TINGKAT KEROHANIAN KEKRISTENAN – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2 – Minggu, 18 Desember 2016 )

Matius 7:7

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu, carilah, maka kamu akan mendapat, ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”

Jika kita mencermati Matius 7:7, ayat ini tidak sekedar berbicara tentang hal pengabulan doa saja, tetapi tersirat di dalamnya tentang 3 tingkatan kerohanian kekristenan. Ketiga tingkatan itu dapat dilihat dari 3 cara usaha dalam mendapatkan sesuatu dari Tuhan.

  1. Mintalah

Ini menggambarkan tingkat kerohanian anak-anak.  Orientasinya masih pada berkat, tidak memikirkan bagaimana mengusahakannya. Ia membutuhkan sesuatu, MINTA, tidak perduli dari mana yang ia tahu minta saja sama Bapa.

  1. Cari

Ini menggambarkan tingkat rohani anak muda. Tipe ini siap menghadapi tantangan, ia banyak mencari tahu hal-hal yang dari Bapanya (Allah). Orientasinya tidak lagi melulu pada materi, mencari tahu banyak hal tentang Allah.

  1. Ketok pintu

Gambaran dari tingkat kerohanian dewasa. Mengetok pintu bukan lagi mencari, tetapi lebih kepada keinginan untuk berjumpa dan bersekutu dengan pribadi Allah. Orientasinya pada mencari pembukaan rahasia firman/pribadi Tuhan.

Ketiga tingkat kerohanian ini tidak terjadi begitu saja tetapi ada proses sama seperti kelahiran seorang anak yang melalui proses. Lalu apa dan siapa yang memproses tingkat kerohanian orang percaya ?

Efesus 4:11 – “Dan Ia-lah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar.”

Inilah pribadi-pribadi yang diberikan oleh Tuhan untuk memproses kerohanian orang percaya, lima jawatan,  Rasul-rasul, Nanbi-nabi, para pemberita Injil, Gembala-gembala dan Pengajar-pengajar/guru.

  • Rohani anak-anak adalah hasil dari proses pelayanan para pemberita Injil.
  • Rohani orang muda adalah hasil dari pelayanan para pengajar/guru dan rasul-rasul.
  • Rohani dewasa adalah hasil pelayanan dari para gembala dan nabi-nabi. Lima jawatan ini semua berperan membawa jemaat pada kesempurnaan gereja Tuhan.

Efesus 4:12,13 – “Untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”

Jadi begitu pentingnya peranan kelima jawatan itu dalam mencapai gereja yang sempurna. Gereja yang sehat harus ada lima jawatan didalamnya. Gereja perlu para pemberita Injil untuk menjangkau dan memenangkan jiwa bagi Tuhan, selanjutnya para Rasul dan Guru-guru menindak lanjuti jiwa yang sudah dimenangkan ini untuk meningkatkan dari petobat/bayi rohani bertumbuh menjadi murid Tuhan yang kuat seperti orang muda. Tidak berhenti sampai disini, Gembala dan Nabi-nabi akan melanjutkan pada bimbingan menuju rohani yang dewasa penuh menjadi gereja yang sempurna yaitu tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.

PROSES MENJADI ROHANI ANAK

1 Yoh. 2:12.“ Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya.”

Dari ayat ini kita tahu bahwa, proses untuk menjadi rohani anak:

Pertama mendapatkan pengampunan oleh percaya kepada nama-Nya (Yesus). Bandingkan Yoh. 1:12 – Bahwa setiap orang yang percaya dan menerima Yesus, diberi hak menjadi anak-anak (rohani) Allah.  Proses selanjutnya di dalam  1Yoh 2:14a –  “Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa…..” Setiap petobat baru pengenalannya baru sampai pada Tuhan sebagai Bapa dan ia sebagai anak-anakNya, karena penebusan darah Kristus.

TINGKAT PENGERTIAN ROHANI ANAK

Ibrani 6:1-2 – “Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah.”

