THE LOST COIN by Ps. Kindah Greening From: Gold Coast Australia (Ibadah Raya – Minggu, 29 Januari 2017 )

Pemulihan selalu ada di benak Allah dan pemulihan dikerjakan oleh Allah. Dalam Lukas 4 menjelaskan tentang Yesus yang dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Disana Yesus dicobai oleh iblis dalam 3 area hidup manusia. Salah satunya, adalah keinginan untuk menguasai. Oleh sebab itu, Iblis membawa Yesus ke atas gunung kemudian menunjukan kerajaan dunia – Lukas 4:6. Iblis mengklaim bahwa kerajaan dunia ada dalam kuasanya. Ucapan iblis kepada Yesus tersirat suatu maksud, bahwa dahulu manusia kuasai bumi tetapi sekarang saya (blis) yang menguasainya. Sebelum kejatuhan manusia kedalam dosa, bumi berada dalam kuasa manusia, tetapi setelah manusia jatuh dalam dosa ada perpindahan dari Manusia kepada Iblis. Tetapi Yesus memulihkan semuanya itu di atas kayu salib.

Tanpa kita sadari, menjelang kedatangan Tuhan Yesus ke dua kali, gereja sedikit-demi sedikit kehilangan apa yang utama dalam kekristenan karena dicuri oleh iblis dan untuk itu gereja butuh pemulihan.

Dalam alkitab tercatat perumpamaan tentang seorang wanita yang kehilangan salah satu dirhamnya. Perumpamaan ini menjadi gambaran tentang gereja yang kehilangan apa yang utama dalam kekristenan. Bagaimana cara memulihkannya?

DIRHAM YANG HILANG (Lukas 15)

Lukas 15, mencatat 3 perumpamaan yaitu, tentang anak yang hilang, domba yang hilang dan dirham yang hilang. Semua perumpamaan itu merupakan gambaran bahwa Tuhan rindu menyelamatkan yang terhilang. Ketiga perumpamaan tersebut, juga gambaran gereja Tuhan yang kehilangan aspek utama dalam kekristenan. Inilah tantangan yang dihadapi gereja, yaitu mencari apa yang hilang dalam gereja. Apakah penyembahan, kasih, sukacita ataukah urapan.

Pemulihan

Pemulihan artinya membawa kembali ke bentuk awal untuk memperbaiki. Jadi, pemulihan adalah mengembaikan apa yang hilang sehingga dapat digunakan kembali dengan sempurna. Bahasa Latin kata hilang diterjemahkan dengan arti – kembali; berdiri lagi RESTOW (stow – berdiri lagi).

Dirham (koin) merupakan tanda pertunangan seseorang pria terhadap wanita pada zaman alkitab. Jika salah satu dirham wanitanya hilang, maka pernikahan dianggap batal karena si wanita tidak setia menjaga dirhamnya. Itu sebabnya wanita yang kehilangan satu dirham, berusaha menemukan kembali apa yang hilang. Seharusnya gereja Tuhan juga demikian, yaitu mencari apa yang hilang dari gereja dengan kuat kuasa Roh Kudus.

7 hal untuk pemulihan:

  1. Menyadari kehilangan (sadar diri)

Terkadang saat kita kehilangan sesuatu dan tidak sadar akan hal itu dalam jangka waktu yang cukup lama sampai menyadari ada yang hilang. Gereja bisa kehilangan yang terbaik dalam pelayanan tanpa disadari oleh gembala atau jemaat. Contohnya, gereja barat yang kehilangan penyembahan kepada Tuhan serta hubungan kekeluargaan seperti di Asia. Sehingga dalam gereja tidak ada pertumbuhan yang signifikan sebab gereja kehilangan dan tidak ada yang menyadarinya sebab semua sibuk dengan kepentingan masing-masing. Jemaat GPdI Mahanaim, jangan sampai kehilangan hal-hal penting dalam persekutuan kita dengan Tuhan dan sesama.

