YESUS ADALAH PERNYATAAN DAN PENYERTAAN ALLAH BAGI ORANG YANG PERCAYA – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2 – Minggu, 30 Oktober 2016 )

MATIUS 11 : 25-30

 

Pendahuluan

Dalam Matius 11:25 – 30, menjelaskan dua hal:

  • Ayat 25 – 27, Rahasia Allah yang dinyatakan dalam pribadi Yesus.
  • Ayat 28 – 30, Yesus sebagai Allah yang menyertai kehidupan orang percaya.
  1. YESUS SEBAGAI PERNYATAAN ALLAH

Matius 11:25  “ Pada waktu itu berkatalah Yesus : Aku bersyukur kepadaMu Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.”  Dalam ayat ini menuliskan “Karena semuanya itu Engkau sembunyikan”. Apa yang Allah sembunyikan?  Yaitu, diri-Nya sebagai Mesias yang membawa keselamatan dan kerajaan –Nya (matius 25:1-24). Suatu rahasia Allah dan keselamatan yang diselidiki oleh para nabi-nabi.

  • 1 Petrus 1:10 “Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu (orang percaya).” Jadi tentang Yesus sudah difirmankan sejak purbakala.
  • Lukas 1:70 “Seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus.” Tetapi masih dirahasiakan dan tersembunyi berabad-abad lamanya.
  • Kolose 1:26 “Yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.”
  • Matius 11:25 “Pada waktu itu berkatalah Yesus : Aku bersyukur kepadaMu Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.”

Matius 11:25

  • Allah merahasiakan/menyembunyikannya bagi orang bijak dan orang pandai

Ada hal yang menarik dalam ayat tersebut, yaitu bahwa  Allah merahasiakan/menyembunyikannya bagi orang bijak dan orang pandai. Artinya, untuk dapat mengetahui secara rohani tentang Allah, tidak dapat dicapai melalui penalaran kebijakan dan kepandaian manusia. 1 Korintus 2:14 menuliskan “ Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan, dan ia tidak ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.”  Sepandai apapun manusia tidak akan dapat memahami tentang rahasia Allah, jika tidak di ilhamkan oleh Allah sendiri.

1 Korintus 1:18 “Sebab pemberitaan tantang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.”  Seperti halnya rahasia penebusan lewat salib yang tersembunyi bagi orang yang tidak percaya. Sehebat apapun gelar kepandaian yang dimilikinya tidak akan mengerti karya penebusan Allah lewat salib, justru sebaliknya berita salib adalah sebuah kebodohan yang tidak masuk akal. Tetapi bagi orang yang percaya, berita salib adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan.

  • Engkau nyatakan kepada orang kecil

Matius 11:25 “Pada Waktu Itu Berkatalah Yesus : Aku bersyukur kepadaMu Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.”

 

Apa yang dimaksud dengan orang kecil ? Dalam Injil  Matius 18:2-4 “Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata :  Aku berkata kepadamu, sesungguhya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam kerajaan Sorga. “

 

Dari Matius 18:2-4, yang dimaksud orang kecil adalah orang-orang yang pada waktu menanggapi Kristus Yesus, mengakui ketidak-berdayaan rohani mereka sehingga merendahkan diri sedemikian rupa menjadi seperti anak kecil yang membutuhkan pengajaran-Nya. Orang yang seperti ini dikatakan selanjutnya dalam Matius 11:26,  “Ya Bapa, itulah yang berkenan kepadaMu.” Jadi orang-orang yang merendahkan diri seperti anak kecil,  kepada merekalah Tuhan berkenan menyatakan semua rahasia IllahiNya. Hal ini diteguhkan dalam Matius 11:27  “Semua telah diserahkan kepadaKu oleh Bapa dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak ada seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan-Nya.”  Rahasia Illahi itu bukan cuma Bapa dan Anak (Yesus) yang tahu, tetapi juga kepada setiap orang yang merendahkan diri dan percaya. Mereka diperkenankan untuk mendapat penyingkapan rahasia Allah yang tersembunyi melalui pribadi Anak yaitu YESUS.   Kolose 1:15 “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.” Diperkenan untuk mendapat penyingkapan rahasia Allah yang tersembunyi melalui pribadi Anak yaitu YESUS.

Didalam Alkitab, ada 2 orang yang mendapat penyingkapan dari rahasia Allah.

