PEPERANGAN DALAM KEHIDUPAN ORANG PERCAYA – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2 – 15 Januari 2017)

Ayub 7:1

“Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?”

Kata “Harus bergumul di bumi” dalam Terjemahan Lama (Bode) ditulis “Seperti orang perang adanya.” Tidak dapat dipungkiri bahwa hidup manusia di bumi ini penuh pergumulan, seperti orang berperang. Sebagai orang percaya kita harus dapat memenangkan setiap peperangan hidup yang kita hadapi. Jika kita kalah, maka bukan cuma mengalami kegagalan tetapi kita akan kehilangan banyak hal dari kasih karunia Allah.

Peperangan hidup manusia dimulai sejak manusia jatuh dalam dosa. Pergumulan/peperangan yang Adam harus hadapi secara umum.

Kej 3:19a “Dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah …..”

Kej 3:17c – “..dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu.”

Dalam mencari makanannya saja manusia harus berjuang begitu rupa sampai bersusah payah dan berpeluh pada kebergantungannya pada hasil tanah. Tidak ada satu halpun yang dibutuhkan manusia yang tidak berasal dari tanah, mulai dari makanan yang dihasilkan dari tanah, pakaian juga prosesnya asalnya dari hasil tanah, sampai pada fasilitas yang digunakan manusia dari rumah, perabot, mobil semua berasal dari hasil tanah.

Selanjutnya turun-temurun manusia bergumul dan berperang terhadap pengaruh dosa yang akan terus mempengaruhi manusia dan menjadi penghambat manusia untuk mengalami kebebasan sempurna. Kebebasan sempurna dari keselamatan yang Tuhan sudah berikan lewat korban Yesus di salib. Jadi iman harus tetap dipertahankan dan diperjuangkan untuk menang dalam menghadapi sisi lemah jasmaniah. Sisi lemah jasmaniah yang dipakai iblis untuk menjatuhkan iman yang pada akhirnya menjerumuskan manusia kembali kepada kebinasaan.

DUA PENGARUH KEHIDUPAN

Dalam kehidupan manusia ada dua hal yang mempengaruhi hidup manusia.

Matius 26:41 – “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

Dua hal yang mempengaruhi manusia:

  1. Roh manusia.

Memiliki sifat penurut, karena roh manusia berasal dari Allah, lebih menurut kepada kehendak Allah.

  1. Daging/kedagingan manusia.

Sifatnya lemah, lebih menuruti hawa nafsu dari pada Allah.

Allah bekerja lewat roh manusia sementara iblis yang berhasil menjatuhkan manusia dalam dosa bekerja lewat sisi jasmaniah kedagingan manusia.

Dua kekuatan ini berperang untuk mempengaruhi kehidupan manusia. Di mana area peperangan ini terjadi dalam kehidupan manusia? Di dalam jiwa manusia. Di area inilah letak pergumulan dan peperangan manusia untuk tetap pada kasih karunia Allah atau memilih keluar mengikuti tawaran iblis seperti Hawa.

Manusia terdiri dari 3 unsur :

  • Tubuh : Untuk berinteraksi melalui 5 panca inderanya
  • Roh : Untuk manusia berinteraksi dengan Allah, Yoh 4:24
  • Jiwa : Penghubung antara roh dan tubuh manusia. Di dalam Jiwa ada Kehendak; Emosi; Pertimbangan; Keputusan. Di sinilah area peperangan manusia yang sesungguhnya.

Kemana manusia akan menaklukan dirinya, kepada keinginan Roh atau daging itu ditentukan oleh jiwa atau hati kita.

Orang yang dikuasai kehendak Roh, mendapatkan sebutan manusia rohani dan orang yang dikuasai atau tunduk kepada kedagingan manusia disebut manusia duniawi.

1 Korintus 3:3,4 – “Karena kamu masih manusia duniawi, sebab jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi? Karena jika yang seorang berkata: Aku dari golongan Paulus, dan yang lain berkata : Aku dari golongan Apolos, bukankah hal itu menunjukkan bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani ?”

Dari ayat ini kita mengetahui bahwa orang percaya yang hidupnya masih nampak dominan buah kedagingannya seperti iri hati, perselisihan dan mengkultus atau individukan seseorang, itu menjadi petunjuk bahwa hidupnya dikuasai oleh manusia duniawinya dari pada perkara rohaninya.

MENANGKAN PEPERANGAN

Tidak ada cara lain untuk memenangkan peperangan hidup rohani kita selain kita hidup tunduk pada kehendak Roh Allah.

Galatia 5:16 – “Maksudku ialah Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.”

Galatia 5:17 – “Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging, karena keduanya bertentangan sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.”

Apa yang perlu dikendalikan dalam hidup kita untuk tidak terjebak pada perbuatan kedagingan kita?

Yakobus 4:1 “Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?”

Sumber sengketa dan pertengkaran (perang) dalam hidup manusia, ada pada hawa nafsunya. Kata “Hawa nafsumu” dalam bahasa Yunani “HEDONON” yang artinya KENIKMATANMU. Rasa nyaman dan kenikmatan bagi dirinya sendiri. Jika rasa nyaman dan kenikmatan bagi diri sendiri yaitu nafsunya sendiri yang diperjuangkan, maka jelas akan timbul konflik atau peperangan. Peperangan pertama dalam dirinya sendiri, selanjutnya terhadap orang lain.

Bagaimana bisa orang percaya dapat terjebak pada hawa nafsu yang jahat ?

