JADILAN MENURUT IMANMU by Pdt. Frangky Talumikir (Ibadah Raya I – Minggu, 28 Agustus 2016)

Matius 9:27-31

Ibrani 11:1 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat …”

Iman berbicara tentang dasar, bukti sehingga ayat-ayat dalam Matius 9:27-31 merupakan bukti iman. Seberapa banyak kita mengiring Tuhan, IA mau ada bukti iman yang tampak. Jangan bangga hanya berada didasar, tetapi minta Tuhan nyatakan bukti iman.

Matius 9:27 ”Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Orang buta dengan iman ia mengikuti Yesus dan mencari Yesus. Iman mereka timbul ketika mendengar tentang Yesus, sehingga ketika Yesus lewat maka tanpa keraguan mereka berusaha untuk berjumpa dengan Yesus.  Roma 10:17 “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus …”

Jangan batasi kuasa Allah dalam hidup kita karena keragu-raguan. Banyak orang tidak dapat berbuat apa-apa karena membatasi kuasa Allah bekerja dalam hidupnya. Sebab itu ijinkan Allah bekerja dan melangkahlah dengan iman saat datang kepada Yesus.

Matius 9:28 “Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya? “Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.”

Secara etika Yesus yang menghampiri mereka sebab mereka buta. Tetapi faktanya Yesus seperti tidak memperhatikan mereka dan masuk ke dalam sebuah rumah. Kedua orang buta itu bisa kecewa karena perlakuan Yesus. Zaman sekarang, sering kali kita temui orang percaya kecewa terhadap gereja karena tidak diperhatikan secara intensif. Bila sikap kecewa ini tidak dihindari akibatnya banyak orang Kristen yang tidak bertumbuh. Sebab ketika mereka tidak diperhatikan oleh satu gereja, mereka akan pindah ke gereja lain yang mereka anggap dapat memperhatikan mereka dengan intensif.

Seharusnya kita belajar dari kedua orang buta tersebut. Meskipun Yesus sepertinya tidak memperhatikan, mereka tidak kecewa melainkan dengan semangat tetap datang untuk berjumpa dengan Yesus. Adakah semangat dalam hidup kita seperti kedua orang buta tersebut? Atau sebaliknya menjadi kecewa karena tidak diperdulikan atau diperhatikan oleh gembala maupun staf gereja.

Lalu mengapa seolah Yesus tidak memperhatikan kedua orang buta tersebut? Sikap Yesus terhadap kedua orang buta tersebut, bukan karena Yesus tidak memperhatikan. Melainkan Yesus ingin melihat isi hati dari kedua orang buta tersebut. Iman membuat Yesus tergerak untuk menyembukan mereka. Jadi Yesus peduli kepada mereka dan Yesus ingin melihat iman mereka yang terwujud lewat tindakan. Matius 9:29 “Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.“

Iman sebesar biji sesawi saja dapat memindahkan gunung.

GAMBAR BIJI SESAWI

biji sesawi1

Semakin lama kita mengiring Yesus, seharusnya iman kita semakin bertumbuh bukan semakin menurun. Roma 10:10a “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan …”

Matius 9:30a “Maka meleklah mata mereka…” Tetaplah percaya kepada kuasa Allah, sebab tidak ada kuasa yang lebih besar dari kuasa Allah.

Matius 9:30b “Dan Yesuspun dengan tegas berpesan kepada mereka, katanya: “Jagalah supaya jangan seorangpun mengetahui hal ini. Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.” Kedua orang buta tersebut tidak tahan menceritakan perbuatan kuasa Allah. Meskipun Yesus sudah memperingati mereka. Saat orang percaya alami kuasa Tuhan, mulut tidak dapat dibatasi untuk menceritakannya. Jangan malu bersaksi tentang perbuatan tangan Tuhan.

Kesimpulan

Dalam bagian ini, dapat disimpulkan bahwa iman berbicara tentang:

  • UJIAN Iman
  • TANTANGAN Iman
  • MEMPERKATAKAN Firman
  • KUASA Iman
  • KESAKSIAN Iman
  • Ibrani 11:6 alami kuasa iman
Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s