APAKAH YANG KAMU CARI seri 4 by Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 1 – Minggu, 3 Juli 2016 )

Yohanes 1:38

“Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?”

Minggu yang lalu kita mengetahui bahwa pertanyaan Yesus kepada murid-murid Yohanes bertujuan untuk mengetahui:
1. Motivasi pengiringan murid Yohanes kepada Yesus
Segala sesuatu yang dikerjakan oleh seseorang didorong oleh sebuah motivasi, entahkah itu motivasi yang benar ataukah motivasi yang salah. Tidak ada seorangpun yang mengetahui motivasi hati orang lain selain dari pada Tuhan. Ketika Yesus bertanya kepada murid-murid Yohanes, tujuannya untuk menguji motivasi mereka. Apakah mereka mengikut Yesus karena kasih ataukah untuk keuntungan pribadi. Seperti halnya murid Yohanes, Allah pun menguji setiap hati umatNya. Apakah yang kita cari saat mengiring Tuhan? 1 Korintus 16:14, hendaklah pengiringan kita didasarkan oleh kasih.

2. Komitmen
Selain motivasi yang diuji, komitmen juga akan diuji. Lukas 9:23, Orang Kristen harus menyangkal diri dan memikul salib sehingga harus punya komitmen. Motivasi dan Komitmen kita akan diuji.

3. Tujuan
Tuhan memiliki tujuanNya dalam setiap hidup manusia. Namun terkadang kita bukan mencari apa yang menjadi tujuan Tuhan. Melainkan kita sibuk mencari tujuan diri sendiri demi kehidupan sehari-hari.

Manusia mengejar – 5P:
1. POWER – (Kekuasaan)
2. POSITION – (Kedudukan)
3. PLEASURE – (Kesenangan)
4. PRESTIGE – (Kewibawaan)
5. PROSPERITY – (Kekayaan/Kemakmuran)

Mengejar kelima hal tersebut tidaklah salah, tetapi bukanlah prioritas hidup. Sebab kita diciptakan untuk tujuan TUHAN. Tuhanlah sumber dari segala sesuatu. Kolose1:16 “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”

Segala sesuatu dari Tuhan dan kembali untuk Tuhan. Untuk mencapainya hal yang harus kita lakukan adalah:
1. Perkenanan TUHAN
Galatia 1:10–Kita bukanlah Hamba Kristus jika hanya mencari perkenanan manusia. Sebelum hidup baru, Paulus yang dahulu adalah Saulus, yang mencari perkenanan manusia dengan menganiaya jemaat Tuhan. Tetapi saat ia berjumpa Tuhan hidupnya berubah. Tujuan hidupnya berubah, yaitu untuk mencari apa yang Tuhan inginkan bukan yang manusia inginkan. Paulus berkata “mengenal Tuhan itu jauh lebih penting dari pada yang lain”, meskipun ia harus dibenci dan ditolak oleh orang Yahudi lainnya.

2. Kerajaan Allah dan kebenarannya
Matius 6:33, tujuan kedua yang harus kita cari adalah kerajaan Allah dan kebenaranNya. Dalam kerajaan, Rajalah pusat segala sesuatu yang berdaulat penuh. Dalam kerajaan Allah, Yesuslah Raja yang berdaulat penuh. Saat kita mendapatkan sang Raja, maka seluruh isi kerajaan menjadi milik kita. 5P bukanlah jawaban yang cukup untuk menjawab kebutuhan manusia yang sesungguhnya. Sebab ada yang lebih utama dari kekayaan dunia yaitu kekayaan sorgawi. Bila kita mengejar kerajaan Allah maka semua isi kerajaan menjadi milik kita. Mengejar 5P akan menjadikan hidup berat dan susah.

PRINSIP KERAJAAN
a. Seorang Raja adalah unsur utama dalam Kerajaan
Kehebatan kerajaan tampak dari raja yang memimpin. Raja merupakan pemegang otoritas tertinggi dalam kerajaan. Segala sesuatu yang diperintahkan oleh raja harus dilaksanakan. Kerajaan tanpa RAJA hanya rumah besar yang kosong. Dalam kerajaan sorga, Yesuslah raja. Artinya, bila kita mencari kerajaan Allah berarti kita mencari Yesus. Tetapi siapakah yang UTAMA dalam hidup kita? Apakah Yesus ataukah 5P? Kegagalan menempatkan Yesus sebagai yang utama dalam hidup kita adalah kegagalan dalam menjalani kehidupan.

Filipi 3:7,8 “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.”

Paulus meninggalkan segala sesuatu untuk mengejar sang Raja. Bandingkan kisah Paulus dengan seorang pemuda kaya. Matius 19:21,22 “Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku. Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.”
Ketika Rasul Paulus berjumpa dengan sang Raja yaitu Yesus, ia memilih untuk meninggalkan segala sesuatu. Lain halnya dengan pemuda kaya saat ia berjumpa dengan sang Raja. Ia memilih untuk meninggalkan sang Raja sebab hartanya yang banyak.

1 Timotius 6:10 – segala sesuatu dalam dunia membutuhkan uang, tetapi uang bukanlah yang utama. Berbagai duka dialami mereka yang memburu uang. Lambat laun mereka yang memburu uang akan keluar dari prinsip kerajaan Allah.

Raja Yosafat – 2 Tawarik 20:1-3
Inilah salah satu contoh orang yang menjadikan Tuhan sebagai Raja dalam hidupnya. Ia akan selalu mengutamakan Tuhan dalam segala tindakan termasuk saat menghadapi musuh. Dalam ketakutan Yosafat mencari TUHAN dan menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Hasilnya mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian. Dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda sehingga mereka terpukul kalah. Saat Yosafat hidup dalam Prinsip Tuhan maka Tuhan berperang menggantikannya.

b. Perkataan Raja adalah HUKUM dalam Kerajaan
Dalam Pemerintahan Indonesia, undang-undanglah yang berkuasa tetapi dalam sistem kerajaan perkataan rajalah hukumnya. FIRMAN ALLAH adalah HUKUM kerajaan Allah. Yohanes 17:17 – Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Hukum akan memberikan jaminan, perlindungan dan kepastian. Yosua 1:8 “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”

c. Seorang Raja memelihara hidup warga Kerajaan (Matius 6:31,32)
Raja bertanggung jawab atas umatnya seperti Yusuf yang bertanggung jawab atas kelanjutan hidup orang mesir dalam masa kelaparan.
Filipi 4:19 “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.”

Roma 8:32 “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”

Kerajaan dunia terkadang tidak adil dalam mengambil keputusan tetapi kerajaan Allah adil adanya. Kerajaan dunia dapat mengabaikan rakyatnya tetapi kerajaan Allah tidak akan mengabaikan mereka yang hidup didalamNya.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s