KASIH KARUNIA DAN KEBENARAN – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 5 Feb 2017)

Yohanes 1:14-17

PENDAHULUAN

Menurut Yohanes 1:12, saat kita percaya Yesus, ada  kuasa yang diberikan yaitu menjadi anak-anak Allah. Jadi, Yohanes 1:13 bukan membicarakan tentang kelahiran secara jasmani, tapi Bapa memberi kuasa (exousia) “hak/wewenang” untuk menjadi anak-anak Allah (anak yang diadopsi). Kuasa, wewenang dan hak yang diberikan Bapa memberikan tanggung jawab kepada mereka yang menerimannya. Bila tidak melakukan tanggung jawab, seseorang dapat kehilangan hak sebagai anak-anak Allah sehingga dalam Matius 7:21-23 menuliskan bahwa Bapa akan berterus terang dan berkata “Enyahlah dari pada-Ku, kamu pembuat kejahatan Aku tidak mengenal kamu.”

INKARNASI YESUS

Yohanes 1:14 “Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”

Pada ayat ini, Yohanes menjelaskan bahwa Yesus ialah Firman (Kalam Allah) yaitu pribadi Allah yang menjelma menjadi manusia. Dengan lain kata, asal Yesus bukan dari manusia, tetapi Allah yang menjelma menjadi manusia. Maria hanya sarana untuk kelahiran Yesus. Sebagai bukti, Yohanes 1:15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: “Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia  yang telah mendahului aku, sebab: Dia telah ada sebelum aku”. Firman yang menjadi manusia sudah ada sebelum Yohanes pembaptis ada.

KELAHIRAN YOHANES PEMBAPTIS DAN KELAHIRAN YESUS

Lukas 1:24, Elisabet, isteri Zakaria, ibu Yohanes Pembaptis, sedang mengandung. Selama 5 bulan ia tidak keluar rumah. Lukas 1:26, Bulan ke-6 usia kehamilan Elisabet, malaikat Gabriel datang kepada Maria memberitahu kepada Maria bahwa ia akan mengandung bayi Yesus. Lukas 1:38, ketika Maria bersedia dipakai sebagai jalan untuk melahirkan Yesus, saat itulah Maria dibuahi Roh Kudus untuk melahirkan Yesus. Jadi jarak usia Yohanes Pembaptis 6 bulan lebih tua dari pada Yesus! Tetapi, Yohanes Pembaptis berkata: “Sebab Dia (Yesus) telah ada sebelum aku”.

Dengan lain kata, Yohanes Pembaptis melihat Yesus bukan dari sisi lahiriah yang baru dilahirkan 30 tahun lalu. Yohanes Pembaptis memandang bahwa Yesus sudah ada sejak kekal. Kesaksian Yohanes meneguhkan bahwa Yesus adalah kalam Allah yang menjadi manusia.

PENUH KASIH KARUNIA DAN KEBENARAN

Yohanes 1:14 menjelaskan bahwa Yesus adalah pribadi Allah yang penuh dengan “KASIH KARUNIA dan KEBENARAN.” Kata “penuh” artinya terisi secara keseluruhan atau tak ada ruang kosong sama sekali.

PENUH KASIH KARUNIA

Yohanes 1:14, Yesus adalah pribadi Allah yang penuh anugerah; penuh kemurahan dan penuh pengampunan. Dengan lain kata Yesus datang bukan untuk menghukum orang berdosa. Tetapi Yesus datang untuk memberikan Anugerah; Kemurahan; Kebaikan dan Pengampunan-Nya bagi umat manusia yang berdosa. Sebab itu dalam Yohanes 1:17, Rasul Yohanes membandingkan kedatangan Musa dengan kedatangan Yesus.

Yohanes 1:17 “Sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.” Taurat adalah hukum, Peraturan atau Undang-undang. Barang siapa bisa melakukannya, ia tidak dihukum. Tetapi barang siapa melanggar, ia akan dihukum.

Contoh:

  • Berdusta -> dihukum
  • Mencuri -> dihukum
  • Berzinah -> dihukum

Sebab itu Galatia 2:6Tak ada seorang pun yang dibenarkan oleh hukum Taurat. Sebab tidak ada seorang pun yang bisa menjalankan hukum Taurat.

Kesimpulan

Sebesar apapun dosa – kejahatan kita di masa lalu, oleh kasih dan  kemurahan serta korban Yesus di kayu salib, kita diampuni! Orang Kristen Bebas Berbuat Dosa…? Ada ajaran orang Kristen bebas berbuat dosa, sebab Yesus adalah Allah memberi kasih karunia. Tentu saja tidak!

PENUH KEBENARAN

Yesus tidak hanya penuh kasih karunia, yaitu belas kasihan untuk mengampuni. Tetapi Yesus juga penuh kebenaran. Artinya, Yesus adalah pribadi yang KUDUS dan BENAR. Tidak ada celah atau ruang di dalam diri Yesus di mana dosa dan ketidakbenaran bisa masuk ke dalam diri Yesus. Pengikut Yesus Kudus dan Benar. Setiap orang yang sudah diampuni dan dibenarkan oleh Yesus, harus hidup kudus dan memelihara diri dari segala dosa dan kejahatan. Contoh: Yohanes 8:1-11, Perempuan Yang Berzinah.

PENUTUP

Efesus 4:14, 15 makna ayat ini adalah – perhatikan gambar

dosa-gelas

Hidup manusia seperti wadah yang penuh dengan dosa namun saat terima Yesus dosa kita diampuni. Tetapi masih ada ruang yang kosong. Perhatikan gambar berikutnya.

kepenuhan-yesus

Gambar kiri, kita percaya kepada Yesus. Masih ada ruang kosong yang harus diisi oleh Yesus hingga penuh seperti Yesus, lewat hidup yang bertumbuh dalam Yesus. Jangan berikan ruang kepada yang lain. Inilah gereja yang sempurna yaitu penuh tanpa ada cela. Mungkin ini mustahil, tetapi apa yang dikatakan firman Tuhan tidak akan gagal. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s