PERJAMUAN KUDUS ADALAH PERINGATAN AKAN PENGAMPUNAN DAN PENEBUSAN DOSA by Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 3 – Minggu, 3 Juli 2016 )

Kolose 1:13,14

“Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita kedalam Kerajaan AnakNya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.”

Ayat pokok ini menjelaskan tentang keadaan kita sebelum dan sesudah kita ditebus melalui pengampunan dosa, lewat korban Kristus yang selalu kita peringati setiap kali kita melakukan perjamuan suci.  Sebelumnya hidup kita dikuasai oleh kuasa kegelapan dosa karena semua orang telah berbuat dosa, seperti yang tertulis dalam Roma 3:23.  Tetapi oleh kebesaran kasih Allah, kita telah dilepaskan dari kuasa kegelapan dan dipindahkan kedalam perlindungan kerajaan AnakNya (Yesus) melalui pengampunan dosa oleh darah Yesus di salib.

TENTANG DOSA

Dosa kalau kita melihat dalam bahasa Indonesia memiliki pengertian yang sederhana  yaitu: Memberontak / melawan Tuhan; Tidak melakukan kehendak Tuhan; Melakukan pelanggaran; Hidup dalam kegelapan/kejahatan; Hidup dalam ketidakbenaran. Dalam bahasa Yunani kata dosa memiliki arti yang lebih luas  yaitu :

  1. HAMARTIA, artinya: KEHILANGAN TANDA

Saat manusia diciptakan, manusia memiliki tanda Illahi yaitu Kemuliaan Allah.

Roma 3:23–“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.”

Allah menciptakan manusia dari mulanya dengan gambarNya sendiri, sehingga manusia memiliki tanda Illahi yaitu kemuliaan Allah itu sendiri. Tetapi karena perbuatan dosa, kemuliaan Allah menjadi padam dan manusia terlihat ketelanjangannya. Sehebat, sekaya dan sepandai apapun manusia, tanpa kembali dipulihkan dari dosanya, ia sudah kehilangan tanda kemuliaan itu.

 

  1. HAMARTEMA, artinya TIDAK MENANGGAPI atau MELAWAN HUKUM ALLAH

Tidak menanggapi atau melawan kebenaran firman Allah disini adalah meski sebenarnya ia tahu kebenaran itu, tetapi tetap tidak mau menanggapi atau bahkan melawan.

Markus 4:12“Supaya, sekalipun melihat, mereka tidak menaggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun,”

Orang-orang model seperti ini adalah orang-orang yang acuh tak acuh terhadap firman Tuhan, meskipun mereka mau mendengarnya, tetapi meremehkannya. Tidak sedikit orang Kristen yang modelnya seperti ini. Jelas mereka tidak akan alami perubahan hidup karena firman yang mampu mengubahkan hidup ini mereka tidak menanggapinya. Bagi mereka tidak ada ampun selain kebinasaan.

  1. PARAKOE, artinya KETIDAKTAATAN; TIDAK MAU MENDENGAR. 

Ibrani 2:2“Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal.”

Contoh :

  • Istri Lot , Kej 19:26

Ketika malaikat Tuhan menyelamatkan Lot dan keluarganya dari malapetaka yang menimpa kota Sodom dan gomora tempat tinggal mereka, Tuhan memerintahkan mereka untuk jangan menoleh ke belakang. Istri Lot tidak taat, ia tidak mau mendengarkan pesan Tuhan. Tubuhnya memang berlari sesuai perintah Tuhan tetapi tidak dengan hatinya. Ia menoleh ke belakang dan jadilah ia tiang garam. Pembelajaran dari istri Lot adalah Tuhan tidak ingin kita menoleh kepada kehidupan kita masa lalu yang penuh dengan ketidaktaatan, tetapi lurus ke depan kepada panggilan dan rancangan Tuhan. Jika kita menoleh kembali kepada hidup lama kita, maka kita akan binasa.

