Kemah Suci Rancangan Allah – oleh Pdm. Melky Mokodongan (Ibadah Raya 1 – Minggu, 11 Sep 2016)

Keluaran 26:1-37

 

Pendahuluan

Dalam pembangunan Kemah Suci Perjanjian Lama, kita mengetahui bahwa Kemah Suci dibangun atas kehendak atau rancangan Tuhan bagi orang Israel, Keluaran 25:8,9.  Itu sebabnya kita perhatikan di pasal 26 ini, ada pengarahan yang sangat jelas atau petunjuk yang secara detail diberikan Allah kepada Musa untuk dikerjakan.

Dalam rancangan Allah untuk pembangunan Kemah Suci ini, Allah tidak mau hanya sekedar dibangun, tetapi Allah ingin orang-orang yang mengerjakan ini adalah orang-orang yang khusus atau yang ahli di bidangnya untuk membangun (ay. 31). Semua yang dibangun harus sesuai polanya Tuhan atau dengan kata lain mengikuti rancangan Allah, keinginan serta kemauan Tuhan.

Juga harus diperhatikan bahwa atas aturan atau rancangan Allah ada banyak hal yang dibutuhkan dalam membangun Kemah Suci. Contoh di ayat 1, 7, 14.

  • Sepuluh tenda (ay. 1), terbuat dari lenan halus, kain ungu tua dan muda juga kain kirmizi, dll.
  • Membuat atap tenda (ay. 7), atapnya terbuat dari bulu kambing
  • Membuat tudung (ay. 14), kulit domba jantan

Dari semua hal-hal yang dibutuhkan itu, tujuannya agar pembangunan Kemah Suci dapat terbangun sesuai rancangan Tuhan dan menjadi satu Kemah Suci, ay 6.

Kira-kira apakah hal yang dapat kita pelajari?

Kita adalah Kemah-Nya atau Gereja Tuhan. Kita harus mengerti bahwa:

  1. Allah Mau Tinggal di dalam Kita.

Dari pembangunan Kemah Suci ini jelas sekali agar Allah dapat berdiam didalamnya (baca kel 25:8). Kata ‘Diam’ bahasa Ibraninya ‘Shakan’ artinya ‘Tinggal atau Bersemayam’. Terjemahan yang lain artinya tempat tinggal.

Kita bersyukur, ternyata Allah mau membangun hidup kita untuk menjadi Bait-Nya agar Tuhan yang besar dan penuh kasih ini dapat tinggal dan berdiam di dalam kita.

1 Kor 3:16 ~ berkata, tidak tahukah kamu bahwa hidupmu adalah Bait Allah, dan Allah berdiam atau tinggal di dalam kamu.

Persoalannya adalah siapakah, dan apakah yang berdiam di dalam kita? Apakah Allah atau bukan? Kalau bukan Allah, mengapa? Karena kita tidak mau masuk dalam rancangan Tuhan.  Padahal tujuan Allah adalah Ia ingin tinggal dalam hidup kita agar…

  • Allah terhubung dengan kita (Yoh 15:4, ibaratnya seperti ranting terkonek dengan pokoknya).
  • Agar Manusia Mengerti atau Memahami Kehendak Allah (Yoh 15:5 orang yang hidupnya tanpa ada Yesus, dia tidak mengerti dan memahami apa-apa).
  • Supaya kita Dekat dengan Allah.

Pastikanlah  Tuhan sendiri yang berdiam dalam kita, sehingga rancanganNYA digenapi dalam kita.

  1. Tuhan Sumber Rancangan

Kemah Suci dibangun,  Tuhan adalah sumber rancangan-NYA, Kel 25:9. Dengan lain kata bahwa, bukan dari manusia rancangan itu datang.  Tidak ada aturan atau rancangan dari manusia dalam pembangunan Kemah Suci.

Begitu juga dengan hidup kita. Ketika hidup kita menjadi lebih baik atau menjadi lebih berarti dan memiliki pengharapan yang pasti, ini karena Tuhan sebagai satu-satunya sumber kehidupan kita yang melakukannya. Pastikan hidup kita adalah hasil dari rancangan Tuhan bukan karena kepandaian kita.  Kalau kita memakai cara kita sendiri maka kita akan gagal dan sia-sia, 1 Kor 3:20.

