BENTUK PENGHUKUMAN by Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya-Minggu, 17 JULI 2016 )

Yunus 3:3-5

(seri lanjutan khotbah penghukuman)

PENDAHULUAN

Minggu lalu kita mempelajari bahwa tujuan Allah mengutus Yunus ke Niniwe untuk memberitakan kabar hukuman sebab Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, Yunus 3:3. Menurut  Calvin’s Commentary, Yunus 3:3 dicatat demikian “And Niniveh was a great city to God”, artinya “Dan Niniwe adalah suatu kota besar bagi Allah”. Terjemahan New Internasional Version menuliskan “a city important to God, artinya suatu kota yang penting bagi Allah. Jadi, Niniwe merupakan kota yang mengagumkan di mata Allah karena Niniwe merupakan kota yang besar serta penting.

BESAR DAN PENTING

Kota yang besar dan penting, bukan karena nilai materi atau hal jasmani yang dimiliki oleh Niniwe. Melainkan di Niniwe ada jiwa-jiwa yang harus diselamatkan, jika tidak mereka akan binasa. Inilah hati Allah, yaitu keselamatan jiwa-jiwa. Allah tidak ingin ada penduduk Niniwe yang binasa, melainkan mereka selamat oleh pemberitaan Yunus. Seharusnya kita pun memiliki hati Allah dan mata Allah yang memandang jiwa-jiwa dengan belas kasihan. Oleh karena itu, Allah mengutus Yesus ke dalam dunia dengan tujuan untuk keselamatan manusia-Yohanes 3:17. Tetapi meskipun  Allah mengasihi Niniwe, Allah tidak segan-segan menghukum mereka jika menolak kasih karunia Allah lewat pemberitaan Yunus – Yohanes 3:18.

BENTUK HUKUMAN

Masa kemurahan (belas kasihan) Allah diberi kepada manusia secara cuma-cuma dimulai sejak kematian Yesus di atas kayu salib dan berakhir pada kedatangan Yesus kedua kali.

Perhatikan gambar!TIMELINE MASA ANUGRAH

Masa anugrah Allah dimulai setelah salib dan terus berjalan sampai kedatangan Yesus kedua kali. Tetapi selama tahun anugerah yang Yesus berikan secara cuma-cuma ditolak, konsekuensinya:

  1. Bagi orang yang meninggal sejak sekarang

Jika seseorang sudah mendengar berita injil, yaitu berita tentang Yesus tetapi menolaknya dan meninggal sebelum kedatangan Yesus ke-2x maka ia akan masuk dalam alam maut (Lukas 16:23) atau dunia orang mati (mazmur 9:18 dan Amsal 5:5). Di alam maut atau dunia orang mati, mereka alami siksaan selamanya. Alam maut bukan neraka, melainkan tempat siksaan sementara bagi orang yang mati di luar Yesus.

Bahasa Yunani “ALAM MAUT” adalah HADES artinya penjara atau tempat siksaan sementara. Di Hades (alam maut), mereka tidak disiksa secara tubuh, melainkan roh mereka sebab menolak Yesus. Nanti setelah Yesus datang kedua kali, mereka akan disiksa dalam neraka kekal, bukan hanya secara roh tetapi secara tubuh juga sebab mereka akan dibangkitkan dengan tubuh yang kekal. Oleh sebab itu, selama mereka masih hidup ada peluang untuk menyelamatkan mereka dengan bersaksi. Karena jika mereka sudah mati dan berada di Hades (alam maut), tidak akan ada yang bisa merubah posisi  mereka.

Lukas 16:23 –  Perhatikan gambar di bawah.

firdaus-hades

Dalam Lukas 16:23, menceritakan tentang Lazarus dan orang kaya. Keduanya mati, tetapi mereka berada di tempat yang berbeda. Lazarus di Firdaus sedangkan orang kaya di Hades. Jadi dalam alam roh ada 2 dunia setelah kematian, yang pertama adalah tempat kesenangan (firdaus) dan tempat kedua adalah alam maut (hades). Bagi mereka tidak percaya kepada Yesus maka mereka akan ke hades sedangkan mereka yang percaya kepada Yesus tidak akan masuk ke hades. Firdaus adalah tempat yang sangat menyenangkan tetapi tidak kekal – Lukas 16:23.

