“Apakah yang kamu cari?” SERI 5 by Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3 – Minggu, 28 Agustus 2016 )

Yohanes 1:38

Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?”

Pendahuluan

Kita sudah mempelajari bahwa makna pertanyaan Tuhan Yesus “Apakah yang kamu cari?” kepada dua orang murid Yohanes adalah:

  1. MOTIVASI

Tuhan Yesus ingin mengetahui, apakah motivasi dua orang murid Yohanes ini sehingga mengikuti Yesus dari belakang. Apakah mereka benar-benar mau mengikut Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh atau sekedar ikut-ikutan.

  1. KOMITMEN

Selain menguji motivasi dua orang murid Yohanes, pertanyaan Tuhan Yesus juga menguji komitmen pengiringan mereka.

  1. TUJUAN

Apakah yang kamu cari? Tuhan Yesus sedang menanyakan tujuan pengiringan dua orang murid Yohanes pembaptis? Untuk apa mereka meninggalkan gurunya yaitu Yohanes pembaptis dan pergi mengikut Tuhan Yesus? Sesungguhnya apakah yang sedang mereka cari?

“Apakah yang kamu cari?”

Pertanyaan ini tentunya menjadi peringatan bagi kita semua. Selama kita hidup dalam dunia ini apa yang kita cari? Apakah kita tahu dengan pasti tujuan kita hidup dalam dunia ini? Ketidaktahuan manusia akan tujuan hidupnya, membuat mereka menjalani hidup dengan sia-sia. Tidak sedikit diantara kita yang menghabiskan waktu dan tenaganya untuk menumpuk kekayaan, mengejar kedudukan dan meraih prestasi tertinggi. Tidak ada yang salah dengan semuanya itu, tetapi pertanyaannya adalah apakah semuanya itu menjadi tujuan Tuhan ketika Ia menciptakan kita? Setiap kita diciptakan dengan tujuan khusus oleh Tuhan. Dia melengkapi kita dengan talenta dan karunia yang berbeda-beda agar kita dapat melakukan kehendakNya dalam hidup kita. Jika demikian apakah yang seharusnya kita cari dalam hidup ini?

Carilah Kerajaan Allah dan Kebenarannya

Matius 6:33

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Pencarian utama dalam hidup ini seharusnya bukanlah uang, kekayaan ataupun yang lainnya, tetapi kerajaan Allah. Firman Tuhan berkata “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah”. Artinya setiap orang harus kembali menjadi warga Kerajaan Allah. Dosa telah membuat manusia terlempar dari kerajaan Allah, sehingga manusia berada di luar kerajaan Allah. Tetapi syukur kepada Allah, karena Tuhan Yesus datang untuk membawa kita masuk ke dalam kerajaan Allah.

Galatia 4 : 4, 5

Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.

Kelahiran Baru,  jalan masuk kerajaanNya

Yohanes 3:5

Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Setiap orang yang ingin masuk ke dalam kerajaan Allah maka mereka harus mengalami kelahiran baru. Yaitu kelahiran rohani yang dikerjakan oleh firman dan Roh Kudus. Tanpa kelahiran baru mustahil manusia dapat masuk kerajaan Allah. Manusia harus percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadinya, bertobat dan mengalami kehidupan yang baru di dalam Yesus. Iman kepada Yesus Kristus akan membawa manusia menjadi warga kerajaan Allah.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah  dan kebenarannya

Pencarian kerajaan Allah tidak dapat dilepaskan dengan kebenarannya. Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk mencari kerajaan Allah dan kebenarannya. Artinya setiap warga kerajaan diwajibkan untuk mencari atau hidup dalam kebenaran. Mengapa kita harus mencari kerajaan Allah beserta kebenarannya?

  1. PRINSIP

Kerajaan Allah dijalankan dengan prinsip kebenaran. Aktifitas setiap warga negaranya dilakukan dengan prinsip kebenaran. Tak satupun dalam kerajaan Allah dapat dijalankan diluar prinsip kebenaran. Semua roda pemerintahan kerajaan Allah dijalankan dengan prinsip kebenaran.

2. HUKUM

Undang-undang negara kita adalah UUD 1945 beserta berbagai undang-undang atau peraturan pemerintah lainnya. Segala sendi kehidupan berbangsa dan bernegara diatur dan dijalankan bedasarkan undang-undang sebagai landasan hukumnya. Undang-undang kerajaan Allah adalah kebenaran. Kebenaran menjadi hukum yang harus dipatuhi setiap warga kerajaan Allah. Segala sendi kehidupan dalam kerajaan Allah harus dilaksanakan dalam aturan hukum yang berlaku yaitu kebenaran.

3.BUDAYA

Setiap daerah memiliki budaya masing-masing yang menjadi acuan atau pedoman bagi warganya dalam menjalani kehidupan. Budaya dibangun sebagai norma kehidupan dalam bermasyarakat. Kebenaran adalah budaya kerajaan Allah. Setiap warga menjalankan kehidupan dalam budaya yang sama yaitu kebenaran.

