DOA PAULUS – oleh Pdp. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 1 – Minggu, 9 Oktober 2016)

Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,…….”

(Kolose 1:9-12)

Kolose adalah jemaat yang bertumbuh dalam iman, kasih, dan pengharapan. Hal ini membuat Rasul Paulus sangat memuji dan mengucap syukur atas keberadaan jemaat ini (Kolose 1:3-6). Kondisi jemaat Kolose dapat dikatakan telah mengalami pertumbuhan secara baik (ayat 9). Namun ternyata tidak membuat Paulus untuk terus menaikkan doa bagi jemaat, sekalipun mereka sudah bertumbuh dengan baik dalam iman, kasih dan pengharapan tidaklah berarti mereka sudah tidak lagi memerlukan doa. Mengapa? Karena Paulus tahu kehidupan ditengah kesukaran, penderitaan, pengaruh dunia akan membuat  iman menjadi lemah bahkan kasih menjadi dingin.

Paulus tidak berhenti untuk terus-menerus berdoa bagi Jemaat, dan berikut Isi doa Paulus :

  1. Supaya mereka dipenuhi dengan marifat

Dalam ayat 9b berkata bahwa dibutuhkan hikmat dan pengertian yang benar untuk mengetahui kehendak Allah. Dalam Efesus 5:17 kita harus berusaha agar dapat mengerti kehendak Allah, caranya adalah :

  • Melalui Firman Allah
  • Roh Kudus
  • Melalui Keadaan/situasi yang terjadi
  1. Supaya berlayak di hadapan Tuhan

Kita dipanggil menuju kepada suatu terang yang ajaib dan melalui darah Yesus yang tercurah di kayu salib yang kemudian melayakkan kita. Pengertian hidup yang telah dilayakkan berdasarkan Efesus 4:1 adalah hidup yang berpadanan dengan panggilan.

  1. Menjadi berkenan kepada-Nya

Kita harus pahami bahwa sesuatu yang baik tidak dapat secara otomatis kita sama artikan dengan berkenan. Kita harus mencari atau melakukan kebenaran agar hidup kita ini menjadi berkenan, contohnya: Ratu Ester (Ester 5:2). Dari kisah ini kita dapat belajar bahwa Ester mendapat perkenanan dari Raja Ahasyweros dikarenakan Ester melakukan apa yang disebut kebenaran, sehingga Raja berkenan dan akhirnya mengabulkan permohonan sang Ratu.

  1. Berbuah dalam segala pekerjaan yang baik

Mengalami pertumbuhan secara pribadi dalam perjalanan iman tentulah suatu hal yang baik namun terlebih dari itu kita harus dapat menghasilkan buah yang dapat dilihat dan dinikmati oleh orang lain. Sejalan dengan hal tersebut maka kita dapat menyelami maksud dari keberadaan atau eksistensi kita sebagai orang percaya seperti yang tertulis dalam Efesus 2:10 bahwa kita diciptakan dalam Yesus Kristus untuk melakukan pekerjaan baik. Segala sesuatu yang dilakukan oleh orang percaya dapat kita sebut pekerjaan baik ketika dikerjakan seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia.

  1. Memiliki pengetahuan yang benar tentang Allah (Filipi 3:10)

Rasul Paulus menekankan betapa pentingnya memiliki pengenalan akan Allah serta masuk dalam persekutuan dengan Yesus. Dalam Surat 2 Petrus 3:18 mengatakan “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya”

Sebagai orang percaya adalah wajib hukumnya untuk kita mengalami pertumbuhan dalam pengenalan kita akan Allah.

  1. Dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya (Kolose 1:11)

Menyadari keterbatasan dan ketidakberdayaan sebagai manusia maka kekuatan Allah mutlak kita perlukan bahkan dalam segala aspek kehidupann kita. Dalam kelemahan kita kuasa Tuhan akan semakin nyata dan sempurna (2 Korintus 12:9). Artinya dengan kekuatan yang dari Tuhan, maka kita yang lemah ini dapat meraih kemenangan dan keberhasilan hidup. Penyerahan diri secara total kepada otoritas Allah membawa kita untuk menikmati kuasa-Nya dalam hidup kita.

 

Pengertian Kuasa :

  1. Dunamis (Dunamit)

Dari kata ini muncul sebutan dinamit (bahan peledak). Kata ini memiliki pengertian bahwa kuasa Roh Kudus yang abadi dalam kita dapat “meledakkan” hal negatif dalam hidup kita seperti gunung-gunung dosa seperti kesombongan, dendam, atau mungkin pergumulan serta pencobaan dalam hidup.

  1. Kratos

Adalah kuasa yang dinyatakan dalam tindakan atau sebuah aksi nyata. Awalnya kuasa Roh kudus itu ada dan bekerja di dalam kita, tetapi tidak sekedar bekerja di dalam saja melainkan keluar melalui tindakan-tindakan kita. Tindakan-tindakan yang dimaksud antara lain adalah :

a. Ketekunan (Roma 5:3-4, Yak 1:2-4)

Ketekunan yang kita miliki kemudian akan menghasilkan tahan uji, tahan uji menghasilkan buah yang matang, sempurna, utuh dan dapat dinikmati oleh orang yang melihat kita.

b. Kesabaran

Kesabaran erat kaitannya dengan suatu kondisi atau keadaan, diantaranya termasuk kesabaran agar mampu bertahan dalam keadaan yang sulit. Waktu dimana kita sedang menantikan kedatangan Tuhan pun dapat dikatakan sebagai keadaan yang sulit, dimana akan semakin besar (dan banyak) tantangan yang datang, karena itu jangan sampai kita gugur dalam iman, kasih dan pengharapan kita, (Yakobus 5:7-9). Bila kita mengijinkan kuasa Allah bekerja, maka kehidupan rohani kita akan bertumbuh. Dunamis tidak akan berguna kalau hanya diam di dalam kuasa itu harus tersalur keluar menjadi krotos.

c. Sukacita

Ada orang yang sabar tetapi hidupnya tanpa sukacita, inilah adalah kesabaran dengan menggunakan kekuatan sendiri dan tidak akan bertahan lama. Sukacita dari Tuhan membuat kita tidak terpengaruh dengan keadaan yang terjadi disekitar kita atau pun masalah yang terjadi dalam hidup kita. Ini jelas berbeda dengan sukacita yang berasal dari dunia yang telah dipengaruhi dengan hal-hal diluar yang bersifat sementara. Sukacita yang harus kita miliki adalah sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus (Yoh 16:22;Gal 5:22; Rom 14 :17)

d. Mengucap Syukur

Surat Kolose adalah surat yang penuh Ucapan syukur (Kol 1:2, 2-7, 3:15-17, 4:2). Menariknya surat ini ditulis oleh Paulus ketika ia sedang berada dalam penjara, suatu kondisi yang jauh dari kesan nyaman bahkan dapat dikatakan buruk! Namun dalam kondisi seperti itu Paulus tetap mampu mengucap syukur. Tuhan memberkati!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s