TANGGUNG JAWAB ORANG YANG SUDAH DISELAMATKAN oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya, Minggu – 16 Oktober 2016 )

Roma 8:1-4

PENDAHULUAN

Beberapa minggu yang lalu, firman Allah sudah menjelaskan bahwa orang yang percaya kepada Yesus, hidupnya dijamin, pasti selamat. Karena Yesus telah datang ke dalam dunia, menjadi manusia (daging), dan dalam keadaan manusia (daging), Yesus menimpakan semua dosa manusia di dalam diri-Nya, supaya setiap orang yang percaya diselamatkan. Sebab jika Allah tidak menjadi manusia, Allah tidak dapat mati karena IA kekal adanya.

TANGGUNG JAWAB ORANG PERCAYA

Oleh sebab itu, sebagai orang yang sudah diselamatkan tanggung jawab orang percaya adalah mengerjakan keselamatan. Filipi 2:12a “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat, karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar.” Artinya, selama seseorang masih ada di dunia, keselamatan yang ia sudah terima, harus dipertahankan; dengan hidup taat kepada Tuhan. Karena bila tidak taat akan Tuhan dan Firman-Nya, maka terancam kehilangan keselamatan yang sudah diterima.

Cara hidup orang percaya harus berbeda dengan mereka yang belum diselamatkan. Dan harus pertahankan keselamatan yang sudah diterima. Matius 10:16 “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” Posisi orang yang sudah diselamatkan seperti domba di tengah serigala. Oleh sebab itu sebagai orang percaya, miliki sikap cerdik tetapi tulus.

Ayub 7:1a menuliskan “Bukankah manusia harus bergumul di bumi,” dan terjemahan lama menuliskan “Bahwa hal manusia di atas bumi ini seperti orang perang adanya…” Artinya hidup orang percaya yang sudah diselamatkan, seperti orang yang sedang bergumul atau berperang. Jika tidak bergumul atau berperang dengan baik, maka akan kalah serta kehilangan keselamatan yang sudah diterima.

CARA MEMPERTAHANKAN KESELAMATAN

Filipi 2:12 Mempertahankan keselamatan dengan cara “hidup taat”, berbagai gambaran Firman Allah tentang taat atau ketaatan. Beberapa ketaatan yang harus orang percaya miliki, yaitu :

  1. Taat sampai akhir dalam iman kepada Yesus

Seperti Stefanus memilih mati syahid daripada keluar dari Yesus Kisah 7:54-60. Meskipun dalam aniaya, ia tetap mempertahankan iman kepada Yesus.

  1. Taat melakukan perintah Tuhan

2 Tesalonika 1:8 “dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.” Oleh sebab itu taati Injil yang Yesus ajarkan karena dengan demikian keselamatan yang sudah dimiliki tidak akan hilang”.

  1. Tidak hidup menurut daging (keinginan hawa nafsu dosa)

Ketika seseorang percaya kepada Yesus, mereka sudah diampuni dari segala dosa dan Roma 8:1 “Tidak ada pehukuman bagi mereka yang ada di dalam Yesus”. Tetapi selama perjalanan hidup ada tanggung jawab yang dilakukan yaitu tidak mengikuti hawa nafsu dosa (daging) melainkan hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Roma 8:4 “Supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh!”

Mengapa kita harus hidup menurut Roh, bukan menurut daging? Roma 8:6-8. Perhatikan perbandingan tabel berikut:

tabel-keinginan-daging-roh

PERBUATAN DAGING

Sebagian besar bangsa Israel tidak sampai di Tanah Kanaan, bukan karena Allah tidak menyertai mereka, tetapi karena mereka dikuasai keinginan daging, 1 Korintus 10:1-11.

Perhatikan, 1 Korintus 10:1-4, Tuhan berikan fasilitas sebagai jaminan bagi bangsa Israel, mereka dijamin pasti akan tiba dengan selamat di tanah Kanaan. Tuhan pun menuntun dengan awan di siang hari dan dengan api, di malam hari untuk menerangi perjalanan serta menghangatkan mereka. Dengan mujizat Allah, bangsa Israel melintasi laut Teberau.

Fasilitas lainnya:

  • Manna (roti sorga) dan air disediakan Tuhan selama 40 tahun
  • Kasut dan pakaian mereka tidak pernah rusak
  • Penyakit dilalukan
  • Musuh yang menghadang, Tuhan kalahkan

Israel hanya patuh/taat, mereka pasti sampai di Kanaan. Namun Isreal tidak melaksanakannya.

1 Korintus 10:5 “Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.” Kenyataannya, walaupun Israel diberi fasilitas istimewa oleh Allah, tapi mereka tewas di perjalanan (tidak sampai di tanah Kanaan). Karena bangsa Israel, dikuasai oleh keinginan daging.

Keinginan daging itu antara lain:

  • 1 Korintus 10:6 “menginginkan hal-hal yang jahat”

Keinginan daging adalah keinginan yang jahat, yaitu keinginan masa lalu, ketika bangsa Israel masih dijajah Mesir, (gambaran orang yang masih hidup di dalam dosa), Bilangan 11:4-6. Sebagai orang percaya hidupnya harus dalam kekudusan, bukan lagi seperti orang Israel yang menginginkan hal jahat yaitu dosa sehingga Allah membinasakan.

  • 1 Korintus 10:7 “Penyembah-penyembah berhala”

Allah menempatkan Israel diantara bangsa yang tidak mengenal Tuhan dengan menyembah berhala. Dengan demikian, Israel menjadi contoh bagi bangsa-bangsa tersebut serta percaya kepada Allah, tetapi fakta yang terjadi justru sebaliknya. Keluaran 32:1-6, bangsa Israel sudah bosan dengan iman kepada Allah yang tidak kelihatan, dan ingin Allah yang kelihatan yaitu berhala. Allah pun murka kepada Israel. Ibrani 11:6. Berhala zaman sekarang tidak selalu berbentuk patung. Berhala adalah hal-hal yang melebihi posisi Tuhan misalnya kekayaan atau pekerjaan atau pasangan hidup. Jadi bila kita menempatkan sesuatu lebih dari Tuhan, itulah berhala.

  • 1 Korintus 10:8 “percabulan”

Bilangan 25:1-5, Bangsa Israel tidak setia hidup dalam prinsip salib, menyebabkan mereka berbuat cabul.

  • 1 Korintus 10:9 “ mencobai Tuhan”

Bilangan 21:4-9, Bangsa Israel marah kepada Tuhan, mereka meremehkan manna yang Tuhan beri (Kesimpulan: bersungut-sungut sama dengan mencobai Tuhan).

Bangsa Israel melawan Musa sebagai pemimpin rohani dan berkata kasar, ay. 5. Mereka mati digigit ular tedung sehingga tidak sampai di tanah perjanjian.

  • 1 Korintus 10:10 “Janganlah bersungut-sungut”

Bilangan 16:41-19 Persungutan adalah lawan dari ucapan syukur. Sebab itu apa pun yang sedang dialami, rasul Paulus menasihati kita untuk selalu mengucap syukur. 1 Tesalonika 5:18 “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s