Roma 14:17

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Prinsip Kebenaran

a. IMAN kepada Yesus menempatkan kita sebagai warga kerajaan, KEBENARANNYA menjaga kita tetap terhubung dengan pribadiNYA

Sebagaimana di atas sudah saya katakan bahwa kelahiran baru membawa kita masuk dalam kerajaan Allah, tetapi hubungan dengan Sang Raja dibangun melalui kebenaran. Artinya warga kerajaan hanya dapat berkomunikasi dengan sang raja jika ia berada pada posisi benar. Ketidakbenaran dan dosa akan menghambat hubungan dengan sang raja. Karena raja adalah benar,maka raja hanya bisa dihubungi, dihampiri, didekati jika posisi kita adalah dalam kebenaran.

Contohnya adalah Adam dan Hawa. Mereka memang ada di taman Eden tetapi tidak ada hubungan dengan Allah karena dosa yang mereka perbuat.

Yesaya 59:1-3

Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan.

Matius 5:8

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

b. PENEBUSAN Kristus menguduskan kita, tetapi KEBENARANNYA menjaga kita tetap HIDUP KUDUS

GAMBAR

dosa kebenaran hidup kudus

1 Yohanes 1:7

Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

Kelahiran baru menjadikan kita sebagai ciptaan yang baru sehingga hidup kita menjadi kudus, bersih dan suci. Semua dosa dan pelanggaran telah dihapuskan melalui darah Yesus di kayu salib. Untuk memelihara agar hidup kita tetap suci/kudus kita wajib hidup dalam kebenarannya. Kebenaran akan menjaga kita tetap kudus dihadapanNya. Hal ini memberikan pengertian kepada kita bahwa selama kita hidup berdasarkan kebenaran maka kita akan tetap kudus. Semakin kita hidup benar semakin kita kudus. Sebaliknya berjalan diluar kebenaran berarti kita sedang menapaki jalan dalam dosa.

Dikuduskan oleh kebenaran

Yohanes 17:17

“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.”

Selama kita hidup menurut kebenaran firman Allah, maka firman itu akan menjaga hidup kita tetap kudus. Berjalan diluar atau melawan firman berarti kita sedang berjalan dalam dosa dan kesalahan.

Dipimpin oleh kebenaran

Yohanes 16:13

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Disucikan oleh KETAATAN

1Petrus 1:22

Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

c. PENEBUSAN Kristus membenarkan kita, tetapi KEBENARANNYA MEMERDEKAKAN

GAMBAR

dosa kebenaran kemerdekaan

Roma 3 : 23, 24

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Kebenaran yang memerdekakan

Yohanes 8:31, 32

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Proklamasi 17 Agustus 1945, memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia, tetapi apakah rakyat Indonesia sudah benar-benar merdeka? Setelah 71 tahun merdeka ternyata masih banyak penduduk Indonesia yang belum merdeka. Mereka masih mengalami ketakutan, penderitaan, kemiskinan dan keterbelakangan. Di tengah bangsa yang merdeka, banyak orang belum merdeka!

Hal yang sama berlaku secara rohani. Kematian Tuhan Yesus di kayu salib menyatakan kemenanganNya atas kuasa iblis. Setiap orang yang percaya kepadaNya dibebaskan dari kuasa dosa dan maut, tetapi kebenaranNya yang akan memerdekakan kita. Dengan kata lain kita akan menikmati kemerdekaan yang sejati jika kita hidup didalam kebenaranNya. Kita bebas dari rasa takut jika hidup kita benar. Tidak ada lagi dakwaan dan tuduhan dari iblis jika hidup kita benar.

Hukum bagi orang benar

Dalam Alkitab ada banyak prinsip/hukum yang akan bekerja jika kita berada dalam kebenaran. Berikut ini beberapa ayat firman Allah yang merupakan prinsip/hukum bagi orang benar.

  • Ayub 36:7

Ia tidak mengalihkan pandangan mata-Nya dari orang benar, tetapi menempatkan mereka untuk selama-lamanya di samping raja-raja di atas takhta, sehingga mereka tinggi martabatnya.

Mata Tuhan tertuju kepada orang benar. Artinya selama kita berada dalam kebenaran, Tuhan akan selalu memperhatikan kita.

  • Mazmur 5:13

Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

 

  • Mazmur 34:16

Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong; [Yak 5:16]

  • Mazmur 37:25

Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;

 

Semua berkat di atas akan kita nikmati jika posisi kita berada dalam kebenaran. Saat warga kerajaan hidup dalam kebenaran, maka prisip dan hukum kebenaran akan berlaku bagi warga kerajaan. Itulah sebabnya warga kerajaan Allah tidak perlu takut atau kuatir tentang apapun juga, semuanya itu akan ditambahkan, diberikan kepada kita asal saja kita berada dalam kebenaran. Jalanilah kehidupan ini dalam kebenaran. Tuhan Yesus memberkati!! KJP

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s