APAKAH YANG KAMU CARI (Mengenal Sang Guru) seri 7 – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3 – Minggu, 30 Oktober 2016 )

Yohanes 1 : 35-39

Pendahuluan

Berbeda dengan sekolah modern saat ini, sekolah kerabian Yahudi mengharuskan seorang murid tinggal bersama gurunya. Proses belajar mengajar sekolah kerabian tidak belangsung di dalam kelas, tetapi dalam kehidupan sehari-sehari bersama sang guru. Kehidupan nyata dan pengalaman harian adalah pelajaran yang diberikan sang guru kepada muridnya. Di rumah sang guru, seorang murid akan belajar tentang pengetahuan agama dan kehidupan. Itulah sebabnya dua orang murid Yohanes bertanya kepada Yesus: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?”

Selain karena sistim sekolah kerabian Yahudi mengharuskan seorang murid tinggal bersama gurunya, pertanyaan dua orang murid Yohanes: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” memiliki beberapa pengertian yang dapat menjadi pelajaran  bagi rohani kita, yaitu:

PENGENALAN

“Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” menunjukan kerinduan murid-murid untuk  mengenal Yesus lebih dalam lagi. Pengenalan hanya dapat dibangun melalui relasi setiap hari. Barangkali banyak diantara bapak ibu yang mengetahui tentang saya, tetapi tidak banyak yang benar-benar mengenal saya. Orang-orang yang paling kenal saya adalah mereka yang tinggal bersama saya yaitu: istri dan anak-anak saya. Melalui tinggal bersama sang guru, murid-murid akan mengenal sang guru dengan benar.

Tanda seorang murid sejati adalah mengenal sang guru dengan benar. Banyak orang Kristen “mengetahui” tentang Tuhan, tetapi tidak “mengenal” Tuhan. Mereka tahu perkara-perkara tentang Tuhan, tetapi mereka tidak benar-benar mengenal Tuhan. Pengenalan akan Tuhan adalah hal yang penting dalam kehiduan rohani kita. Apakah iman kita berkembang atau mati tergantung pengenalan kita kepada Tuhan. Apakah rohani kita akan naik atau turun, maju atau mundur, membesar atau mengecil, semuanya itu ditentukan dari pengenalan kita kepada Tuhan. Pengetahuan tentang Tuhan dibangun melalui pikiran/otak, tetapi pengenalan dibangun melalui hati.

Mengenal TUHAN

Mengapa mengenal Tuhan menjadi begitu penting dalam pertumbuhan iman seseorang? Berikut ini beberapa alasan akan pentingnya pengenalan akan Tuhan.

  1. Pengenalan menentukan cara kita memperlakukan.

Yohanes 1 : 10 – 12

Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Pengenalan menentukan cara kita memperlakukan seseorang. Kalau kita mengenal seseorang sebagai orang yang jahat, maka kita akan menjauhkan diri darinya. Sebaliknya kalau kita mengenal seseorang sebagai orang terhormat, maka kita akan memperlakukannya juga dengan hormat.

Saat Tuhan Yesus datang ke dunia, orang-orang tidak mengenalNya, karena tidak mengenalNya, akibatnya mereka tidak menerimaNya. Tetapi bagi mereka yang mengenalNya, mereka menerimaNya dan menjadi anak-anak Allah. Pengenalan menentukan cara memperlakukan.

Contoh :

Kejadian 42:8  Memang Yusuf mengenal saudara-saudaranya itu, tetapi dia tidak dikenal mereka.

Karena Yusuf mengenal orang-orang yang datang membeli gandum adalah kakak-kakaknya, maka Yusuf memperlakukan mereka dengan baik. Karung-karung mereka dipenuhi dengan gandum bahkan uang mereka dikembalikan.

  • Contoh : Umat Israel

Maleakhi 1:6 – 7

Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?” Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?” Dengan cara menyangka: “Meja TUHAN boleh dihinakan!” Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam.

 

Umat Israel tidak memiliki pengenalan yang benar tentang Allah. Sekalipun mereka menyebut Allah sebagai Bapa, namun mereka tidak menaruh hormat kepadaNya. Mereka membawa persembahan yang buruk kepada Allah.

Bagaimana dengan ibadah yang kita lakukan saat ini? Apakah kita melakukannya karena pengenalan akan Tuhan? Saat kita memuji Tuhan, apakah kita memuji karena kita mengenal Tuhan sebagai Allah yang layak dipuji atau karena kebiasaan dalam ibadah? Demikian juga saat berdoa, mendengarkan firman Tuhan bahkan saat memberi persembahan, apakah semuanya itu dilakukan berdasarkan pengenalan akan Tuhan? Kalau kita benar-benar mengenal Tuhan, tentu kita akan melakukannya dengan cara yang terbaik.

  1. Kuat dan bertindak

Daniel 11 : 32

Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.

 

Orang yang paling kuat bukanlah yang paling besar, bukan juga yang paling tinggi kedudukannya atau yang paling banyak kekayaannya. Orang yang kuat adalah orang yang mengenal Allahnya. Hal ini ditunjukkan sendiri oleh Daniel. Dalam Daniel pasal enam dikisahkan bahwa raja Darius telah mengeluarkan undang-undang kerajaan bahwa barangsiapa yang dalam 30 hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua Singa.

