GOD IS LOVE by Sdr. Jeff Minandar (Ibadah Raya 1, 3 – Minggu, 14 Agustus 2016)

Kita tahu bahwa di dalam Alkitab ada kitab-kitab yang disebut sebagai kitab puisi. Semua itu ada di kira-kira pertengahan Alkitab. Saya juga bisa katakan bahwa kitab-kitab puisi ini juga memuat banyak hal tentang cinta, salah satunya adalah kitab Kidung Agung. Contohnya yang akan kita pelajari saat ini :

Kidung Agung 8:6

“Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!”

Sungguh merupakan hal yang menarik dan mungkin beberapa dari kita sudah pernah membaca ayat ini sebelumnya. Jika kita sungguh-sungguh memperhatikannya maka dari ayat ini kita dapat mengerti dengan baik bahwa ada daya tarik yang begitu kuat dalam hal yang satu ini (Cinta). Banyak orang mau mati untuk cinta, ada juga yang rela melakukan apapun demi cinta, dan boleh dikatakan mereka seperti terbakar dengan api cinta.

Tapi mari kita terus maju sedikit lagi untuk melihat bahwa, ternyata ada setan yang selalu berusaha untuk merusak apa yang Tuhan sudah buat. Bisa kita katakana bahwa setan atau iblis ini mengambil posisi sebagai oposisi yang selalu bertentangan dengan kehendak Tuhan.

Kita tahu bahwa Tuhan memiliki banyak definisi dalam Alkitab. Dua yang sering kita dengar adalah God is Light (1Yohanes 1:5) dan God is Love (1Yohanes 4:8).

Seperti penggalan lirik ini yang menggambarkan Allah itu kasih:

Every soul every beating heart

Every nation and every tongue

Come find hope in the love of the Father

 

All creation will bow as one

Lift their eyes to the risen Son

Jesus Savior forever and after

 

This is love

Jesus came and died and gave His life for us

Let our voices rise and sing for all He’s done

Our fear is overcome

Our God is love

Our God is love

 

(Hillsong Music – Our God  is Love)

Kembali tentang si oposisi ini, di dalam Yohanes 10:10 dikatakan bahwa setan adalah pencuri. Niatannya dari awal adalah hanya untuk merusak. Demikian halnya kalau kita lihat dalam Yohanes 8:44, Yesus menyebutnya adalah Bapa Pendusta! Menariknya ketika Yesus dicobai setan bias menyatakan bahwa bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan dunia ada di bawah kuasanya. Artinya sesuatu yang dating dari dunia itu sering kali adalah dusta karena itu sudah dicemari oleh si pelawan Tuhan ini.

Saya percaya ada 7 dimensi yang sedang diserang oleh setan untuk merusakkan rencanaTuhan.

  1. Arts dan Entertainment (Kesenian dan Hiburan)

Kita bias lihat di dunia hiburan saat ini dengan mudah kita dicekoki dengan konten-konten yang tidak mendidik. Ditambah dengan gaya hidup pekerja seni dan dunia hiburan yang jarang bisa dijadikan contoh atau teladan.

  1. Business dan Finance (Bisnis/usaha dan keuangan)

Betapa kita melihat di Indonesia ketidakjujuran dalam dunia usaha, bahkan sekarang hal-hal yang tabu justru menjadi komoditas usaha seperti narkoba dan wanita (prostitusi). Belum lagi mafia pasar untuk minyak, daging, dan lain-lain. Keluaran 5:9 mencatat tentang strategi Firaun untuk membuat orang Israel tidak mempedulikan Firman, yaitu memperberat hidup, membuat mereka terikat, sehingga tidak mempedulikan FirmanTuhan (iblis memutar balik dengan melabeli “perkataan dusta”). Inimerupakan strategi iblis yang masih digunakan sampai sekarang.

  1. Church (Gereja)

Kita percaya gereja adalah alat Tuhan di tengah dunia untuk menjangkau lebih banyak jiwa. Namun sekarang kita pun tidak dapat menutup mata bahwa ada gereja-gereja yang tidak berdasarkan Firman. Kita memerlukan gereja yang benar yang dapat menjadi “wajah” Yesus yang penuh kasih dan menjadi teladan bagi dunia. Gereja adalah milik Kristus bukan milik individu. Matius 16:18 jelas Yesus berkata di atas batu karang ini AKU akan mendirikan jemaatKU/ Gereja/ Perkumpulan orang percaya.

  1. Defense (Pertahanan/militer)

Kita melihat ada peperangan dimana-mana yang melibatkan militer. Bahkan upaya kudeta beberapa tahun belakangan selalu melibatkan kekuatan militer. Secara khusus di beberapa Negara termasuk Indonesia, terorisme menjadi momok.

  1. Education (Pendidikan)

Betapa sedih hati kita jika melihat dunia pendidikan tidak menghasilkan generasi-generasi yang takut akan Tuhan, tetapi malahan sebaliknya. Pengajar-pengajar yang tidak menjadi contoh, dan murid-murid yang terlalu mengagungkan materi, dan melakukan tindakan-tindakan yang merusak dirinya sendiri dan teman-temannya. Demikian pula kekerasan dalam pendidikan juga harus menjadi perhatian.

  1. Family (Keluarga)

Kita mungkin kuatir dengan kondisi sekolah anak-anak kita, atau dengan dunia usaha dan pekerjaan kita. Tetapi sebenarnya dari 24 jam yang seseorang miliki, dia akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga. Sehingga keluarga harusnya menjadi sumber teladan. Betapa menyedihkan jika melihat Kepala keluarga mengabaikan istri dan anaknya. Atau seorang anak merasa rumah adalah penjara. Kita harus hadirkan Yesus di tengah keluarga. Ketika keluarga hancur, kota dan bangsa akan diisi oleh orang-orang yang hancur dan terluka.

  1. Government (Pemerintahan)

Kita rindu pemerintahan yang mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Kita rindu pemerintahan yang bebas dari perilaku koruptif dan egois dari pejabat-pejabatnya. Kita rindu Indonesia memiliki putra-putra terbaik yang menjadikan pemerintahan sebagai alat menunjukkan kemuliaan Tuhan di muka bumi.

Ada beberapa hamba Tuhan mengistilahkan 7 bidang ini sebagai 7 gunung/ bukit. Jika kita paralelkan dengan ayat nubuatan dalam Yesaya 2:2-3. Dimana seharusnya Gunung Tuhan, Gereja Tuhan, Jemaat Tuhan menjadi tegak dan menjadi teladan bagi gunung-gunung yang lain, maka kita harus berdoa agar orang-orang percaya mampu menjadi teladan di 7 gunung ini, sehingga kemudian kita akan melihat banyak orang berduyun-duyun datang, dan memuliakan nama Tuhan.

Bagaimana kemudian hal ini dapat menjadi sebuah kenyataan tentunya dengan kita membawa kasih Tuhan ke 7 gunung ini. Kita dapat melihat banyak cara yang orang lakukan untuk memisahkan Tuhan dari 7 dimensi ini. Karena itu mintalah restorasi dari Tuhan, untuk kita dapat mengenal kasih dan cintaNYA, kemudian kita dapat membawanya ke dunia.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s