FIRMAN MENJADI MANUSIA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 11 Desember 2016 )

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.”

(Yohanes 1:1-5)

PENDAHULUAN

Cara Yohanes menjelaskan kelahiran Yesus di muka bumi ini, berbeda dengan cara ketiga penulis Injil sebelumnya yang akrab disebut injil synopsis, yaitu Matius, Markus dan Lukas. Injil Matius menjelaskan bahwa Yesus adalah Raja, sehingga penulis memulai lebih dahulu dengan silsilah Yesus sebagai anak Daud untuk menegaskan bahwa Yesus adalah keturunan raja. Hal ini memperkuat nubuatan dalam Perjanjian Lama bahwa Mesias akan lahir dari keturunan raja. Sedangkan injil Markus menjelaskan Yesus datang sebagai seorang hamba yang datang bukan dilayani melainkan untuk melayani (Markus 10:45). Yesus menunjukan pelayanan-Nya dengan setia sampai mati di kayu salib. Disini penulis ingin menjelaskan status Yesus sebagai Raja yang menghamba. Injil Lukas menjelaskan Yesus sebagai manusia 100%, yang dikandung dalam rahim seorang perempuan yaitu Maria selama 9 bulan sama seperti manusia lainnya. Dalam pandangan umum orang Yahudi, Yesus disebut anak Yusuf, bahkan silsilahnya diperjelas berasal dari keturunan Adam yang adalah manusia 100%.  Akan tetapi dalam injil Yohanes yang melengkapi penjelasan Matius; Markus dan Lukas bahwa asal muasal Yesus bukanlah Yusuf melainkan Roh kudus. Yesus adalah Firman (Kalam Allah) yaitu pribadi Allah yang menjadi manusia.

Sebab itu, Yohanes 1:1 berbunyi “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” dan kemudian dijelaskan lagi dalam Yohanes 1:14 “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”

Untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia kita dapat melihat penjelasan dalam Yohanes 1:3 “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala  yang telah dijadikan.” Artinya semua baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, diciptakan oleh Sang Firman, yaitu Tuhan Yesus. Dengan demikian apabila Firman, yaitu Yesus itu tidak ada, maka dunia termasuk kita semua tidak ada. Kita diciptakan oleh Sang Firman itu.

Jadi Yesus yang kita rayakan kelahiran-Nya, Dia bukan manusia biasa. Tetapi, Dia adalah Allah Maha Kuasa, Allah pencipta alam semesta dan segala isinya, (I Korintus 8:6; Efesus 3:9; Kolose 1:15-18; Ibrani 1:2). Sebagai Allah, Yesus tidak hanya berkuasa menciptakan segala sesuatu, tetapi Yesus sendiri adalah sumber dari kehidupan.

Yohanes 1:4 “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.”

Hidup Yesus tidaklah bergantung kepada siapa pun, jelas berbeda dari semua yang diciptakan karena Dia adalah hidup itu sendiri. Sang Firman (Yesus) yang menjadi manusia adalah Allah. Dia telah ada sebelum segala sesuatu ada, Dia berasal dari kekekalan sehingga Dia disebut Alfa dan Omega atau yang awal dan yang akhir.

BUKTI YESUS ADALAH ALLAH

I. Yohanes 1:1 – Firman (Yesus) adalah Allah, dilihat dari asal usul dan keberadaan-Nya. Yesus Sang Firman berasal dari Allah, artinya ada dalam Allah. Seperti perkataan seseorang telah menyatu dengan pribadinya karena bersumber ada dalam hati orang itu sendiri.

II. Yohanes 1:2 – Firman (Yesus) adalah Allah, dilihat dari kebersamaan-Nya dengan Allah.

III. Yohanes 1:3 – Firman (Yesus) adalah Allah, dilihat dari karya-Nya sebagai pencipta segala sesuatu.

IV. Yohanes 1:4 – Firman (Yesus) adalah Allah, karena Dia sumber dan pemilik kehidupan.

Ada 3 (tiga) kategori tentang hidup, yang ada di dalam Firman (Yesus), yaitu :