Dari ayat ini kita mengetahui bahwa pengertian rohani anak baru pada asas-asas pertama, ajaran tentang Kristus yaitu Dasar pertobatan; Dasar kepercayaan kepada Allah; Pembaptisan; Penumpangan tangan; Kebangkitan orang mati dan Hukuman kekal. Proses menjadi rohani anak ini harus dilalui oleh setiap orang percaya. Tetapi jangan berhenti disini, harus terus bertumbuh pada perkembangan selanjutnya, menjadi kristen orang muda. Namun yang sering terjadi adalah, banyak orang percaya meski sudah lama mengikut Tuhan puluhan tahun namun kerohaniannya masih seperti kanak-kanak. Memang  tidaklah mudah untuk beranjak dalam pertumbuhan rohani karena ada hal-hal atau kendala yang menghalangi, tetapi kita harus dapat mengatasinya untuk terus bertumbuh kepada perkembangan rohani selanjutnya.

Apakah yang menjadi kendala kerohanian anak untuk bertumbuh kepada rohani orang muda ? Kendalanya adalah :

  1. Ibrani 5:11 – “Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.”

Kendala pertama adalah kelambanan dalam hal mendengarkan firman Tuhan. Lamban disini bukan karena tidak paham firman Tuhan, tetapi lebih dari menyepelekan firman Tuhan, merasa cukup yang penting sudah percaya Tuhan sebagai juru selamat.  Penting perhatikan cara kita mendengar firman karena berpengaruh untuk bertumbuh kepada rohani anak muda ( Lukas 8:18a ). Jangan sepelekan setiap firman yang diajarkan dan jangan pilih-pilih firman mana yang hanya enak di dengar, karena firman baik keras maupun lembut mendidik kita untuk bertumbuh dengan sehat.

  1. Ibrani 5:12,13 – “Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari pernyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barang siapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.”

Hal kedua yang menjadi kendala rohani untuk bertumbuh  adalah selera rohaninya tidak mau ditingkatkan, maunya susu terus (makanan bayi), tidak mau makanan rohani yang mendewasakan, yaitu makanan keras. Ia hanya mau menerima firman yang enak menurut seleranya saja tetapi menolak bahkan mungkin menutup telinganya untuk firman yang keras dan mendidk.  Bahaya dari rohani anak jika tidak bertumbuh adalah lemah, mudah kalah, mudah disesatkan, mudah undur dari iman/gugur imannya. Tidak akan tahan dalam menghadapi tantangan dan tekanan apalagi aniaya terhadap imannya. Tidak ada pilihan lain untuk rohani anak ini bisa kuat, yaitu beranjak kepada perkembangan menjadi rohani orang muda.

PROSES ROHANI ORANG MUDA

Ibrani 6:1a“Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh…………” Dari ayat ini kita tahu, prosesnya adalah :

  • Harus beranjak/beralih dari rohani anak kepada perkembangannya yang penuh yaitu berkembang dari bayi kepada pertumbuhan rohani selanjutnya menjadi orang muda. Pengetahuan firmannya harus beranjak dari asas-asas pertama yaitu dasar kekristenan kepada pengajaran firman yang mendewasakan.

Ibrani 5:14“Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindra yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.”       

  • Menu rohaninya tidak lagi susu atau firman yang lunak-lunak, tetapi kepada makanan yang keras, yaitu firman yang mendidik, yang mengajar, menegur dan menasehati.

Jika rohani anak dapat bertumbuh kepada rohani orang muda, maka akan nampak hasil dari peningkatan rohaninya yaitu :

Yohanes 2:14c – “Aku menulis kepada kamu hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.”

Ia menjadi kuat dalam firman dan mampu mengalahkan yang jahat, tidak lagi seperti rohani anak-anak yang gampang dikalahkan, gampang disesatkan, tetapi ia mampu membedakan, mampu mengatasi masalah bahkan mampu mengalahkan hal-hal yang jahat, tidak lagi bergantung pada pertolongan orang lain seperti rohani anak-anak.  Cukupkah sampai disini? Tidak !  Tuhan ingin kita terus bertumbuh sampai pada puncak iman kita, yaitu bertumbuh kepada dewasa rohani. Seperti juga rohani anak, ada tantangan yang harus diatasi untuk bertumbuh demikian juga dengan rohani orang muda untuk bertumbuh kepada dewasa rohani.

