APAKAH YANG KAMU CARI? SERI 9: JALAN MENUJU PENGENALAN AKAN ALLAH YANG BENAR – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 1 – Minggu, 15 Januari 2017)

Pendahuluan

“Guru dimanakah Engkau tinggal?”

Pertanyaan ini menunjukkan sebuah kerinduan yang besar murid-murid Yohanes pembaptis kepada Yesus. Sebagai seorang calon murid dari guru yang baru, mereka ingin mengenalNya lebih dalam lagi. Bukan sekedar mendengar dari kata orang tetapi mengalami bersamaNya dari hari ke hari.

Setelah kita mempelajari arti penting pengenalan dan tanda-tanda pengenalan akan TUHAN, sekarang kita akan belajar tentang “Jalan menuju pengenalan akan Allah yang benar.”

  1. Melalui AnakNYA.

Yohanes 14 : 6, 7

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

Semua orang yang beragama dalam dunia ini menyakini mengenal Allahnya. Tanda-tanda pengenalannya ditunjukkan dengan tata cara mereka menghampiri Allahnya masing-masing. Tetapi pertanyaannya adalah apakah mereka benar-benar mengenal Allah? Sekalipun mereka mengaku mengenal Allah, tetapi mereka tidak memiliki gambaran akan Allah secara kongkret. Mereka hanya mengenal secara abstrak. Kekristenan bukan mengenal Allah secara abstrak, karena Allah yang tidak terlihat telah berkenan menyatakan diriNya melalui anakNya Tuhan Yesus Kristus. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata: “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.” Jadi mengenal Yesus Kristus adalah mengenal Allah yang sesungguhnya. Sebaliknya, jika ada orang mengaku mengenal Allah, tetapi tidak mengenal Yesus, sesungguhnya ia belum mengenal Allah yang benar. Yesus Kristus datang sebagai perwujudan Allah yang benar.

Yohanes 17 : 3

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Kisah Rasul 2:36

Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.

Ibrani 1 : 1,2

Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

  1. Melalui KaryaNYA

Alam semesta yang ada dan kita nikmati saat ini bukan terjadi dengan sendirinya. Semuanya ada karena diciptakan oleh Tuhan. Dengan melihat alam semesta ini seharusnya manusia sadar bahwa ada Allah yang maha besar dan berkuasa. Alkitab berkata bahwa apa yang tidak nampak dari kuasaNya, semuanya itu nampak dari buah pikiran dan karyaNya.

Roma 1:19, 20

Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. (Mazmur 19:2,3)

 

  1. Melalui FirmanNYA

2 Timotius 3:16

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Melalui firman Allah yang tertulis dalam Alkitab kita dapat mengenal Tuhan. Melalui firmanNya, kita mengenal hati Allah, perasaan, pikiran dan kehendakNya. Firman Allah adalah jalan menuju Allah yang benar, sebab firman itu bersama-sama dengan Allah dan firman itu adalah Allah (Yoh 1:1)

  1. Melalui keintiman dengan PribadiNYA

Yohanes 10:27

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.

Apa yang menyebabkan domba-domba mengikuti gembala? Karena domba-domba mengenal suara gembala. Lalu apakah yang menyembabkan domba-domba mengenal suara gembala? Karena domba-domba mendengarkan suara gembala. Mendengarkan ini bukan mendengarkan sekali dua kali, tetapi mendengarkan terus-menerus.

Keintiman inilah yang menyebabkan domba-domba memiliki pengenalan yang benar tentang gembalanya. Tanpa keintiman atau komunikasi dengan gembala mustahil domba-domba memiliki pengenalan yang benar. Kapan terakhir kali kita berkomunikasi dengan Tuhan? Bangunlah keintiman dengan Tuhan melalui doa, penyembahan dan saat teduh pribadi bersama Tuhan. Keintiman yang kita bangun bersama dengan Tuhan dari hari ke hari akan melahirkan pengenal yang benar tentang Allah.

Mari kita melihat contoh orang-orang yang memiliki pengenalan karena keintiman yang mereka bangun bersama Tuhan.

  • Daniel

Daniel 6:11

Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Undang-undang kerajaan yang baru saja disahkan oleh raja menyatakan bahwa: barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa. Ancaman ini tidak menggentarkan Daniel sedikitpun, sebab ia mengenal Allah dengan benar. Daniel percaya bahwa Allah berkuasa menolongnya dari ancaman singa-singa buas. Apa yang menyebabkan Daniel memiliki keyakinan seperti ini? Firman Tuhan berkata: tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya. Keintiman yang Daniel bangun melalui doa inilah yang telah membuat Daniel memiliki pengenalan yang benar tentang Allah sehingga ia memiliki kepercayaan penuh kepada Allah yang berkuasa menolongnya.

Contoh lain juga dapat kita lihat dalam diri Rasul Paulus. Ia tidak takut menghadapi kesukaran, penderitaan bahkan aniaya sekalipun dalam mengabarkan Injil, sebab ia tahu kepada siapa dia percaya.

2Timotius 1:12

Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu (mengenal) kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

  1. Melalui pengalaman hidup

Kehidupan yang kita alami selalu menampilkan banyak warna. Kadang warna itu menyenangkan, sehat, berkat tetapi kadang juga menyedihkan. Pengalaman-pengalaman yang warna-warni ini seharusnya membawa kita kepada pengenalan akan Tuhan. Dalam masa jaya Ayub hanya mengenal Tuhan dari kata orang, tetapi setelah mengalami kesukaran, penderitaan dan berbagai kehilangan, ia memiliki pengenalan yang benar tentang Tuhan.

Inilah pernyataannya:

Ayub 42:5

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

Seperti apakah pengenalan kita kepada Tuhan? Jangan berhenti untuk mengenal Tuhan, teruslah bertumbuh dalam Tuhan, seperti yang dinasehatkan Rasul Petrus dalam 2Petrus 3:18 “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.” Tuhan memberkati. KJP – GBU!

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s