MELAYANI tanpa KASIH by Pdt. JS. Minandar (Ibadah Minggu, 7 Agustus 2016 )

Yunus 4:1-4

PENDAHULUAN

Pembahasan ayat-ayat dalam alkitab tidak pernah terlepas dari ayat sebelum dan sesudahnya. Setiap ayat dan pasal saling berkaitan termasuk kitab Yunus. Untuk itu, sebelum masuk ke Yunus 4, terlebih dahulu kita mengingat kembali pembahasan Yunus pasal 3. Dalam Yunus 3, telah dijelaskan tentang pertobatan Yunus, sebab ia memberontak kepada Tuhan. Maka dari itu Allah mengajarnya dengan memasukkan ia ke dalam perut ikan selama 3 hari. Setelah itu ia bertobat dan minta pengampunan Tuhan sehingga ia diluputkan dari kematian dan kembali melakukan perintah Tuhan, yaitu menyampaikan berita hukuman kepada Niniwe. Berita tersebut ia sampaikan dengan berjalan keliling kota Niniwe dalam satu hari. Sampai pada akhirnya seluruh orang Niniwe Bertobat.

NINIWE BERTOBAT

Pemberitaan Yunus didengar oleh raja sampai kepada rakyat dan mereka bertobat. Mereka mengenakan kain kabung dan berseru memohon pengampunan Tuhan. Pertobatan, penyesalan dan doa orang Niniwe, menggerakkan hati belas kasihan Tuhan dan Tuhan mengampuni mereka. Yunus 3:10 “Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.”

REAKSI YUNUS

Sebagai orang percaya, tentu kita sangat bersyukur kepada Tuhan bila ada jiwa-jiwa yang bertobat dan menyesal akan perbuatan mereka. Namun lain halnya dengan Yunus. Ketika Yunus melihat Allah tidak jadi menghukum Niniwe, maka respon Yunus:

Yunus 4: 1-3

Yunus menjadi kesal hatinya dan marah kepada Tuhan. Karena Allah ialah Allah pengasih dan penyayang; panjang sabar  dan berlimpah kasih setia sehingga Allah membatalkan hukuman bagi orang-orang Niniwe yang bertobat. Dalam kemarahannya Yunus berkata kepada Allah: “Jadi sekarang, ya Tuhan, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup.” Yunus minta mati…!!!

KARAKTER (SIFAT) YUNUS

Melihat reaksi Yunus, yang marah dan minta mati karena Tuhan tidak menghukum Niniwe sebaliknya Allah mengampuni dan mengasihi orang Niniwe karena orang Niniwe bertobat dari dosa mereka. Menurut penilaian kita, kira-kira bagaimana sifat (karakter) Yunus di mata Saudara…?

  • Yunus tidak memiliki kasih
  • Tidak memiliki roh pengampunan
  • Hati Yunus penuh dendam dan kebencian
  • Yunus tidak punya belas kasihan
  • Yunus lebih senang melihat orang Niniwe dihukum dari pada selamat

SIAPAKAH YUNUS…?

  • Yunus adalah umat Allah, sama seperti orang percaya yang oleh darah Yesus kita diselamatkan dan menjadi umat Allah. 1 Petrus 1:9 “kitalah bangsa yang terpilih…”
  • Yunus dipilih untuk jadi contoh termasuk orang percaya harus menjadi contoh bagi semua orang.
  • Yunus seorang nabi Allah
  • Yunus pun pernah bersalah, diampuni dan dijadikan pemenang jiwa yang paling sukses. Tetapi saat orang Niniwe bertobat, ia kesal hati.
  • Yunus adalah seorang hamba Tuhan yang dipakai Tuhan secara luar biasa.
  • Tuhan memberi kepada Yunus, karunia yang khusus dan istimewa membuat orang bertobat.

TIDAK MEMILIKI KASIH

Meskipun Yunus seorang nabi yang dipakai Tuhan dengan luar biasa, ia dapat kehilangan kasih, memiliki dendam dan sakit hati serta tidak mau mengampuni. Padahal Allah sendiri sudah mengampuni Niniwe. Tetapi Yunus senang melihat orang lain dihukum oleh Allah. Kalau seorang Yunus, yang adalah: nabi; penginjil besar; pemenang jiwa yang fenomenal bisa kehilangan kasih, apalagi kita sebagai orang percaya. Adakah roh belas kasih didalam kita? Ataukah kita seperti Yunus yang tidak memiliki kasih? Biarlah perilaku Yunus harus jadi pelajaran bagi kita. Jadikan Firman Allah, cermin yang menyadarkan kita, sehingga kita hidup sesuai kehendak Tuhan dan  mengejar kasih, sebab kasih adalah karakter Kristus.