  1. )Musa – Keluaran 33 : 18-23

Musa memiliki kerinduan untuk dapat melihat Allah, tetapi Musa hanya dapat melihat bagian belakang Allah. Didalam dunia ini tidak ada seorangpun yang sanggup melihat Allah dan tetap hidup, sebab semua orang yang melihat Allah pasti akan binasa. Tetapi Musa mendapat kasih  karunia Allah untuk melihat bagian belakang Allah lewat celah gunung, dengan ditutup oleh tangan Allah. Dari pengalaman itu, Musa menulis 5 kitab pertama, khususnya kitab kejadian.  Dalam kitab kejadian, Musa  menuliskan hal-hal yang ada dibelakang atau waktu yang sudah lewat sebelum kejatuhan manusia dalam dosa.

  1. )Rasul Yohanes – Wahyu 1:12-20.

Ketika Yohanes dibuang kepulau Patmos, ia mendapat kasih karunia untuk berjumpa dengan Tuhan dan dapat memandang bagian depan Tuhan yang penuh dengan kemuliaan.  Sehingga Yohanes dapat menulis kitab wahyu, yang menubuatkan hal-hal yang akan terjadi di depan.

Seperti halnya Musa dan Yohanes, orang percaya pun dapat berjumpa dengan Allah, melalui Tuhan Yesus Kristus yang adalah gambar dan rupa Allah. Melalui Yesus, orang percaya dapat mengerti maksud dan rencana Allah dari awal dunia hingga akhirnya.

2. YESUS SEBAGAI PENYERTAAN ALLAH

Bagian kedua tentang penyertaan Allah lewat pribadi Yesus ditulis dalam Matius 11 : 28-30 tercatat dalam  Matius 11 : 28. “ Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Karena Allah sudah menyatakan Diri-Nya melalui pribadi Yesus, maka Tuhan membuka kesempatan kepada yang percaya yang alami letih lesu akibat tekanan dosa, untuk mencapai ketenangan rohani yang sejati.  Bagaimana caranya ?

Matius. 11 : 29.  “Pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah kepadaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapatkan ketenangan.

Ketika seseorang telah dibebaskan dari kuk (perhambaan) dosa, maka Yesus menaruh kuk-Nya dalam setiap hidup orang percaya dalam perjalanan hidupnya. Kalimat “Pikullah kuk yang Kupasang”, dalam terjemahan lain ditulis :  Pikullah kuk-Ku yang Ku pasang. Jadi kuk itu milik Yesus sendiri yang dibebankan kepada kita.

Pada jaman Israel dulu bahkan masih berlaku sampai sekarang, kuk biasa dipasang pada lembu, dan biasanya lembunya sepasang, satu lembu yang sudah berpengalaman dan lembu yang satunya adalah lembu yang kurang berpengalaman. Yesus punya dua kuk berpasangan, kuk yang satu dipikulnya sendiri sementara kuk yang lain dipasangkan kepada kita, Tuhan sendiri yang menuntun kita dalam bersama-sama memikul kuk itu, itulah sebabnya dikatakan “ belajarlah kepada-Ku…”. Jadi jelas dalam kita memikul kuk kehidupan ini kita tidak sendirian tetapi ada Tuhan disamping kita yang memikul kuk yang tersambung dengan kuk kita, serta menuntun kita menjalani hidup ini. Bagaimana kondisi kuk yang kita pikul itu ?

Matius 11 : 30“ Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”   Mengapa kuk itu dikatakan enak dan bebannya ringan buat kita yang percaya ?  Karena kuk yang terberat telah dipikul oleh Yesus sendiri. Apakah bagian kuk yang terberat yang telah dipikul Yesus ?  SALIB –  Dosa-dosa kita itulah bagian terberat yang sudah dipikul Tuhan buat kita, yaitu kuk yang tidak mungkin dapat dipikul kita, kita mendapat bagian yang ringan.

Yesus menyertai hidup setiap orang percaya dengan turut memikul kuk yang terpasang dalam kehidupan kita di dunia ini, dengan memberi tuntunan untuk menjadikan kita sekualitas dengan Diri-Nya. Itulah sebabnya jangan putus asa dalam menghadapi beratnya tekanan kehidupan ini, karena Allah menyertai kita dengan turut menanggung beban yang terberat, sehingga kita disanggupkan untuk dapat menanggung beban perjalanan iman kita sampai nanti tiba tanah sorgawi (Fil 4 :13). Pernyertaan Allah sekarang melalui Roh Kudus yang ada didalam kita, akan turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang percaya ( Roma 8:28).

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s