Setia Sampai Akhir (riwayat hidup Raja Asa) – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 4 Desember 2016 )

“Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”

(Matius 24:13)

PENDAHULUAN

Dinamika menjalani kehidupan di muka bumi membuat kita belajar untuk memahami serta menerima bahwa ada saat dimana kita memulai atau mengawali sesuatu dan juga ada saatnya dimana kita harus mengakhiri apa yang telah kita mulai. Ini merupakan hal yang tidak dapat kita hindari selama kita terikat dalam ruang dan waktu. Segala peristiwa yang terjadi akan membuat kita semakin akrab dengan apa yang kita sebut sebagai  “awal” dan “akhir”. Contohnya ada waktu kita dilahirkan dan ada waktu dimana hidup kita ini akan berakhir (meninggal).

 

Demikian halnya dengan kehidupan Iman, ada saat yang kita sebut sebagai awal kita beriman kepada Yesus, tetapi ketika kita mengakhiri hidup ini kita harus mengakhiri dalam kondisi tetap beriman kepada Yesus. Ini menjadi penting sebab jika kita memulai dengan iman tetapi kemudian mengakhiri dengan kehilangan iman maka itu berarti kita akan kehilangan keselamatan dan mengakhiri hidup dalam neraka kekal.

Banyak orang mengawali kehidupan iman dengan gilang gemilang tetapi kemudian sungguh menyedihkan karena mengakhiri hidup dengan kehilangan iman. Contohnya Yudas Iskhariot, yang memulai dengan iman kepada Yesus tapi mengakhirinya dengan mengkhianati Yesus bahkan bunuh diri. Sebaliknya ada orang yang mengawali kehidupan iman yang “terseok-seok” namun justru dapat mengakhiri kehidupan iman dengan baik.

RIWAYAT HIDUP RAJA ASA, II Tawarikh 15 dan 16

Berkaitan dengan setia sampai akhir maka kita akan belajar dari riwayat hidup Raja Asa. Raja Asa adalah raja dari kerajaan Yehuda, yang terdiri dari 2 suku yaitu: Suku Yehuda dan Benyamin.  Seperti yang kita ketahui bahwa bangsa Israel yang merupakan keturunan Yakub terdiri dari 12 suku, akan tetapi setelah kematian Salomo maka kerajaan Israel kemudian terpecah menjadi 2 yaitu Kerajaan di sebelah utara yang tetap memakai nama Israel terdiri dari 10 suku dan di bagian selatan adalah kerajaan Yehuda yang terdiri dari 2 suku, yaitu Yehuda dan Benyamin.

Arti nama Asa sangatlah bagus yaitu Healer artinya Tabib; Penyembuh atau seorang yang menyembuhkan. Kita dapat melihat bagaimana Asa memulai perjalanan imannya dalam Tuhan (2 Tawarikh 15:1,2).

Di awal kepemimpinan Asa sebagai raja, datanglah seorang nabi bernama Azarya bin Oded yang dikuasai Roh Allah, untuk menyampaikan pesan Allah kepada Asa serta rakyat Yehuda. Pesan yang dibawa oleh nabi Azarya sangatlah jelas yaitu apabila Asa dan seluruh rakyat Yehuda beserta atau melibatkan Tuhan dalam memimpin kerajaannya, maka Tuhan akan beserta dengan Asa dan seluruh rakyat Yehuda. Sebaliknya kalau Asa dan rakyat Yehuda tidak melibatkan Tuhan maka Tuhan pun akan berdiam diri. Seterusnya firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi Azarya adalah jikalau Asa dan rakyat Yehuda mencari atau lebih tepatnya berharap kepada Tuhan di setiap waktu, maka Tuhan pun akan menjawab dan menemui Asa juga seluruh rakyat Yehuda, akan tetapi sebaliknya jika Asa dan rakyatnya tidak peduli terhadap Tuhan maka Tuhan pun akan bersikap tidak perduli dan mengabaikan mereka.