MENGEJAR KARAKTER KRISTUS

Paulus menasihati jemaat Korintus untuk mengejar “Kasih”. I Korintus 14:1 “Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.” Kejarlah kasih terlebih dahulu sebelum kita melakukan pelayanan, dalam bentuk apapun apalagi bernubuat. Sebab tanpa kasih hasilnya nol besar.

Digambarkan oleh Rasul Paulus seperti gong yang berkumandangan dan canang yang gemerincing, berbunyi tetapi tidak membawa berkat. 1 Korintus 13:1,2 “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.”

I Korintus 13:2

“Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi aku tidak mempunyai kasih,                                        aku sama sekali tidak berguna.” Jadi kita tidak berguna apapun tanpa kasih. Barang yang tidak berguna adalah sampah. Hati yang tidak memiliki kasih dalam pelayanannya seperti sampah dihadapan Tuhan.

I Korintus 13:3

“Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.” Artinya tidak ada pahala dari apa yang kita kerjakan tanpa kasih.

IBADAH DAN PELAYANAN

Pujian; penyembahan; firman Tuhan; korban dan persembahan pelayanan, bahkan apa pun juga. Kalau dilakukan tanpa kasih, tidak ada arti apa-apa bagi kita dan tidak mendatangkan pahala. Oleh sebab itu, memuji Tuhan, menyembah, mendengar firman dan memberikan persembahan harus didasarkan dengan kasih.

Sebab kasih adalah karakter Kristus yang harus ada dalam setiap orang percaya.

Karakter merupakan kata sifat yang hanya dapat terlihat dari cara hidup seseorang. Dan karakter Kristus dapat kita lihat dari buah Roh Kudus, Galatia 5:22,23. Kesembilan buah tersebut saling berkaitan, satu dengan yang lainnya dan posisi Yesus berada di tangga paling atas yaitu kasih. Perhatikan gambar dibawah !

tangga kekristenan up

Pada saat kita percaya kepada Yesus, maka kita pun harus memiliki karakter Kristus. Apa saja? Yaitu, penguasaan diri dalam segala hal sehingga kita mampu mengendalikan diri kita ketika menghadapi situasi yang sulit untuk kita terima. Kelemahlembutan dalam perkataan dan sikap, kesetiaan, kebaikkan sehingga orang dapat melihat perbuatan kita dan memuliakan Allah, kemurahan, kesabaran, mendatangkan damai sejahtra buat siapapun yang kita jumpai, sukacita dalam segala keadaan dan akhirnya sampai kepada kasih.

IBADAH TANPA KASIH

Bila orang percaya melakukan segala sesuatu tanpa kasih, ada akibat yang akan ia terima. Apa saja akibat yang akan diterima:

  • Matius 7:21 bila seseorang mengaku percaya Yesus, beribadah dengan berseru: Tuhan…! Tuhan…! tetapi orang tersebut tidak bertobat atau tidak lahir baru dan tidak ada perubahan hidup, orang tersebut tidak akan masuk ke dalam Kerajaan sorga.

  • Matius 7: 22 “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?” Sebaliknya bila ada anak (hamba) Tuhan sudah bertobat, lahir baru dan melakukan pelayanan, bahkan mengadakan: mujizat; tanda heran; usir setan, dan lain-lain, tetapi melakukannya tanpa kasih karena tidak miliki karakter (sifat-sifat) Kristus maka ia akan ditolak oleh Tuhan.
  • Matius 7:23 “Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Yesus akan berterus terang kepada anak atau hamba Tuhan yang tidak punya karakter Yesus.

Kesimpulannya:

  1. Bahwa Yesus tidak mengenal orang tersebut.
  2. Ia diusir dari hadapan Yesus
  3. Disebut pembuat kejahatan dan bila ia bertobat dan tidak mencapai karakter Krsitus maka ia akan masuk masa Antikristus 3,5 tahun.

Biarlah firman Allah yang kita baca hari ini menjadi cermin yang menunjukkan apakah kita masih berjalan dalam kasih ataukah kita sudah meninggalkan Tuhan. Bila tidak bertobat atau berbalik maka kita akan masuk dalam masa antikris. Allah adalah kasih dan penyayang, bila kita sungguh-sungguh bertobat dan berbalik maka Tuhan akan mengampuni.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s