BERITAKANLAH KABAR KESELAMATAN – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Natal Sore – Minggu, 25 Desember 2016 )

Yohanes 1:6-8

“Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;  ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.”

PENDAHULUAN

Natal menurut versi Injil Yohanes:

Yesus yang kita rayakan kelahiranNya telah lahir ke dunia bukan karena hasil keperkasaan Yusuf melainkan oleh Roh Kudus. Tetapi Yesus adalah Firman Allah   (Allah yang menjelma jadi manusia).

DIUTUS UNTUK MEMBERITAKAN YESUS

Dalam injil Yohanes 1:6,7 Allah secara khusus mengutus Yohanes Pembaptis untuk memberitakan Yesus agar lewat pemberitaanya semua orang menjadi percaya kepada Yesus dan diselamatkan. Saat ini Yohanes pembaptis sudah tidak ada lagi. Namun dengan meninggalnya Yohanes tidak berarti selesai juga pemberitaan ini, karena sadar atau tidak kita semua yang telah percaya dan memiliki keyakinan berdasarkan Firman Allah telah diselamatkan, dipanggil untuk satu tujuan yaitu untuk diutus memberitakan tentang Yesus. Tugas kita memberitakan kabar keselamatan, agar setiap orang yang mendengar berita keselamatan menjadi percaya dan diselamatkan.

MENGAPA KITA HARUS  BERITAKAN YESUS ?

Ada beberapa Alasan kita memberitakan Yesus

  1. I Yohanes 5:12Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.”

Anak yang dimaksud mengacu kepada Yesus, sehingga konteksnya barangsiapa memiliki Yesus artinya mendengar berita tentang Yesus, serta menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi maka ia memiliki hidup yang kekal di sorga. Sebaliknya siapa yang tidak memiliki Anak (Yesus), tidak percaya maka ia tidak memiliki hidup yang kekal melainkan kematian kekal di neraka. Untuk kepentingan itulah kita wajib memberitakan tentang Yesus.

  1. Roma 13:11 “Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari  pada waktu kita menjadi percaya.”

Sudah saatnya kita bangun dari kenyamanan! Jangan merayakan natal dengan merasa sudah terima Yesus dan kemundian berpangku tangan dan mengijinkan jiwa mati dalam kondisi tidak mengenal Yesus, sebab kita sudah semakin dekat dengan hari kedatangan Yesus dan juga hari kematian kita. Waktu kita semakin singkat dan kesempatan untuk memberitakan injil pun semakin berkurang. Inilah alasan kita harus memberitakan injil. Apakah kita rela saudara kita mati tanpa mengenal Yesus dan akhirnya mengalami kebinasaan?

Catatan

Natal bukan hanya mengajak kita melihat ke belakang, mengingat saat Yesus datang sebagai bayi. Tetapi Natal melihat ke depan, mengingatkan bahwa Yesus kelak tidak datang sebagai bayi lagi melainkan sebagi Raja segala raja, artinya wujud penyelamatan itu sudah lebih dekat bagi kita” dibandingkan  waktu-waktu yang lalu.

POSISI KITA SEKARANG

Kalau merujuk pada peristiwa-peristiwa yang terjadi di akhir zaman, kira-kira di manakah posisi kita sekarang dengan kedatangan Yesus? Kalau membandingkan keadaan dunia saat ini dengan Firman Allah maka seharusnya kita peka dengan melihat kronologis peristiwa-peristiwa yang harus terjadi sebelum Yesus datang kedua kali.

Gambar

kronologi-akhir-zaman

Gambaran rentang waktu menunjukkan bahwa antikris akan memerintah 3½ tahun dan kemudian barulah Yesus akan datang kedua kali. Kita dapat melihat bahwa ada peristiwa yang harus mendahului pemerintahan antikris dan kedatangan Yesus, yaitu pembukaan meterai-meterai dari 1 sampai ke 6. Meterai ke 7 tidak langsung dibuka melainkan lebih dahulu akan ada pemeteraian dan pemisahan gereja (gereja sempurna dan tidak sempurna) barulah kemudian meterai ke 7 dibuka yaitu pernikahan rohani Kristus dengan gereja-Nya dan disusul berbagai malapetaka dan peniupan sangkakala.

  • Sangkakala 1-3 terjadi sebelum antikris memerintah
  • Sangkakala ke-4 adalah penyingkiran gereja sempurna ke padang gurun sebelum antikris memerintah. Jadi gereja sempurna terluput dari antikris sedang greja tidak sempurna akan masuk dalam masa antikris dan alami penganiayaan.

  • Sangkakala ke-5,6,7 terjadi saat antikris memerintah, dan tatkala sangkakala ke-7 ditiup maka Yesus akan turun dari sorga dan orang percaya yang telah meninggal akan lebih dahulu bangkit dan berjumpa Yesus di angkasa. Gereja sempurna diubahkan dengan sekejap mata dan berjumpa Yesus di angkasa (rapture). Ini terjadi bukan sebelum pemerintahan antikris.

