APAKAH YANG KAMU CARI? seri 6 – oleh Pdt. JOSEPH PRIYONO (IBADAH RAYA 2 – MINGGU, 11 SEP 2016 )

“Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” –  Yohanes 1 : 38

Pendahuluan

Pada pembahasan sebelumnya kita sudah mempelajari arti perkataan Tuhan Yesus: “Apakah yang kamu cari?” Pencarian utama dalam hidup ini adalah Kerajaan Allah dan kebenaranNYA. Allah menghendaki agar semua orang percaya kepada Yesus dan menjadi warga kerajaan Allah. Kemudian sebagai warga kerajaan Allah, kita wajib menjalankan kehidupan berdasarkan kebenaran Tuhan.

Setelah Tuhan Yesus bertanya: Apakah yang kamu cari? Dua orang murid Yohanes yang mengikutiNya dari belakang menjawab: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” Mengapa mereka bertanya: “… di manakah Engkau tinggal?” Mengapa dua orang murid Yohanes tidak bertanya hal yang lain? Tetapi bertanya tempat tinggal Yesus? Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa dua orang murid Yohanes ini benar-benar ingin menjadi murid Yesus. Sebagai seorang calon muridNya, maka hal yang penting dan utama adalah mengetahui dimana tempat tinggal sang rabi.

Sekolah kerabian Yahudi

Kalau kita memilik budaya sekolah kerabian Yahudi maka kita akan memahami, mengapa murid-murid ini bertanya tempat tinggal Yesus. Berikut ini beberapa ciri sekolah kerabian Yahudi.

  • Murid tinggal bersama gurunya.

Sekolah kerabian mewajibkan murid tinggal bersama gurunya. Murid berada satu rumah dengan sang guru selama proses pemuridan berlangsung. Murid akan meninggalkan rumah sang guru, saat gurunya menyatakan bahwa ia telah lulus dan dapat memulai sekolah kerabian yang baru.

  • Murid belajar dari kehidupan sang guru.

Sistem pembelajaran sekolah kerabian tidak semata-mata mentransfer pengetahuan, yang utama adalah kehidupan. Murid-murid akan belajar kehidupan dari kehidupan sang guru sendiri. Hal ini tidak mungkin dapat dilakukan kalau antara murid dan guru tinggal di tempat yang berbeda.

  • Guru mengajar melalui praktek dan keteladanan.

Di rumah sang rabi, rabi akan mengajar murid-muridnya dengan cara praktek lapangan dan sekaligus keteladanan kehidupan sang rabi.

Di manakah YESUS tinggal?

Dua murid Yohanes pembaptis bertanya: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” Apakah Yesus benar memiliki tempat tinggal saat berada di bumi? Bukankah Dia sendiri berkata bahwa Ia tidak memiliki tempat untuk membaringkan kepalaNya? Matius 8:20 berkata : Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Ironi memang, Tuhan yang empunya langit dan bumi, tetapi saat datang ke dunia, Ia bahkan tidak memiliki tempat bagi diriNya sendiri.

 A. Tidak ada tempat bagi kelahiranNYA

Lukas 2:6, 7 

Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Bagaimana mungkin pemilik alam semesta tidak memiliki tempat bagi kelahiranNya? Mengapa Bapa tidak menyediakan tempat istimewa bagi kelahiran anakNya? Tentunya Bapa di sorga bisa membuat apa saja bagi anakNya, tetapi Bapa mengijinkan AnakNya lahir dengan ketiadaan tempat di rumah penginapan, sebab tujuan kedatanganNya bukanlah untuk mencari tempat penginapan tetapi untuk menyediakan tempat penginapan kekal di sorga.

B. Ditolak oleh umatNYA

Matius 23:37 

“Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.”

 

Lukas 9:22 

Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

Yesus bukan saja ditolak saat lahir, Ia juga ditolak oleh bangsaNya sendiri. Para pemimpin agama, imam-imam dan ahli taurat sepakat menolakNya dan menghendaki kematianNya di salib.

DI MANAKAH TEMPAT KEDIAMANNYA?

Jika Tuhan Yesus tidak memiliki tempat di bumi karena penolakan dari umatNya, lalu dimanakah sejatinya tempat tinggal Yesus?

————————————————————————————–

  1. Gereja / Bait Allah / Rumah Allah

—————————————————————————

Bagian pertama yang akan kita pelajari pada hari ini sebagai tempat kediaman Tuhan adalah gereja/rumah Allah/bait Allah. Yang dimaksudkan gereja di sini bukanlah gedungnya atau bangunannya tetapi orang-orang yang berkumpul didalamnya.