2 Korintus 13:5 – sebab itu ujilah diri sendiri apakah kita masih dalam Kristus. Karena orang percaya yang tidak sadar bahwa ada yang hilang dalam kerohaniannya dipandang miskin oleh Allah seperti jemaat Laodekia (Wahyu 3:17). Iblis tidak mencuri sekaligus, Amsal 24:30-34, tetapi dari hal-hal kecil. Dari pagar, rumah sampai semuanya hilang karena malas mencari apa yang hilang. Lebih mudah kita kehilangan ketimbang menjaganya. Jagalah apa yang ada, yaitu apimu dan penyembahanmu – 2 Petrus 2:8-9.

  1. Menyalakan pelita (mencari dengan Roh Kudus)

Wanita ini membutuhkan terang untuk mencari dirhamnya yang hilang. Demikian pula gereja harus mencari apa yang hilang dengan kuasa Roh Kudus. Sebab Yesus menebus kita dan menyalakan terang kemuliaan Allah sehingga kita kudus.

Yohanes 1:5 – Terang melenyapkan kegelapan. Jangan terkejut jika Tuhan bukakan hal tersembunyi dalam hidup kita karena saat itulah Allah memulihkan kita. Seperti Yesus memberikan Bait Suci – Matius 21:12.

Tuhan akan bersihkan gereja dan serta memberikan terang sehingga dosa tersembunyi dibukakan. 1 Petrus 4:17, penghakiman dimulai dari gereja Tuhan.

  1. Mencari dengan tekun ( kegigihan)

Wanita ini tidak terus berada dalam kesedihan melainkan ia mencarinya. Ada banyak metode untuk mencari apa yang hilang. Ibrani 11:6 mencari dengan iman yaitu, iman dalam Yesus. Orang yang sungguh-sungguh mencari Tuhan mendapat upah. Jangan kehilangan gairah dan kasih dalam mencari apa yang hilang, minta Tuhan penuhi dengan Roh Kudus-Nya.

  1. Menyapu rumah (dimulai dari rumahnya)

Artinya memulai dari rumahnya yaitu keluarga kita yang pertama dipulihkan sehingga Allah hadir. Dengan membangun penyembahan/mezbah doa keluarga.

  1. Bersukacitalah ( kesukaan dalam rumah Bapa)

Ketika wanita tersebut menemukan Dirhamnya, ia bersukacita dan ia mengajak teman-temannya. Saat gereja menemukan apa yang hilang, bersukacitalah sebab gereja Tuhan penuh dengan sukacita dan kegirangan besar. Serta membagikan sukacita itu kepada seluruh dunia dengan berbagai cara. Contohnya dengan mengirim pesan kepada orang yang belum mengenal Tuhan. Indonesia menempati posisi pertama dalam mengirim pesan di seluruh dunia. Manfaatkan teknologi untuk bagikan sukacita. Sukacita didapat dalam penyembahan. Beberapa gereja kehilangan sukacita penyembahan dan mengabaikan penyembahan sebagai sukacita akan keselamatan Allah.

  1. Memanggil sahabat-sahabatnya (keuntungan dari hubungan sosial)

Perbesar lingkaran teman dengan membangun persahabatan sama seperti saudara – Amsal 17:17. Tuhan tidak ingin jemaat Tuhan menyendiri, tetapi buatlah hubungan. Menjadi satu keluarga Allah.

  1. Mengumumkan berkat (iman yang menular)

Seharusnya kita punya semangat yang menular dengan iman yang menular. Seperti wanita samaria, yang berjumpa dengan Yesus. Ia bagikan sukacitanya kepada semua orang yang ia jumpai sehingga banyak orang yang percaya kepada Yesus.

Temukan apa yang hilang dalam hidup kekristenan kita dengan menyadari diri (koreksi), dengan kuasa Roh Kudus dan firman untuk menerangi, dengan semangat, tekun serta iman kepada Yesus. Bersukacitalah dalam Tuhan sehingga orang lain dapat melihatnya dan menjadi percaaya. Tuhan Yesus memberkati.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s