I M A N U E L – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Akhir Tahun – Sabtu, 31 Desember 2016 )

Matius 1:21-23

PENDAHULUAN

Kata “Imanuel” sudah dikenal di kalangan jemaat, artinya Allah beserta kita. Artinya dalam menjalani hidup kita tidak berjuang sendiri melainkan ada Allah yang beserta dengan kita. Sebab itu Yesus disebut sebagai Imanuel bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Perhatikan Matius 1:20, Allah berfirman kepada Yusuf melalui seorang malaikat bernama Gabriel agar ia tidak ragu tentang bayi yang dikandung oleh Maria. Sebab merupakan hal yang sangat memalukan bila wanita yang bertunangan mengandung. Itu sebabnya, Gabriel mengingatkan Yusuf bahwa bayi dalam kandungan Maria tidak boleh diberi nama olehnya melainkan menggunakan nama yang diberikan oleh Allah yaitu, Yesus.

Arti Nama Yesus adalah Matius 1:21 “…karena DIA-lah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Dalam bahasa Ibrani: Yehoshua (Allah adalah Penyelamat/ Juruselamat). Dengan demikian tujuan Yesus dilahirkan ke dunia dan menjadi manusia adalah untuk menyelamatkan manusia dari dosa mereka. Dan cara yang Allah lakukan untuk menyelamatkan manusia ialah dengan cara: Matius 1:23 “Imanuel” artinya “Allah Menyertai Kita”.

Pada awalnya manusia dengan Allah tidak ada tembok pemisah. Allah dan manusia bebas berkomunikasi. Tetapi kejatuhan manusia Adam dalam dosa, tembok pemisah pun tercipta antara Allah dengan manusia. Bila tidak dihancurkan, maka semua manusia berakhir dalam kebinasaan. Manusia berusah menyelesaikan dosa. Dengan cara berbuat baik, beribadah serta berdoa, namun itu tidak dapat menyelesaikan dosa.

MENGAPA ALLAH MENYELAMATKAN DENGAN CARA MENYERTAI KITA?

Banyak hal yang manusia bisa lakukan. Tetapi, ada satu hal yang manusia tidak dapat selesaikan, yaitu dosa. Jadi, Allah menyertai kita untuk menyelesaikan dosa kita (Yesaya 59:1,2) dan Allah Beserta Kita Sampai Kesudahan Alam (Matius 28:19,20). Untuk keselamatan manusia, Bapa rela memberi Yesus bagi dunia, apalagi untuk hidup dan kebutuhan sehari-hari. Roma 8:31, 32 – Ketika Bapa memberikan Yesus kepada kita, Bapa tidak hanya berikan bagi kita keselamatan (kebutuhan rohani). Bapa juga sudah sediakan bagi kita semua kebutuhan kita. Semua yang kita pikirkan dan inginkan, Bapa sudah sediakan semuanya bagi kita di dalam Tuhan Yesus. Masalahnya adakah iman dalam diri kita?

Sebuah contoh dalam, Lukas 7:1-10 tentang Perwira di Kapernaum. Ia seorang perwira yang memiliki:

  1. Hati Yang Berbelas Kasihan (peduli; baik hati; murah hati).

Pada zaman dahulu, status seorang hamba (budak) tidak ada harganya di mata sang tuan. Tetapi Perwira Kapernaum berbeda dengan yang lain. Ia punya belas kasihan kepada hambanya. Tapi yang gerakkan Yesus untuk menolong bukan belas kasihan.

  1. Hubungan Baik Dengan Lingkungan

Orang Yahudi anti penjajah, tapi orang Yahudi beri rujukan yang baik tentang perwira Kapernaum kepada Yesus. Setiap pengikut Yesus, harus punya hubungan baik dengan lingkungan. Tetapi yang menggerakkan Yesus untuk menolong kita bukan hubungan baik kita atau perbuatan baik.

Dari ayat-ayat ini, dapat disimpulkan bahwa Perwira Kapernaum ini memiliki kerendahan hati yang tulus (sebab dia merasa rumahnya terlalu hina untuk didatangi oleh Yesus yang begitu mulia). Demikian sebaliknya kalau ia dating kepada Yesus, ia merasa terlalu hina bias berhadapan denganYesus. Selain itu rendah hati adalah sifat yang disukaiYesus, sebab Allah benci orang yang sombong. Tetapi walaupun rendah hati mutlak ada dalam hidup kita, namun kerendahan hat tidak menggerakkan Yesus untuk menolong kita. Kalau begitu, apa yang menggerakkan Yesus untuk menolong di tahun 2017? Lukas 7:7b-8, Yang menggerakkan Yesus untuk menolong Perwira Kapernaum ini ialah Iman Yang Murni (Iman yang berdiri di atas dasar firman Allah).

Perwira Kapernaum ini percaya Yesus adalah Firman yang jadi manusia. Dan, perwira Kapernaum ini percaya, kalau Yesus lepaskan Kuasa Firman-Nya (disampaikan). Firman Allah yang adalah Pribadi Allah itu, bisa menciptakan segala sesuatu, Kejadian 1. Firman Allah sanggup menjangkau dan menyelesaikan masalah kita di mana pun masalah itu berada (di rumah; kantor; usaha; luar kota; luar negeri bahkan lain benua sekalipun). Firman Allah bias terjadi nanti, tetapi bisa terjadi sekarang ini.

Lukas 7:9- Kita harus jadi orang Kristen yang memiliki:

  • Belas kasihan
  • Kepedulian kepada orang-orang yang lemah
  • Kerendahan hati
  • memiliki rasa hormat kepada orang yang perlu

Tetapi semuanya itu tidak akan membuat Yesus menjadi kagum heran kepada kita. Melainkan Yesus akan heran kalau Yesus melihat iman itu ada di dalam diri kita, sehingga kuasa Yesus akan dinyatakan bagi kita.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s