PERTOBATAN NINIWE (Berita Hukuman Membawa Pertobatan) By Pdt. JS. Minandar – Ibadah Raya, Minggu, 31 Juli 2016

Yunus 3:5-10

PENDAHULUAN

Dalam pembahasan khotbah minggu lalu, kita telah belajar bahwa berita keselamatan harus diberitakan kepada siapapun dan disampaikan dengan seimbang. Artinya berita yang disampaikan bukan hanya tentang kasih karunia dan kemurahan Allah (Yesaya 1:18) sehingga setiap kali seseorang berbuat dosa sebesar apapun, ia tetap diampuni. Berita tersebut memang benar 100%, namun ingat bahwa Allah memiliki batas kesabaran.  Yohanes 3:18 “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum. Barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.” Jadi bila kita menolak dan tidak percaya kepada Yesus, orang tersebut sudah berada di bawah penghukuman. Biarlah pemberitaan kita disampaikan dengan seimbang sehingga orang yang mendengarkan dapat bertobat dan hidup sesuai dengan perintah Tuhan.

Seperti Yunus pergi dan memberitakan kepada orang Niniwe tentang pertobatan, demikanpun kita memberitakan injil. Hasilnya terjadi kegerakan besar dan pertobatan massal di seluruh kota Niniwe.

MEREKA PERCAYA KEPADA ALLAH

Kalau kita ingin melihat jiwa-jiwa diselamatkan, kita harus berani bersaksi tentang Yesus.  Sebab hanya dengan bersaksi kita dapat menyelamatkan orang-orang yang berada disekitar kita sehingga mereka bertobat.

  1. BERTOBAT

Hanya dengan percaya kepada Yesus dan bertobat, seseorang diselamatkan. Bila tidak percaya, berarti hukuman di atas kepala, dan menunggu saatnya jatuh menimpa.

  1. BERPUASA

Matius 17:21, menuliskan tentang seorang anak yang sakit ayan. Penyakit tersebut bukan disebabkan oleh gangguan pada syarafnya tetapi kuasa roh jahat yang menguasai tubuhnya. Hanya dengan berdoa dan puasa saja roh itu dapat dikeluarkan.

Berpuasa adalah suatu hasrat, pengharapan dan kerinduan yang disampaikan dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Layaknya orang Niniwe yang berpuasa sebagai bukti bahwa mereka percaya kepada Allah dan  tidak main-main, apalagi berpura-pura. Tetapi dengan sungguh-sungguh mereka berdoa dan puasa memohon agar Tuhan tidak menimpakan kepada mereka penghukuman yang mengerikan.

  1. MENGENAKAN KAIN KABUNG

Saat berita penghukuman disampaikan oleh Yunus, ada perubahan hati yang terjadi pada orang Niniwe. Hal tersebut nampak dari sikap mereka yang mengenakan kain kabung mulai dari anak-anak sampai kepada ternak (Yunus 3:8). Perhatikan mulai ayat 5,6 kabar keselamatan disampaikan Yunus kepada semua kalangan usia, mulai dari anak-anak, orang muda, orang dewasa, rakyat jelata.

Penggunaan Kain kabung merupakan tanda penyesalan akan dosa dan kejahatan kepada Tuhan yang selama ini dilakukan. Tetepi dibalik semua pemberitaan Yunus, ada kuasa Allah yang bekerja untuk menginsafkan orang Niniwe. Sebab hanya Allah saja yang mampu mengubah hati manusia.

Jadi, bila kita memberitakan injil seperti Yunus entah dalam bentuk apapun dan orang tersebut bertobat serta percaya kepada Yesus. Semua itu terjadi bukan karena kita hebat dalam berkata-kata atau bersikap, melainkan karena kuasa Allah yang bekerja melalui pemberitaan kita, yaitu kuasa  Roh Kudus. Sebab itu, bekerjalah bersama Roh kudus untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi kemuliaan Tuhan.

BERITA PENGHUKUMAN SAMPAI KEPADA RAJA

Pemberitaan Yunus tidak hanya terdengar oleh seluruh masyarakat Niniwe melainkan sampai kepada telinga Raja. Yunus 3:6 “Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditinggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.”

Respon Raja

  1. Turun Dari Singgasana

Zaman sekarang orang-orang mempeributkan kedudukan/tahta karena tahta merupakan tempat yang terhomat bagi seseorang. Tetapi raja Niniwe justru turun dari tahta dan melepaskan kehormatannya untuk menerima pengampunan Allah. Inilah dampak dari pemberitaan Yunus. Tidak menutup kemungkinan hal tersebut dapat terjadi di tempat kita berada. Apabila setiap orang percaya bersaksi dan memberitakan kabar keselamatan dan berita hukuman maka semua orang menjadi sadar bahwa: kedudukan dan kekuasaan tak bisa melepaskan manusia dari hukuman. Hanya pertobatan yang membawa kepada kehidupan.

