MENGUTAMAKAN MANUSIA ROHANI – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 20 November 2016 )

2 Korintus 4:16-18

PENDAHULUAN

Setiap manusia tidak terkecuali memiliki manusia jasmaniah dan rohaniah. Manusia jasmani kelihatan sedangkan manusia rohani tidak kelihatan. Manusia jasmani sifatnya lahiriah, sedangkan yang rohani bersifat rohaniah. Manusia jasmani sifatnya sementara, kata firman Allah umurnya 70 – 80 tahun atau lebih. Sedangkan manusia rohani kekal adanya, meskipun manusia jasmaninya sudah menjadi jasad hanya dibedakan tempatnya, ada yang di Surga atau di Neraka.

FOKUS PERHATIAN

Melihat perbandingan manusia jasmani dan rohani, maka dengan jujur seringkali dalam menjalani hidup di dunia, kebanyakan orang percaya hanya peduli serta peka terhadap hal-hal jasmaniah/materi. Contohnya: saat seseorang lapar jasmani, maka tubuh ini dengan peka memberitahu kebutuhan tubuh. Tidak sedikit orang emosi karena rasa lapar, demi memenuhi kebutuhan jasmani. Tetapi rasa lapar rohani bahkan sakit rohani, kebanyakkan orang justru tidak sadar atau peka. Dengan demikian, tanpa disadari mereka semakin menjauh dari Tuhan.

Sebuah contoh lain yang terambil dari Alkitab tentang orang kaya dan lazarus – Lukas 16:19-31.

Perhatikan ayat 19 orang kaya hanya fokus pada jubah UNGU dan KAIN HALUS. Lukas 16:19a “Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus” 

  • Orang kaya lebih memperhatikan jubah ungu dan kain halus daripada keselamatan.
  • Jubah ungu dan kain halus, bukan cuma bicara soal “Sandang” tapi uang; harta; jabatan; status sosial; popularitas; kedudukan dan gengsi.

Lukas 16:19b “dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.”

Orang kaya hanya mengejar kepuasan duniawi, tidak peduli dengan hidup yang kekal. Ia mengejar ini dengan harapan agar bisa bersukaria dalam kemewahan. Orang kaya mengejar materi dan duniawi, agar ia punya modal untuk bisa memuaskan keinginan nafsunya dan ia tidak peduli perkara rohani yaitu hidup setelah kematian/kekekalan. Maka pastilah orang kaya ini masuk dalam neraka.

Jika demikian apakah orang Kristen harus hidup seperti Lazarus? Hidup dalam kemiskinan dan tidak menjadi berkat? Sebab firman Allah menuliskan bahwa dalam hidup di dunia, Lazarus hanya meminta-minta kepada orang kaya. Tentu saja tidak!! Dalam pasal yang sama di Lukas 16, ada seseorang bernama Abraham, yang peduli akan hal-hal rohani (kekal). Tapi ia tidak mengabaikan kebutuhan jasmani selama hidupnya. Firman Allah mencatat bahwa Abraham adalah seorang yang kaya raya dan ia penuh dengan iman. Seharusnya pola hidup orang percaya seperti Abraham yang seimbang sebab ketidak-seimbangan merupakan kekejian bagi Allah- Amsal 11:1.

Ibrani 11:9,10 “Karena iman ia (Abraham) diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.”

 

Abraham hidup dengan kekayaan jasmani yang melimpah tetapi hati dan jiwanya tidak terikat dengan kekayaan jasmani melainkan ia menanti-nantikan kota yang dibangun oleh Allah. Sebagai orang percaya seharusnya kitapun seperti Abraham, selama hidup kita bekerja dan memperoleh kekayaan, tetapi tidak terikat dengan kekayaan. Hati dan jiwa hanya tertuju kepada Allah.

MATI ROHANI

Orang di luar Yesus, tidak dapat merasakan perkara-perkara rohani. Demikianpun dahulu kita sebelum percaya kepada Yesus, kita mati secara rohani. Efesus 2:1 “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.” Tetapi sekarang kita sudah dibangkitkan dan hidup di dalam Tuhan Yesus Kristus. Oleh sebab itu, kita harus fokus membangun dan memperhatikan manusia rohani kita pada saat kita alami kemerosotan lahiriah atau jasmaniah.

Oleh sebab itu, pada saat mengalami kemerosotan rohani maka harus ada ketajaman lewat:

  • Kebenaran Firman Tuhan, sebab lewat kebenaran firman Tuhan kita dapat mengerti apa yang Tuhan mau. Firman Allah disingkapkan saat beribadah dan bersekutu dengan orang-orang benar. Tidak dapat dibayangkan seseorang yang tidak beribadah maka mereka akan tumpul dan mengalami kemerosotan rohani.
  • Roh Kudus juga akan mengingatkan akan dosa dan kematian kekal dalam neraka.

II Korintus 4:16 “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.” Semua yang lahiriah bisa merosot, yaitu kedudukan bisa merosot, kekayaan bisa merosot dan popularitas bisa merosot. Apakah kita mampu mempertahankan manusia rohani kita tetap kuat, tegar dan tidak tergoncangkan pada waktu kita alami kemerosotan jasmani? Dapatkah kita tetap kuat seperti halnya dengan Ayub?

AYUB

Ia alami kemerosotan ekonomi; keuangan bahkan fisik. Ayub sanggup mempertahankan kerohaniannya. Ayub 1:20-22 “Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.”

Ayub sanggup menghadapi semua itu karena ia tidak bergantung pada hal jasmani tetapi pada perkara rohani, sehingga saat semuanya lenyap ia tetap teguh dalam Tuhan. Hasilnya, Tuhan ganti segala yang hilang 10x lipat dari sebelumnya.

Jadi carilah perkara-perkara rohani dan juga mengerjakan perkara jasmani, tetapi hati dan perasaan jangan condong kepada jasmani melainkan kepada perkara rohani. Tuhan kiranya menolong setiap kita untuk fokus kepada perkara yang rohani.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s