Mengapa Allah menyampaikan firman-Nya seperti ini kepada Asa dan bangsa Yehuda (Yehuda dan Benyamin)? Karena di dalam Kitab 2 Tawarikh 15:3-6, menjelaskan bahwa ada rentang waktu sekian lama bangsa Israel termasuk suku Yehuda dan Benyamin melakukan penolakan terhadap Allah dan firman-Nya yang diberitakan oleh para nabi dan lebih memilih menyembah berhala. Hal ini kemudian menimbulkan kekacauan di antara bangsa Israel pada waktu itu, karena tidak ada lagi tempat yang aman sebab yang diberlakukan bukan lagi hukum Tuhan melainkan berlaku hukum rimba dimana yang lebih kuat yang akan berkuasa. Berdasarkan pengalaman itulah Allah ingin mengingatkan agar Asa tidak berbuat seperti bangsa Israel di masa lalu, sebaliknya firman Allah menasihati Asa, agar Asa melakukan 3 hal, (II Tawarikh 15:7) :

  1. Menguatkan Hati atau sepenuh hati mengimani firman Allah.

Artinya adalah membulatkan tekad untuk percaya atau beriman hanya kepada Yesus.

  1. Jangan lemah semangatmu

Artinya tidak menjadi ragu terhadap Firman Allah dan tidak ragu melakukan firman Allah.

  1. Ada upah bagi usahamu

Artinya ada upah dari mengimani Firman Allah, bahkan sudah kita pelajari bahwa Allah menyediakan mahkota atau pahala bagi pelayanan yang kita kerjakan.

RESPON ASA TERHADAP FIRMAN TUHAN

Sekarang kita melihat bagaimana sikap Asa setelah mendengar Firman Allah.

2 Tawarikh 15:8 mencatat hal-hal yang Asa lakukan setelah mendengar, memperhatikan dan melakukan firman Tuhan :

  • Menguatkan hatinya – (Kings James Version = He took courage). Artinya Asa memberanikan diri/bertekad untuk melakukan kebenaran Firman Allah. Lewat peristiwa ini kita belajar bahwa Allah menuntut keberanian kita untuk melakukan firman Allah meskipun itu terlihat sulit.
  • Menyingkirkan Dewa-dewa seluruh Yehuda-Benyamin, dan di seluruh wilayah jajahan Yehuda. Dewa-dewa yang dimaksud adalah Baal Peor (Bilangan 25). Disini menunjukan bahwa Asa tidak mau berkompromi dengan dosa atau ajaran sesat, ia tidak memberi kesempatan bagi Iblis untuk menguasai wilayah Kerajaan Yehuda.
  • Memperbaharui mezbah Tuhan. Mezbah di depan balai Bait Suci Tuhan diperbaharui oleh Asa. Jika kita kaitkan dengan tabernakel Musa maka apa yang Asa lakukan merupakan gambaran tindakan pemulihan iman yang tercemar oleh berhala dan pengajaran sesat menjadi murni kembali tertuju hanya kepada karya Yesus di atas kayu salib.

– II Tawarikh 15:9, Pemulihan yang Asa adakan membuat orang-orang dari negeri tetangga (Israel) datang dan berpihak kepada Asa. Gereja yang berjalan dalam kemurnian firman Allah akan menjadi daya tarik bagi dunia ini.

– II Tawarikh 15:10-12, menurut The Wycliffe Bible Commentary:  Asa dan seluruh rakyat kumpul di Yerusalem (Bait Allah), merayakan Hari Raya Pentakosta dengan mempersembahkan persembahan kepada Tuhan sebagai komitmen mereka bahwa mereka hanya mau menyembah Tuhan. Ini merupakan persembahan yang total artinya baik meliputi tubuh, jiwa dan roh serta dilakukan dengan komitmen (sakramentum).

Sebagaimana mereka berkomitmen untuk hanya menyembah Tuhan, demikian juga di hadapan korban Yesus kita membuat komitmen/janji setia (Sakramentum), bahwa kita mau setia kepada Yesus (Sekali Yesus Tetap Yesus!!!)

