YESUS JAMINAN KESELAMATAN ORANG PERCAYA, oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 2 Oktober 2016 )

Roma 8:1

“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”

PENDAHULUAN

Roma 8:1, menjelaskan bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus, berada dalam jaminan Yesus. Dengan lain kata, Iblis tidak akan bisa menguasai dan menyeret orang percaya ke dalam kebinasaan atau ke dalam neraka. Inilah yang Yesus ucapkan.

Yohanes 10:27,28 “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.”

Yohanes 10:29

“Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari   tangan Bapa.”

Orang yang percaya kepada Yesus pasti dikenal oleh Yesus sebab ketika ia percaya kepada Yesus, namanya dicatat dalam buku kehidupan. Itu sebabnya Yesus mengenalnya dan Yesus memberikan hidup yang kekal sehingga tidak ada seorangpun yang binasa. Sebab orang percaya seperti ada dalam genggaman tangan Yesus dan Bapa, sehingga tidak ada seorangpun yang dapat merebut dari tangan Yesus dan Bapa. Inilah jaminan orang percaya, yaitu berada dalam keselamatan. Kecuali atas keinginan kita, kita meninggalkan Yesus dengan melepaskan keselamatan maka kita terlepas dari genggamanNYA.

DASAR JAMINAN YESUS

Apa dasar Yesus, sehingga Yesus menjamin bahwa kita tidak akan dihukum dalam neraka? Bukankah, menurut Roma 3:23a “Karena semua orang telah berbuat dosa” dan Roma 6:23 “Upah dosa ialah maut!” ?

Jadi, setiap dosa yang kita lakukan upahnya adalah maut yaitu Neraka. Dasar atau alasan Yesus, bahwa  orang yang percaya kepada Yesus tidak akan dihukum di dalam  Neraka, adalah Roma 8:2 “Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut”.

Apakah yang dimaksud: “Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut?” Perhatikan perbandingan antara  Adam dengan Yesus.

I Korintus 15:45 “Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.” Perhatikan perbandingan tabel berikut:

tabel-adam-yesus

Sebelum seseorang percaya kepada Yesus, ia berada dalam tabel Adam. Mereka yang terus hidup dalam dosa akan berujung kepada kebinasaan. Tetapi syukur kepada Allah karena Yesus kita dipindahkan dari kematian kepada Yesus.

MENGAPA HARUS YESUS

Mengapa harus Yesus? Apakah kita tidak bisa mengurus dosa kita supaya kita bersih dari dosa dan tidak dihukum di dalam neraka? Perhatikan Roma 8:3,4 “Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa. Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.”

Kalimat “Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah”, artinya manusia tidak dapat menyelesaikan dosa yang telah kita lakukan, dengan cara menaati atau melakukan hukum Taurat. Meskipun Hukum Taurat adalah hukum yang sangat baik sebab memberitahu hal-hal apa yang harus kita lakukan untuk hidup dalam kekudusan. Mungkin beberapa orang berpikir bahwa Hukum Taurat cukup mudah karena hanya berisi 10 hukum, tetapi perlu diketahui bahwa orang Israel masih diperhadapkan dengan 593 hukum dalam hidup keseharian yang harus ditaati. Orang Yahudi memiliki mezuzah yang berisi ayat serta diletakkan di setiap pintu rumah. Jadi begitu banyaknya hukum yang harus dilaksanakan orang Israel, membuat mereka terkurung dan sulit untuk bebas melakukan aktifitas. Yesus mengetahui hal tersebut, itu sebabnya IA korbankan diriNya agar kita hidup untuk DIA bukan lagi berdasarkan hukum Taurat.

Tetapi mengapa kita tidak bisa melaksanakan Taurat secara total 100%? Karena walaupun hati berkehendak, tetapi daging (tubuh) kita lemah atau tidak sanggup untuk melaksanakannya. Kadang kala kita ingin berbuat baik tetapi alhasil kita justru lakukan dosa. Jadi sangat tidak mungkin kita dapat laksanakan Hukum Taurat, sebab jika seseorang gagal dalam satu hukum taurat maka 9 hukum yang telah kita laksanakan dengan baik dianggap gagal. Seperti yang tertulis dalam Roma 7:21-24, Paulus ingin melakukan hukum Allah tetapi dalam dagingnya hukum Allah ditentang. Hukum Allah dan daging saling bertentangan.

USAHA MANUSIA SIA-SIA

Dahulu Manusia dalam kemuliaan Allah, tetapi saat Adam jatuh dalam dosa, maka Manusia kehilangan kemuliaan Allah. Usaha dan kebaikan yang manusia lakukan untuk keluar dari dosa adalah sia-sia.

Kalau begitu bagaimana caranya agar kita tidak dihukum?

Roma 8:3 “Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging,“… telah dilakukan oleh Allah. Dengan cara apa? Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging…” Yohanes 1:1-3. Hanya ada satu cara, yaitu Allah mengutus anakNya dan menjadi daging. Sebab jika Yesus tidak jadi manusia maka Yesus tidak bisa mati sebab Allah kekal adanya. Yohanes 5:24, oleh pengorbanan Darah Yesus sekarang kita layak untuk menerima kembali kemuliaan.

TANGGUNG JAWAB KITA

Setelah kita percaya dan pasti diselamatkan, apa tanggung jawab kita? Sebagai orang yang sudah memiliki kepastian selamat, kita harus hati-hati dalam menjalani hidup, dan berbagai pengajaran sesat dan kerjakan keselamatan. Karena zaman sekarang banyak ajaran sesat yang menggunakan Allkitab, bukan untuk membawa kepada keselamatan tetapi membawa kepada kebinasaan.

KERJAKAN KESELAMATAN

Filipi 2:12a “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat, karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar…” Kita harus kerjakan keselamatan yang kita telah terima…” Mengerjakan Keselamatan Yang dimaksud mengerjakan keselamatan adalah TAAT. Artinya kita tetap menjaga keselamatan yang sudah kita terima dan jangan dengan mudah melepaskna keselamatan. Filipi 2:12a “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat, karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar…”

Cara untuk menjaga keselamatan :

  • Taat mempertahankan iman kepada Yesus, Matius 24:13.
  • Taat melakukan firman Tuhan, Roma 6:17
  • Taat – Tidak Hidup Menurut Daging

Cara untuk kita memelihara keselamatan yang telah kita terima adalah dengan cara: Tidak Hidup Menurut Daging. Sebagai pengikut Yesus yang sudah diselamatkan, kita tidak boleh lengah sehingga tergoda untuk melakukan keinginan/perbuatan daging. Sebab itu serahkan perbuatan kita kepada Tuhan, maka Allah akan memampukan kita.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s