah yang paling punya dan berkuasa. Itulah sebabnya semua potensi, tenaga, waktu dan pikiran dikerahkan  manusia untuk meraih kekayaan.

Keberhasilan mengejar 5P ini disebut manusia sebagai “SUKSES.” Orang sukses diukur seberapa banyak ia memiliki kekuasaan, kedudukan dan kekayaan. Semakin besar kekuasaannya, tinggi kedudukannya dan banyak kekayaannya adalah orang yang sudah sukses. Sebaliknya kalau orang masih miskin, tidak memiliki kekuasaan dan jabatan dianggap belum sukses. Ini salah!! Sebab kesuksesan bukanlah pencapaian terhadap hal-hal materi/jasmani melainkan keberhasilan melakukan kehendak Tuhan. Orang yang sukses adalah mereka yang berhasil melakukan kehendak Tuhan sebagai tujuan dari hidupnya. Dunia menawarkan dan mengajar kita untuk sukses, tetapi bukan mencapai tujuan hidup.

SUKSES vs TUJUAN HIDUP

Untuk memahami perbedaan orang sukses dan orang yang mencapai tujuan hidupnya, marilah kita belajar dari sejarah manusia. Pada tahun 1923, di Hotel Edge Water Beach di Chicago, Amerika Serikat berkumpul 8 orang miliarder. Mereka adalah:  

  • Charles Schwab, CEO perusahaan besi baja ternama pada waktu itu, yaitu Bethlehem Steel.
  • Richard Whitney, President New York Stock Exchange.
  • Livermore, raja saham “The Great Bear” di Wall Street
  • “The Match King”, Ivar Krueger, CEO perusahaan hak cipta
  • Leon Fraser, Chairman of Bank of International Settlement
  • Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika Utara
  • Arthur Cutton , pemilik pabrik tepung terbesar di dunia.
  • Albert Fall, adalah anggota kabinet presiden Amerika Serikat

Mereka adalah orang yang sukses menurut kaca mata dunia. Mereka mendapatkan kekuasaan , kedudukan, kesenangan, kehormaatan dan kekayaan. Tetapi apa yang terjadi setelah 25 tahun kemudian?

Inilah akhir hidup mereka.

  • Charles Schwab, pada akhir hidupnya mengalami kebangkrutan total, sehingga ia terpaksa berhutang untuk membiayai hidupnya selama 5 tahun sebelum meninggal.
  • Richard Whitney, menghabiskan sisa hidupnya di penjara Sing Sing.
  • Livermore, raja saham “The Great Bear” di Wall Street akhirnya mati bunuh diri.
  • “The Match King”, Ivar Krueger juga meninggal dengan cara bunuh diri.
  • Leon Fraser, Chairman of Bank of International Settlement, akhir hidupnya tidak lebih baik dari teman-temannya, ia juga mati bunuh diri.
  • Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika Utara – ia mati karena Sakit jiwa
  • Arthur Cutton , pemilik pabrik tepung terbesar di dunia – meninggal di negeri orang lain.
  • Albert Fall, adalah anggota kabinet presiden Amerika Serikat, meninggal di rumahnya di Texas ketika baru saja keluar dari penjara.

APAKAH TUJUAN HIDUP KITA ?

“Apakah yang kamu cari?” Untuk menemukan tujuan sebuah barang diciptakan kita dapat bertanya kepada sang penciptanya. Demikian halnya dengan kita. Untuk mengetahui tujuan hidup, maka kita harus memulai dari Allah sebagai pencipta manusia.

Tujuan Allah menciptakan manusia

Kolose1:16 

karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.

Jelaslah bagi kita bahwa tujuan Allah menciptakan kita bukan untuk kepentingan kita tetapi untuk Tuhan. Manusia diciptakan untuk tujuan dan maksud-masud Tuhan. Namun sayang, Iblis telah menggeser tujuan ini sehingga tujuan manusia menjadi beralih dari Tuhan kepada diri sendiri. Manusia lebih mengutamakan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya ketimbang tujuan dan kehendak Allah.

Seorang muda kaya yang gagal. (Matius 19:16-26)

Jika kita memperhatikan keberhasilan yang dicapai orang muda ini, ia adalah orang yang sukses. Ia memiliki kekayaan yang sangat banyak. Hartanya melimpah tersimpan dalam lumbung-lumbungnya. Ia memang sukses tetapi gagal memahami tujuan Tuhan dalam hidupnya. Ia menolak mengikuti perintah Tuhan karena hartanya banyak.

 

Mat 19:21, 22

Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

“Apakah yang kamu cari?”

 A. Carilah PERKENANAN TUHAN

Karena kita diciptakan untuk Tuhan, maka yang utama dalam hidup kita adalah mencari perkenanan Tuhan. Semua prestasi, pelayanan, pengorbanan, persembahan, tidak ada artinya jika TUHAN tidak berkenan. Dalam Matius 7:22, 23, Tuhan Yesus berkata: “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Siapakah orang yang diperkenan TUHAN?

Orang yang diperkanan Tuhan bukan orang yang berhasil meraih 5P, melainkan orang yang melakukan kehendak Tuhan dalam hidupnya.

Matius 7:21 

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Untuk memahami tentang perkenanan Tuhan, mari kita lihat contoh berikut ini.

  • Raja Saul – 1 Sam 15

Firman Tuhan datang kepada Saul: “Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan  janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.” (1 Samuel 15:2,3)

Apa yang dilakukan Saul?

Saul memukul kalah orang Amalek mulai dari Hawila sampai ke Syur, yang di sebelah timur Mesir. Agag, raja orang Amalek, ditangkapnya hidup-hidup, tetapi segenap rakyatnya ditumpasnya dengan mata pedang. Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka. (1Samuel 15:7-9)

Tidak sukses menumpas orang Amalek, tetapi gagal melakukan kehendak Tuhan. Demi mendapatkan kekayaan yang lebih banyak dan kehormatan dari manusia, Saul rela mengorbankan kehendak Tuhan dalam hidupnya.

  • Saulus /Paulus

Berbeda dengan Saulus/Paulus, ia rela tidak mendapatkan 5P, asal saja dapat melakukan kehendak Tuhan dalam hidupnya. Bahkan ia rela menderita asal saja dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadanya. Bagaimana dengan kita?

Kisah Rasul  20:22-24 

Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

Penutup

Sadarilah bahwa kita diciptakan untuk tujuan Tuhan bukan diri kita sendiri. Untuk itu pastikanlah bahwa yang kita cari adalah perkenanan Tuhan bukan manusia.

Galatia 1:10 

Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

 

Carilah perkenanan Tuhan asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku. Tuhan memberkati!!KJP

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s