II Tawarikh 15:13, bentuk komitmen yang mereka buat adalah “Yang tidak menyembah Tuhan Harus dihukum mati”. Komitmen Ini dibuat di depan persembahan yang bagi kita sekarang gambaranya sama seperti sakramen Perjamuan Suci (Korban Yesus). Sudah seharusnya ada penghargaan yang tinggi terhadap karya Yesus dengan tidak menduakan Yesus dalam hati kita. Setiap orang yang tidak mencari dan menyembah Tuhan harus dihukum mati. Bagi orang yang telah mencicipi keselamatan di dalam Yesus, tetapi kemudian orang tersebut menyangkal dan menghinakan karya Yesus, orang tersebut akan dihukum di dalam neraka karena atau atas kehendaknya sendiri – (Ibrani 6:4-6).

II Tawarikh 15:14,15 – Mereka menyatakan komitmen mereka bukan dengan terpaksa,  tetapi dengan sukacita. Sebab itu setelah mereka membuat pernyataan, mereka kemudian bersorak sebagai tanda sukacita dan kemenangan. Mereka membuktikan komitmen mereka, khususnya Raja Asa dengan tindakan yang tegas (II Taw 15:16).

II Tawarikh 15:16 “Bahkan raja Asa memecat Maakha, neneknya, dari pangkat ibu suri, karena neneknya itu membuat patung Asyera yang keji. Asa merobohkan patung yang keji itu, menumbuknya sampai halus dan membakarnya di lembah Kidron.”

APA ASA SETIA SAMPAI AKHIR?

Raja Asa memulai dengan sangat yang baik, sesuai dengan namanya (“the healer”), ia pulihkan penyembahan kerajaan Yehuda yang tadinya sudah rusak, tetapi ternyata raja Asa tidak bisa menyelesaikan pertandingan hidupnya sampai di garis akhir dengan baik.

Apa yang membuat Asa tidak dapat mengakhiri pertandingan iman dengan baik? Karena Asa tidak bisa ditegur. Kelemahan Raja Asa adalah tidak bersedia ditegur (dinasihati). Dalam II Tawarikh 16:1-6, Asa minta bantuan Benhadad, Raja Aram (Siria) untuk melawan  bangsa Israel, saudaranya.

Benhadad artinya Anak Berhala. Ini menunjukan bahwa Asa disatu sisi percaya kepada Allah, tetapi disisi lain ia berkompromi dengan Benhadad. Sehingga dalam II Tawarikh 16:7-9, ada seorang pelihat (nabi) bernama Hanani artinya Gracious – kemurahan yang digerakkan Tuhan untuk menasihati Asa akan kesalahannya, karena Asa bersandar kepada Benhadad (Anak berhala) dari pada  kepada Tuhan.

Ternyata respon Raja Asa bukan berterima kasih melainkan sebaliknya marah kepada Hanani, nabi Allah itu (II Tawarikh 16:10). Asa memasukkan Hanani (Anugrah/ Kemurahan) ke dalam penjara dan kemudian menganiaya rakyat kecil yang seharusnya dilindungi.  Kebencian Asa pada Hanani (gracious – kemurahan) membuat Asa marah kepada Tuhan ini memberi pengertian bahwa ketika kita marah terhadap pemberitaan firman Tuhan maka sama artinya kita marah terhadap Tuhan. Asa terus memendam kemarahannya sehingga ketika Asa sakitpun, dia tidak mencari pertolongan Tuhan, tetapi tabib (2 Tawarikh 16:11,12). Asa merupakan contoh orang memulai dengan Tuhan tetapi mengakhiri hidup dengan melawan Tuhan.

Ini suatu kisah yang sangat tragis, namun kiranya memberi kita pelajaran berharga untuk tetap setia sampai akhir agar kita tidak kehilangan keselamatan yang sudah dianugerahkan kepada kita. Tuhan memberkati.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s