  1. Menanggalkan Jubah

Berita penghukuman membuat raja sadar bahwa jubah kemuliaan yang ia miliki tidak bisa menolong dia untuk luput dari hukuman. Sebab itu raja tanggalkan jubahnya, kini ia membutuhkan jubah keselamatan yang disediakan Allah bagi dia. Lukas 15, mengisahkan anak yang terhilang, ia menerima jubah keselamatan setelah ia bertobat dan diampuni.

Tentang Jubah

  • Kejadian 3:7, Adam dan Hawa, kehilangan jubah kemuliaan karena tertarik tawaran Iblis.
  • Kejadian 40:12 Yusuf, rela melepas jubah karena tak mau kompromi dengan dosa, sebab ia memandang jubah yang mulia (jubah raja).
  • Wahyu 7:9-10, Ada orang-orang kudus yang rela dianiaya Anti-kristus, untuk mendapat jubah putih yang disediakan Allah di sorga.

  1. Kain Kabung dan Duduk di Debu

Setelah Raja mendengar pemberitaan Yunus, maka ia mengharuskan semua orang Niniwe lakukan pertobatan                  massal di hadapan Tuhan. Seluruh orang penduduk Niniwe meratap mohon pengampunan  dan belas kasihan Tuhan dengan merendahkan diri serta mengakui kekuasaan Allah dalam sikap duduk di debu – Yunus 3:7.

Hasilnya, Yunus 3:10 “Menyesalah Tuhan karena berencana menimpakan malapetaka…”. Penyesalan yang Allah rasakan bukan penyesalan seperti yang manusia rasakan. Dalam terjemahan NIV, (The Quest Study Bible), kata “MENYESAL” ditulis dengan kata “He had compassion…” Artinya, Allah jatuh belas kasihan kepada penduduk Niniwe ketika Niniwe menyesal  dan merendah serta meratap memohon pengampunan di hadapan Allah.

Firman Allah Digenapi

I Yohanes 1:9 “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan diri dari segala kejahatan.”

WAKTU KEMURAHAN ALLAH

Allah memberikan kemurahan atau pengampunan kepada umat manusia, sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan Allah.

  • Secara Global (menyeluruh)

Allah memberikan masa kemurahan bagi manusia sejak kematian-Nya di atas kayu salib. Allah memberikan kemurahan (pengampunan) di dalam Yesus kepada orang-orang non Yahudi, sejak Kematian Yesus di kayu salib, sampai  awal masa pemerintahan Antikristus.

Perhatikan Gambar

NON YAHUDI

timeline kemurahan non yahudi

YAHUDI

Allah memberi kemurahan kepada orang Yahudi, tetapi mereka mengeraskan hati dan tetap menolak Yesus. Mereka masih diberi kemurahan di masa Antikris.

timeline kemurahan yahudi

  • Secara Pribadi

Efesus 5:15,16 “Karena itu, perhatikanlah dengan seksama bagaimana kamu hidup. Janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada karena hari-hari ini adalah jahat.”

Allah memberikan waktu kepada manusia 70 – 80 tahun. Tetapi tidak ada seorang pun tahu, berapa lama ia bisa bertahan  hidup di dunia.

lahir-mati

Perhatikian Gambar:

Musa menuliskan bahwa jangka hidup manusia 70 s/d 80 tahun. Lebih dari pada itu, kesukaran dan kesakitan. Tetapi kematian setiap orang tidak selalu 70 atau 80 tahun. Ada yang meninggal ketika baru lahir, ada juga yang sangat muda, yaitu di umur 18 tahun atau umur 35, 45 dan 65. Artinya, kita tidak dapat menduga kematian seseorang.

Sebab itu dalam waktu yang singkat kita gunakan untuk memberitakan injil. Contoh: Lukas 12:16-21 “Orang Kaya Yang Bodoh”. Yesus menilai bodoh bukan karena intelektual atau IQ-nya, tetapi karena ia tidak mengerti bahwa kematian bisa datang menjemput siapa saja, kapan  saja, dan di mana saja. Ia tidak pergunakan waktu yang ada untuk bertobat serta bersungguh-sungguh dalam mengiring Tuhan.

Selama masih ada waktu, pergunakanlah sebagai kesempatan untuk hidup dalam pertobatan serta menjangkau jiwa lebih banyak demi kemuliaan Tuhan.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s