KUASA NAMA YESUS By Pdt. JS. Minandar – (Ibadah Raya 2 – Minggu, 14 Agustus 2016)

Kisah Rasul 3:1-10

PENDAHULUAN

Menurut Kisah 4:22 pengemis dalam Kisah Rasul 3, berusia 40 tahun lebih. Kelumpuhan yang begitu lamanya membuat ia kehilangan harapan untuk sembuh. Karena sepanjang umur hidupnya, tidak ada seorang pun yang lewat untuk beribadah dapat menolong dirinya sehingga pengemis lumpuh ini merasa mustahil untuk bisa sembuh. Semua orang yang lewat hanya bisa menolongnya untuk tetap hidup dengan memberikan sedekah bukan menyembuhkan sehingga sesuatu yang merupakan kebutuhan utamanya yaitu kesembuhan, menjadi sesuatu yang mustahil dalam pikiran dan hatinya sebab sudah sekian lama ia tidak mengalami kesembuhan.

Tetapi, kita bersyukur karena ada Yesus, yaitu pribadi yang sangat ahli dalam menyelesaikan hal-hal yang mustahil. Bagi manusia banyak hal yang dianggap mustahil, bagi Allah tidak ada yang mustahil.

GERBANG INDAH

Dalam Kisah Para Rasul 3, dituliskan bahwa setiap hari pengemis lumpuh itu diletakkan oleh keluarganya di tempat yang strategis, yaitu di jalan menuju Bait Allah, namanya Gerbang Indah.  Dari sekian banyak pintu gerbang, hanya pintu gerbang indah yang memiliki ornament, model dan bahan yang paling bagus. Tetapi di pintu Gerbang Indah ini ada suatu pemandangan yang kontras (dua hal yang bertolak belakang). Satu sisi, ada pintu yang bernama gerbang indah yang menuju ke bait Allah. Tetapi di gerbang yang indah ini juga ada pengemis yang lumpuh. Setiap hari tangannya terangkat memohon belas kasihan.

KEADAAN GEREJA

Kisah dari gerbang ini mengandung makna bagi gereja di akhir zaman. Jangan sampai orang melihat ada kontradiktif di dalam Gereja. Di satu sisi, Gereja adalah tempat yang indah. Di Gereja ada keindahan hadirat Allah; keindahan kuasa Allah; keindahan Kasih Allah dan keindahan kesempurnaan Allah. Keindahan tersebut merupakan citra yang harus dipertahankan. Tetapi, didalam keindahan tersebut jangan sampai, orang juga memandang Gereja ada yang tidak indah. Sebab didalamnya ada kelemahan; kekacauan; keributan; perselisihan dan sebagainya sehingga Gereja bukan lagi sebagai Gerbang Indah yang membawa orang kepada Yesus, tetapi jadi bahan olokan. Jangan merusak pekerjaan Tuhan dari yang indah menjadi tidak indah. Oleh sebab itu, keberhasilan yang sudah dimiliki oleh gereja harus dipertahankan, sebab orang Kristen adalah pengikut jejak Yesus. Sebab Yesus tidak nampak secara kasat mata, namun nampak dari gereja Tuhan.

TIDAK ADA HARAPAN

Dalam kisah inipun sudah dijelaskan bahwa pengemis tersebut telah kehilangan harapan untuk sembuh sebab itu ia tidak lagi berusaha mencari pemulihan.  Keputus-asaan tersebut membuat ia berpikir mustahil untuk pulih, sehingga beralih harapannya kepada materi bukan lagi kesembuhan. Ketika gereja berpikir demikian maka kita kehilangan tujuan sebagai orang-orang percaya. Mereka menjadikan ibadah untuk keuntungan jasmani, karena mereka berpikir jika tidak beribadah maka toko mereka tidak laris dan mereka sendiri sakit-sakitan.  Jangan menjadikan Gereja sebagai tempat untuk mendapatkan kebutuhan jasmani, melainkan tempat untuk mempermuliakan Allah.

TIGA PANDANGAN

Ketika orang lumpuh tersebut duduk menanti belas kasihan orang lain, lewatlah Petrus dan Yohanes. Maka ada pandangan tertentu di hadapan mereka.