1 Korintus 3:16 

Tidak tahukah kamu, bahwa “kamu” adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

Kata “kamu” di ayat ini adalah kumpulan orang percaya. Tuhan lebih tertarik kepada orang-orang yang beribadah di gereja ketimbang gedung gereja itu sendiri.

Dalam kitab perjanjian lama maupun perjanjian baru, Tuhan menunjukan ketidaktarikan-Nya kepada bangunan/gedung.

1 Raja-raja 9:6, 7 

Tetapi jika kamu ini dan anak-anakmu berbalik dari pada-Ku dan tidak berpegang pada segala perintah dan ketetapan-Ku yang telah Kuberikan kepadamu, dan pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, maka Aku akan melenyapkan orang Israel dari atas tanah yang telah Kuberikan kepada mereka, dan rumah yang telah Kukuduskan bagi nama-Ku itu, akan Kubuang dari hadapan-Ku, maka Israel akan menjadi kiasan dan sindiran di antara segala bangsa.

 

Lukas 21 : 5, 6 

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: “Apa yang kamu lihat di situ–akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”

Jadi sekali lagi bahwa Tuhan tidak tertarik kepada bangunan gereja, Tuhan tertarik kepada orang-orang yang bersekutu didalamnya. Tuhan menyatakan janjiNya bahwa Ia akan datang bukan karena megahnya gedung gereja, indahnya dekorasi gereja atau semaraknya lampu warna-warni. Tuhan hadir karena ada orang-orang yang berkumpul di dalam namaNya.

Matius 18:20

Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Perintah TUHAN

Karena Dia hadir di tengah-tengah persekutuan umatNya, maka kita diperintahkan untuk rajin datang beribadah. Bahkan dianjurkan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Ibrani  10:25 

Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Mengapa harus beribadah?

  1. Di rumah Allah terdapat pengajaran.

Mikha 4:2  

“Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem.”

Ada banyak perkumpulan dalam dunia ini. Mulai dari kelompok PKK, arisan, club olah raga, LSM, Partai Politik, dll, tetapi di sana kita tidak mendapatkan pengajaran. Pengajaran hanya kita temukan di dalam ibadah. Setiap Minggu dari mimbar ini mengalir pengajaran firman Allah yang disampaikan oleh hamba-hamba Tuhan. Sebab itu rajinkanlah diri Saudara beribadah untuk menerima pengajaran firmanNya.

  1. Di rumah Allah kita mendapatkan kebahagiaan

Mazmur 84:5 

Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau.

Daud sebagai seorang raja, ia memiliki segalanya. Ia punya kekuasaan, harta dan berbagai fasilitas kerajaan lainnya. Namun semuanya itu tidak membuat Daud berbahagia. Satu-satunya kebahagiaan ia dapatkan saat berada di rumah Allah. Itulah sebabnya dalam bagian yang lain ia berkata: lebih baik satu hari di rumah Tuhan daripada seribu hari di tempat lain. Kebahagiaan sejati tidak didapat dalam kekayaan, tetapi diam dalam rumah Tuhan.

  1. Di rumah Allah kita mendapatkan pertolongan, Markus 3 : 1 – 5

Di rumah ibadah Tuhan Yesus menyembuhkan seorang yang mati tangan kanannya. Di rumah Allah ada pertolongan bagi semua kebutuhan kita. Contohnya adalah raja Hizkia (Yesaya 37:1-38).

Ayat 14 

Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN.

Saat menerima surat tantangan dari Sanherib, raja Asyur, Hizkia tidak pergi mencari pertolongan dari raja-raja di sekitar Israel. Hizkia pergi ke rumah Allah dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN. Hizkia sadar bahwa pertolongan hanya datang dari Tuhan bukan dari manusia. Di rumah Allah ia sampaikan segala beban hidupnya. Apa yang Tuhan lakukan saat Hizkia pergi ke rumah Allah mencari pertolongan?

 

Ayat 36

Keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka!

Tuhan berperang ganti Hizkia. Tuhan memerintahkan malaikatNya membunuh semua tentara Asyur. Apa yang sedang Saudara alami? Larilah ke rumah Tuhan, di sana kita akan mendapat pertolonganNya.

Penutup

Mazmur 27 : 4, 5

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.

Tuhan tinggal di atas gerejaNya, Ia berdiam di pondokNya. Sebab itu rajinlah beribadah, setialah ke gereja sebab di sana kita mendapat pertolongan Tuhan. Sebagaimana yang dialami Pemazmur saat berada di rumah Tuhan, kita juga akan mengalami hal yang sama saat berada di rumah Allah. Nikmatilah baitNya, kasihNya dan kemurahan Tuhan di dalam rumah-Nya. Tuhan memberkati. GBU! KJP.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s