TANTANGAN ROHANI ORANG MUDA

Apa yang menjadi tantangan rohani orang muda untuk bertumbuh menjadi dewasa rohani ?  Titus 2:6 – “Demikian juga orang-orang muda, nasehatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal.”

Sisi lemah yang paling menonjol yang menjadi tantangan rohani anak muda adalah “Penguasaan diri .” Ada banyak hal yang dapat dikerjakan oleh Kristen rohani anak muda, namun kadang mereka banyak alami kegagalan dalam hal pengusaan diri.  Dalam hal apa mereka  gagal dalam penguasaan diri ?  Ada 3 hal yang harus diwaspadai :

1 Yohanes. 2:16. – “ Sebab semua yang ada di dalam dunia ini, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.”

Ketiga hal itu adalah Keinginan daging; Keinginan mata; Keangkuhan hidup.

  • Keinginan daging adalah hal-hal yang menyangkut kedagingan, hal ini tertulis lengkap dalam Galatia 5:19-21 – Mulai dari percabulan, kecemaran, hawa napsu dan seterusnya, banyak rohani orang muda terjungkal dalam keinginan daging ini karena tidak mampu menguasai dirinya.

  • Keinginan mata adalah ketidakpuasan dari apa yang sudah Tuhan berikan. Memiliki keinginan dari apa yang dilihatnya, sehingga tidak jarang rohani orang muda menjadi gugur, karena lebih mengikuti keinginan matanya dari pada firman Tuhan, seperti Hawa yang lebih tertarik pada apa yang dilihatnya dari buah pengetahuan baik dan jahat dari pada apa yang sudah Tuhan firmankan.

  • Keangkuhan hidup menjurus kepada kesombongan. Ada banyak hal yang disombongkan dalam hidup manusia seperti kesombongan dalam hal kekayaan, jabatan, kepandaian, sampai pada sombong rohani.  Lalu bagaimana rohani orang muda dapat menguasai dirinya dari keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup itu ?

1 Yohanes 2:17 “Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.”

Ketetapan hati pada komitmen untuk melakukan firman Tuhan, akan menjaga dan menyelamatkan rohani anak muda dari jerat keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup.

Mazmur 119:9“Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.”

Kristen orang muda yang mampu menguasai dirinya dan tetap berpegang pada pengajaran firman, ia akan meningkat pada rohani dewasa.

ROHANI DEWASA

I Yohanes 2:13a;14b“Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu telah mengenal Dia, yang dari mulanya.”

Kalimat  “Mengenal Dia yang dari mulanya” artinya mengenal pribadi Tuhan secara utuh, bukan setengah atau sebagian. Sejak dari mulanya yaitu sejak ia percaya dan terima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya, ia terus bertumbuh dalam pengajaran dan pengertian yang benar sampai pada tingkat pengenalan yang penuh tentang Kristus. Rohani dewasa, tidak lagi meminta atau mencari, tetapi mengetok pintu Tuhan, karena ada pengenalan yang  mendalam dengan Tuhan. Permohonannya  tidak lagi pada meminta atau mencari tetapi pada dorongan selalu ingin intim dengan Tuhan.

Semua permohonan dari semua tingkat rohani akan dikabulkan Tuhan. Tetapi berjuanglah untuk sampai pada tingkat rohani orang dewasa. Kita memang masih butuh untuk meminta kepada Tuhan, tetapi tidak lagi melulu pada materi, kita harus terus belajar bertumbuh dengan mencari kebenaran firman lewat persekutuan ibadah dan pengajaran firman sampai pada puncak yang Tuhan inginkan, yaitu menjadi rohani dewasa sebagai gereja yang sempurna, karena hanya gereja dewasa atau sempurna yang kelak akan menjadi mempelai Kristus.

Mari tingkatkan terus pengiringan kita dalam kesetiaan dan terus bertumbuh dalam pengajaran firman Tuhan agar pertumbuhan rohani kita mencapai kedewasaan. Diperlukan bukan sekedar kerendahan hati untuk diajar, tetapi juga perjuangan dan keteguhan hati kita untuk diajar oleh Tuhan, baik melalui firman maupun pengalaman hidup kita sampai maranatha Tuhan datang kita semua didapati menjadi gereja yang sempurna.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s