  1. Pandangan Pengemis

Pengemis lumpuh, ketika melihat Petrus dan Yohanes, ia memandang mereka sebagai orang saleh dan berharap ia mendapat keuntungan dari mereka. Menuju Bait Allah untuk ibadah. Perhatikan, pengikut Yesus selalu menjadi sasaran pandangan orang di sekitar. Tetapi apakah ketika mereka melihat kita sebagai pengikut Yesus, kita telah membawa perubahan? Minimal memberi dampak dan kesan yang baik dalam kehidupan mereka yang melihat kita?

Arti Ibadah

Gereja bukan hanya sekedar mendengar firman, memuji Tuhan dan membawa persembahan. Tetapi dalam ibadah kita harus mengalami perubahan hidup, sehingga saat orang lain memandang kita, mereka alami perubahan. Awalnya mereka tidak percaya; menghina, tetapi akhirnya jadi pengikut Yesus oleh sebab perubahan hidup yang kita alami.

  1. Pandangan Petrus dan Yohanes

Petrus dan Yohanes memandang pengemis lumpuh dengan pandangan ilahi. Pengemis itu membutuhkan uang, tetapi Petrus dan Yohanes melihat di dalam diri pengemis itu ada kebutuhan kebutuhan ilahi, yaitu keselamatan.

  1. Pandangan Orang Banyak

Orang banyak melihat Allah menjamah pengemis lumpuh lewat tangan Yohanes dan Petrus sehingga ia dapat berdiri, melompat, serta memuji Tuhan. Sekian lama ia berhasrat untuk dapat masuk ke dalam bait Allah tetapi ia tidak dapat melakukannya karena dalam perjanjian lama, orang cacat dilarang untuk masuk beribadah dan menghampiri hadirat Allah. Kemustahilan yang membungkus dirinya membuat ia memikirkan hal-hal jasmani padahal dalam dirinya ada kebutuhan ilahi yang tidak dilihat oleh orang lain. Itu sebabnya ketika ia sembuh ia mengikut Petrus dan Yohanes untuk beribadah. Iman pengemis bangkit dan  memuliakan Tuhan lalu masuk Bait Allah karena ingin alami jamahan kuasa Tuhan, Kisah 3:9,10. Seluruh orang yang melihat peristiwa kesembuhan orang lumpuh itu mempermuliakan Allah dengan pujian.

NAMA YESUS

Kesembuhan dan perubahan orang lumpuh tersebut, terjadi oleh nama Yesus. Pada mulanya pengemis tersebut mengharapkan uang, tetapi Petrus dan Yohanes memberikan hal yang lebih berharga dari uang yang bersifat sementara. Bukan berarti uang tidak dibutuhkan, itu bersifat sementara. Ada kebutuhan yang bersifat kekal, yang kita butuhkan di dunia ini bahkan sampai kepada kekekalan, yaitu nama Yesus. Kisah Para Rasul 3:6 “Petrus berkata: ”Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai kuberikan kepadamu. Demi Nama Yesus Kristus, orang Nazareth itu, berjalanlah !” Ada kuasa yang dahsyat di dalam Nama Yesus. Biarlah nama ini ada didalam perkataan kita. Nama adalah hal yang sangat penting, khususnya bagi orang-orang Yahudi. Itu sebabnya orang Yahudi memberikan nama pada anak mereka dengan tujuan. Dari namanya, orang dapat kenal sifat dan pribadi seseorang.

ALLAH MENGGANTI NAMA

Firman Allah mencatat Allah mengganti nama beberapa orang, yaitu:

  • Abram menjadi Abraham. Sebab Abraham akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa, Kejadian 17:5.
  • Yakub (penipu), menjadi Israel (Putra Mahkota Allah), Kejadian 32:28.
  • Maria mendapat pesan untuk memberi nama Yesus (Allah Penyelamat/Juruselamat) kepada Anak laki-laki yang dilahirkan, Matius 1:21.

KUASA DALAM NAMA YESUS

Ada Kuasa didalam Nama Yesus, Yohanes 14:13-14. Kita bisa minta apa saja dalam nama Yesus, kebutuhan apapun yang kita perlukan termasuk kebutuhan seperti pengemis itu yaitu kesembuhan. Percaya bahwa Yesus sanggup sembuhkan. Yohanes 16:23-26, apapun yang kita minta kepada Bapa, dalam Nama Yesus, Bapa akan memberikan-Nya kepada kita. Saudara yang dikasihi oleh Tuhan, bukan hanya Nama-Nya yang kita miliki, pemilik Nama juga ada dekat dengan kita. Hanya Nama Yesus yang memberikan kemenangan.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s