Setelah gereja sempurna di angkasa, Yesus akan memerintahlan ketujuh malaikat untuk mencurahkan cawan murka. Setelah ketujuh cawan murka, perang harmagedon akan terlaksana. Saat itulah antikris dan nabi palsu dikalahkan dan dilemparkan ke dalam neraka, sedangkan iblis diikat dan dicampakkan ke dalam jurang maut serta orang yang tidak percaya dibinasakan dengan dicurahkannya cawan murka ke 7.

POSISI KITA SEKARANG

Merujuk kepada firman Allah dan situasi yang terjadi, posisi kita ada pada pasca penggenapan  Meterai IV dimana ada maut yang melanda karena sakit penyakit sampar. Sampar yang dimaksud ini dapat dilihat penggenapannya sekarang yaitu virus HIV yang fenomenanya seperti gunung es artinya kita sedang masuk pada penggenapan Meterai ke V.

Penggenapan Meterai V (Aniayaya orang percaya)

Kitab Wahyu 6:9-11 menjelaskan tentang penganiayaan orang percaya. Gelombang aniaya terhadap pengikut Yesus saat ini sudah terjadi secara regional bahkan global, sehingga jika kita jeli melihat keadaan zaman saat ini menurut terang firman Allah maka, kita akan meyakini kebenaran bahwa kita sedang hidup dalam penggenapan “Meterai Kelima”. Penganiayaan ini tidak hanya terjadi secara fisik melainkan juga secara rohani dan jiwani.

Bentuk-bentuk aniaya :

  • Rohani

Pengikut Yesus dan secara khusus Hamba-hamba Tuhan  yang berpegang pada firman Tuhan sedang mengalami aniaya secara rohani tatkala nilai-nilai firman Allah dilecehkan, dengan peraturan yang melegalkan Pernikahan sejenis; LGBT (Lesbian; Gay; Bisexual dan Transgender), dll.

  • Jiwani

Para pengikut Yesus yang hidup di sebuah negara mayoritas non Kristen, jiwa mereka tertekan dan teraniaya ketika diperlakukan tidak adil; hak azasi mereka diinjak-injak bahkan dirampas sehingga tidak sedikit dari mereka mengalami tekanan batin yang demikian berat.

  • Fisik/Jasmani

Penggenapan aniaya secara fisik atau jasmani sudah di depan mata kita. Contohnya Kegiatan ISIS sudah ada di mana-mana. Mereka bagaikan benih yang sudah disebar di berbagai negara. Hanya tinggal menunggu waktu di mana benih akan tumbuh dan penganiayaan akan terjadi. Pelatihan secara militer dilakukan untuk melakukan penyerangan kepada orang percaya.

 

JANGAN TAKUT ANIAYA

Dalam Matius 10:28 Dikatakan jangan takut terhadap penganiaya yang hanya bisa membunuh fisik, melainkan kepada Tuhan yang bukan hanya bisa membunuh fisik tetapi juga dapat membinasakan jiwa di neraka. Oleh sebab itu, kita tidak perlu takut terhadap aniaya. Orang yang mati syahid adalah orang yang sudah di tentukan oleh Tuhan Yesus dan posisi mereka, ditempatkan Yesus di bawah mezbah (Wahyu 6:9), menjadi suatu korban yang harum dan menyenangkan di hadirat Allah (Imamat 4:7). Orang yang mati syahid adalah orang-orang yang mendapat penghormatan dari Tuhan. Jika kita diijinkan mengalami itu maka kita beroleh penghormatan, seperti yang Yesus berikan ketika Stefanus mati syahid.

KESIMPULAN

Menyadari posisi kita hidup sekarang, berarti Kita hanya tinggal menunggu satu Meterai Allah lagi yaitu Meterai VI, yakni “Bencana Alam yang akan terjadi secara global”. Kita sudah sangat dekat dengan peristiwa “Pemisahan Gereja” (Gereja Sempurna dan Tak Sempurna). Dalam I Korintus 11:19 diantara jemaat akan ada pemisahan jemaat yang berkualitas dengan tidak berkualitas.

 

Gambar pemisahan gereja

peristiwa-pemisahan-gereja

Setelah meterai ke 6 ada pemisahan gereja, dan sesudah itu gereja sempurna akan dimeteraikan sehingga tidak akan lagi jatuh dalam dosa. Sesudah itu barulah meterai ke 7 dibuka yakni pernikahan Kristus dengan gereja sempurna. Gereja sempurna tidak akan alami masa antikris sedangkan gereja yang tidak sempurna akan masuk dalam masa pemerintahan antikris. Karena itu tidak ada alasan bagi kita selain harus meningkatkan kualitas kekeristenan kita agar saat pemisahan tiba, kita masuk dalam bagian “Gereja Sempurna”.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s