SETIA SAMPAI AKHIR – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 27 November 2016 )

Matius 24:13

“Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”

PENDAHULUAN

Matius 23:13 mengingatkan betapa pentingnya seseorang memiliki kesetiaan dalam pengiringan kepada Tuhan sampai akhir. Sebab barang siapa yang setia sampai akhir dialah yang akan diselamatkan. Pengkhotbah pasal 3 menjelaskan bahwa hidup manusia di muka bumi akan selalu berurusan dengan awal dan akhir. Ada saatnya seseorang mengawali hidup di dunia ini (lahir), tetapi ada saatnya ia harus mengakhirinya (mati). Saatnya seseorang mengambil keputusan untuk beriman kepada Yesus, ia melangkah dalam perjalanan iman. Tetapi yang tidak kalah penting adalah cara ia mengakhirinya.

Yesus mengingatkan kepada semua orang percaya, bila ingin diselamatkan saat mengakhiri hidup atau saat Yesus datang kedua kali, maka ia harus tetap bertahan dalam iman. Lukas 18:8a “Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” Hal ini tidak mudah sebab kalau seseorang memulai dengan iman, tetapi di akhir hidupnya ia kehilangan iman, maka semuanya akan sia-sia. Sebab iblis berusaha untuk menyerang orang percaya, agar kehilangan iman sehingga banyak orang yang masuk dalam neraka.

TEKAD PAULUS

Dalam Roma 8:35-39, jemaat Roma dianiaya baik pemerintah maupun masyarakat yang ada disekitar agar jemaat melepaskan iman mereka. Kondisi tersebut yang mendorong rasul Paulus untuk mengajak jemaat Roma agar tetap kuat dan tidak mau dipisahkan dari Yesus,  apa pun yang terjadi. Sebab yang menentukan keselamatan bukan langkah awal kita tetapi langkah akhir kita. Nasihat-nasihat rasul Paulus untuk tetap setia sampai akhir nyata dari apa yang ia sampaikan, menjelang kematiannya. Paulus bersaksi kepada Timotius, anak mentor yang dikasihinya.

Tiga Hal Yang Paulus Ingatkan dari II Timotius 4:7,8, antara lain :

  1. Mengakhiri Pertandingan Yang Baik

Paulus memberi gambaran bahwa kekristenan seperti pertandingan iman. Cepat atau lambat akan tiba di garis akhir pertandingan hidup. Apakah di akhir pertandingan seseorang hidup dengan baik atau buruk? Alangkah baiknya, kita bertanding dengan benar sebab ada hakim agung yang memperhatikan pertandingan iman setiap orang percaya. Seperti Paulus mengakhiri pertandingan dengan baik. Janganlah bertanding dengan kecurangan sehingga didiskualifikasi (adokimos) dari pertandingan meskipun sudah mengakhiri pertandingan. Contoh: Matius 7:21-23 – Orang-orang yang turut bertanding dalam iman tetapi dalam perjalanan iman ia berlaku tidak benar.

  1. Aku Telah Memelihara Iman

Bagian kedua yang Paulus nasihatkan untuk setiap orang percaya adalah tetap memelihara iman sampai akhir. Sebuah ajaran mengajarkan bahwa saat seseorang percaya kepada Yesus akan tetap selamat meskipun dalam perjalanan imannya ia berbuat dosa sesuka hatinya. Hal tersebut bertentangan dengan Filipi 2:12. Orang-orang yang diselamatkan adalah orang yang memelihara iman sampai akhir hidupnya, artinya ia menjaga dirinya untuk tetap berkenan kepada Allah.

Sebuah sejarah Roma, tentang orang Kristen, pada zaman Kaisar Vespasianus memerintah Roma (Italia). Ia memiliki pasukan eliet yang dipimpin langsung olehnya. Suatu ketika ia mendengar bahwa beberapa anggotanya percaya kepada Yesus. Lalu ia mencari cara untuk menyelidik berita tersebut dengan mengadakan pesta di  tepi danau beku sebab saat itu musim dingin. Ada begitu banyak hidangan lezat untuk pesta dan ia memberi upah kepada beberapa anggota pasukkan eliet yang berprestasi. Kemudian ia memanggil anggota yang percaya kepada Yesus dengan menelanjangi mereka dan berdiri di tengah danau beku. Tangan dan kaki diikat, untuk bebas dari hukuman mereka harus meninggalkan Yesus. Dan satu persatu mereka beku dan meninggal hanya satu orang yang tidak bertahan dan meninggalkan Yesus (murtad). Sehingga ia bebas dari hukuman, tetapi ada seorang yang berlari ke tengah danau dan mengaku ia percaya kepada Yesus. Sebab ia melihat ada malaikat yang datang memberikan mahkota kepada mereka yang meninggal dan tinggal satu mahkota yang belum dimiliki. Itu yang ia kejar. Dalam segala kondisi kita harus terus berkata “sekali Yesus, tetap Yesus.”