Yakobus 4:4 “Hai, kamu orang-orang yang tidak setia. Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barang siapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah”

Hilangnya kesetiaan dalam hidup orang percaya dan memilih kompromi dengan cara-cara duniawi, itu yang menjadi celah kekalahan orang kristen dalam hidup kerohaniannya. Kalimat “Hai kamu orang-orang yang tidak setia” adalah menunjuk kepada perzinahan rohani. Iblis selalu memberi pengaruh dan godaannya pada sisi tubuh atau kedagingan kita, untuk keluar dari pengaruh Tuhan sampai jiwa kita masuk pada taraf bersahabat dengan dunia. Pada tahapan ini, tanpa sadar ia sudah menjadi musuh Allah, meski statusnya orang kristen, karena perbuatannya bertentangan dengan kehendak Tuhan.

Rasul Yakobus memberi gambaran yang jelas tentang hal ini, Yakobus 4:14,15.

“Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.”

Prosesnya adalah :

Melalui kemanusiaan kita, panca indera kita, iblis membangkitkan keinginan atau hawa nafsu (dipikat ). Masuk kepada jiwa untuk dibuahi dalam bentuk perbuatan. Hasilnya dari perbuatan melahirkan dosa. Jika dosa ini tidak segera diselesaikan, ia melahirkan maut atau binasa.

Banyak anak Tuhan tidak menyadari, bahwa peperangan atau pergumulan hidup ada dalam dirinya sendiri. Yakobus memberi penjelasan betapa ganas pengaruhnya jika kita tidak menang dalam setiap peperangan iman yang iblis hembuskan lewat hawa nafsu dan kedagingan kita.

Yakobus 4:2 “Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh, kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi…”

Contoh kejadian:

  • Awalnya ingin minta uang, tetapi karena tidak terpenuhi jadi gelap mata kemudian membunuh.
  • Awalnya ingin tampil, karena merasa lebih mampu dari orang yang biasa tampil, tapi usulnya tidak diterima, jadi marah lalu bertengkar dan berkelahi, dan masih banyak contoh kejadian yang lainnya.

Orang yang menyerah pada hawa nafsunya akan mengalami banyak kehilangan:

  • Kehilangan damai sejahtera.
  • Kehilangan berkat-berkat Tuhan
  • Kehilangan perlindungan Tuhan.
  • Kehilangan keselamatan.
  • Kita harus menang dalam setiap pergumulan dan peperangan iman kita, karena kesempatan untuk menang ada pada kita.

Letak kemenangan kita ada pada komitmen kita untuk tetap menurut Roh bukan kedagingan kita, Gal 5:16.

Contoh: Kejadian 4:6-7, tentang Kain.

Dimulai dari kekecewaan Kain yang persembahannya tidak diterima Allah, ia bukan saja cemburu kepada Habil adiknya yang persembahannya diterima Allah, tetapi Kain juga memendam amarah. Dalam Kej 4:6-7, Allah menegur dan memperingatkan Kain akan bahaya dosa dari jebakan iblis atau situasi hatinya yang mengalami pergumulan batin.

“Mengapa hatimu panas dan mukamu muram ? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau

berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu, ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”

Allah itu tidak pernah tinggal diam melihat kita menghadapi peperangan di jiwa kita. Dalam kasus Kain, Allah sudah memberi peringatan dan perintah untuk bertindak agar Kain tetap dalam perlindungan Allah untuk mengatasi godaan iblis. Tapi Kain menyerah pada hawa nafsunya. Hasilnya Kain membunuh Habil adiknya. Sebagai orang yang sudah ditebus Tuhan, kita harus bertindak tegas terhadap godaan duniawi yang dipakai iblis untuk menjebak kita.

Tindakan tegas apa yang harus kita buat untuk memenangkan pergumulan dan peperangan iman kita ?

  1. Mematikan segala sesuatu yang duniawi.

Kolose 3:5 “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu Percabulan; Kenajisan; hawa nafsu; Nafsu jahat dan juga Keserakahan yang sama dengan penyembahan berhala.”

Mengapa semuanya itu harus dimatikan dalam hidup kita? Kol 3:6 “Semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).” Orang yang sudah ditebus dari kehidupan lamanya, tetapi ternyata masih melakukan dosa lagi, bagi Tuhan orang ini adalah Pendurhaka.

  1. Membuang hal-hal yang dapat menjadi kebiasaan buruk, Kolose3:3.

“Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu Marah; Geram; Kejahatan; Fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya.”

  1. Jangan terpancing dengan jebakan tantangan iblis, 1 Petrus 3:9.

“Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.”

Hal ini memang tidak mudah, tetapi dengan pertolongan Roh kudus tentunya kita harus menang terhadap tantangan iblis ini untuk kita tetap tidak berubah jati diri kita sebagi orang yang sudah terima berkat keselamatan, dan menjadi berkat bagi orang lain. Efesus 4:27 – “dan janganlah beri kesempatan kepada iblis.” Sebaliknya yang harus kita perbuat adalah: 1 Petrus 3:11 – “Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya. “

Tiap-tiap orang menghadapi pergumulan dan peperangan hidup yang berbeda, yakinkanlah diri anda untuk tetap dalam kehendak Allah dan firman-Nya. Jangan sampai kita kalah sehingga jatuh dalam perbuatan dosa, sehingga kita kehilangan kasih karunia Allah dan berkat-berkat yang dijanjikan-Nya.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s