Cara Hidup Pengikut Yesus Yang Bertanggung Jawab – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 23 Oktober 2016 )

Pengkhotbah 7:16 – 18

 

PENDAHULUAN

Sebuah pengajaran mengutip Pengkhotbah 7:16 “Jangan terlalu saleh!” dan mengartikan ayat tersebut:

  • Jangan terlalu serius soal rohani
  • Ke gereja cukup sesekali
  • Tidak perlu ibadah doa.

Jika diperhatikan hanya sebagian saja tentu akan salah pengertian. Sesungguhnya maksud Pengkhotbah 7:16-18 ialah tanggung jawab manusia sehubungan urusan Jasmani dan Rohani. Inilah daftar perbedaan manusia jasmani dan rohani.

tabel-manusia-rohani-jasmani

Pengkhotbah 7:17, menjelaskan bahwa banyak orang yang hanya mengurus hal jasmani sehingga orang tersebut tidak peduli dengan hal rohani. Memikirkan jasmani saja adalah hal yang bodoh. Tetapi jangan juga fokus dengan rohani saja sehingga tidak peduli dengan hal fisik. Menurut pengkhotbah 7:18, bila mengerjakan yang satu jangan lepaskan yang lain. Keduanya harus diatur agar optimal.

 

MEMELIHARA dan MENGELOLA

Hidup yang berkenan kepada Tuhan dan jadi berkat bagi semua orang, selain kita harus memiliki keduanya, kita juga harus bias memelihara dan mengelola keduanya (jasmani dan rohani) dengan baik, bijaksana dan bertanggung jawab, sehingga :

  1. Diberkati secara Jasmani

Bila Tuhan berkati dengan berkat jasmani (materi), jangan abaikan yang rohani. Sebab bila kita hanya perhatikan yang jasmani maka tidak akan masuk dalam kerajaan Sorga. Selain dari pada itu, hal yang tidak seimbang juga kekejian bagi Tuhan. Amsal 11:1 “Neraca serong adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat”.

Berkat jasmani yang Tuhan titipkan tidak menyelamatkan. Berkat itu dititipkan/dipercayakan kepada kita, bukan untuk diri kita semata! Tuhan percayakan pada kita untuk kita pakai melayani Tuhan bagi: Pekerjaan Tuhan; Janda; Yatim piatu dan Orang Terlantar.

  1. Diberkati Secara Rohani

Bila Tuhan berkati secara rohani, jangan abaikan yang jasmani. Tetapi harus membangun jasmani, sehingga neraca hidup menjadi seimbang. Kerohanian orang percaya yang tinggi, luhur dan mulia, bila tidak diimbangi dengan yang kelihatan (fisikal) tidak jadi berkat bagi orang yang melihat kita. Untuk memperjelas, diangkat sebuah contoh dari Pengkhotbah 7:16-18 .

Orang kaya dan Lazarus yang miskin – Lukas 16:19-31.

Perhatikan tabel berikut:

tabel-lazarus-orang-kaya

Mr. X tidak diketahui namanya sebab namanya tidak tercatat dalam buku kehidupan. Karena pada akhirnya ia masuk dalam neraka kekal. Sebab orang kaya hanya condong ke materi tanpa memperhatikan yang rohani sehingga berakhir dalam kebinasaan. Sedangkan Lazarus dikenal oleh Tuhan, tetapi selama hidup di dunia ia tidak menjadi kesaksian yang memberkati sebab ia condong rohani sedangkan jasmani tidak diperhatikan.

Dari kedua contoh tersebut, apakah yang akan kita pilih? ORANG KAYA atau LAZARUS? Jika diperhatikan dari kedua orang tersebut, kita berpikir “dari pada masuk di neraka dan menderita siksa selama-lamanya, tentu kita memilih seperti Lazarus.” Tetapi apakah mau selama hidup di dunia menderita dan tidak menjadi berkat? Apakah solusinya?

SOLUSI

Agar kita tidak akan seperti ORANG KAYA yang hidupnya berakhir di neraka dan juga tidak menjadi seperti LAZARUS, yang percaya Yesus dan masuk sorga, tetapi selama hidup menderita dan tidak jadi berkat, ada solusinya. Selama hidup ia diberkati dan meninggal masuk dalam kerajaan Surga yaitu Abraham. Lukas 16:24,25, Abraham seorang yang dikasihi oleh Allah karena imannya sehingga Abraham mendapat gelar “BAPA ORANG BERIMAN”.

CARA HIDUP ABRAHAM

Kejadian 24:1 “Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati  Tuhan dalam segala hal.”

Abaraham diberkati dengan:

  • Umur panjang
  • Berkat Jasmani (materi)
  • Berkat Rohani

Abraham bukan hanya diberkati secara jasmani seperti orang kaya, tetapi juga ia memiliki kekayaan rohani. Keseimbangan seperti Abraham yang Tuhan inginkan untuk orang percaya. Tidak condong ke salah satu bagian saja.

Oleh sebab itu, sebagai orang percaya hiduplah dalam iman seperti Abraham. Galatia 3:7 “Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.” Kalau orang percaya adalah anak-anak Abraham, maka  hidup harus seperti Abraham.

berkat-jasmani-ronai

Hiduplah seperi Abraham, hidup yang seimbang dalam jasmani dan rohani. Tidak hanya condong kepada materi sehingga kehilangan yang rohani. Atau sebaliknya hanya fokus rohani sehingga tidak bekerja dan menyusahkan orang lain. Kiranya Tuhan yang memampukan kita semua. Amin.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s