Apa rancanganNYA bagi kita?

  • Rancangan Damai Sejahtera, Yeremia 29:11
  • Keamanan atau keselamatan.
  • Masa depan yang pasti.

Demikian keselamatan yang kita peroleh melalui Yesus kristus. Itu semua datang atau bersumber dari rancangan Allah. Allah tidak pernah merancangkan kebinasaan untuk kita, tetapi kalau sampai ada diantara kita yang binasa itu karena rancangan kita sendiri.

  1. Ukuran dan Pilihan Tuhan

Pembangunan Kemah Suci hanya memakai ukurannya Tuhan serta bahan-bahan pilihan Tuhan, Kel 25:9; Kel 26:1-37.

Jadi komponen-komponen dan ukuran yang dipakai dalam membangun Kemah Suci semuanya melalui proses atau petunjuknya Tuhan. Dengan kata lain Tuhan yang tentukan dan berikan.

Demikian dengan hidup kita sebagai Kemah Sucinya Tuhan, Allah membangun serta memilih kita sesuai dengan pilihan-Nya.  Kita juga menjadi umat pilihan, bukan karena kita, tetapi karena Allah memilih dan menyelamatkan kita melalui kasih karunia Allah, Efesus 2:8,9.

Dalam Yoh 15:16 dikatakan bukan kamu yang memilih Aku tetapi Akulah yang memilih kamu.  Jadi rupanya Allah memilih kita, menjadikan kita sebagai pilihan yang terbaik dengan alasan agar kita menjadi gereja yang pergi dan menghasilkan buah.

Efesus 2:10 Allah memilih dan memanggil kita untuk mempersiapkan saudara dan saya agar dapat melakukan pekerjaan-Nya.

Pastikan bahwa kita adalah komponen-komponen yang terbaik dan dipilih Allah karena kita sesuai dengan ukurannya Tuhan. Sebagai pilihan Tuhan jadilah berguna, tetaplah dalam rancangan Allah untuk kemuliaan Allah.

  1. Menjadi Satu

Dalam banyak komponen yang dibutuhkan untuk pembangunan Kemah Suci tujuannya adalah menjadi satu. Satu dengan yang lain saling berkaitan dan tidak terpisahkan (Baca Kel 26:6).

Ini berbicara tentang hubungan yang terbangun antara kita sesama umat Tuhan. Allah menginginkan kita sebagai sesama umat Tuhan menjadi satu Kemah di dalam tubuh Kristus.  Artinya, sekalipun kita berbeda tapi kita satu dalam Pembangunan Rumah Tuhan atau Bait Allah.  Allah tidak mau kita tercerai berai, tapi satu. Itu sebabnya nubuatan yang disampaikan seorang Imam Kayafas dalam Yoh 11:52, dia berbicara kematian Yesus adalah untuk keselamatan Israel termasuk saudara dan saya.  Dikatakan bahwa Yesus akan mengumpulkan yang tercerai berai atau menyatukan mereka kembali.

Yesus mau agar kita menjadi satu di dalam ikatan kasih Allah. Kolose 3:14 dikatakan kenakanlah kasih sebagai pengikat.

Untuk apa kita menjadi satu? Agar kita bisa saling memperlengkapi sebagai satu tubuh Kristus. Bagaimana kita menjadi Satu?

  • Diam bersama dengan Rukun, Mazmur 133:1-3
  • Kesepakatan hati, Matius 18:19
  • Saling mengasihi dan memberi hormat, Roma 12:10
  • Satu dalam Persekutuan, Ibrani 10:25.

Kesimpulan

Jadilah gereja atau orang percaya yang masuk dalam rancangan Tuhan, dan menjadi gereja yang berdiri kokoh, kuat melalui Pribadi Yesus yang tinggal dan berdiam di dalam hidup kita.  Berpegang pada Firman Allah yang menjadi acuan dan tetap melangkah dalam menghidupi panggilan Allah bagi kita.  Sebagai umat pilihan Allah mari jadikan Yesus sebagai sumber rancangan atas kehidupan kita.  Teruslah menjadi saksi di tengah dunia ini. Percayalah rancangan Tuhan pasti digenapi dalam hidup kita.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s