  1. Kehidupan Jasmani – Manusia; hewan; tanaman bisa tumbuh, berkembang biak dan beraktivitas itu tidak terjadi kebetulan, melainkan karena ada Yesus sebagai pemberi hidup. Lukas 12:15; Kisah 17:25. Dapat diibaratkan seperti seorang petani yang hanya bisa merawat, namun yang dapat memberi pertumbuhan dari apa yang ia rawat hanyalah dari Tuhan.
  2. Kehidupan Rohani – Walaupun Secara lahiriah seorang manusia terlihat hidup dan beraktivitas bahkan mencapai kesuksesan dalam hidupnya akan tetapi dimata Tuhan, manusia sudah mati secara rohani, oleh sebab dosa keturunan, yang diwarisi dari nenek moyang (Efesus 2:1). Konsekuensi sebagai orang berdosa adalah maut (Roma 6:23). Saat kondisi semua manusia jatuh dalam dosa maka hanya Yesus satu-satunya yang dapat menyelamatkan kita, Dia rela turun dari sorga untuk menjadi hamba. Yesus yang adalah Allah rela jadi manusia untuk menebus dosa manusia. Siapa yang mau menerima Yesus (Firman yang jadi manusia) akan dihidupkan secara rohani dan tidak lagi menjadi hamba/pelanggan dosa.
  3. Kehidupan Kekal – Yohanes 3:16, Sebesar apa pun kejahatan dan dosa seseorang, apabila orang itu percaya dan menerima Yesus maka Yesus akan menghidupkan manusia rohani orang tersebut. Dan apabila orang itu mati secara jasmani, ia akan dibangkitkan dan menerima hidup yang kekal di dalam sorga yang hanya dapat diberikan oleh Yesus.

Seorang anak bernama Jordan, menderita gagal jantung sejak lahir. Dokter telah berupaya menyelamatkan tetapi sia-sia dan tidak ada cara lain selain ada seorang yang mendonasikan jantungnya. Kemudian ada anak berusia 7 bulan bernama Lukas meninggal dan kemudian sang ibu mengambil keputusan untuk mendonasikan jantungnya kepada yang membutuhkan. Jantung Lukas diberikan kepada Jordan sehingga ia hidup dan bertumbuh dewasa. Senyum Lukas ada didalam senyum Jordan karena jantungnya hidup didalam Jordan. Lukas yang mati “memberi hidup” bagi Jordan, namun jantung yang diterima Jordan hanya hidup 70-80 tahun lalu lenyap, sedangkan hidup yang Yesus berikan adalah hidup selama-lamanya didalam kekekalan. Tidak lagi dibatasi oleh waktu. Sebab itu rayakanlah natal bukan dengan sekedar nyanyian, pohon natal, hiasan-hiasan, makanan atau atribut lainnya, melainkan dengan penuh kesadaran menaikkan limpah syukur kepada Yesus Sang pemberi hidup.

TERANG YANG TAK TERKALAHKAN

Yesus adalah terang yang kekal. Bandingkan dua ayat dibawah ini :

 Yohanes 1:5 “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya”. Gelar dan peran Yesus yang datang ke dalam dunia ini adalah terang. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

 

1 Yohanes 1:5 “Dan inilah berita,  yang telah kami dengar dari Dia, dan yg kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan”

Injil Yohanes menjelaskan bahwa Yesus terang sedangkan dalam surat Yohanes menjelaskan bahwa terang itu adalah Allah dan kegelapan tidak menguasai.

Saat Yesus datang ke dunia, dunia dikuasai kekuasaan kegelapan, artinya kegelapan itu adalah kuasa dosa/kejahatan – (Ayub 38:9), menjelaskan bahwa kegelapan (dosa) menjadi pakaian manusia. Setiap orang yang kita jumpai mengenakan jubah kegelapan oleh dosa dan kejahatan sehingga tidak ada manusia yang dikuasai oleh dosa dan kejahatan, (Efesus 5:8). Tetapi ketika Yesus (Terang) itu datang ke dalam dunia dan menjadi manusia, Firman Allah berkata: Kegelapan tidak bisa menguasai Terang yaitu Yesus, sekalipun Yesus menjadi manusia. Kata Menguasai, dalam bahasa Yunani : LAMBANO – kegelapan tidak dapat memegang/menangkap Yesus. Sekalipun iblis datang menawarkan Dosa, tetapi tidak dapat menyentuh Yesus sebab Yesus tidak bisa dikuasai dosa. Seharusnya ketika terang itu ada dalam diri kita, maka kegelapan tidak dapat mengasainya.

Kesimpulan

Walaupun Yesus (Terang) itu jadi manusia 100% (sama seperti kita), tetapi Yesus tidak berdosa dan tidak berada di bawah kekuasaan dosa. Demikian halnya setiap orang yang telah menerima terang Kristus akan dibebaskan dari kuasa dosa. (Efesus 6:12; Kolose 2:14,15).

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s