Takut atau Percaya – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 1 Januari 2017 )

“Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada Tuhan, dilindungi.”

(Amsal 29:25)

 

PENDAHULUAN

Ada 365 hari yang harus dijalani yang kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam hidup kita. Hanya ada dua pilihan bagi kita untuk menghadapi hari ke depan yaitu menghadapi dengan takut atau percaya.

NASIHAT FIRMAN ALLAH

Firman Allah menasihati kita, bila kita menjalani hari-hari hidup dengan takut kepada manusia, (kita lebih takut kepada manusia dari pada Tuhan),hal itu seperti jerat bagi kita. Sebaliknya bila kita percaya,maka Tuhan akan melindungi kita dalam menjalani hari-hari di Tahun 2017. Karena itu sudah seharusnya Tuhan di atas segalanya.

PETRUS DAN YOHANES

Kisah 4:18 Pejabat pemerintah menekan Yohanes dan Petrus untuk tidak berbicara tentang Yesus kepada masyarakat. Namun ini tidak membuat mereka takut, melainkan menjawab Kisah 4:19 “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah?”

Mungkin kita akan digiring kepada situasi seperti yang dialami mereka, apakah kita akan bersikap seperti mereka? Mereka percaya dilindungi secara jasmani maupun rohani.

DAUD DAN PENGIKUTNYA

Ada dampak buruk bila kita takut manusia dan sebaliknya ada berkat bila kita percaya Tuhan. I Samuel 26, menceritakan kisah Daud beserta 600 pengikutnya yang diburu Saul dengan mengerahkan 3000 tentara untuk membunuh Daud.

Oleh sebab Daud percaya Tuhan, walaupun diburu oleh Saul, maka Tuhan melindungi Daud sehingga Daud diluputkan Tuhan dari tangan Saul (1 Samuel 26:2). Sebaliknya Saul yang tertidur karena kelelahan sebetulnya dapat dengan mudah dibunuh oleh Daud (1 Samuel 26:7-8). Karena Daud percaya kepada Tuhan, Daud tidak mengijinkan Abisai membunuh Saul karena Daud menyadari bahwa penghakiman adalah hak Tuhan. Sebab Daud yakin, kalau Tuhan menghendakinya untuk menjadi raja, maka Tuhan sendiri yang akan mengurus masalah Saul bukan Daud. (1 Samuel 26:9-11)

DAUD KUATIR

Tetapi tak lama berselang Daud merasa kuatir (I Samuel 27:1). Rasa takut dan kuatir akan masa depan membuat Daud berlindung pada manusia yaitu tentara musuh (orang Filistin). Daud melamar kepada raja Akhis (seorang raja kota Gat) sehingga kemudian Daud dan tentaranya bekerja kepada Akhis, sebagai tentara bayaran. Filistin adalah musuh Israel. Jadi dapat dikatakan Daud berkompromi dengan musuh agar dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka sekaligus terlindung dari Saul. Keadaan ini merubah Daud menjadi pribadi yang munafik!

Ketika kita tidak percaya kepada janji Tuhan, kita akan terjebak kepada kesalahan lainnya. Perhatikan yang Daud buat, karena Daud memilih bergabung dengan Filistin, Daud yang kita kenal sebagai pribadi yang taat dan tulus di hadapan Tuhan dan manusia, berubah jadi munafik. Di satu sisi Daud harus menyenangkan Akhis (tuannya) yaitu menyerang dan mengalahkan penduduk Israel. Tetapi di sisi lain, menyerang Israel sama dengan menyerang keluarga dan Tuhan. Dilema yang Daud alami membuat Daud harus bersandiwara (pura-pura) alias munafik. Perbuatan kemunafikan Daud selama bekerja kepada Akhis, raja kota Gat dapat kita baca dalam I Samuel 27:812.

Perhatikan kebohongan (kemunafikan) Daud. Daud dan 600 tentaranya menyerbu orang Gesur, orang Girzi dan orang Amalek. Tetapi saat Akhis bertanya kepada Daud, jawaban Daud kepada Akhis adalah dia menyerang Tanah Negeb Yehuda dan Tanah Negeb orang Keni (ini wilayah kerajaan Israel).

Dengan demikian Daud bohong; pura-pura/ munafik. Daud berbohong karena kuatir dan meragukan perlindungan Tuhan. Tetapi Akhis (raja Gat) yang dibohongi Daud, masih yakin Daud setia kepadanya, sebab ia berpikir Daud berusaha membuat Saul dan Israel sakit hati (1 Samuel 27:12).

ALLAH BENCI PERBUATAN CURANG

Mazmur 118:18 “Tuhan telah menghajar aku dengan keras tetapi Ia tidak menyerah-kan aku kepada maut.”

Dimungkinkan Mazmur 118 ini ditulis oleh Daud sendiri yang berisi pengakuannya. Dari sorga Tuhan melihat apa yang diperbuat Daud, dan Tuhan tidak mau Daud terus berjalan dalam kesalahan dan dosa yang akan berakhir kepada kebinasaan. Sebab itu Allah ijinkan Daud alami ujian (agar kita terhindar dari kesalahan).

BENTUK PUKULAN TUHAN (UJIAN)

  1. Daud dan 600 tentaranya di-PHK (1 Samuel 29:6)

Ini merupakan teguran Tuhan. Daud harus bertanggung jawab atas isteri, anak-anak dan 600 tentara serta isteri-isteri dan anak-anak mereka. Dari siapa dan dari mana mereka mendapat makanan?

  1. Istri, anak dan harta mereka dirampok Amalek (I Samuel 30:1-5)

Daud dan pasukannya ingin menemui isteri dan anak-anak mereka di Ziklag namun yang di dapati justru Ziklag telah dikalahkan dan istri serta anak-anak mereka telah ditawan. Pepatah mengatakan: “Daud sudah jatuh tertimpa tangga.

I Samuel 30:3-5

Daud harus memikul akibat dosa ketidakpercayaan yang Daud lakukan kepada Tuhan. Akibat berjalan tanpa iman, Daud berada dalam keadaan terjepit. Daud yang meragukan Tuhan kini kehilangan kepercayaan dari 600 tentaranya. Mereka menganggap Daud sebagai penyebab semua musibah. Dan mereka berusaha melempari Daud dengan batu! (1 Sam 30:6b).

Dalam kondisi kritis itu Daud membangkitkan lagi kepercayaannya kepada Tuhan (I Samuel 30:6c).Iman Daud mendorongnya bertanya kepada Tuhan apa yang harus dilakukan (I Samuel 30:8), sehingga Tuhan kemudian berfirman kepada Daud supaya Daud mengejar orang Amalek. Tuhan mempertemukannya dengan orang Mesir, budak orang Amalek sehingga Daud dapat menemukan dan memukul kalah tentara Amalek. Tidak ada yang hilang bahkan sampai hal yang paling kecil (I Samuel 30:17-19).

PENUTUP

Daud pernah kuatir, tetapi karena Daud percaya kepada Tuhan maka Tuhan memberkati Daud, lebih dari yang Daud pikirkan.

Sebelumnya untuk memenuhi kebutuhannya, Daud harus bekerja keras dan minta pertolongan Akhis. Tetapi setelah Daud meningkatkan kepercayaannya kepada Tuhan maka Tuhan memberkati Daud. Daud tidak takut kekurangan dan tidak meminta pertolongan orang, sebaliknya Daud menjadi sponsor (I Samuel 30:26-31).

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Takut atau Percaya – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 1 Januari 2017 )

  1. fernandoginting says:

    thankyou Pastor from Pdt Fernando ginting deliserdang sumut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s