Sekalipun diancam dengan undang-undang kerajaan yaitu masuk ke dalam gua Singa Daniel tetap berdoa kepada Allah karena ia mengenal siapa Alllah yang disembah. Daniel tidak takut kepada gua Singa sebab ia tahu bahwa Allah yang ia sembah sanggup menolongnya.

Hal yang sama juga dialami oleh Sadrakh, Mesakh, Abednego.

Daniel 3:16 – 18 

Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Sadrakh, Mesakh dan Abednego tetap menyembah kepada Allah Israel, karena mereka tahu bahwa Allah yang mereka sembah adalah Allah yang benar yang berkuasa melepaskan mereka dari dapur api yang menyala-nyala.

Daud adalah orang yang mengenal benar akan Allah yang disembahnya.

1Samuel 17:37 

Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”

Pengalaman hidup bersama Tuhan saat menggembalakan domba di padang, telah menumbuhkan imannya untuk mengenal Allah Israel sebagai penolong hidupnya. Itulah sebabnya, ia tidak gentar kepada Goliat, sekalipun seluruh pasukan Israel melarikan diri darinya. Dengan yakin Daud mengenal Allahnya yang telah melepaskannya dari cakar singa dan dari cakar beruang, Ia juga yang akan melepaskannya dari tangan Goliat, orang Filistin itu.

Orang-orang yang mengenal Tuhan, mereka tidak pernah takut menghadapi Goliat. Jangankan seorang Goliat, seribu Goliat pun takkan pernah menggentarkan hatinya, sebab mereka mengenal Allahnya lebih besar dari Goliat yang didepannya.

  1. Pengenalan menentukan Kepercayaan.

Mamzmur 9 : 11

Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kau tinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.

Tentu tidak seorangpun diantara kita yang mempercayakan harta milik kita kepada orang yang tidak kita kenal. Umumnya kita menyerahkan milik kita hanya kepada orang yang kita kenal. Demikian halnya dengan  kekristenan. Iman percaya kita kepada Allah tergantung dari pengenalan akan kepadaNya. Semakin kenal semakin percaya, kurang kenal kurang percaya, tidak kenal tidak percaya. Untuk itu kenalilah Tuhan dengan benar agar percaya kita kepadaNya semakin tumbuh.

Abraham adalah salah satu contoh orang yang mengenal Allah dengan benar. Ia tidak takut mempersembahkan Ishak karena ia percaya bahwa Allah sanggup menepati janjiNya. Tindakannya mempersembahkan Ishak didasarkan iman/percayanya kepada Allah karena ia mengenalNya dengan benar.

Ibrani 11:17 – 19 mencatat:

Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, walaupun kepadanya telah dikatakan: “Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu.” Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.

Contoh lain orang yang mengenal Allah dengan benar adalah Ayub.

Ditengah krisis yang dialaminya, Ayub tetap percaya kepada Allah, bahwa Allah pasti melakukan yang terbaik bagi dirinya. Kata-katanya menunjukan sebagai orang yang mengenal Allah dengan benar.

Ayub 19:25  Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.

Ayub 23:10  Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.

Ayub 42:2  “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.

  1. Damai lahir dari Pengenalan

2 Petrus 1:2 

Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.

Banyak orang yang mengira bahwa  damai sejahtera datang dari uang yang banyak, kedudukan yang tinggi, atau keadaan yang aman dan nyaman. Namun kenyataannya, semuanya itu tidak menjamin seseorang memiliki damai sejahtera, sebab damai sejahtera itu datang dari pengenalan akan Tuhan. Keadaan bisa berubah, musim bisa berganti, tetapi orang yang mengenal Tuhan akan tetap memiliki damai sejahtera. Petrus bukan saja menulis ayat ini, tetapi ia sendiri telah mengalaminya.

Sebelum Petrus memiliki pengenalan akan Tuhan dengan benar, Petrus menjadi seorang yang penakut dan tidak memiliki damai dalam hidupnya. Saat badai datang ia takut, sekalipun Yesus bersama-sama mereka dalam perahu (Markus 4:38). Demikian juga saat Yesus ditangkap di taman Getsemani, Petrus melarikan diri dan menyangkalNya saat ditanya seorang penjaga pintu gerbang pengadilan. Namun setelah Petrus mengenal Yesus dengan benar, ia menjadi seorang yang penuh dengan damai dalam hidupnya. Dalam Kisah Rasul 12:6 menunjukan kedamaian Petrus sekalipun besok pagi ia akan menjalani hukuman mati.

2 Timotius 1:12

Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

Paulus tidak takut mengalami berbagai penderitaan. Ia tetap damai dalam situasi apapun sebab ia tahu kepada siapa ia percaya. Percayanya kepada Tuhan Yesus Kristus, memberinya damai sejahtera dalam segala keadaan bahkan dalam aniaya dan penderitaan sekalipun.

Penutup

Bagaimana pengenalan kita akan Tuhan saat ini? Barangkali kita menyangka bahwa kita tahu tetang Tuhan, kita tahu dimana Ia berada, dilahirkan, disalib, dll. Tetapi Tuhan tidak bertanya: berapa banyak yang engkau tahu tentang Aku, Ia bertanya: Apakah engkau mengenalKu? Kenalah Tuhan dengan benar. GBU!KJP

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s