  • Simson, 16:17

Ia seorang yang dipilih Tuhan untuk menjadi pahlawan pembebas umatNya. Namun sayang hidup Simson sangat mengecewakan, bukan saja bagi orang tuanya tetapi juga Tuhan yang memilihnya. Simson hidup dalam ketidaktaatan, semua larangan Tuhan untuk hidup sebagai alat Tuhan dilanggar senua. Ia minum minuman yang dilarang Tuhan, ia langgar bahkan minum sampai mabuk; dilarang untuk menikahi perempuan yang diluar Israel, ia langgar bahkan sampai tiga kali Simson berhubungan dan menikah dengan wanita diluar Israel.

  • Raja Saul, 1 Sam 15:9-11

Raja Saul adalah raja yang dipilih Allah sendiri dengan tanda khusus lewat nabi Samuel. Namun sayang Saul berubah menjadi tidak taat kepada perintah Tuhan. Diperintahkan untuk memusnahkan bangsa Amalek sampai kepada binatangnya, Saul menyisakan Rajanya yaitu Agag raja Amalek, dan juga tidak membinasakan binatang yang gemuk dan tambun. Allah marah dan kecewa karena Saul tidak mau taat dan dengar-dengaran kepada perintah Tuhan. Sedianya Tuhan akan mengokohkan tahta kerajaannya. Tetapi Allah menolaknya dan menggantikannya dengan Daud.

  1. ANOMIA , artinya KEJAHATAN.

Dalam  2 Kor.6:14  Ditulis kedurhakaan,  dan dalam  1 Yoh 3:4 – disebut Melanggar hukum.

Pengikut Yesus yang sejati, mampu tetap berdiri diatas kebenaran, walaupun semua orang dilingkungannya melakukan pelanggaran.

Contoh LOT. Ia tetap ada dalam kebenaran meski ia tinggal di kota Sodom yang semua penduduknya berbuat dosa, Kej. 13 : 12,13. Rasul Petrus dalam suratnya, menyinggung soal penderitaan Lot ditengah-tengah masyarakat yang jahat dan penuh dengan dosa.

2 Petrus 2:7“ Tetapi Ia menyelamatkan Lot orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa napsu mereka saja.”

Orang-orang Sodom melakukan dosa sexual yang menjijikan dimana mereka menyimpang dari apa yang sudah ditentukan Allah. Laki-laki birahi kepada sesama laki-laki, dari kata Sodom kemudian kita mengenal kata “Sodomi” . Di akhir jaman dosa ini semakin meraja lela yang sekarang sudah muncul komunitasnya yang kita kenal dengan LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender). Orang Sodom dan Gomora benar-benar mendurhaka kepada Tuhan dengan hawa nafsu mereka. Bahayanya dosa kedurhakaan jika sudah merajalela, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin,Mat. 24:12. Kasih sebagai dasar hubungan manusia tidak lagi dipandang sakral oleh mereka, tetapi apa yang mereka mau itulah yang mereka lakukan. Geraja Tuhan jangan sampai tersentuh dosa Anomia ini.

 

  1. PARANOMIA, artinya KEBEBALAN.

Menunjuk kepada orang yang keras hati; tidak mau diberi tahu/dinasehati.

Contoh:

  • Bileam, 2 Petrus.2:16.

Bileam sebenarnya adalah seorang nabi Allah di Israel, tetapi karena cinta uang ia menerima job dari musuh Israel untuk mengutuki Israel yang adalah bangsanya sendiri. Tuhan sudah berulang kali memberi peringatan untuk jangan melakukannya, sampai Tuhan membuka mulut keledai tunggangannya bisa berbicara untuk menegur Bileam. Tetapi ia tetap tidak mau mendengarkan, hatinya sudah bebal dan keras tidak lagi mau dinasehati. Nama Bileam setelah peristiwa ini tidak pernah lagi disinggung, karena Bileam tewas ketika Israel diserbu musuh.

  • Firaun,7-8.

Firaun Raja Mesir, 10 kali Tuhan memperlihatkan kuasaNya melalui 10 tulah, agar bangsa Israel dilepaskan dari jajahan Mesir, tetapi 10 kali juga Firaun mengeraskan hatinya untuk tidak mau menuruti perintah Tuhan lewat Musa. Hatinya sudah begitu bebal untuk mau tunduk kepada perintah Tuhan. Dengan kuasa Tuhan akhirnya Firaun beserta bala tentaranya dibinasakan dengan ditenggelamkan di laut merah.