  1. Tersedia Mahkota

Paulus berkata: “Sekarang telah tersedia bagiku mahkota”. Ada mahkota yang disediakan Yesus bagi orang percaya yang setia sampai akhir.

Perlu diketahui bahwa keselamatan dan mahkota itu berbeda maknanya:

  • Keselamatan: Pemberian cuma-cuma (gratis), Yesus (sendiri) yang kerjakan keselamatan bagi semua orang di kayu salib. Oleh iman kepada Yesus kita selamat.
  • Mahkota/Pahala: Diberikan bagi pengikut Yesus, yang mengikut dan melayani Yesus dengan setia.

Ada 7 Macam Mahkota yang Yesus sediakan bagi yang mengikut dan melayani Yesus dengan setia.

A. Mahkota Kebenaran – 2 Timotius 4:7,8

Mahkota kebenaran adalah mahkota yang akan diberikan Yesus kepada jemaat yang memelihara iman kepada Yesus sampai di garis akhir. Dan yang tidak sampai garis akhir, jangankan mahkota, keselamatan yang gratis pun ia tidak akan dapat melainkan hukuman.

B. Mahkota Kehidupan – Yakobus 1:12

Mahkota kehidupan adalah mahkota yang akan diberikan Yesus kepada jemaat yang bertahan dalam pencobaan. Bila Tuhan ijinkan kita alami cobaan dalam pengiringan kita, artinya Tuhan sedang memberi peluang kepada kita untuk menerima “Mahkota Kehidupan”.

C. Mahkota Abadi (Kekal) – 1 Korintus 9:25,26

Orang rela habis-habisan untuk mengejar mahkota dunia yang fana. Tetapi Yesus sediakan bagi kita mahkota yang tidak akan layu dan usang, kalau kita ambil bagian dalam melayani Tuhan (di bidang apa saja).

D. Mahkota Kemegahan (Sukacita) – I Tesalonika 2:19,20

Umumnya, orang menjadikan harta; kedudukan; popularitas sebagai kebanggaan diri. Tetapi kebanggaan Paulus adalah jiwa-jiwa yang ia menangkan. Sebab memenangkan jiwa, berarti mendapatkan mahkota kemegahan (sukacita) dari Tuhan.

E. Mahkota Kemuliaan I Petrus 5:2-4

Salah satu bukti (tanda) jemaat yang dewasa adalah melayani bukan dilayani. Maka jemaat akan mendapat mahkota kemuliaan. Setiap anggota jemaat seharusnya terlibat dalam penggembalaan.

  • 1 menggembalakan 12
  • 1 menggembalakan 3
  • 1 menggembalakan 1

Pada waktu Yesus datang kedua kali, Gembala Agung (Yesus) akan memberi mahkota kemuliaan. Mengembalakan sama dengan membimbing mereka untuk mengenal Yesus serta mengalami Yesus.

F. Mahkota Pemenang – Wahyu 3:11, 12

Orang-orang yang “menang” akan menerima mahkota. Pertanyaannya, menang dari apa, sehingga mereka diberi Mahkota Pemenang? Dalam perikop Wahyu 3:11,12 dijelaskan beberapa kali kata Menuruti Firman-Ku…” Kalau selama kita mengiring Yesus, kita menuruti Firman Tuhan secara benar / tepat, (KRISTIANOS), ia akan menerima mahkota pemenang.

G. Mahkota Kesetiaan – Wahyu 2:9,10

Menjelaskan pengikut Yesus yang setia sampai akhir karena aniaya. Hal ini berkaitan erat dengan Wahyu 6:9-11 yaitu orang percaya yang mati syahid karena Yesus. Mereka diberi mahkota kehidupan, lebih tepat Mahkota Kesetiaan. Tidak semua orang Kristen akan alami mati syahid karena orang-orangnya sudah ditentukan. Mati syahid adalah sebuah kehormatan.

Hendaklah kita setia sampai akhir sehingga kita menerima ketujuh mahkota dalam kekekalan. Biarlah kita tetap kuat didalam Tuhan.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s