TANGGUNG JAWAB sebagai ANAK-ANAK ALLAH – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 22 Januari 2017 )

Yohanes 1:12,13

Tetapi semua orang yang menerimaNya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anakanak Allah, yakni mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

PENDAHULUAN

Tujuan kedatangan Yesus adalah untuk menolong manusia keluar dari kegelapan dosa. Apabila manusia tidak diselamatkan dari kegelapan, manusia akan masuk kegelapan kekal (Neraka).

MENOLAK – MENERIMA TERANG

Yohanes 1:10,11 – manusia dan milik kepunyaan-Nya, justru menolak Terang dan bila seseorang menolak Yesus sampai akhir hidupnya, ia akan binasa di dalam Neraka. Tetapi sebaliknya, mereka yang menerima Terang (Yesus), mendapat hak menjadi “anak-anak Allah”. Itu sebabnya sangat lazim kita menyebutkan bahwa sesama orang percaya kita disebut sebagai anak-anak Allah. Tetapi gelar anak Allah menjadi bahan olokan.

Perhatikan Yohanes 1:13, ada proses menjadi anak Allah. Proses menjadi anak-anak Allah tidak seperti proses anak jasmani. Artinya menjadi anak-anak Allah bukan karena garis keturunan. Prosesnya pun tidak sama seperti proses kelahiran jasmani, yang karena keperkasaan seorang laki-laki, tetapi karena karya Allah di dalam kita. Saat kita mendengar firman Allah, bahwa satu-satunya jalan yang bisa mengampuni dosa kita ialah korban Yesus di salib. Dan kita percaya serta menerima Yesus di dalam hati kita. Dan iman kepada Yesus menjadikan kita bertobat, tinggalkan dosa.

Pada saat itulah seseorang mengalami:

  • Kelahiran Baru, 2 Korintus 5:17
  • Kita disebut anak Allah

Sudah dinubuatkan bahwa semua manusia berdosa dan dilahirkan bukan dari keturunan bangsa Israel (non Israel). Tetapi oleh iman kepada Yesus, kita disebut anak-anak Allah. Status sebagai anak-anak Allah sudah dinubuatkan nabi Hosea, yang hidup 2.700 tahun SM – Hosea 1:9,10.

Kata “di mana” dalam nubuatan Hosea mengarah kepada seluruh manusia yang percaya kepada Yesus, yaitu yang hidup di Indonesia, Amerika, Australia, Pakistan, Afrika, RRC, India, Arab, dsb. Negara-negara non Israel, kepada mereka dikatakan, “kamu ini bukan Israel”, tetapi karena kita percaya kepada Yesus. Saat itulah kita menjadi anak-anak Allah yang hidup. Jadi walaupun orang berkata kita adalah kafir…kafir… kafir!. Tetapi, Yesus menyebut “Kamu adalah anak-anak Allah yang hidup!”

Disatu sisi kita bangga, sebab dahulu kita berdosa. Tetapi karena kita percaya Yesus dan telah lahir baru, sekarang kita disebut: Anak-anak Allah yang hidup. Tetapi di sisi lain kita memiliki tanggung jawab.

TANGGUNG JAWAB SEBAGAI ANAK-ANAK ALLAH

1 Petrus 1:13 “Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.

 

Empat hal yang harus dilakukan oleh anak-anak Allah, antara lain:

  1. Jadilah Anak-anak Yang Taat

Efesus 5:1 “Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih”.

Kalau orang percaya tidak menuruti Allah, maka ia bukan anak-anak Allah tetapi anak-anak Iblis, Yohanes 8:44; I Yohanes 3:10. Ketaatan tidak dilihat dari ucapan kita, tapi dari perbuatan kita. Matius 21:28-31; Lukas 6:46.

  1. Tidak Menuruti Hawa Nafsu

Ada 3 juta orang Israel yang keluar dari Mesir. Mereka keluar oleh korban Paskah, Keluaran 12. I Korintus 10:5-10 bagian besar dari mereka tewas di padang gurun, sebab mereka tidak punya penguasan diri dari hawa nafsu. Sebab itu sangat perlu :

  • Kuasa Roh Kudus, Zakharia 4:6.
  • Firman Allah, Ibrani 3:15

  1. Hidup Kudus

2 Korintus 6:17,18 – Kata “Kudus” Yunani: HAGIAZO, mengandung arti: dipisahkan dari yang najis/jahat. Sebagai anak-anak Allah, dituntut untuk hidup berbeda dengan dunia. Kalau dunia melakukan kejahatan, keonaran, kecemaran, kenajisan, dosa dan sebagainya, maka perbuatan anak-anak Allah harus berbeda dari anak-anak dunia.

  1. Menjadi terang bagi Dunia

Tujuan Allah mengangkat kita menjadi anak-anak Allah untuk menjadi daya tarik bagi mereka yang masih hidup dalam kegelapan.

Tetapi apabila anak-anak Allah (pengikut Yesus), lalai akan tanggung jawabnya sebagai anak-anak Allah, maka Yesus akan cabut hak; kuasa; wewenang dan tanggung jawab itu darinya. Kata “Kuasa” yang dimaksud tercatat dalam Yohanes 1:12, ditulis EXOUSIA (Yunani) , artinya: diberi hak; wewenang; tanggung jawab sebagai anak Allah sehingga status kita bukan lagi sebagai anak-anak.

Contohnya, Lukas 16 tentang Anak bungsu menerima haknya (EXOUSIA) sebagai anak, tetapi ia menggunakannya dengan tidak bertanggung jawab, yaitu dengan :

  • Menghambur-hamburkan dengan berfoya-foya
  • Dia gunakan untuk bergaul dengan pelacur-pelacur
  • menggunakan haknya dengan tidak bertanggung jawab
  • semua itu membuat hidupnya berakhir di kandang babi, bahkan bisa mati.

BUTUH KESADARAN dan BERTOBAT

I Yohanes 3:10 “Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s