 

  1. PARABASIS (Pelanggaran Garis batas Tuhan bagi kita tegas, yaitu Firman Allah, yang tidak boleh dilanggar).

Bangsa Israel melanggar hukum yang justru mereka banggakan, yaitu Taurat, Roma.2:23. Dalam istilah jawa dipakai kata “ Jarkoni “ artinya bisa ngajar tapi tidak bisa nglakoni, sebagai anak-anak Tuhan jangan sampai kita tahu firman Tuhan, bahkan tahu mengajarkannya kepada orang lain tetapi dalam prakteknya kita malah tidak melakukannya, hidup diluar aturan firman Tuhan berarti keluar dari batas yang ditentukan Tuhan, itu sama dengan keluar dari perlindungan Tuhan.

 

  1. PARAPTOMA ( Kesalahan )

Secara harafiah diartikan Kejatuhan. Kejatuhan dalam penerapannya adalah kejatuhan karena hidupnya Tidak benar; Tidak jujur; Tidak setia. Contoh orang-orang yang melakukan Paraptoma:

  • Simson, Hak 16.

Meski Ia seorang nazir Allah tetapi hidupnya tidak menuruti kebenaran Tuhan. Semua larangan Tuhan dilanggarnya, mulai dari minum minuman yang memabukkan, menikahi wanita kafir (diluar Israel) sampai kepada rahasia Illahi tentang kuasa Allah yang ada di rambutnya ia bukakan kepada musuhnya. Akibatnya bukan saja kehilangan kekuatannya Simson juga alami keterpurukkan, dibutakan matanya dan mati bersama-sama musuhnya.

  • Ananias dan safira, 5

Mereka tidak jujur dalam membawa korban persembahan. Sebenarnya selagi uang itu ada pada mereka adalah hak mereka untuk menggunakannya, tetapi mereka persembahkan kepada Tuhan dengan tidak jujur, mereka mengurangi jumlah persembahan itu tanpa mau jujur dan terbuka kepada Tuhan melalui Petrus, Allah masih memberi kesempatan kepada mereka untuk jujur tentang jumlah persembahannya sehingga Petrus menanyakannya,  tetapi mereka tetap memilih untuk tidak jujur. Tuhan menghukum mati seketika itu juga. Ketika gereja masuk pada saat kesempurnaannya kuasa Allah akan benar-benar dinyatakan dengan tegas, sehingga tidak ada lagi orang yang main-main dengan kebenaran Tuhan.

  • Yudas Iskariot : Contoh ketidak setiaan.

Ketidak setiaan Yudas dinyatakan lewat pengkhianatannya dengan menjual Yesus karena tamak akan uang.

Semua manusia tidak ada yang luput dari daftar dosa-dosa di atas dan tidak ada satupun yang dapat mengatasi dosa-dosanya.  Satu-satunya yang dapat mengurus dosa manusia adalah Yesus Kristus lewat pengorbananNya di kayu salib, yang mati bagi penebusan dosa kita. Setiap orang yang percaya dan menerima penebusan Tuhan di salib, menjadi satu tubuh didalam Kristus oleh kematianNya. Hal itu digambarkan lewat perjamuan suci.

Dalam 1 Korintus.11:23 –  Dikatakan oleh Yesus, “ Inilah tubuhKu “ tidak dikatakan inilah lambang tubuhKu, tetapi inilah tubuhKu, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku. Jadi setiap kali kita makan perjamuan kudus, kita harus menghayati dan selalu ingat bahwa Yesus telah disalibkan bagi dosa-dosa kita dan hidup kita bukan milik kita lagi tapi milik Tuhan.

Cawan anggur perjamuan, dalam 1 Korintus.11:24 dikatakan Tuhan: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darahKu; perbuatlah ini setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku.” Dosa kita diselesaikan melalui kematian tubuh Yesus di salib dan selanjutnya kita dikuduskan oleh darah Yesus, sekaligus menjadi meterai kepemilikan Tuhan atas hidup kita. Perjamuan suci bukan saja merupakan peringatan akan pengampunan dan penebusan atas dosa kita, tetapi juga peringatan kepada tugas kita untuk memberitakan kematian Yesus bagi keselamatan manusia agar terus diberitakan sampai Tuhan Yesus datang kembali. 1 Korintus.11:25.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s