  1. Hidup Hingga Yesus Datang Kedua Kali

         Bagi mereka yang tidak percaya Yesus sekalipun sudah mendengar tentang Yesus dan mereka hidup sampai Yesus datang kedua kali, akan ada perbedaan. Lebih dahulu kita membahas tentang:

Orang Yang Percaya

         Orang yang mati didalam Yesus rohnya sementara berada di Firdaus. Saat Yesus datang kedua kali, akan bangkit dan menerima tubuh baru (tubuh kekal), I Tesalonika 4:16; I Korintus 15:40-44. Dan orang-orang percaya yang hidup sampai Yesus datang kedua kali, diubahkan dan menerima tubuh yang baru, I Korintus 15:51,52. Mereka semua yang percaya kepada Yesus akan menyongsong Yesus di Angkasa.

Orang Yang Tidak Percaya

Sedangkan Orang-orang yang tidak percaya akan ditimpa dengan tujuh malapetaka. Malapetaka akan terjadi setelah orang-orang percaya berada di angkasa bersama dengan Yesus. Ketujuh malaikat diperintahkan Yesus untuk mencurahkan cawan murka bagi orang-orang  yang tidak percaya kepada Yesus, sebagai berikut:

  • Cawan Murka I – Bisul, Wahyu 16:2.

Mereka yang menolak Yesus dan menerima tanda antikris akan menderita bisul jahat. Bisul tersebut muncul di tempat tanda antikris dibubuhkan.

  • Cawan Murka II – Laut Jadi Darah, Wahyu 16:3

Belum berakhir cawan murka pertama, malaikat mencurahkan cawan murka yang kedua. Seluruh laut menjadi darah.

  • Cawan Murka III – Sungai dan Mata Air Menjadi Darah , Wahyu 16:4-7
  • Cawan Murka IV – Matahari Menghanguskan Orang Berdosa, Wahyu 16:8

Selama zaman kasih karunia, kehangatan matahari pagi sangat bermanfaat bagi kulit, tetapi pada masa cawan murka dicurahkan matahari bukan menyehatkan kulit melainkan menghanguskan. Tidak dapat dibayangkan seberapa menyengatnya terik matahari pada masa itu.

  • Cawan Murka V – Kegelapan, Wahyu 16:10-11

Kegelapan ini berlangsung sekian lama dan mendatangkan kesakitan. Sebab oksigen semakin menipis, karena proses fotositensi bagi tumbuhan tidak terjadi. Fotositensi hanya terjadi oleh terik matahari.

  • Cawan Murka VI – Persiapan perang Harmagedon, Wahyu 16:12
  • Cawan Murka VII – Hujan Es, sebagai penuntasan hukuman, Wahyu 16:17-21

Setelah semua cawan murka terjadi, akan terdengar suara malaikat berkata “sudah terlaksana”. Perhatikan gambar:

timeline2

Beribu tahun yang lampau, Yesus berkata “sudah selesai”. Artinya Yesus sudah menyelesaikan tugas keselamatan bagi seluruh umat manusia. Dan pada akhir zaman akan terdengar perkataan “sudah terlaksana”, artinya Yesus juga akan menyelesaikan tugas penghukuman bagi orang yang menolak Yesus. Apakah yang sudah terlaksana?

TERLAKSANA HUKUMAN ALLAH

  • Gempa bumi yang dahsyat
  • Kerajaan Antikristus (dunia) terbelah menjadi tiga bagian
  • Semua pulau-pulau hilang
  • Hujan es besar, seberat seratus pon (46kg) jatuh menimpa manusia berdosa.

Tidak akan ada manusia yang bertahan hidup saat ketujuh cawan murka Allah dicurahkan. Artinya tidak ada satu orang pun dari orang yang menolak Yesus yang akan lolos dari pehukuman. Semuanya binasa! Tetapi penghukuman Allah atas orang yang menolak Yesus belum selesai. Mereka akan disiksa selama-lamanya di dalam neraka setelah perang Gog dan Magog – Wahyu 20:1-14.

Selama masih ada waktu dan kesempatan, beritakan injil kepada mereka yang belum percaya Yesus. Apakah itu keluarga, teman, sahabat atau pasangan kita. Tuhan Yesus menolong kita semua.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s